
Selama dalam perjalanan menuju ke rumahnya,Romi hanya diam menatap ke jendela mobil tanpa mau menoleh ke arah Ratna apalagi mengajaknya bicara. Aaron menyadari hal itu,dia sesekali melirik ke belakang lewat kaca spion.
Satu jam kemudian mobil yang di kendarai Aaron sampai juga ke rumahnya. Di teras rumah,ada anak-anak om dan tantenya sedang ngobrol bersama temannya.
Ratna turun lebih dulu sementara Aaron membuka bagasi mobil,mengambil kursi roda Romi. Pakde Arman berlarian ke arah mereka di ikuti oleh bibi dari belakang.
Pakde Arman lalu membantu Aaron memindahkan Romi ke kursi roda. Sementara bibi membantu Ratna membawa barang-barangnya masuk ke rumah.
Ratna ingin mendorong kursi roda Romi tapi dengan cepat di tolak. "Biar Aaron yang dorong." Tolak Romi.
Karena tidak ingin berselisih dengan abangnya di depan orang lain,Aaron menuruti saja kehendak abangnya.
Aaron mengantar Romi dan Ratna ke kamarnya. Lalu membantu Romi berbaring di tempat tidur.
"Aku tinggal dulu ya,bang. Kak Ratna." Pamit Aaron lalu keluar dari kamar.
"Aku mau ke kamar mandi dulu ya,bang." Pamit Ratna yang tidak mendapat respon apa-apa dari Romi.
Ratna membongkar tasnya,mengambil pakaian ganti lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Lima belas menit kemudian Ratna keluar dengan sudah berganti pakaian. Harum sampo dan sabun menyeruak ke dalam kamar.
Ratna lalu duduk di sisi tempat tidur. "Hhmm,bang. Aku ambilin makan ya?" Tanya Ratna pelan.
"Iya sana,minta sama bibi!" Sahut Romi.
"Iya,bang. Aku keluar dulu." Pamit Ratna lalu keluar dari kamar.
Ratna mengedarkan pandangannya mencari di mana dapur dan ruang makan.
"Cari apa?" Tanya anaknya Adit yang bernama Mia.
"Hhmm,aku cari dapur di sebelah mana ya?"
"Kamu,nikah sama bang Romi pasti ada maunya kan? Mana ada perempuan yang mau nikah sama pria lumpuh. Tapi,kamu juga sepertinya bukan selera bang Romi deh. Pasti bang Romi juga terpaksa menikah dengan kamu." Ucapnya Sinis.
"Hhmm. . . Maaf,aku mau bikinkan bang Romi makan." Pamit Ratna yang segera berlalu dari hadapan Mia.
"Huuhhh,lihat saja kamu tidak akan betah tinggal di rumah ini." Gumamnya seraya menatap Ratba dari belakang.
Ratna berjalan ke bagian kanan rumah,berharap ruang makan dan dapur ada di sana seperti di rumah Rey.
Ternyata benar,Ratna masuk ke ruang makan,dan di sudut ruang ada dapur terbuka. Ruang makan yang luas dengan meja makan yang cukup untuk sepuluh orang.
Dapur dalam kondisi sepi,tidak ada bibi yang sedang memasak atau bersih-bersih.
"Aku mau masak apa ya buat bang Romi?" Gumam Ratna seraya memperhatikan lemari es besar di dekat dapur.
"Ngapain kamu di sini?" Kali ini istri om Adit yang bernama Maya sudah berdiri di samping Ratna sambil menatap Ratna dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"Hhmm,aku mau masak untuk bang Romi,tan." Jawab Ratna.
"Hhh,mau masak apa?"
"Aku juga belum tau."
"Hhmm,jadi kamu tidak tau makanan kesukaan Romi ya?"
Ratna menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tau,tan." Jawab Ratna jujur.
"Tidak tau?"
"Hhmm iya tan."
Tante Maya seperti sedang berpikir. "Hhmm,kamu gorang saja ikan salmon. Ada di frezer."
"Oohh,bang Romi suka makan ikan salmon goreng ya tan?"
"Iya,sana!" Ucapnya seraya mengibas-ngibaskan tangannya.
__ADS_1
Ratna lalu membuka frezer lalu mencari ikan salmon.
Setelah siap dengan bumbu pilihan,Ratna pun menggoreng ikannya.
"Hhmm,perutku kenapa ya?" Gumamnya seraya mengusap perut dan menutupi mulutnya dengan tangan.
Beberapa saat kemudian,ikan salmon goreng beserta pelengkapnya siap di bawa ke kamar Romi.
Dengan hati-hati,Ratna kembali ke kamar Romi dengan membawa hasil masakannya.
Ceklek. Ratna membuka pintu. Romi sedang duduk menatap ke arahnya.
"Dari mana saja kamu? Mau suruh aku kelaparan ya?" Tanya Romi dengan nada tinggi.
"Hhmm,aku masak dulu bang." Jawab Ratna lalu duduk di atas tempat tidur.
"Jadi kamu yang masak?"
Ratna mengangguk. "Iya bang."
"Apa itu?"
"Kesukaan abang." Jawab Ratna.
Romi mengernyitkan dahinya. "Kesukaan aku?"
"Iya,bang. Ikan salmon goreng."
Mata Romi membulat. "Salmon goreng?"
Ratna mengangguk cepat. "I-iya bang."
"Sok tau,kamu!"
"Hhhmm,maksudnya bang?"
"Aku tidak suka salmon goreng! Ada-ada saja!" Ucapnya kesal.
"Makan saja sama kamu! Sudah nunggu lama malah makanan macam itu yang kamu bawa!" Romi makin emosi.
"Hhhmm,jadi abang mau makan apa?"
"Makan kamu!" Teriak Romi.
Ratna langsung memundurkan kepalanya. "Hhmm,bang. Maaf. Aku masakin yang lain ya?"
"Tidak usah!" Ucap Romi kesal.
Ratna menatap sedih ke arah Romi. "Nanti abang laper. Apa mau minta Aaron beli?"
"Tidak usah." Jawab Romi lagi seraya berbaring kembali.
Ratna tiba-tiba merasakan mual hebat. Dia buru-buru berlarian ke kamar mandi lalu memuntahkan isi perutnya.
"Hoek hoek." Ratna lalu membasuh wajahnya.
Setelah merasa sedikit nyaman,Ratna keluar dari kamar mandi.
"Kamu membuat aku makin tidak selera makan saja!" Kesal Romi seraya menatap kesal ke arah Ratna.
"Hhmm,maaf bang. Perutku tiba-tiba terasa mual banget.
"Hhuuhh!" Romi kembali memejamkan matanya.
Ratna mengambil piring nasi yang masih utuh isinya. "Sayang banget tidak di makan." Gumam Ratna.
Ratna lalu duduk di sofa,lalu pelan-pelan memakan makanan Romi. Baru satu sendok,Ratna kembali merasakan mual. Ratna uru-buru minum lalu menjauhi piringnya yang memang ada aroma yang tidak enak. Sedari masak,Ratna memang menahan perutnya yang sedikit mual.
Ratna lalu mengangkat kakinya ke atas sofa,dia mencoba berbaring. "Hhh,Apa lagi yang harus aku lakukan? Bingung." Gumamnya.
__ADS_1
Karena merasa lelah dan mengantuk,Ratna langsung tertidur di sofa.
Beberapa saat kemudian Ratna terbangun karena mendengar teriakan Romi yang memanggilnya.
"Ratnaa!"
Ratna yang kaget langsung duduk sambil melihat ke arah Romi yang sedang menatapnya dengan tatapan marah.
Ratna segera menghampiri Romi. "Iya,bang."
"Aku haus!"
"Ooh iya,aku ambilkan minum ya." Ucap Ratna seraya mengambil gelas kosong di atas nakas. "Hhmm,aku ambil ke dapur dulu ya mas." Pamit Ratna lalu buru-buru pergi ke dapur.
Ratna minum terlebih dahulu. Tiba-tiba ada bibi yang datang mendekatinya. "Non,mau apa? Mau bibi bantu?" Tawar Bibi.
Ratna menoleh. "Hhmm,bi. Aku mau ambilkan minum untuk bang Romi."
"Oohh,bawa saja sama teko yang ini non. Biasa den Aaron menyiapkannya di kamar den Romi. Tadi baru saja bibi cuci." Terang bibi.
"Terimakasih bi." Jawab Ratna senang lalu membawa teko berisi air dan gelas ke kamar Romi.
Siti meletakkan teko di atas nakas lalu mengisi gelas dengan air minum.
"Bang,ini air minumnya." Ucap Ratna seraya memberikan kepada Romi.
Εomi melihat ke arahnya begitupun Ratna hingga mereka saling menatap.
"Ngapain kamu lihatin wajah saya?"
Ratna malu lalu menundukkan wajahnya. "Hhmm,ini air minumnya bang."
Romi mengambil air minum dari tangan Ratna. Ternyata ada manfaatnya juga punya istri. Aku tidak perlu menunggu Aaron yang lama baru datang. Huhh,aku akan buat kamu tidak betah jadi istriku,Ratna. Batin Romi seraya tersenyum menyeringai ke arah Ratna yang sedang menundukkan kepalanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
NEXT
Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya baik like,komen gift atau kalau mau juga vote. Terimakasih. πππ
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
0202