
"Sayang? Kenapa kamu keluar?" Rey langsung mendekati istrinya dan mengusap air matanya.
"Saya ingin tau mas." Jawab Siti lirih.
Paman Supri langsung mendekat. "Siti,tolong maafkan Rania. Dia tidak tau apa yang dia lakukan,dia masih kecil. Paman minta tolong Siti,kasihani Rania." Ucap paman memohon-mohon.
"Paman tau kan apa yang terjadi sama mbak Siti karena ulah Rania?" Tanya Seno sambil menahan marah. Dia tau pamannya Supri adalah orang yang baik,yang selalu membantu mereka saat di butuhkan sebelum beliau menikah.
"Paman tau,Seno. Paman hanya tidak ingin masa depan Rania hancur." Ucap paman dengan wajah sedih.
"Kenapa tidak Rania sendiri yang datang minta maaf sama mbak Siti?" Tanya Seno.
"Rania masih di kantor polisi belum bisa bebas." Jawab paman.
"Mama. Sebenarnya mama selama ini yang selalu menghasut Rania. Apalagi hidup kita makin susah sejak warung tutup dan mama juga sering marah-marah sama Rania. Dia juga terpengaruh sama pacarnya. Dia sering pulang malam. Dia juga yang maksa Radit memberikan darah untuk Siti karena dia menyesal dan kaget tau Siti sampai terluka parah."
"Jadi selama papa ngojek malam-malam,dia juga sering pulang malam? Kenapa kamu tidak beritahu papa,Radit?" Tanya paman dengan nada tinggi tapi Radit hanya diam dan menunduk.
"Paman tidak usah khawatir,saya akan bebaskan Rania!" Ucap Siti yang segera berlalu dari sana. Dia naik ke atas kembali ke kamarnya. Tak lama Rey menyusulnya karena takut istrinya kenapa-kenapa.
"Yank?"
Siti menoleh. "Hmm,mas,saya ingin sendiri dulu."
"Yank,tapi kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Rey dengan wajah khawatir.
Siti mengangguk lalu berbaring di kasur. Rey duduk di sampingnya. "Kamu istrirahat saja. Tapi jangan banyak pikiran ya!" Siti mengangguk.
Sementara Rey keluar kamar menemui lagi paman Supri.
"Siti tidak akan melanjutkan kasusnya,jadi paman bisa lega." Ucap Rey.
"Terimakasih Rey. Sekali lagi paman minta maaf." Ucap paman.
"Paman bisa jamin kalau Rania tidak akan seperti itu lagi?" Tanya Seno yang masih ragu.
"Insya Allah." Ucap paman tegas.
"Besok kalau sempat saya ke kantor polisi,tapi tidak tau pagi apa siang." Terang Rey.
"Kamu beritahu saja paman,Rey."
"Hmm. Maaf paman,saya masuk dulu!" Pamit Rey yang bergegas kembali ke kamarnya.
Sampai di kamar,istrinya sudah tidak ada lagi di kasur. Rey mencari ke kamar mandi,kosong. Lalu dia masuk ke ruang ganti,ternyata istrinya itu sedang membereskan pakaian. Rey merasa hatinya tenang dan menunggu di kamar.
Tok tok
Ceklek. "Pa?" Cinta muncul di depan pintu kamar.
"Sayang,ada apa? Sini!" Ucap Rey,lalu menepuk-nepuk kasur di sebelahnya.
__ADS_1
Cinta pun masuk lalu duduk di sebelah papanya. "Pa,mama Siti mana? Di panggil oma,papa juga di panggil." Terangnya.
"Mama sedang membereskan pakaian,kita tunggu sebentar ya." Titahnya sambil mengusap pucuk kepala putrinya itu.
Tak berapa lama,Siti keluar dari ruang ganti. "Mas,Cinta?" Sapa Siti kaget lalu berjalan mendekati suami dan putrinya.
"Ma,mama sama papa di panggil oma!" Terang Cinta.
"Hmm,iya. Yuk kita turun." Ajak Siti. Mereka lalu turun bersama.
Sampai di ruang keluarga,mama sedang menggendong Putri yang terlihat sedikit rewel.
"Putri rewel ma,sini biar saya gendong." Pinta Siti yang langsung mengambil alih menggendong bayinya.
"Rey,ada apa tadi di luar?" Tanya papa dengan wajah serius.
"Ada paman Supri pa."Jawab Rey.
"Hmm,papa dengar!"
"Hmm,masalah tabrak lari Siti. Rania dan temannya."
"Lalu?"
"Paman minta tolong agar kasusnya di tutup."
"Apa? Enak saja!" Mama langsung protes. "Jangan mau,Siti!"
"Siti mau menutup kasusnya!" Terang Rey.
"Siti,maaf ya kalau kamu tersinggung tapi mama bener-bener tidak suka sama keluarga paman kamu! Dulu bibi kamu terlibat penculikan kamu dan hanya di hukum dua bulan saja. Sekarang,anaknya!" Mama menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Ma,jangan seperti itu!" Protes papa. Mama langsung cemberut.
"Mama tidak mau istri dan anak Rey selalu dalam bahaya,pa!" Mama beralasan.
"Iya ma. Maafkan keluarga paman." Ucap Siti tidak enak hati. "Saya hanya tidak ingin kejahatan di balas dengan kejahatan juga. Nanti tidak akan ada habisnya." Terang Siti.
"Loh,kamu memenjarakan mereka itu bukan kejahatan,Siti!" Ucap mama dengan penekanan.
"Tapi saya takut mereka nanti akan dendam dan suatu saat membalas lagi ma. Semoga selesai sampai di sini saja."
"Yang di katakan Siti itu benar ma. Biarkan saja. Semoga setelah ini semua akan kembali baik." Ucap papa.
"Belum nanti kalau si Agus bebas? Huuhh,mama tidak tau lagi bagaimana!"
"Hmm,Rey akan sewa orang untuk jagain anak dan istri Rey ma!" Ucap Rey.
"Ya hidup kalian tidak akan tenang,nak!" Keluh mama.
"Kita berpikir positif saja ma,jangan lupa berdoa." Ucap Rey.
__ADS_1
"Hmm,terserah kamu deh!" Mama akhirnya mengalah.
"Mama jangan khawatir ya."Rey mencoba menenangkan mamanya.
"Hhh,mama panggil kalian ada yang mau mama omongin. Mama ingin akekahin Putri sama syukuran kesembuhan Siti. Kalian kapan bisa nya?"
"Kita terserah mama sama papa saja,iya kan yank?" Tanya Rey sambil menoleh ke istrinya. "Tapi tunggu urusan kasus Siti benar-benar selesai ma,biar tenang!" Tambah Rey.
"Ya sudah. Kapan kalian siap kasih tau mama!"
"Iya ma."
"Saya ke kamar dulu ma,pa. Mau coba kasih ASI untuk Putri." Pamit Siti.
"Oh iya,kamu sering-sering coba biar cepat keluar ASInya." Jawab mama.
"Iya ma." Siti lalu naik ke atas menuju kamarnya di ikuti Rey.
"Rey ke atas juga ma,pa!"
Sampai di kamar Siti segera menyusui bayinya. Bayinya mulai tidak rewel lagi.
"Yank,ASInya keluar?" Tanya Rey.
"Belum mas."
"Kamu lihat,Putri saja semangat yank!"Ucap Rey. "Lucunya putri papa!" Ucapnya sambil mengelus pipi Putri.
"Jangan di ganggu mas,iihh!" Protes Siti sambil menjauhkan tangan suaminya.
"Gangguin mamanya saja ya?"
"Iiii mas ini. Sanaa!" Usirnya kesal.
"Kok mas di usir sih yank?" Rey cemberut.
"Jahil sih!" Protes Siti.
"Hmm,yank mas kangen!" Ucap Rey dengan penekanan.
"Kangen? Tiap hari ketemu,siang malam masih kangen!"
"Hmm,kamu itu masa tidak paham sih yank? Mana masih lama juga!" Keluh Rey lalu mengusap wajahnya. "Mas mandi dulu deh!" Ucapnya yang segera berlalu ke kamar mandi. Siti menatap suaminya sambil senyum-senyum sediri.
Selama hampir setengah jam,Rey baru keluar dari kamar mandi dengan wajah dan tubuh yang segar. Dia langsung menatap istrinya yang telah tertidur di samping bayinya yang masih mencoba menyusu.
"Kamu itu yank,kok malah tidur seperti itu!" Keluh Rey lalu mengusap kasar wajahnya. Dia langsung ke ruang ganti.
NEXT
290521/20.40
__ADS_1