
Sudah tiga hari Aaron dan Cinta berbulan madu di hotel. Pagi ini mereka sedang bersiap untuk pulang ke rumah.
"Kita pulang ke rumah abang,ya," tawar Aaron lalu duduk di sebelah Cinta.
Cinta menoleh dengan dahi berkerut, "Cinta mau tinggal di rumah papa saja," tolaknya.
"Sayang,kan di rumah ada kak Ratna. Kalau kamu bosan kamu bisa ngobrol dengan kak Ratna dan juga bisa bermain dengan anaknya,kan."
Cinta cemberut lalu pergi ke kamar mandi. Aaron segera menyusulnya,dia tahu istrinya itu pasti sedang ngambek.
"Sayang,kamu kenapa sih tidak mau tinggal di rumah abang,kan ada kak Ratna? Bukankah kalian dekat?"
"Bukan kah waktu itu sudah berjanji sama Cinta,kalau setelah kita menikah akan tinggal di rumah papa atau di rumah bunda?"
Aaron menghela nafasnya, "Baiklah kalau itu mau kamu,kita akan tinggal di rumah papa. Tapi kapan-kapan kamu mau kan tinggal di rumahku sehari atau dua hari saja?" akhirnya Aaron mengalah.
"Hhmm,iya iya," jawab Cinta masih dengan wajah cemberut.
"Sudah jangan cemberut lagi dong,yank. Hhmm,hari ini kan hari terakhir kita di hotel. Abang mau lagi,bolehkan?" tanya Aron seraya merangkul bahu istrinya.
Cinta menoleh. Wajahnya memerah dan jantungnya mulai berdetak tidak beraturan. Tanpa menunggu jawaban dari Cinta,Aaron mulai mendekatkan wajah mereka berdua.
"Ehhmm," Cinta menarik wajahnya dengan nafas memburu. Setelah itu Aaron menggendong Cinta lalu membawanya kembali ke kamar.
Mereka kembali melakukannya. Satu jam kemudian Cinta hendak bangkit dari tempat tidur.
"Kamu mau kemana?" tanya Aaron yang masih menahan tubuh istrinya dengan melingkarkan tangannya di perut Cinta.
"Cinta mau ke kamar mandi," jawab cinta.
"Ya sudah abang gendong,ya? tanya Aaron.
"Tidak usah,Cinta bisa sendiri,kok!" tolak Cinta.
"Apa sudah tidak sakit lagi?" tanya Aaron seraya menatap lekat-lekat wajah istrinya yang malu.
Cinta lalu menggelengkan kepalanya tanpa mau membalas tatapan suaminya itu.
"Abang gendong saja lah!" ucap Aaron dan tanpa harus menunggu jawaban dari istrinya lagi,Aaron langsung menggendong istrinya itu ke kamar mandi.
Setelah di dalam kamar mandi,Aaron membisikkan sesuatu di telinga Cinta.
"Yank,abang boleh meminta sekali lagi ya,di sini?" pinta Aaron dengan wajah memohon.
Mata Cinta membulat tapi tidak berani membalas tatapan suaminya itu. Dia hanya diam saja. Melihat Cinta yang diam saja tanpa mengiyakan atau menolak akhirnya Aaron kembali mengajak istri kecilnya itu memadu kasih di dalam kamar mandi.
***
Cinta dan Aaron sedang di dalam mobil jemputan yang sudah di kirim oleh papanya Cinta. Mereka rencana akan tinggal di sana dulu.
Sepanjang jalan,Aaron memegang erat tangan istrinya, "Berapa hari kita di rumah papa?" tanya Aaron seraya menciumi tangan Cinta.
Cinta melirik sebentar, "Hhmm,belum tau."
"Nanti siang abang mau ke kantor sebentar. Kamu mau ikut tidak? Biar orang-orang tahu wanita cantik ini istrinya abang."
Cinta menggeleng, "Lain kali saja,Cinta capek. Cinta mau istirahat dulu,males kemana-mana!" tolak Cinta.
"Hhmm,capek tapi suka kan?" goda Aaron.
Wajah Cinta memerah. Dia lalu memalingkan wajahnya ke arah jendela.
__ADS_1
"Nanti di rumah papa,abang tidur di kamar kamu,kan?"
"Di kamar tamu!" jawab Cinta.
"Loh,yank! Tega banget. Nanti kalau abang kedinginan gimana?"
"Nanti Cinta bawain selimut tebal! Biasa juga abang tidur sendirian," jawab Cinta. Padahal mana mungkin mereka tidur dengan kamar terpisah,kalau ketahuan dia bisa di omelin.
"Jangan tega-tega donk sama suaminya. Abang sudah tidak biasa lagi tidur sendirian! Maunya ada kamu!" rayu Aaron setengah berbisik.
Aaron mulai bersikap mesra pada Cinta membuat Cinta makin malu karena ada sopir di depan mereka.
"Bang,ih. Malu ada pak sopir tuh," tolak Cinta.
"Biarin saja. Bapaknya pasti ngerti,namanya juga pengantin baru," sahut Aaron yang terus dengan sikap mesranya.
Sampai di rumah,Cinta di sambut oleh oma.
"Wah,pengantin baru sudah selesai bulan madunya," goda oma Asti yang membuat wajah Cinta memerah.
"Oma,apa kabar?" tanya Aaron.
"Alhamdulillah,kabar oma baik. Bagaimana bulan madu kalian,hmm?" tanya oma seraya merangkul cucunya lalu mengajak mereka ke ruang keluarga.
Ada ketiga adik Cinta di sana bersama dengan mama mereka.
"Kak Cinta sudah pulang?" sapa Putri.
"Iya dek," jawab cinta.
Cinta yang mengenakan jaket tebal dan syal lehernya membuat adiknya Putri heran.
"Kak Cinta sakit ya? Kok berpakaian tebal di rumah? pake syal juga," tanya Putri heran.
"Hhmm,kakak tidak sakit kok,dek," jawab Cinta malu.
"Oh,Putri pikir kak Cinta sakit tidak biasanya di dalam rumah memakai syal," ucap Putri lagi sambil terus menatap heran kakaknya.
"Cinta,ajak suami kamu ke kamar sana. Kalian pasti capek,kan!" titah Siti yang mengerti dengan tingkah malu putrinya itu.
"Baiklah ma. Aku sama Aaron ke atas dulu,ya," pamit cinta.
"Cin,panggil suami kamu jangan pakai nama saja. Panggil mas atau abang!" titah oma Asti.
"Hhmm,i-iya oma," sahut Cinta.
Cinta segera mengajak suaminya menaiki tangga menuju kamarnya. Sampai di kamar,Cinta langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur dengan kedua tangan direntangkan. Dia pun melepas jaket dan juga syalnya lalu menaruhnya di atas tempat tidur.
"Sayang,kamu capek banget ya?" tanya Aron.
Cinta mengangguk, "Iya,aku capek,ngantuk. Badanku pegal-pegal semua!" jawab cinta.
"Ya sudah kamu istirahat saja ya. Abang mau ke kantor hari ini boleh,kan?"
"Iya tidak apa-apa apa ke kantor saja."
"Kamu yakin tidak mau ikut sama abang?
"Lusa Cinta harus ke kampus untuk memulai pendaftaran kuliah jadi hari ini dan besok ingin istirahat saja di rumah."
"Baiklah kalau begitu kamu istirahatlah. Abang pergi dulu,ya," ucap Aaron lalu mengecup dahi cinta lembut.
__ADS_1
Aaron segera mengganti pakaiannya dengan yang lebih formal setelah itu dia langsung keluar dari kamar cinta.
Aaron mendekati mama,oma dan ketiga adiknya di ruang keluarga.
"Oma,mama,aku mau ke kantor sebentar ya" pamit Aaron.
"Oh iya hati-hati di jalan,ya!" sahut Oma.
Dengan diantar oleh sopir keluarga Cinta,Aaron pergi ke kantornya. Satu jam kemudian dia sudah sampai lalu gegas naik ke lantai 6 dimana ruangan abangnya berada.
Tok tok tok. Aaron mengetuk pintu ruangan abangnya. Ceklek. Aaron langsung membuka pintu.
"Aaron?" ucap Romi kaget.
Aaron lalu menghampiri abangnya dan duduk di kursi yang ada di depan meja abangnya.
"Bagaimana bulan madumu? Sukses?" tanya Romi dengan senyum menggoda adiknya.
"Pasti dong sukses!" jawab Aaron tersenyum Bangga.
"Hhmm,mana istrimu kok tidak diajak ke sini?"
"Cinta ada di rumah papa,bang. Capek katanya ingin istirahat dulu."
"Seharian ngapain saja di hotel bisa capek? Pasti kamu serang terus ya?"
"Hahaha,abang seperti tidak pernah saja!"
"Hhh,dasar kamu!" ucap Romi.
"Hehee!"
"Nah,kebetulan ada kamu di sini nanti sehabis salat asar kita adakan meeting dadakan."
"Apa,bang? Meeting apa kok mendadak?"
"Meeting membahas pemegang saham yang baru. Orang-orang kan tahunya papi pemegang saham milik kamu. Karena kamu sudah menikah maka saham milik kamu biar kamu sendiri yang memegangnya tanpa perlu diwakili lagi sama papi ataupun om Adit."
"Tapi bang,aku belum mengerti," jawab Aroon.
"Tenang saja apa gunanya ada abangmu ini?!" sahut Romi.
"Baiklah bang terserah abang saja. Aku menurut saja apa kata bang Romi!" jawab Aaron.
.
.
.
.
next
maaf jika msh ada typo. π
***
Oh iya mampir juga ya ke karya saya yang baru. In Sya Allah rajin update. Terimakasih. ππ
__ADS_1
13