
Ratna lalu duduk di dekat Cinta dan adek-adeknya. " Kak Ratna cantik banget." Ucap Putri dengan wajah berbinar.
Ratna menoleh sekilas ke arah Aaron yang duduk tak jauh dari mereka. "Tadi kak Ratna di ajak mampir ke salon sama kak Aaron." Jawab Ratna malu-malu.
"Wah,ke salon memangnya mau kemana kak?" Tanya Putri lagi.
"Hhmm,tadi kak Ratna ikut suami kakak ke kantornya."
"Ooohh." Sahut Putri.
"Cinta,kamu masih menginap di sini ya?" Tanya Ratna seraya menoleh ke arah Cinta yang diam saja dari tadi.
"Hhmm,iya kak. Rencana besok baru pulang ke rumah bunda." Jawab Cinta.
Tak lama kemudian Siti datang bersama asisten rumah tangga sambil membawa minuman dan cemilan.
"Ratna,Aaron,ayo di minum. Nah kalau kue ini,saya yang bikin sendiri loh tadi pagi." Ucap Siti lalu ikut duduk di sebelah Ratna.
"Terimakasih,bu. Sepertinya enak."
"Pasti enak donk bikinan mama." Seloroh Putri dengan bangga sambil mengambil sepotong kue lalu memasukkan ke mulutnya.
Ratna dan Aaron tersenyum lantas ikut mengambil sepotong kue lalu memakannya.
"Ehm,lezat." Puji Aaron yang di beri anggukan oleh Ratna.
"Kak Ratna,kak Aaron,Putri ke kamar dulu ya ngantuk mau tidur siang dulu." Pamit Putri kemudian.
"Adek juga mau bobo siang,ma. Yuukk!" Ucap Putra seraya menarik tangan mamanya.
"Ya ayo." Sahut Siti. "Ratna,Aaron,kita tinggal dulu ya. Kalian ngobrolah sama Cinta." Pamit Siti ke arah Ratna dan Aaron. Cinta diam saja melihat mama dan adik-adiknya pergi dari sana.
"Cin,kamu tidak makan kuenya?" Tawar Ratna.
"Hhmm,tadi Cinta sudah makan banyak kuenya,kak." Tolak Cinta halus.
"Hhmm,kakak mau ke kamar mandi dulu nih." Pamit Ratna buru-buru.
"Kamar mandi itu saja,kak. Lebih dekat." Tunjuk Cinta ke arah kamar mandi yang tidak jauh dari kolam renang. Ratna lalu mengikuti arah tunjuk Cinta.
Tinggal Cinta dan Aaron saja di sana. Cinta terlihat salah tingkah dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Cin?" Sapa Aaron.
Beberapa saat Aaron menunggu tapi tidak ada jawaban dari Cinta.
Aaron menarik nafasnya berat. "Aku minta maaf. Aku tidak tau ada salah apa sama Cinta. Tapi kalau Cinta sudah tidak mau lagi kenal sama aku,hhmm,aku tidak akan paksa. Aku tidak akan ganggu Cinta lagi. Aku memang bukan orang yang baik. Sekali lagi aku minta maaf. Aku tunggu kak Ratna di teras." Aaron berdiri dan langsung meninggalkan Cinta di sana sendirian.
"Maafin aku. Aku tidak mau perasaanku makin jauh. Aku tidak mau sampai mengalami hal yang sama seperti bunda atau kak Ratna. Lebih baik kita berjauhan saja." Gumam Cinta saat menyadari Aaron sudah tidak ada lagi di dekatnya.
Tak lama kemudian Ratna sudah kembali dari kamar mandi.
"Cin,Aaron mana?" Tanya Ratna heran seraya matanya mencari-cari keberadaan Aaron.
"Hhhmm,Aaron tunggu kak Ratna di teras." Jawab Cinta.
"Loh,kok?"
__ADS_1
"Kak Ratna masih suka mual tidak?" Tanya Cinta mengalihkan pembicaraan.
"Masih sesekali,Cin. Makanya kakak menghindari makanan yang bisa bikin kakak mual."
"Makanan seperti apa,kak? Yang banyak bawang?"
"Hhmm,bukan. Kakak sudah bisa menahan kalau hanya bau bawang. Yang bisa bikin mual sekarang aroma ikan sama telur." Terang Ratna.
"Oohh,alhamdulillah ya kak. Moga kakak sehat terus. Aamin."
"Aamiin. Terimakasih doanya ya Cin."
"Iya kak. Aku ikut senang kalau kakak senang."
"Hhmm,Cin. Maaf ya,kakak boleh tanya sesuatu sama kamu?"
"Tanya apa,kak?"
"Tapi jangan marah,ya?"
Cinta menarik nafasnya pelan. "Apa Cinta pernah marah sama kak Ratna?"
Ratna tersenyum lalu menggelengkan kepalanya. "Kamu tidak pernah marah sama kakak. Bahkan kakak telat jemput pun kamu tidak pernah marah."
"Jadi tanya saja."
"Hhmm,kamu tadi sudah bicara sama Aaron? Aaron sepertinya sayang banget sama kamu,Cin. Kakak kadang mengkhayal andai ada seseorang yang seperti Aaron untuk kakak. Yang sayang banget sama kakak."
"Kakak bicara apa sih? Tentu saja ada seseorang yang sayang banget sama kakak! Kakak kan sudah punya suami. Suami kakak sayang kan sama kakak?"
"Eehh,iya Cin. Suami kakak sayang kok sama kakak." Ucap Ratna berbohong.
"Nah,jadi itu bukan hanya khayalan kakak saja kan."
"Hehehe,iya. Lalu kamu sama Aaron bagaimana?"
"Hhmm,bagaimana apa maksud kakak? Cinta sama Aaron tidak ada hubungan apa-apa kok. Cinta masih sekolah. Cinta ingin sekolah bener-bener,kak."
"Hhmm,iya Cin. Kamu benar. Setidaknya kalian bisa berteman kan? Seperti dulu."
"Hhmm,Cinta tidak tau kak."
"Kamu sudah bilang sama Aaron? Sepertinya dia berharap banget bisa terus dekat sama kamu Cin,walau hanya sebatas teman. Beri dia penjelasan supaya dia mengerti."
"Cinta sudah sering bilang kalau Cinta tidak boleh pacaran dulu,selain memang di larang oleh papa. Aaron sudah tau kak."
"Hhmm,tapi jangan menghindar terus ya. Dia butuh seseorang untuk bercerita,sebagai teman saja. . ."
"Tapi Cinta takut,kak."
"Takut kenapa?"
"Cinta takut,nanti kita makin dekat dan. . . Hhh,Cinta tidak mau terjadi hal yang Cinta takutkan! Kakak mengerti kan maksud Cinta?"
Hhh. . . Ratna menarik nafasnya berat. Dia mengerti ketakutan Cinta apalagi saat ini Cinta baru beberapa bulan masuk sekolah tingkat atas. Masih terlalu muda dan waktu masihlah sangat panjang. "Kamu bicarain dulu ya,biar dia tidak salah paham dan sedih karena kamu hindari terus.""
"Hhmm,iya kak."
__ADS_1
"Kakak panggil Aaron ke sini ya? Kamu jelasin lagi. Kakak yakin dia pasti mengerti."
Cinta hanya mengangguk pelan lalu Ratna segera berlalu dari hadapan Cinta.
Lima menit kemudian. "Ehhmm. . ."
Cinta langsung menoleh. "Aaron. . ."
"Kak Ratna bilang kalau Cintaku mau bicara penting ya?"
"Cinta!"
"Hhmm,i-iya Cin."
Hhh,Cinta menarik nafas berat. "Cinta tidak sedang marah. Cinta hanya menjaga jarak saja. Cinta ingin fokus sekolah tanpa memikirkan hal lain!" Tegasnya.
"Hhmm,jadi Cinta tidak marah sama aku?" Aaron terlihat mengembangkan senyumnya.
Cinta lalu menggelengkan kepalanya. "Tapi tolong,jangan dekati Cinta lagi!"
"Hanya sesekali datang pun tidak boleh? Sebagai teman?"
Cinta kembali menggelengkan kepalanya.
"Ka-kalau telpon?"
"Hhhh,baiklah. Satu bulan sekali paling sering!"
"A-apa?" Aku pasti akan sangat merindukan kamu,Cintaku. Batin Aaron.
"Kalau mau satu bulan sekali. Kalau tidak mau ya tidak usah sama sekali!"
Kamu tega Cin. Batin Aaron seraya menatap Cinta lekat-lekat.
"Tapi sama teman laki-laki lain kamu juga tidak akan dekat kan?"
"Tentu saja! Saat ini pun Cinta hanya pernah dekat sama kamu!"
"Aku akan tunggu! Aku akan tunggu waktunya dan akan segera menjadikan kamu milikku!"
Cinta hanya tersenyum tipis. Aku sekolah masih dua tahun lagi. Mana tau kamu sudah ketemu gadis lain. Batin Cinta. "Terserah kamu!"
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Trims ya buat yang sudah baik hati kasih othor gift juga vote. π