Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 62


__ADS_3

Siti,Rey dan Seno tengah makan malam bersama setelah selesai maghrib. "Mbak,nanti Seno ke rumah pak Erte,di suruh bantu jaga-jaga sampai pagi!" Ucap Seno.


"Kamu juga di suruh sampai pagi? Biasanya bapak-bapak atau pemuda yang sudah tidak bersekolah?" Tanya Siti heran.


"Iya mbak,banyak teman-teman yang ikut. Ya sudah Seno ikut juga!"


"Hmm,tapi kamu jangan macam-macam di sana!" Pesan Siti.


"Iya mbak!"


Setelah selesai makan malam,Seno langsung keluar rumah.


Siti menyusul Rey yang sudah lebih dulu ke kamar. Wajahnya terlihat kesal.


"Kamu kenapa yank? Wajah di tekuk begitu?" Tanya Rey heran.


Siti duduk di sebelah suaminya. "Seno baru jam segini kok sudah ke rumah pak Erte." Siti menggerutu.


"Memangnya kenapa yank?"


"Yah kelamaan mas. Nanti dia tidak bisa istirahat,terus juga orang sini kalau pesta sampai pagi suka ada yang diam-diam bawa minuman!"


"Kan tadi kamu sudah bilang ke dia jangan sampai macam-macam di sana! Kamu percaya saja sama adik kamu itu!"


"Hmm,iya sih mas."


"Sudah kamu jangan berpikir macam-macam! Kamu sudah minum vitamin kan?"


"Hmm iya sudah mas!"


Rey memegang bahu istrinya lalu menatapnya lekat-lekat. "Sayang,mas mau bicara penting sama kamu!" Ucap Rey dengan wajah serius.


"Bicara apa mas?" Tanya Siti dengan dahi berkerut.


"Lusa mas ke kota,ada pekerjaan yang harus mas tangani! Kamu mau ikut apa tetap di sini?"


"Hmm,lama mas?" Tanya Siti dengan wajah yang mulai terlihat sedih dan bingung.


"Mas belum tau yank! Ada proyek yang harus mas tangani langsung! Papa curiga ada yang tidak beres sama pekerjaan orang-orang di lapangan." Terang Rey. "Kamu ikut mas saja ya yank?" Ucap Rey penuh harap. Dia sudah terbiasa selalu berada dekat dengan istrinya. Benar kata orang,rindu itu berat.


"Saya mengerti mas! Mas tidak mungkin menemani saya terus di sini!" Ucap Siti tanpa mau membalas tatapan suaminya.


Rey langsung memeluk istrinya itu. "Yank,sebenarnya mas ingin kamu ikut mas!"


Siti membalas pelukan suaminya lalu mengangguk.


"Kamu mau ikut yank?"


Siti kembali mengangguk-anggukan kepalanya. Rey lalu melepaskan pelukan. "Serius yank?" Tanya Rey seakan belum yakin dengan jawaban istrinya.


"Saya tidak mau jauh dari mas! Saya tidak bisa jauh dari mas!" Ucapnya lirih.


"Mas juga,sayang!" Rey lalu menciumi wajah istrinya bertubi-tubi.


"Hmm mas!"


"Yank. . ."


***

__ADS_1


kriiingg kriingg. . .


Siti mengerjap-ngerjapkan matanya. Alarm masih terus berbunyi tanda sudah masuk waktu subuh. Rasanya baru saja dia tertidur tapi sudah harus bangun lagi.


Dia menoleh ke samping,suaminya masih tertidur pulas sambil memeluknya. Perlahan dia memindahkan tangan suaminya lalu turun dari kasur. Dia matikan alarm lalu memakai lagi pakaiannya.


Siti keluar kamar lalu membuka pintu kamar adiknya. Kosong,Seno belum pulang. "Kenapa sudah subuh Seno belum pulang juga ya?" Gumamnya.


Siti lalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu sholat subuh. Sudah berapa hari dia tidak melaksanakan sholat subuh karena bangun kesiangan.


"Mas!" Siti mengguncang pelan suaminya. "Subuh dulu mas!"


Rey menggerakkan badan lalu mengerjapkan matanya. "Hmm,sudah subuh yank? Kok cepet ya." Lirihnya masih terlalu ngantuk.


"Ya cepet mas,tidur saja sudah jam dua!" Jawab Siti sambil menggeleng. Rasanya hampir setiap malam mereka melakukannya,dan itu pun tak cukup sekali!


"Hoooaaamm!" Rey duduk di sisi kasur. "Kamu sholatlah duluan yank!" Ucapnya lalu beranjak keluar dari kamar.


***


"Mas,kita beli ikan di pak Dana yuk! Bayangin ikan bakar sepertinya enak deh!" Ajak Siti.


"Siapa yang ambilin ikannya yank!"


"Ya pak Dana,mas! Kita tinggal pilih yang mana nanti pak Dana yang ambilin!"


"Oh begitu! Ya sudah,ayo!"


Siti dan Rey menuju tambak milik pak Dana. Di sana ada beberapa warga yang ingin membeli ikan,ada juga yang hanya ingin mancing.


"Wah,sepertinya asik mancing di sini yank!" Ucap Rey.


"Hmm,tidak kok bu,kita hanya mau beli!" Jawab Rey cepat sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Siti hanya senyum-senyum melihat tingkah suaminya.


"Eeh nak Siti,mau beli ikan juga?" Tanya pak Dana yang menyadari kehadiran Siti.


"Iya pak. Saya mau beli ikan enam ekor pak! Tolong langsung di bersihkan ya pak!" Pinta Siti.


"Yang ukuran kecil,sedang apa besar?" Tanya pak Dana lagi.


"Yang sedang saja,pak!" Jawab Siti.


Siti dan Rey mengantri untuk di ambilkan ikan oleh pak Dana bersama ibu-ibu yang lain. Setelah dapat,mereka segera pulang.


***


Siti sedang menyiapkan bumbu untuk membakar ikan sementara Rey menyiapkan tempat untuk membakar ikannya. Dia sudah sering membakar ikan bersama teman-temannya dulu saat masih sekolah.


Berdua Siti dan Rey membakar ikan di halaman belakang di samping dapur. Rey sibuk mengipas bara api sedang Siti membolak balik ikannya.


"Kamu tidak apa-apa kena asapnya,yank?" Tanya Rey sambil mengusap wajah istrinya yang sesekali terkena asap dari bakaran.


"Tidak apa-apa kok mas!" Jawab Siti.


"Hmm,Sepertinya enak ini yank,harum!" Puji Rey.


"Iya mas! Bikin laper!"


"Kamu sudah lapar sekali yank? Sebentar lagi yang satu ini matang kok!"

__ADS_1


"Iya mas!"


Tiba-tiba Seno datang dari arah dapur. "Mbak,mas,saya pikir kemana dari tadi kok rumah kosong!"


Siti menoleh ke adiknya. "Tadi kita ke tambak pak Dana,beli ikan-ikan ini. Mbak ingin makan ikan bakar!" Jawab Siti.


"Oohh kirain jalan-jalan kemana."


"Kamu baru pulang ya? Semalam tidak macam-macam kan di rumah pak Erte?" Tanya Siti penuh selidik.


"Semalam baik-baik saja kok mbak,tidak ada masalah!" Jawab Seno.


"Hmm,baguslah! Kamu sudah makan belum?"


"Tadi pagi sarapan di rumah pak Erte sama teman-teman!"


"Hmm,"


"Seno tinggal dulu mau tidur!" Pamit Seno.


"Setiap pesta pernikahan selalu sampai pagi yank?" Tanya Rey penasaran.


"Sebenernya sih tergantung yang mengadakan acara,mas. Ada juga yang hanya akad saja!" Terang Siti.


"Oh begitu! Ini ikan yang satu sepertinya sudah matang yank!" Ucap Rey seraya membolak balik ikannya.


"Iya mas,sudah matang! Taruh di sini dulu!" Ucap Siti sambil menaruh ikannya di piring.


"Katanya kamu sudah lapar,kamu makan sekarang gih! Ini sisanya biar mas yang bakar! Kasian anak mas di sini sudah kelaparan!" Titah Rey sambil mengusap perut istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Hmm,iya mas. Saya ambil nasinya dulu." Siti bangkit dari duduknya lalu masuk ke dalam rumah.


Siti mendekati suaminya yang masih sibuk membakar ikan dengan membawa sepiring nasi.


"Hmm,enak mas!" Ucap Siti setelah mencicipi ikan bakarnya.


"Iya yank,kamu makan yang banyak ya!"


Siti mengambil nasi beserta ikan bakarnya lalu menyuap ke suaminya. "Mas,aaa!"


Rey pun membuka mulutnya." Hmm,nyamii yank! Enak pooll deh ikan bakar kamu!" Puji Rey sambil mengacungkan jempolnya.


"Hehee,kan mas juga ikutan bakarnya!"


"Tapi bumbunya kan kamu! Jago masak istri cantiknya mas ini!" Puji Rey lagi membuat Siti merona merah.


"Lagi mas?"


"Buat kamu saja yank,mas nanti saja!"


Siti menggeleng. "Hmm,saya suapin!" Siti setengah memaksa suaminya di suapi.


"Hmm,nanti kamu kurang yank!"


"Kan ikannya masih banyak,nasi juga masak banyak!" Terang Siti.


Mereka lalu makan sepiring berdua dengan Siti yang menyuapi suaminya yang masih sibuk membakar beberapa ikan lagi.


NEXT

__ADS_1


160521/16.15


__ADS_2