Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 56 ( S2 )


__ADS_3

Pukul satu siang,pelajaran baru saja usai. Cinta berjalan menuju gerbang sekolah. Hari begitu terik sampai peluhnya bercucuran. Dia ingin segera sampai ke mobil untuk mendinginkan kulitnya yang terasa terbakar.


Ratna dengan sigap membukakan pintu mobil saat tau Cinta sedang berjalan menuju ke mobil.


"Hhh,Cinta butuh sesuatu yang bisa bikin adem." Lirihnya.


"Minum es. Eehh,tidak boleh." Ratna memberikan usul yang akhirnya dia ralat sendiri. "ACnya saja di kencengin ya?"


"Kakak,Cinta mau jalan-jalan boleh ya? Masa rumah,sekolah,kantor papa. Itu terus setiap hari. Cinta kan bosan!" Selorohnya.


"Hmm,ijin papa dulu ya. Kakak takut tidak di kasih ijin."


"Kan ada kakak yang jagain Cinta."


"Iya,sayang. Tapi kakak tetap harus ijin sama papa kamu,ya!"


"Hmm,iya deh kak."


Ratna lalu menghubungi papanya Cinta. Setelah berbicara lima menit,Ratna memutuskan panggilan telponnya.


"Kak,bagaimana?"


"Iya boleh tapi jangan lama-lama. Sebelum jam lima sudah harus sampai rumah."


"Yes! Terimakasih ya kak. Kak Ratna memang kakak paling baik deh." Puji Cinta.


"Hmm,"


"Ayo kak,Cinta mau jalan-jalan ke mal. Mau beli ini mau beli itu. Mau ngabisin uang papa sama ayah."


"Loh,tidak boleh begitu."


"Hehee,kakak tau tidak kalau uang jajan dari papa sama ayah tu tidak sampai sepuluh persennya Cinta pakai tiap bulan. Sesekali boleh kan Cinta shoping."


"Iya tidak apa-apa shoping tapi jangan di habiskan!"


"Tidak bakal habis kak kecuali Cinta shoping mobil. Hahaa! Ayo kak!"


"Iya iyaa. Mal mana nih?"


"Mal S saja kak,di sana banyak barang yang bagus-bagus."


Iya banyak barang bagus karena harganya juga bagus. Batin Ratna.


Setengah jam mereka sudah sampai di Mal. "Kak,kita cari makan dulu yuk. Cinta laper."


"Iya tapi ada syaratnya."


"Apa kak?"


"Kakak yang traktir."


"Iiihh kakak,biar Cinta saja!"


"Kalau tidak mau ya sudah,kakak tidak mau makan!" Ancam Ratna.


"Hhh,iya deh." Cinta akhirnya menurut.


Mereka lalu mencari tempat makan yang di inginkan Cinta. "Cinta mau baso ya kak."


Ratna menggelengkan kepalanya. "Lupa ya yang sering papa kamu bilang? Tidak boleh makan baso."


"Kak,sudah lebih satu minggu Cinta tidak makan baso. Boleh lah sesekali." Sungutnya.


"Hmm,ada saja alasannya."


Ratna segera memesan baso dua mangkuk.


"Hmm,enak ya kak? Cinta belum pernah makan di sini." Ucap Cinta sambil mulut mengunyah baso.


"Biasa saja."


"Iihh kakak." Cinta memajukan bibirnya.


Setelah selesai makan baso,Cinta mengajak Ratna berkeliling. "Cinta mau beli apa sebenernya?"


"Cinta mau cari tas sekolah keluaran terbaru kak,sama aksesorisnya juga."


"Tas yang kamu pakai ini kan masih bagus,yang kamu pakai kemarin juga masih bagus kan?"


"Tas ini sama yang kemarin sudah lama Cinta belinya kak,bosan donk!"


"Memang kapan belinya?"

__ADS_1


"Hmm,lima bulan yang lalu kalau tidak salah. Waktu Cinta masih di sekolah yang lama."


"Hmm,lima bulan kok lama. Kakak waktu sekolah beli tasnya dua tahun sekali,kadang tunggu rusak baru beli lagi."


"Hmm,kakak."


Ratna hanya menggeleng saja.


"Kak,yuk ke toko itu! Ada tas bagus!" Ajak Cinta bersemangat sambil menarik tangan Ratna.


"Pelan-pelan Cin,tokonya tidak akan kabur kok." Protes Ratna.


Cinta langsung mengambil tas sekolah yang dia suka dengan tambahan aksesoris dan juga alat tulis lainnya. "Berapa semuanya kak?" Tanya Cinta saat sudah di kasir.


"Semua dua juta tujuh ratus,dek." Jawab penjaga kasir.


"Looh,mahal banget." Ucap Ratna kaget.


Penjaga kasirnya hanya tersenyum saja.


"Tidak apa-apa kak." Cinta lalu mengeluarkan kartu ATMnya.


"Biar saya yang bayarin belanjaan adik ini." Ucap seorang laki-laki dewasa yang tiba-tiba sudah ada di sebelah Cinta sambil menyerahkan uang cash ke kasir.


"Tidak usah om,Cinta ada kok!" Tolak Cinta.


"Simpan saja buat jajan." Ucap laki-laki itu lalu segera meninggalkan mereka.


Cinta dan Ratna menatap laki-laki itu tanpa berkedip.


"Kak?" Cinta menyenggol tangan Ratna karena gadis itu masih saja menatap ke arah laki-laki itu.


"Eh,Cin. Yuk pulang!" Ajak Ratna lalu menarik tangan Cinta agar keluar dari toko itu.


"Kak,mau kemana ini? Cinta mau cari sepatu juga di sana." Protes Cinta karena Ratna menariknya justru ke arah laki-laki tadi pergi.


"Eehh,maaf Cin. Kamu mau cari sepatu di mana?"


"Hmm,di sana!" Tunjuk Cinta di arah yang berlawanan.


Ratna diam sesaat,lalu. "Hmm,ya sudah ayo." Ajak Ratna tapi seperti tidak bersemangat.


Mereka lalu ke toko sepatu yang Cinta maksudkan.


"Ada yang kamu suka,Cin?"


"Hmm,ada kak. Tapi Cinta bingung mau pilih yang mana kak."


"Hmm,ambil saja semua." Sahut Ratna.


"Iiihh kakak,masa di ambil semua." Cinta bersungut.


Tak lama Cinta mendekat ke arah Ratna yang sedang asik melamun. "Hayoo,melamun ya kak?"


"Cinta,bikin kakak kaget saja."


"Kakak sih melamun. Pulang yuk!" Ajak Cinta.


"Pulang ya? Jadi beli sepatunya berapa pasang?"


"Hanya beli dua,kak."


"Hmm,hanya dua ya." Ucap Ratna lirih.


Cinta tersenyum sambil menenteng belanjaannya.


Mereka lalu menuju ke parkiran.


"Kak,hari ini Cinta seneng banget deh." Ucap Cinta saat mereka baru saja keluar dari Mal.


"Seneng kenapa?"


"Ya habis beli tas sama sepatu."


"Hmm,bunda tidak marah kamu beli banyak gitu?"


"Hmm,kan jarang-jarang kak."


Baru lima menit mobil meninggalkan Mal,tiba-tiba terasa tidak nyaman.


"Kak,ini kenapa mobilnya?" Tanya Cinta cemas.


"Sepertinya bannya kempis." Jawab Ratna.

__ADS_1


"Apa kak? Ban kempis? Kok bisa? Tidak pernah mobil ini bannya sampai kempis." Seloroh Cinta.


"Kakak tidak tau,Cin. Kakak periksa dulu ya." Ucap Ratna.


Ratna memarkirkan mobilnya di depan lahan yang sepi lalu turun untuk memeriksa.


"Kenapa kak?" Tanya Cinta dari balik jendela.


"Bannya kempis,Cin."


"Aduuuh,bagaimana ini kak?"


"Hmm,kakak telpon teman kakak dulu ya siapa tau bisa bantu. Di mobil kamu juga tidak ada alatnya.


"Huuhh,kok bisa." Cinta terlihat sedih. "Telpon papa ah." Gumamnya.


"Cin,teman kakak tidak bisa bantu nih. Gimana ya?" Ratna terlihat bingung. Hari sudah sore.


Cinta lalu menelpon papanya. Setelah panggilan beberapa kali baru ada jawaban.


"Papa. ."


"Mobil Cinta bannya kempis."


"Cinta tidak tau,pa. Kak Ratna juga tidak tau."


"Papa,kesini donk Cinta takut."


"Hmm,papa sudah dulu ya."


"Kak Ratna bilang ada yang bantu."


"Cinta tidak tau,pa. Cinta lihat dulu ya nanti Cinta telpon lagi."


"Dadaa,pa." Cinta mematikan telponnya.


"Kak Ratna."


"Cin,kamu tunggu di dalam saja ya. Ini ada yang bantu kita."


"Siapa kak?"


"Yang tadi bayarin belanjaan kamu." Jawab Ratna dengan senyum semringah.


"Om-om yang tadi bayarin tas Cinta,kak?" Tanya Cinta kaget.


Ratna mengangguk. "Iya,Cin."


"Hmm,syukurlah. Cinta tunggu di dalam saja ya kak. Cinta capek."


"Iya,Cin."


.


.


.


.


.


.


NEXT


Selamat membaca. moga suka. terimakasih 😍😍


.


.


.


.


.


.


.


2020

__ADS_1


__ADS_2