Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 105 ( S2 )


__ADS_3

Rey berjalan makin mendekati Ratna. Setelah jarak antara mereka hanya tinggal beberapa meter saja,Rey dapat melihat wajah pucat dan ketakutannya Ratna.


"Mbak Sari,mbak di cariin sama om ganteng itu loh." Seloroh Surya.


Ratna bahkan tanpa berkedip menatap ke arah Rey.


"Ratna. . ." Panggil Rey.


"Ehmm,pak Rey?" Ucap Ratna gugup.


"Ada yang ingin saya bicarakan!" Tegas Rey.


Ratna menoleh ke kiri dan kanan. Jarak mereka dengan orang-orang yang sedang bekerja di kebun cukup jauh. Rey melangkahkan kakinya lagi sedikit lebih dekat dengan Ratna tapi justru Ratna makin terlihat gugup.


"Ratna,saya jauh-jauh datang ke sini karena ada hal yang sangat penting yang ingin saya tanyakan!" Ucap Rey seraya menatap Ratna dengan tatapan tajam.


"Hmm,pak. Saya. . ." Ratna langsung menunduk. Wajahnya kini berubah memerah. "Dek,bisa tinggalkan mbak sebentar?" Tanyanya sambil menoleh ke arah Surya. Surya mengangguk lalu meninggalkan Ratna dan Rey di sana.


"Saya tunggu!"


"Maafkan saya pak. . ."


"Kenapa? Bisa kita bicara di rumah kamu saja?"


Ratna mendongakkan kepalanya. "Hmm,ja-jangan pak. Saya tidak ingin keluarga saya tau." Ucap Ratna dengan wajah memohon.


"Lalu kamu mau bicara di mana? Waktu saya tidak banyak,Ratna. Saya harus segera kembali lagi ke kota. Ini sudah hampir sore!" Tegas Rey.


"Hmm,bicara di dalam mobil saja pak." Pinta Ratna.


"Apa?" Rey menggelengkan kepalanya. "Tidak. Kita bicara saja di sini sekarang!"


"Saya,saya minta maaf pak. Saya terpaksa meninggalkan Cinta saat itu." Ucap Ratna gugup.


"Hhh,terpaksa? Jadi apa gunanya saya bayar mahal kamu kalau putri saya tetap tidak kamu jaga?"


"Saya mohon maafin saya,pak." Ratna hendak berlutut memohon di hadapan Rey.


"Eeehh,apa-apaan kamu?" Rey mundur beberapa langkah. "Berdiri!" Titahnya dengan nada tinggi.


"Saya jauh-jauh datang kesini bukan mau dengar permintaan maaf dari kamu! Saya minta penjelasan!"


Ratna seperti ingin menangis. "Saya terpaksa,pak. Saya-saya sayang sama Cinta."


"Haahh,sayang?" Rey tersenyum mengejek.


"Saya terpaksa meninggalkan Cinta karena saya di ancam." Mata Ratna mulai berkaca-kaca.


"Siapa dan apa?"


Ratna mendongakkan kepalanya. "Hhmm,maksud bapak?"


"Kamu ini pura-pura atau apa sih? Kamu mau polisi saja yang menanyai kamu,iya?"


"Ja-jangan pak. Saya jangan di bawa kantor polisi." Pinta Ratna dengan wajah memohon.


"Jelaskan sekarang! Saya tunggu lima menit!" Tegas Rey.


"Hmm,laki-laki itu bernama Angga."


"Angga?" Rey kaget. Kok Angga? Bukannya Romi? Batin Rey.


"I-iya. Namanya Angga. Dia mulai mendekati saya dan Cinta."


"Maksud kamu?"


"Saya dan Cinta beberapa kali bertemu dengan dia. Saat saya mengantar Cinta ke mal dan saat ban mobil Cinta kempis. Saya mulai dekat dengan dia.

__ADS_1


Flashback (Ratna VOP)


Ada pesan masuk ke handphone Ratna dari orang yang bernama Angga. Ratna membaca pesannya. Angga mengajak Ratna bertemu di sebuah kafe pukul delapan malam.


"Mas Angga ajak aku ketemu di kafe?" Wajah Ratna tersenyum,hatinya berbunga.


Ratna segera mandi dan berganti pakaian. Dia mengenakan pakaian terbaiknya. "Aku sudah cantik belum ya?" Gumamnya sambil menatap bayangannya di cermin kaca. "Hmm,sangat jauh di banding dengan Cinta. Anak itu memang cantik banget." Gumam Ratna sambil membayangkan wajah Cinta.


"Aahh,sudahlah kenapa aku jadi mikirin Cinta. Mas Angga tidak mungkin tertarik sama Cinta,Cinta kan masih kecil." Gumam Ratna.


Setelah merasa penampilannya oke,Ratna langsung mengambil tas selempangnya lalu segera melajukan sepeda motornya ke kafe di mana Angga telah menunggunya.


Tepat pukul delapan malam,Ratna sampai di kafe. Kafe yang terlihat berkelas. Malam itu cukup ramai karena pas malam minggu jadi banyak pasangan yang makan malam di sana ataupun sekedar minum.


Ratna masuk ke dalam kafe. Matanya memandang sekeliling mencari keberadaan Angga. Tiba-tiba ada pelayan kafe yang menghampirinya.


"Sudah pesan meja,mbak?" Tanya pelayan kafe.


"Hmm,belum mas. Tapi saya sudah janjian sama seseorang di sini. Dia bilang sudah ada di sini dari satu jam lalu." Terang Ratna.


"Oohh,atas nama siapa ya mbak?"


"Angga. Iya mas,atas nama Angga." Jawab Ratna.


"Oohh,baiklah saya lihat daftar tamu dulu." Ucap pelayan kafe lalu meninggalkan Ratna sendirian.


Ratna duduk di dekat pintu sambil terus mengedarkan pandangannya ke sekeliling kafe.


Tak berapa lama,pelayan tadi datang lagi. "Dengan mbak Ratna,ya?" Tanyanya.


Ratna langsung mengangguk. "Iya mas,saya Ratna." Jawab Ratna dengan senyum semringah.


"Mari ikut saya,mbak. Pak Angganya sudah menunggu di ruang VIP." Terang pelayan kafe.


"Baik. Terimakasih." Ucap Ratna lalu mengikuti langkah kaki pelayan kafe dari belakang.


Mereka sampai di sebuah ruangan. Pelayan kafe itu langsung mengetuk pintu. Tok tok.


"Permisi pak Angga,ini mbak Ratna nya sudah datang." Ucap pelayan kafe lalu menoleh ke arah Ratna. "Mbak Ratna silahkan masuk."


"Hmm,terimakasih."Ucap Ratna antara senang dan gugup.


Ratna melangkahkan kakinya masuk ke rungan itu dengan jantung yang tiba-tiba berdetak kencang.


"Tolong tutup pintunya." Titah suara seseorang dari dalam yang sangat Ratna kenal.


Ratna lalu menutup pintu. Ketika membalik badannya,ternyata Angga sudah berdiri di hadapannya sambil tersenyum tipis.


"Saya kira kamu tidak mau datang." Ucapnya pelan di telinga Ratna membuat Ratna merinding


"Hmm,saya. . ."


"Mau pesan apa?" Tanya Angga yang berjalan ke arah sofa lalu duduk di sana.


"Hmm,saya. . ."


"Kamu mau berdiri di sana terus,hmm?"


Perlahan Ratna berjalan mendekati Angga yang sedang duduk santai di sofa sambil menonton tv.


Ratna lalu duduk di sudut sofa. "Hmm,saya pesan jus jeruk saja." Ucapnya gugup sambil menunduk.


"Jus jeruk? Makannya apa?"


"Hmm,saya sudah makan,mas." Jawab Ratna lirih.


"Aahh baiklah,saya pesankan jus jeruk ya." Angga segera menelpon orang kafe untuk memesankan jus jeruk untuk Ratna.

__ADS_1


Sepuluh menit kemudian jus jeruk pesanan Ratna datang.


"Ayo di minum?"


"I-iya. . ." Jawab Ratna yang langsung meminum jusnya sampai habis setengah.


"Bagaimana,segar jus jeruknya,hhmm?"


"I-iya mas."


"Sesegar kamu. . ." Bisik Angga lagi yang kali ini makin dekat duduknya dengan Ratna. Ratna makin gugup,jantungnya berdetak berkali-kali lipat. Dia tidak pernah sedekat itu dengan laki-laki.


Kok tiba-tiba ruangan ini jadi panas ya. Batin Ratna. Ratna lalu mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan,ternyata terdapat dua buah AC yang menyala. Acnya ada dua kok masih panas ya. Batinnya yang mulai gelisah.


"Kenapa?" Tanya Angga.


"Hmm,tidak apa-apa." Jawab Ratna yang makin gelisah. Dia mengibas-ngibaskan tangannya ke wajah berharap terasa sedikit sejuk tapi tidak berpengaruh apa-apa.


"Di habiskan minumnya kok malah bengong? Kamu tidak suka di sini sama saya?"


"Hmm,iya saya habiskan." Jawab Ratna yang tanpa malu langsung menghabiskan sisa jusnya berharap dapat mendinginkan suhu tubuhnya yang makin terasa panas.


"Kamu sudah lama jadi pegawal gadis kecil itu?" Tanya Angga.


"Maksud mas Angga,Cinta?"


"Iya,siapa lagi? Memangnya ada lagi yang kamu kawal tiap hari?"


"Hhmm tidak ada,mas. Hanya Cinta saja."


"Kenapa kamu memilih pekerjaan seperti itu? kamu kan perempuan?"


"Saya suka bela diri dari kecil dan sering menjuarai perlombaan. Saya pikir pasti ada yang mau memakai jasa perempuan untuk menjaga mereka." Terang Ratna.


"Hmm. . ." Angga mengangguk-anggukan kepalanya.


Duuhh,kenapa sekarang kepalaku yang terasa pusing ya? Mana makin panas lagi di sini,rasanya tidak kuat. Mana pakaianku tebal lagi. Keluhnya.


"Kamu kenapa?" Tanya Angga.


"Hhmm,kepala saya pusing. Apa tidak sebaiknya kita pulang saja? Atau saya pulang duluan."


"Oohh jangan. Kamu biar saya antar saja."


"Tidak usah terimakasih,mas. Saya bisa pulang sndiri." Tolak Ratna.


"Saya antar saja. Kamu kan pusing nanti ada apa-apa di jalan. Saya juga kan bawa mobil. Ayo kita pulang sekarang saja." Ajak Angga yang segera meraih tangan Ratna lalu menggandengnya keluar.


Ratna berjalan dengan sedikit linglung.


"Sepeda motor saya?" Gumam Ratna tapi tidak di gubris oleh Angga. Angga segera membukakan pintu mobil untuk Ratna. Lalu Angga pun masuk ke mobil dan segera melajukan mobilnya membelah malam.


"NEXT


Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya. Terimakasih. 😍😍


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


1300


__ADS_2