
Setelah memperoleh ASI sebanyak enam puluh mili,Siti langsung menyuapi bayinya dengan menggunakan sendok sedikit demi sedikit. Mungkin karena kelaparan,tidak butuh waktu lama,Putra sudah menghabiskan susunya.
"Habis,yank." Ucap Rey dengan pandangan takjub menatap bayi mungilnya.
"Iya mas. Pantes dia nangisnya lama." Sahut Siti.
"Tiap satu jam,kamu harus pompa lagi ASImu,yank. Kan butuh waktu mompanya biar Putra tidak kelamaan nunggu. Jangan sampai dia nangis lagi karena kelaparan." Titah Rey.
"Iya mas." Jawab Siti.
Setelah merasa kenyang,bayinya langsung tertidur,Siti menimang-nimangnya sejenak.
"Mas,Putra tidur sama kita ya." Ucap Siti.
"Iya yank."
Siti lalu menidurkan bayinya di kasur di tengah-tengah. "Mas di kamar saja jagain Putra ya,aku mau lihat Putri dulu." Pinta Siti.
"Iya yank."Jawab Rey yang langsung duduk di sisi kasur. Siti segera keluar dari kamar lalu turun ke bawah. Putri sedang belajar berjalan di bantu opanya.
"Loh,hampir saja jatuh." Seru papa melihat cucunya yang sedang asik belajar jalan sambil tertawa-tawa.
Siti menghampiri Putri. Dia berjongkok di samping Putri yang masih mencoba berjalan selangkah demi selangkah. "Pinternya anak mama. Sehat terus ya nak." Ucap Siti sambil mengusap lembut kepala putrinya.
"Ma ma maamm." Celoteh Putri sambil merentangkan kedua tangannya menghadap mamanya.
Siti langsung memeluk lalu menggendongnya.
"Anak pintar. Sudah bisa jalan,mau belajar ngomong ya. Cup cup." Siti menciumi wajah putrinya yang langsung tertawa kegelian karena di ciumi mamanya.
***
Selesai makan malam,Siti langsung memompa ASInya lalu segera menyuapi bayinya. Dengan lahab,bayinya menelan sesuap demi sesuap hingga habis tak bersisa. Siti lalu menggendong bayinya dengan posisi tegak agar bayinya bersendawa. Dia usap-usap pucuk kepala bayinya sambil menciuminya dengan penuh kasih sayang.
"Yank,Putra sudah di suapin?" Tanya Rey yang baru saja masuk ke dalam kamar.
"Iya baru saja mas." Jawab Siti. " Putri sedang apa mas?"
Rey lalu mendekati istri dan anaknya. "Putri di bawa Seno ke kamarnya,yank."
"Hmm,Putra tidur nih mas.Aku taruh di kasur dulu." Siti langsung menidurkan bayinya di kasur. "Oh iya mas,sudah ada nama lengkap untuk Putra?"Tanya Siti.
"Hmm,nama?" Rey kebingungan.
"Iihh mas ini. Dokter Layli kan mau buatin Akta Lahirnya." Gerutu Siti.
"Iya besok pagi mas kasih tau. Nanti malam,mas mikir dulu." Ucap Rey.
__ADS_1
"Hmm,sudah beberapa hari."
"Yah mas belum sempat mikir,yank. Masih mikirin kesehatan kamu dan Putra." Rey beralasan.
"Hmm,iya iya. Bisa kalau cari alasan. Besok pagi ya!" Ucap Siti dengan penekanan.
"Iya istriku sayang!" Ucap Rey lalu memeluk istrinya dengan mesra.
"Aku ngantuk mas. Aku tidur bentar ya?"
"Iya sayang,kamu tidurlah. Kamu kan harus sering bangun untuk memberikan ASI untuk Putra."
"Mas tungguin Putri ya. Jangan ikutan tidur loh." Pinta Siti.
"Iya sayang. Mas mau sholat dulu ya." Ucap Rey lalu segera ke kamar mandi.
Siti merebahkan diri di kasur di sebelah bayinya. Dia terus menatap ke arah bayinya yang sedang terlelap. " Akhirnya mama bisa tidur sama kamu,nak. Kamu sehat terus ya." Doa Siti. Dia lalu memejamkan matanya.
Tak lama Siti tidur,Rey sudah selesai sholat. Dia lalu turun ke bawah menuju kamar adik iparnya untuk mengambil Putri.
Tok tok. Rey mengetuk pintu kamar Seno. Dari luar terdengar suara tawa renyah putrinya.
Ceklek. Pintu terbuka,Seno muncul di depan pintu.
"Mas," Sapanya. "Silahkan masuk,mas.
"Putri belum tidur ya?" Tanya Rey kemudian dia masuk ke kamar Seno.
Rey lalu mendekati putrinya itu. "Sayang,sudah malam. Bobok yuk!" Ajak Rey. Putri justru menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Besok main lagi sama paman. Sekarang sudah malam waktunya kita tidur ya." Rey lalu menggendong Putri lalu membawanya keluar dari kamar Seno.
"Mas bawa Putri ke kamar dulu,ya!" Pamit Rey.
"Iya mas." Jawab Seno. "Dada Putri." Seno melambai-lambaikan tangannya.
***
Hari ini akan di adakan syukuran atas kesembuhan Siti dan aqiqah Putra. Mama dan papa hanya mengundang anak yatim piatu dari panti asuhan,keluarga dan tetangga dan teman dekat saja sesuai dengan keinginan Rey. Tapi tetap saja undangan yang datang lebih dari dua ratus orang.
Siti sedang bersiap di kamar. Putra dan Putri sudah tampan dan cantik dengan pakaian baru yang mama belikan.
Pukul tujuh malam,acara akan segera di mulai. Setelah tamu undangan datang semua,acara pun di mulai dari aqiqahan Putra terlebih dahulu. Rambut Putra di gunting sedikit lalu di simpan oleh mama. Setelah mendengarkan surah Alquran yang di bacakan salah satu anak panti asuhan pilihan,mereka lalu membacakan doa.
Acara demi acara berlangsung dengan lancar. Tak lupa ucapan syukur atas kesehatan Siti.
Kini para tamu undangan sedang menikmati hidangan yang telah di siapkan di meja prasmanan. Bingkisan untuk di bawa pulang para undangan sudah di siapkan di meja dekat pintu masuk.
__ADS_1
Putra dan Putri terlihat anteng karena sebelum acara di mulai,mereka sudah di suapin terlebih dahulu agar perutnya kenyang dan tidak rewel saat acara.
Seno menggendong Putri sambil mengajaknya bermain. Saat sedang asik bermain tiba-tiba handphonenya berdering. Dia lalu mengambil handphonenya dan mulai berbicara dengan seseorang di seberang sana. Karena sibuk dengan handphonenya,dia tidak memperhatikan keponakannya yang mulai berjalan menjauhinya. Dia baru tersadar setelah mematikan sambungan telponnya.
"Loh,Putri? Aduuhh,Putri kemana?" Seno mulai kebingungan. Dia lalu mulai mencari kesana kemari tapi keponakannya itu tidak terlihat.
Sementara di bagian lain di dalam rumah.
"Hallo adik cantik,nama kamu siapa? Kok kamu main sendirian,mama kamu mana?"
Seno akhirnya melihat keponakannya dari kejauhan. Dia segera menghampiri Putri yang sedang bermain dengan seorang gadis.
"Kamu? Kok asal bawa saja keponakan saya!" Gerutu Seno.
"Iihh siapa juga yang asal bawa. Dia ke sini sendiri kok." Protes gadis itu.
Seno membungkukkan badannya untuk meraih Putri lalu menggendongnya. "Kamu tidak apa-apa kan,sayang." Ucap Seno.
"Hmm,masa tidak tau keponakannya main sampai kesini?"
"Saya tidak lihat tadi." Seno beralasan.
"Hmm,tidak lihat apa sibuk sendiri. Jaga anak kecil saja tidak bisa." Ucap gadis itu sinis.
"Kamu! Siapa yang tidak bisa jaga. Asal saja ngomong!"
"Iihh memang benar kan? Masa keponakannya sampai sini bisa tidak tau. Dasar tidak bisa di andalkan."
"Kamu kalau ngomong jangan asal ya!" Ucap Seno kesal. Dia menatap gadis itu tajam. Gadis itupun tak mau kalah membalas tatapan Seno dengan tak kalah tajam.
"Hmm,memang bener kok,suka seroboh. Akhirnya orang yang di rugikan."
"Eehh,siapa yang saya rugikan? Kapan saya merugikan orang! Sembarangan, kalau ngomong di pikir dulu!"
"Hmm,pikir saja sendiri. Pura-pura lagi,huuhh!"
"Kamu! Dasar perempuan!"
"Apa? Memangnya kenapa kalau saya perempuan?"
"Terserah. Males debat sama kamu!"
"Ya sudah sana kenapa masih saja berdiri di hadapan saya?"
"Kamu! Huuhh!" Seno segera meninggalkan gadis itu yang menatapnya dengan tatapan yang sulit di artikan.
Kira-kira nama lengkap Putra siapa ya π€π€
__ADS_1
NEXT
0107/2141