
Semua tamu sudah pulang. Cinta kembali ke kamarnya,berbaring sambil menatap langit-langit kamar. Nanti malam akan di adakan pesta pernikahannya di hotel berbintang. Tentu saja banyak tamu undangan yang akan datang. Relasi papanya,ayahnya,oma dan opanya,om juga tantenya dan tentu saja tamu undangan dari pihak suaminya,Aaron.
Mamanya bilang total tamu undangan hampir seribu orang. Membayangkannya saja kepalanya sudah pusing. Dia sudah meminta agar tamu undangan di kurangi tapi semua orang menjawab kalau semua undangan adalah orang penting dan sudah tidak bisa lagi di kurangi. Itupun tanpa mengundang karyawan biasa.
Hhh,Cinta menarik nafasnya kasar. Siang ini dia di minta untuk istirahat supaya nanti malam saat pestanya di gelar,tubuhnya fit. Pengantin remaja itu akhirnya terlelap dalam mimpi setelah pusing memikirkan pestanya nanti malam.
Setengah jam kemudian dia merasakan sedikit guncangan di sebelahnya. Cinta mengerjap-ngerjapkan matanya lalu menoleh kesamping.
"Aaaakkkhhhh!" teriaknya histeris lalu buru-buru turun dari tempat tidur.
"Ada apa? Kenapa teriak?" tanya seseorang yang berbaring di sebelahnya.
"Kamu? Kenapa kamu masuk kamar Cinta? Kenapa tidur di sebelah Cinta?" tanyanya dengan kedua tangan menutupi mulutnya dengan kaki yang perlahan mundur ke belakang.
"Hhh,tadi aku di suruh oma masuk ke kamar kamu. Aku juga harus istirahat katanya."
"Hhh,ayo aku antar ke kamar tamu!" ajak Cinta.
"Loh,nanti kalau oma tau gimana?"
"Iihh,ya sudah kamu tidur saja di sini!" ucap Cinta kesal lalu berjalan keluar kamar dengan menghentakkan kakinya.
"Loh,mau kemana?" ucap Aaron bingung lalu menyusul keluar.
Cinta buru-buru masuk ke kamar yang ada di sebelah kamarnya.
Saat Aaron hendak menyusul ke kamar itu,ada Rey berdiri di depan kamarnya sambil menatap ke arah Aaron. Aaron menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil menunduk.
"Kenapa kamu?" tanya Rey dengan tatapan menyelidik.
"Hhmm,anu pa. Aku-aku di suruh oma istirahat di kamar Cinta."
"Ya sudah istirahatlah kenapa keluar?"
"Hhmm,i-iya pa," jawab Aaron lalu melangkah gontai masuk kembali ke kamar Cinta.
Rey tersenyum tipis seraya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menoleh ke kamar di sebelah kamar Cinta.
Sementara Cinta sedang berbaring di kamar adiknya,Putri. "Dasar,cari kesempatan saja. Janjinya kan tidak tidur sekamar,kok tau-tau sudah ada di sebelah Cinta,sih. Untung saja kebangun!" gerutunya dengan wajah di tekuk.
***
Saat sedang enak tidur,tiba-tiba Cinta merasa ada yang mengusap-usap wajahnya. Cinta lalu mengerjap-ngerjapkan matanya.
"Hhmm," Cinta meregangkan otot-ototnya.
"Sayang,kok kamu tidur di kamar adek?"
"Ma,Cinta ngantuk,capek!" keluhnya dengan mata yang kembali terpejam.
"Sudah hampir maghrib,nak. Mandi terus sholat sana!" titah mamanya.
"Iya ma,sebentar lagi ya," sahut Cinta malas.
"Mama tunggu ya sayang." Siti lalu keluar dari kamar.
Cinta membuka matanya. Rasanya dia seperti sedang bermimpi saja. Baru saja lulus sekolah,sekarang sudah menjadi seorang istri.
Cinta lalu bangkit dan berjalan keluar kamar. Di lihatnya Aaron baru saja keluar dari kamarnya dengan sudah berganti pakaian. Sepertinya habis mandi.
__ADS_1
Mereka saling pandang. Cinta jadi salah tingkah di tatap terus oleh Aaron. Dia buru-buru masuk ke kamarnya dan menutupnya rapat-rapat.
Hhh,Aaron menarik nafasnya berat. Harus sabar. Batinnya.
Aaron lalu turun ke bawah.
***
Cinta baru saja tiba di lobby hotel bersama mama dan bundanya. Semua keluarga sudah menunggunya dari tadi.
"Ayo,sayang. Pelan-pelan saja jalannya," ajak mamanya.
"Hhmm,Cinta malu," keluhnya dengan langkah ragu.
"Kenapa mesti malu,nak? Kan ada kita. Kamu tidak usah khawatir ya. Duduk manis saja nanti,nikmati acara kamu," ucap bundanya supaya putrinya tenang.
Cinta melangkahkan kakinya dengan di apit bunda dan mamanya. Sedikit merasa nyaman hingga dia sampai di ruangan yang di pakai untuk pestanya,jantungnya tiba-tiba berdetak tidak beraturan. Tamu undangan sudah banyak yang datang hingga dia hanya menunduk saja tanpa berani menoleh ke kiri atau ke kanan.
Cinta melihat ke arah suaminya yang sudah duduk manis. Hhmm,kenapa dia lihatin aku terus sih. Tapi Aaron tampan banget hari ini. Batinnya hingga pipinya memerah karena malu sendiri. Cinta lalu duduk di sebelah suaminya tanpa mau menoleh. Setelah duduk,Cinta hanya menunduk saja sepanjang acara hingga tiba waktunya para tamu memberikan ucapan selamat.
Mereka lalu berfoto-foto. Kedua pengantin yang awalnya terlihat kaku sudah mulai santai menikmati acara foto dengan arahan fotografer profesional.
Menjelang malam,tepatnya pukul sebelas,acara baru benar-benar selesai. Cinta duduk seraya memijat-mijat kakinya yang terasa pegal.
"Capek,ya?" tanya Aaron khawatir.
"Hhmm,capek banget! Kamu undang berapa ratus orang sih?"
"Aku hanya undang lima puluh orang teman kuliah," jawab Aaron.
"Teman kuliah lima puluh orang? Belum teman kantor,keluarga kamu. Teman abang kamu!" gerutu Cinta.
"Hhmm,maaf. Kamu undang teman km berapa orang?" Aaron balik bertanya.
"Loh,kenapa?" tanya Aaron heran.
Kenapa? Malu lah baru saja lulus sekolah langsung nikah. Gerutunya dalam hati.
Tiba-tiba bundanya Cinta mendekati mereka. "Kamu kenapa,nak?" tanyanya.
Cinta mendongakkan kepalanya, "Bunda,Cinta capek banget. Kaki Cinta sakit nih. Pegal-pegal juga," keluhnya.
"Hhmm,ya sudah kalian istirahatlah tamu juga sudah habis." sahut bundanya.
"Beneran,bunda?"
"Iya sayang. Sama Aaron sana. Bunda ambilkan kuncinya dulu,ya."
"Kunci? Memangnya bunda belum mau pulang?"
"Bunda dan yang lain juga mau pulang. Kalian berdua menginap di hotel ini," terangnya.
Mata Cinta membulat, "Menginap di hotel ini? Sa-sama Aaron?" tanya Cinta lalu menoleh ke arah Aaron yang juga tengah membulatkan matanya karena kaget.
"Iya,sayang. Kalian tunggu sebentar,ya!" pamit bundanya.
"Ta-pi?" Cinta hendak protes tapi bundanya sudah berlalu meninggalkan mereka.
Cinta lalu menoleh ke arah Aaron yang mulai paham ucapan ibu mertuanya. Dia sedang menggaruk-garuk kepalanya dengan senyum tipis.
__ADS_1
"Apa senyum-senyum? Cinta tidak mau menginap di hotel!" tolaklah tegas.
"Hhmm,aku mau!"
"Aaron!" mata Cinta membulat sempurna. Dia sedang menahan marah.
"Sayang? Kok masih panggil Aaron-Aaron? Panggil mas atau abang. Tidak sopan begitu sama suami!" titah bundanya yang sudah kembali lagi ke hadapan mereka.
"Hhmm,i-iya bunda. Tapi bun,Cinta tidak mau menginap di hotel ini!"
Hhh,bundanya menghela nafas berat, "Sayang,seperti om Seno dan tante Dinda waktu itu kan habis acara langsung menginap di hotel."
"Tapi bunda?" Cinta terlihat khawatir.
"Aaron,ini kunci kamarnya. Di lantai sembilan ya!" ucapnya seraya menyodorkan kunci pada Aaron.
Aaron langsung menerimanya dengan wajah berseri-seri, " Terimakasih,bunda."
"Hhhmm,titip anak bunda,ya! Kalau kakinya sakit gendong saja,kasihan! Sudah,bunda tinggal dulu masih ada pekerjaan dikit."
"Tapi,bunda?" Cinta kembali protes tapi bundanya malah memeluknya erat.
"Selamat bulan madu ya sayang. Ingat,jangan panggil nama ke suami kamu,tidak sopan! Baik-baik,ya!" ucapnya lalu melepaskan pelukannya. Kemudian menoleh ke arah Aaron, "Aaron,titip putri bunda. Jaga baik-baik!"
"Siap,bunda. Terimakasih."
Kini tinggal mereka berdua yang ada di atas pelaminan sementara keluarga yang lain ada yang sudah pulang dan ada yang masih mengurus sisa pesta.
"Cinta tidak mau menginap di hotel," ucap Cinta dengan suara bergetar seperti hendak menangis.
Aaron jadi serba salah menghadapi tingkah wanita yang baru saja menjadi istrinya itu.
.
.
.
.
.
Tunggu ekstra part selanjutnya,ya. Maaf kisah Cinta dan Aaron hanya masuk ekstra part beberapa bab saja karena kisah mereka bukan lagi tentang istri yang mengejar cinta suaminya. π
.
.
.
Mampir juga ke karya author yang baru,ya. Terimakasih ππ
.
.
.
__ADS_1
.
00