Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
Bab 81


__ADS_3

Siti dan Rey sedang bercengkrama di kamar bersama si kecil setelah makan malam.


"Lucunya putri papa! Iihh gemeess!" Puji Rey sambil mencubit lembut pipi bayinya dan juga menciuminya. "Wiihh,kalau nendang kuat juga kamu ya nak!" Ucap Rey saat tidak sengaja terkena kaki Putri yang sedang menendang-nendang.


"Karena mamanya juga lucu jadi putrinya juga lucu donk!" Ucap Siti sambil bercanda.


"Iya mas percaya kok,mamanya memang lucu,gemesin!" Ucap Rey sambil menatap istrinya dari atas ke bawah. "Kamu sekarang lebih berisi ya yank! Makin seksi!" Puji Rey kemudian membuat wajah istrinya bersemu merah.


"Mas kangen yank!" Rey mulai mendekat.


"Eehh mau ngapain?" Siti coba menghindar.


"Kiss dikit yank! Masa kiss juga di larang?" Ucap Rey dengan wajah di bikin sedih.


"Hmm,nanti mas minta lebih?" Siti menggeleng.


"Ya mana mungkin yank kan belum boleh. Nanti kalau sudah boleh,siap-siap saja kamu yank!" Ucap Rey sambil tersenyum menyeringai membuat Siti merinding.


"Hmm,mas ini."


"Kiss dikit donk yank,sama suaminya pelit amat deh!" Rey masih berusaha mendekati istrinya.


Siti akhirnya mengalah. Dia lalu mencium pipi suaminya yang terus-terusan maksa. "Muah! Tuh sudah!"


"Yang ini belum yank!" Rey menunjuk bibirnya.


"Hmmm,tuh kan!"


"Dikiitt!" Ucap Rey dengan penekanan.


Dari yang katanya dikit sampai Siti hampir kehabisan nafas.


"Mmmff,sudah mas aahh!" Siti mendorong suaminya.


"Sebentar lagi yank!" Rey kembali mengulanginya.


"Hhhmmfff,mas!"


"Sssstt,yank! Putri tidur tuh." Ucapnya sambil menatap putrinya yang mulai tertidur sendiri.


"Hhh. Tidur ahh!" Rey langsung berbalik.


"Mas sudah mau tidur? Baru juga jam delapan."


"Hmm,ngantuk!" Jawab Rey tanpa menoleh.


"Mas marah ya?" Siti menepuk-nepuk bahu suaminya tapi Rey tidak menjawab. "Mas!"


"Hmm,apa sih?"


"Ketus gitu jawabnya." Siti cemberut. "Ya sudah kalau marah." Siti lalu berbaring.


Rey menoleh. "Mas mana bisa marah sama kamu yank!" Mengusap bahu Siti.


"Itu tadi di tanyain malah diem!"


"Mas ngantuk yank! Tidur yuk,sambil mas peluk ya?" Ajak Rey yang di beri anggukan oleh Siti.


"Mas?"


"Hmm?"

__ADS_1


"Mas,tadi siang mama nanya lagi kapan kita mau aqiqah Putri."


"Hmm,mas sih terserah kamu yank."Jawab Rey.


"Kalau aku kapan pun bisa mas,aku kan nganggur lah mas kerja."


"Hmm,nanti mas tanya Toni dulu kapan jadwal mas kosong ya!"


"Iya mas. Putri sudah lebih dua minggu kan. Lebih cepat lebih baik!" Ucap Siti.


"Iya yank! Sambil syukuran kesembuhan kamu kan kata mama."


"Aku rasa tidak perlu mas!"


"Loh kenapa yank? Itu tandanya mama sudah sayang sama kamu jadi dia ingin syukuran atas kesembuhan kamu!"


"Yah bersyukur biasa saja mas,berdoa,ibadah. Malu mas sama orang-orang. Akekahnya Putri saja deh."


"Kamu itu yank,gitu kok malu."


Tiba-tiba terdengar suara berisik dari luar balkon kamar Rey yang mengarah ke halaman rumah.


"Hmm,mas ada tamu ya kok rame di depan pagar?" Tanya Siti lalu melepaskan pelukan suaminya.


"Iya yank,kok rame. Mas lihat dulu ya!" Rey hendak bangun dari tidurnya.


Tok tok tok. Pintu kamar ada yang mengetuk.


"Siapa itu ya mas?"


Rey lalu turun dari kasur. "Biar mas yang buka yank!"


"Bi,ada apa?" Tanya Rey.


"Den,ada yang cari non Siti." Jawab bibi.


"Hmm,siapa bi?" Tanya Rey lagi.


"Itu den,sepertinya paman non Siti." Jawab bibi.


"Apa? Sama siapa bi kok kedengerannya rame?"


"Orang empat den."


"Hah? Hmm,ya sudah nanti kita turun bi." Ucap Rey.


Rey menutup kembali pintu kamarnya. Dia lalu mendekat ke istrinya.


"Bibi kenapa mas?"


"Yank,ada paman mau ketemu kamu." Jawab Rey.


"Paman? Malam-malam begini mas?"


Rey mengangguk. "Kamu mau temui mereka?"


"Hmm,boleh mas?"


"Ya sudah tidak apa-apa. Mas panggil bibi dulu buat jagain Putri."


"Iya mas."

__ADS_1


Setelah Putri di jagain sama bibi,Rey dan Siti lalu turun ke bawah untuk menemui paman.


Sampai di dekat ruang tamu,Siti berhenti. Di ruang tamu sudah duduk paman Supri,Radit,Rania dan ada juga bi Rena.


Mengetahui kedatangan Siti,mereka yang ada di sana langsung menoleh. Pandangan Siti pun langsung tertuju pada seorang gadis remaja yang berada di sebelah bi Rena. Gadis remaja yang dulu begitu lugu dan baik.


"Ayo duduk yank!" Ajak Rey yang melihat istrinya terdiam.


"Ehmm,iya mas!"


Mereka lalu duduk bersama di ruang tamu. Beberapa menit tidak ada yang mau berbicara. Akhirnya paman yang memulai bicara terlebih dahulu karena merasa sebagai orang yang lebih tua.


"Rey,Siti,kedatangan kita ke sini untuk meminta maaf sekali lagi. Kita juga mau berpamitan akan pulang ke desanya bibi kamu." Terang paman.


"Siti sudah memaafkan semuanya paman."


Tiba-tiba Rania bangkit dari duduknya dan setengah berlari ke arah Siti.


Dia bersimpuh dan memohon sambil memegang kedua tangan Siti. "Mbak,maafin Rania." Ucapnya sambil memohon. "Maafin semua kesalahan Rania. Sungguh Rania menyesal!" Dia mulai terisak.


"Sudah Rania,bangunlah! Mbak sudah maafin kamu kok!" Ucap Siti sambil menyuruh Rania untuk berdiri.


"Terimakasih mbak!" Ucapnya lalu kembali duduk di sebelah mamanya,bi Rena.


"Bibi juga minta maaf Siti. Selama ini sudah sering nyakitin kamu." Ucap bi Rena.


"Sama-sama bi,aku juga minta maaf jika selama di rumah bibi sering ngecewain dan membuat susah." Ucap Siti.


"Semoga kamu dan keluarga kamu selalu bahagia,Siti. Oh iya,mungkin bulan depan Rania akan menikah di desa karena kita akan pindah ke desa." Terang paman. "Paman masih boleh kan menghubungi kamu? Mungkin kamu mau datang saat Rania nikah nanti."


"Aamiin,terimakasih paman doanya. Boleh kok paman,Insya Allah kita akan datang kalau tidak ada halangan! Iya kan mas?" Jawab Siti yang di beri anggukan oleh Rey." Oh iya ,silahkan di minum airnya paman,bibi,Rania,Radit. Itu ada sedikit kue." Tambahnya lagi.


"Terimakasih,Siti." Ucap paman dan bi Rena.


Setelah sedikit berbasa basi,mereka pun pulang. Siti dan Rey kembali ke kamar mereka.


"Kalau Rania menikah,sekolahnya putus ya mas?


"Rania kelas berapa memang?"


"Baru naik kelas dua SMU mas." Jawab Siti.


"Hmm,masih terlalu muda untuk memiliki bayi!" Ucap Rey. Dia jadi ingat dulu,saat mantan kekasihnya hamil setelah lulus sekolah. Itu pasti sangat berat bagi kaum wanita. Dadanya tiba-tiba terasa sesak.


"Mas,kok melamun?"


"Hmm,tidak apa-apa kok yank!"


"Setahun tidak bertemu Rania,dia sudah banyak berubah."


"Yah mungkin karena lingkungan dan bisa juga karena pergaulan yank." Terang Rey. "Anak seusia itu kalau salah memilih teman memang bahaya."


"Iya mas. Dulu dia kalau ada apa-apa suka cerita."


"Hmm,Putri nyenyak sekali ya tidurnya." Ucap Rey mengalihkan pembicaraan. "Tidur yuk yank!" Ajaknya kemudian.


"Hmm,iya mas."


NEXT


010621/09.10

__ADS_1


__ADS_2