Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 86


__ADS_3

Baru saja mereka melapaskan rasa kangen,tiba-tiba Putri terbangun lalu menangis. Mereka reflek menoleh.


"Mas,Putri." Ucap Siti lirih.


Rey menatap bayinya dengan perasaan bingung. "Sepertinya Putri lapar mas,terakhir jam sepuluh sekarang sudah jam satu." Terang Siti. Dia melepaskan diri dari pelukan suaminya,mengenakan kimono lalu mengambil dan memangku bayinya untuk di beri ASI.


Hanya sepuluh menit,Putri sepertinya sudah merasa kenyang,dia melepaskan diri lalu kembali tertidur. Siti menimang-nimang bayinya sebentar agar makin nyenyak. Setelah yakin kalau bayinya sudah nyenyak,Siti berniat menidurkan lagi bayinya di kasur.


"Taruh di box saja dulu yank!" Titah Rey sebelum Siti menidurkan bayinya di kasur.


Siti menoleh. "Hmm,kenapa mas?"


"Mungkin dia terganggu yank makanya bangun. Tidurin di box dulu ya! Mas masih kangen ini!" Pinta Rey dengan senyum menggoda.


"Iihh mas ini,mesti deh tidak cukup sekali!" Protes Siti.


"Ayo donk yank,mas kan sudah lama liburnya jadi di dobel ya!"


"Hmm,alasannya ada saja. Biasanya juga lebih sekali kok." Siti menyebik tapi tak urung tetap menidurkan bayinya dalam box lalu menutupinya dengan kelambu agar tidak di gigit nyamuk.


Dia lalu kembali naik ke kasur di sebelah suaminya. Rey langsung memeluknya erat-erat. "Kamu tidak tau rasanya selama mas libur yank! Kepala mas pusing,tau!" Ucapnya.


"Hmm,biar tidak pusing ya jangan di pikirin mas."


"Ya tidak di pikirin tapi terlihat terus. Kamu juga suka tidur sembarangan!" Rey beralasan.


"Ya namanya orang tidur kan tidak sadar mas."


"Ya makanya jangan salahkan mas."


"Lalu salah siapa donk?"


"Tidak ada yang salah yank." Bisiknya.


"Hmm,mas aku lupa belum KB nih!" Wajah Siti langsung menegang,matanya membulat.


"Ya biarin saja,memangnya kenapa?"


"Iihh mas ini,gimana kalau aku hamil lagi?"


"Ya bagus donk,Putri mau punya adik!"


"Mas ini!" Siti memukul-mukul dada suaminya.


"Kok mas di pukul sih yank! Yuk ahh!"


"Iiihh,sudah mas aku takut nanti langsung hamil lagi!"


"Loh hamil kok takut,orang punya suami ini! Kecuali tidak punya suami baru kamu takut!"


"Putri kan masih kecil mas!"


"Tidak masalah." Ucap Rey masa bodoh.


"Iiihh mas ini nanti Putri kebangun lagi,gimana?"


"Kamu banyak alasan deh! Ya tidak mungkin yank kan dia sudah tidur di box! Yuk aaahh!" Ajak Rey yang mulai dengan kesukaannya sebelum istrinya sempat bicara lagi.


"Hmmfff mass."

__ADS_1


***


Siti mengerjap-ngerjapkan matanya saat dia mendengar suara tangis bayinya. Dari jauh juga sudah terdengar suara adzan. Siti menoleh ke samping,suaminya masih terlelap. Dia tersenyum lalu turun dari kasur mengenakan kimononya.


"Sayang,kamu kenapa nangis nak? Kamu lapar ya?" Siti mulai memberikan ASI untuk Putri. Setelah bayinya melepaskan diri,dia tidurkan kembali bayinya di box.


Siti masuk ke kamar mandi. Dia berdiri di depan wastafel lalu menatap dirinya di cermin. Betapa kagetnya dia saat melihat dirinya di cermin banyak tanda merah di kulitnya hampir sama persis saat mereka melakukannya untuk kedua kali,saat mereka berbulan madu.


"Hmm,kerjaan mas ini." Ucapnya sambil tersenyum malu. Dia lalu mulai menghidupkan shower. Mandi besar untuk pertama kali setelah melahirkan.


Setelah selesai mandi,Siti membangunkan suaminya.


"Mas,bangun sudah subuh ini!" Ucap Siti sambil mengusap-usap bahu suaminya.


"Hmm,subuh? Kok sudah subuh ya,cepetnya." Ucap Rey masih dengan mata setengah terbuka.


"Iya cepet orang baru tidur jam dua." Ucap Siti lalu bersiap untuk sholat subuh.


Setelah selesai sholat,di lihatnya suaminya baru mau masuk ke kamar mandi. Siti kembali memberikan ASI untuk Putri sampai bayinya kenyang.


Setelah pukul enam,Siti mengajak bayinya turun.


"Sayang,kita turun yuk,berjemur dulu!" Ajak Siti pada bayinya. Dia lalu memakaikan perlengkapan untuk berjemur.


"Jemur sekarang yank?" Tanya Rey.


"Iya mas. Mas mau gendong?"


"Iya biar mas yang gendong,yank!" Ucap Rey lalu mengambil alih menggendong bayinya. Mereka turun bersama menuju kebun di samping rumah.


"Kenapa tidak di belakang saja,mas?"


"Di sini sinar mataharinya lebih bagus deh yank:" Jawab Rey.


"Yank,kan Putri sudah empat puluh hari nih,sudah boleh di ajak keluar jalan-jalan kali ya?" Tanya Rey sambil menimang-nimang bayinya.


"Tanya mama dulu mas,takutnya tidak boleh sama mama." Jawab Siti.


"Mas rencana mau ajak kamu dan Putri jalan-jalan ke Mal yank."


"Hmm,memangnya mas tidak kerja?"


"Mas libur dulu hari ini. Mas hari ini hanya khusus untuk kamu,yank!"


"Hmm,masa mas?"


"Hari ini kan ulang tahun kamu yank! Mas ingin memberikan sesuatu yang spesial untuk kamu!" Ucap Rey.


Wajah Siti berbinar. "Apa mas?"


"Kamu maunya apa?" Rey balik bertanya sambil menatap istrinya lekat-lekat.


"Hmm,aku maunya mas hanya untuk aku seorang jangan ada orang lain!" Jawab Siti sambil membalas tatapan suaminya.


"Kalau itu sudah pasti yank! Kamu tidak perlu meragukan mas ya!"


"Hmm,iya mas."


"Lalu kamu mau apa? Mas juga belum kasih kamu hadiah karena sudah memberikan mas bayi mungil yang cantik! Sama kado ulang tahun kamu juga!"

__ADS_1


"Mas,aku tidak butuh apa-apa lagi mas. Semua sudah tersedia."


"Hmm,gimana kalau mas belikan kamu mobil?" Tanya Rey.


"Mobil? Untuk apa mas? Mobil di sini kan banyak."


"Ya mobil khusus untuk kamu sama Putri yank. Jadi kalau kalian mau pergi pakai saja mobil kamu sendiri." Terang Rey.


"Tapi mas,aku juga kan tidak bisa nyetir."


"Sudah deh pokoknya mas mau kasih kamu hadiah! Kamu tidak boleh nolak!" Ucap Rey dengan penekanan.


"Hmm,terserah mas deh." Akhirnya Siti menyerah atas kemauan suaminya itu. "Sudah yuk mas,matahari mulai terik." Ajak Siti lalu mengambil alih menggendong bayinya.


"Putri masih di mandiin sama mama,yank?"


"Iya mas,mama belum ijinkan aku mandiin Putri sih."


"Tidak apa-apa yank,itu tandanya mama sayang sama kamu dan Putri."


"Hmm,iya mas."


Siti lalu membawa bayinya ke kamar Cinta untuk di mandikan oleh mama. Setelah selesai mandi,mereka sarapan bersama seperti biasa.


"Ma,Putri kan sudah lebih empat puluh hari. Boleh kan ya Rey ajak keluar?" Tanya Rey saat mereka sedang bersantai di ruang keluarga.


"Mau kemana kalian?"


"Rey mau ajak jalan-jalan ke Mal dekat sini."


"Hmm,kalau Putri sehat boleh saja sih tapi jangan lama-lama!" Ucap mama. "Oh iya kalian mampir saja ke klinik dokter Layli,tanyakan sama beliau sekalian Siti KB. Siti belum KB kan." Titah mama kemudian.


Siti dan Rey saling pandang. "Hmm,Siti tidak perlu KB,ma!" Jawab Rey.


Mama kaget. "Loh,kamu mau Siti langsung hamil lagi?"


"Ya tidak masalah ma!" Jawab Rey.


"Rey,istri kamu itu habis caecar mana bisa langsung hamil lagi,bahaya!" Terang mama.


Mata Rey dan Siti langsung membulat. Rey menelan salivanya. "Hmm,iya iya ma kita konsul ke dokter Layli." Ucap Rey gugup.


"Kamu kenapa gugup gitu?" Mama curiga.


"Hmm,oohh tidak apa-apa ma. Hanya Rey malas kesana." Rey memberikan alasan.


Siti dan Rey sama-sama diam sesaat.


"Seno,kamu hari ini tidak ada jadwal kuliah kan?" Tanya Rey pada adik iparnya untuk mengalihkan pembicaraan dengan mamanya.


"Iya mas,hari ini sama lusa kosong!" Jawab Seno.


"Mas hari ini tidak ke kantor dulu. Mas mau ajak mbak kamu dan Putri jalan-jalan." Terang Rey.


"Oh iya tidak apa-apa mas. Hari ini kerjaan di kantor dikit kok." Ucap Seno.


"Siiip lah!" Ucap Rey. Hhh,semoga dokter Layli punya solusinya. Pikir Rey mulai kalut.


Jangan lupa kasih dukungan untuk Siti ya. Makasi..

__ADS_1


NEXT


0706/0540


__ADS_2