
Selepas makan malam,Rey masuk ke kamar lebih dahulu sementara Siti menemui adiknya yang sedang nonton tv di ruang tamu. "Dek,besok pagi mbak sama mas Rey berangkat ke kota!"
Seno menoleh. "Hmm,lama mbak?" Tanyanya.
"Belum tau dek. Hmm,kamu berapa bulan lagi selesai sekolahnya?"
"Tidak sampai dua bulan lagi,mbak!"
"Hmm,kamu kuliah ya!" Pinta Siti.
"Insya Allah mbak,kalau Seno bisa kerja sambil kuliah!"
"Mas Rey ingin kamu kuliah agar bisa membantu pekerjaannya dek! Papa sudah tua." Terang Siti.
"Hmm,tapi Seno tidak ingin merepotkan mas Rey,mbak!"
"Sampai kuliah saja kok! Kalau sudah lulus dan dapat kerjaan yang bagus,mas Rey tidak akan biayai kamu lagi!"
"Seno pikir-pikir dulu deh mbak! Belum kuliah saja mas Rey kirim uang terus,banyak lagi belum nanti kalau kuliah!"
"Yah karena mas Rey pikir,kamu juga tanggung jawab dia! Toh kita tidak pernah minta kan!"
"Iya mbak. Kalau jadi nanti Seno kabari!"
"Ya sudah mbak tidur dulu. Kamu jangan tidur larut besok kan sekolah!" Siti pun meninggalkan adiknya lalu kembali ke kamar.
"Tumben mas Rey sudah tidur jam segini." Gumam Siti saat di kamar di lihatnya suaminya sudah tidur nyenyak. Dia naik ke kasur lalu ikut tidur di samping suaminya.
***
Siti dan Rey sedang dalam perjalanan ke kota. Jalanan sedikit macet,memakan waktu lebih tiga jam akhirnya mereka pun sampai di rumah keluarga Rey.
Rey membukakan pintu mobil untuk istrinya. Di teras rumah,mama sudah berdiri menyambut mereka.
"Sayang,bagaimana kondisi kamu sehat kan?" Tanya mama sambil memeluk putranya.
"Alhamdulillah sehat ma! Mama sehat juga kan?" Rey balik bertanya.
"Seperti yang kamu lihat nak!" Jawabnya bersemangat. Kemudian mama memeluk Siti.
"Menantu cantik mama apa kabarnya?"
"Alhamdulillah sehat ma!" Jawab Siti sambil membalas pelukan mama mertuanya.
"Calon cucu mama sehat-sehat juga kan?" Tanya mama sambil mengusap perut Siti. "Sudah makin besar dia ya!" Ucap mama semringah.
"Iya donk ma kan di kasih makan terus!" Jawab Rey.
"Ya sudah kamu istirahat dulu di kamar!" Titah mama yang di beri anggukan oleh Siti.
Siti naik ke atas menuju kamarnya di ikuti oleh suaminya yang membawa sedikit pakaian Siti.
"Akhirnya. . ." Ucap Rey saat mereka sudah ada di kamar.
"Hmm,akhirnya apa mas?" Tanya Siti tidak mengerti.
"Akhirnya kita sampai yank! Mas capek!" Rey langsung merebahkan tubuhnya di atas kasurnya yang empuk dan berukuran besar itu.
"Hmm," Siti berlalu ke kamar mandi.
Keluar dari kamar mandi di lihatnya suaminya sudah terlelap. Siti mengganti pakaiannya dengan daster panjang lalu menyusul suaminya tidur.
Tok tok. . .
Baru beberapa menit tertidur,ada yang mengetuk pintu kamarnya. Siti bangun dari tidurnya lalu berjalan ke arah pintu. Ceklek. "Ma. . .?" Ternyata mama mertuanya yang mengetuk pintu.
"Siti,Rey mana?" Tanya mama.
"Mas Rey sedang tidur ma!" Jawab Siti. "Apa perlu saya banguni,ma?"
"Hmm,iya tolong kamu banguni soalnya papanya ada di bawah mau bicara!" Titah mama.
"Hmm,iya ma sebentar saya banguni mas."
Siti mendekati suaminya yang tengah tertidur pulas. "Mas. . ." Siti menepuk-nepuk lengan suaminya agar bangun.
__ADS_1
Rey menggeliat lalu membuka matanya perlahan. "Yank."
"Mas di panggil papa di bawah!" Terang Siti.
"Hmm,mas ngantuk sakali yank!"
"Mas semalam sudah cepat tidur,sekarang sudah ngantuk lagi."
"Hmm,iya nih keseringan begadang sih!" Ucap Rey.
"Salah siapa begadang terus!"
"Salah kamu yank!"
"Loh kok salah saya mas! Mas yang ajak!" Siti cemberut.
"Ya salah kamu yank,godain mas terus!"
"Iiihh mas ini! Siapa juga yang godain mas!" Siti mencubit lengan suaminya,kesal.
"Ya karena kamu memang menggoda,yank!" Bisik Rey lalu memajukan wajahnya ke wajah Siti,Siti buru-buru berdiri menghindar.
"Yank,mau kemana?"
"Mas di panggil papa! Sana turun!" Usir Siti.
"Kamu kok ngusir mas sih yank!" Protes Rey lalu bangun dan duduk di sisi kasur.
"Mas ini,papa nungguin tuh!"
"Hmm,nanti awas kamu ya! Tungguin mas!" Rey lalu berdiri dan berjalan ke arah pintu.
"Dasar Rey." Gumam Siti sambil tersenyum. Dia lalu tiduran di kasur.
Setengah jam kemudian Rey masuk lagi ke kamar saat Siti sudah terlelap. "Yaahh,sudah tidur dia." Gumam Rey sambil menggelengkan kepala.
Dia lalu berjalan ke kamar mandi kemudian berganti pakaian di ruang ganti. Dia berganti dengan pakaian formal beserta jas hitam kesayangannya.
"Sayang." Bisik Rey. Dia membangunkan istrinya karena hendak pergi agar istrinya tidak mencari-carinya. Tapi Siti tidak juga terbangun. Akhirnya Rey mengecup kening Siti kemudian berlalu meninggalkan Siti yang masih terlelap.
Siti lalu ke kamar mandi kemudian sholat. Baru selesai sholat tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya. Tok tok tok.
Ceklek. Siti membukakan pintu.
"Non,waktunya makan siang. Nyonya sudah nunggu di bawah!" Ucap asisten rumah tanggay mereka.
"Oh iya bi,tunggu sebentar saya segera turun!" Jawab Siti.
Di meja makan,mamanya sudah menunggu.
"Ma. . ." Sapa Siti.
"Siti,ayo makan siang dulu!" Ajak mama.
"Iya ma!" Siti lalu duduk di seberang mamanya.
"Kamu makan yang banyak ya! Sudah tidak mual lagi kan?"
"Alhamdulillah tidak pernah mual lagi,sudah enak makan sekarang ma!" Jawab Siti.
"Syukurlah!"
Selesai makan siang mama mengajak Siti duduk di ruang keluarga.
"Kamu kapan mau periksa kandungan lagi?" Tanya mama,sambil matanya menatap ke layar tv.
"Mungkin satu minggu lagi ma!"
"Oh iya kalau kamu mau periksa,bilang sama mama biar mama yang daftarin jadi kamu tidak perlu antri lama!" Ucap mama.
"Iya ma! Hmm ma,mas Rey kemana ya?"
Mama mengernyitkan dahinya. "Rey? Kamu tidak tahu?"
"Iya ma,waktu mas turun menemui papa saya ketiduran."
__ADS_1
"Rey ke kantor sama papanya. Mama tidak tau sampai jam berapa."
"Oh begitu."
***
Siti baru selesai makan malam hanya berdua dengan mamanya. Rey dan papanya belum pulang. Jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Siti ingin menghubungi suaminya tapi takut mengganggu jadi dia hanya menunggu saja.
Sejam,dua jam berlalu tanpa terasa. Siti tiduran dengan gelisah,bolak balik melihat jam di handphonenya sambil melihat-lihat fotonya berdua dengan suaminya.
"Kamu sedang apa mas,kok lama?" Gumamnya.
Saat jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam,Siti makin gelisah. Akhirnya dia nekat menelpon suaminya tapi handphone suaminya tidak bisa di hubungi.
"Kamu di mana mas?" Siti makin cemas.
Siti lalu turun ke bawah,sudah sepi mungkin semua orang sudah tertidur. Mama mertuanya pun sudah masuk ke kamar sejak habis makan malam. Siti duduk di ruang tamu sambil terus mencoba menghubungi suaminya.
"Mas. . ." Lirihnya. Baru beberapa jam tidak melihat wajah suaminya,Siti merasa gelisah.
Lamat-lamat Siti mendengar suara pintu pagar di buka di ikuti suara mobil memasuki halaman rumah. Siti berdiri lalu berjalan ke arah pintu.
Ceklek. Pintu di buka dari luar lalu muncullah wajah yang sudah dia nantikan dari tadi.
"Mas. . .!" Seru Siti. Setengah berlari menyambut kedatangan orang tercintanya dan ingin segera memeluknya tapi suaminya malah menolak dengan mundur ke belakang.
"Sayang,mas bersihkan badan dulu ya!" Tolak Rey lembut agar istrinya tidak tersinggung. "Mas dari jalanan tadi!" Terangnya.
Siti diam sesaat lalu mengangguk.
"Kamu naik duluan gih!" Titah Rey. Siti menurut saja ucapan suaminya.
Setelah menunggu setengah jam,suaminya masuk kamar dengan wajah dan tubuh yang sudah segar. Wangi khasnya menyeruak di penciuman Siti. Siti langsung menubruk suaminya,memeluknya erat.
"Mas kok lama sekali!" Keluhnya.
"Mas banyak pekerjaan,sayang!"
"Mas,tidak macam-macam kan?"
"Sayang,mas pergi dan pulang bareng papa mana mungkin mas macam-macam kecuali pergi sendiri baru mas bisa macam-macam!" Goda Rey.
"Iihh mas ini!" Siti memukul-mukul pundak suaminya,kesal. "Awas saja kalau berani!" Ancamnya.
Rey tergelak lalu mengusap lembut pucuk kepala Siti. "Hehee,kenapa kalau berani hmm?"
"Iiihh,coba saja! Saya tinggal pergi jauh!"
"Hmm,jangan donk yank! Masa tega tinggalin mas?"
"Makanya jangan macam-macam!"
"Kalau satu macam saja boleh kan?"
Siti melepas pelukannya. "Satu macam apa?" Siti menatap kesal suaminya.
"Ingin nengokin si kecil!" Bisik Rey di telinga Siti membuat Siti merinding.
"Iiihh mas ini!"
"Tadi malam kan sudah libur gara-gara mas ketiduran yank! Jadi malam ini double ya!"
"Iiohh biasanya juga double kok!"
"Kalau gitu doublenya di doublein!"
"Hmm mas ini!"
"Yaank. . ."
Siti sudah tidak bisa menolak suaminya yang sudah mulai dengan kesenangannya.
NEXT
270521/20.55
__ADS_1