
Cinta lalu menceritakan kejadian yang dia alami dari sejak dia pulang sekolah sampai dia selesai berbelanja untuk kado bayinya Seno.
"Jadi Cinta tidak tau siapa yang menculik Cinta,hmm?"
"Cinta tidak tau,pa. Orangnya pakai penutup kepala."
"Suaranya?"
"Cinta tidak kenal suara mereka."
"Tapi Cinta yakin tidak di apa-apain kan sempat tidak sadar? Periksa sama oma Layli,ya?" Rey menduga-duga hal yang sangat di takutinya.
"Cinta tidak di apa-apain kok,pa. Badan Cinta tidak ada yang lecet kok."
"Tidak ada yang sakit juga,hmm?"
Cinta menggelengkan kepalanya. "Eehh sakit perut sama kepala saja,pa."
"Sakit perut? Yang mana?" Rey mulai khawatir.
Cinta menunjuk ke perutnya. "Perih,pa tapi sehabis makan jadi rasa sesak,kembung. Cinta langsung makan banyak sih. Laper banget."
Huuhh,sakit karena kelaparan. Rey menarik nafasnya.
"Oh iya,kalau kak Ratna,Cinta juga tidak tau?" Tanya Rey penuh selidik.
"Cinta tidak tau,pa. Bahkan sampai Cinta di temukan oleh Aaron pun,kak Ratna tidak ada." Terang Cinta.
"Aaron? Cinta di temukan oleh Aaron? Kok bisa?" Tanya Rey penuh curiga.
"Hmm,Cinta lupa tanya pa. Cinta lemes banget dari pulang sekolah sampai tadi di temukan Aaron,Cinta kan belum makan."
"Jadi yang culik benar-benar tidak kasih Cinta makan ya?"
"Ada sih pa,Cinta di lempari nasi bungkus tapi Cinta tidak mau! Cinta takut banget pa. Cinta tidak mau lagi keluar. Ada kak Ratna yang jagain juga percuma kan pa." Cinta kembali terisak.
Rey mengepalkan tangannya dan rahangnya pun mengeras.
"Apa mungkin Aaron yang culik kamu,nak?"
"Aaron culik Cinta? Tidak mungkin pa!"
"Kenapa tidak mungkin,nak? Akhir-akhir ini kan dia terus maksa ketemu tapi Cinta tidak mau. Bisa saja kan?"
"Pa,Aaron tidak mungkin tega sama Cinta."
"Hhh,apapun bisa di lakukan untuk mencapai keinginan."
"Aaron tidak begitu,pa. Aaron sayang sama Cinta!"
"Hhm? Jadi kenapa akhir-akhir ini selalu menghindar dari dia?"
"Hmm,Cinta sedang malas saja."
"Malas?"
"Hmm,papa."
"Sejak kapan tidak mau jujur sama papa?"
"Bukan begitu. Cinta memang sedang malas ketemu dia."
"Hmm,orang kalau sekali sudah bohong maka dia akan membuat kebohongan baru lagi. Terus seperti itu. Semoga putri papa yang baik ini tidak begitu ya. .."
"Hmm,papa." Cinta kembali memeluk papanya. "Cinta tidak mau bohong."
"Hmm. . .?"
"Cinta sedang marah sama dia!"
"Kenapa marah? Pasti ada sebabnya."
"Papa jangan marah ya?"
"Loh,kan Cinta yang marah bukan papa."
"Kalau Cinta bilang sama papa,papa janji tidak akan marah?" Pintanya.
"Hmm,Cinta boleh marah ya kalau papa tidak boleh?"
__ADS_1
"Iihh,papa. Janji dulu jangan marah."
"Hhh,iya sayang. Papa tidak akan marah sama putri papa yang cantik ini."
"Hmm,sama Aaron juga jangan marah."
"Loh,tidak bisa begitu. Kalau dia salah masa papa tidak boleh marah?"
"Hhmm,papa. .."
"Kenapa Cinta takut papa marah sama dia,hmm? Cinta suka sama Aaron kan?"
"Hmm,"
"Anak gadis papa sudah mulai menyukai teman pria,ya."
"Hmm,bukan begitu pa. Aaron kan sudah berapa kali tolong Cinta,masa mau di marahin."
"Hhhhh,iya deh papa tidak marah. Jadi?"
"Hmm,jadi apa,pa?"
"Kenapa Cinta marah dan menghindarinya,hmm?"
"Ehm,Aaron. Aaron cium Cinta pa." Jawab Cinta pelan seperti orang yang sedang berbisik.
"Apa? Berani sekali dia!" Ucap Rey dengan nanda tinggi.
"Papa. Tadi janjinya tidak akan marah sama Aaron,kan?" Cinta ngambek.
Hhh. Rey menghela nafasnya berat. Bagaimana cara menjaga anakku dua puluh empat jam. Batin Rey.
"Papa kok diem? Marah kan?"
"Hhmm,ya masa seorang ayah tidak marah anak gadisnya di cium sama lawan jenis?"
"Tuh,kan." Cinta makin ngambek.
"Di belain banget ya pacarnya."
"Iiihh,Cinta tidak pacaran sama Aaron!"
"Minta tolong apa,pa?"
"Kamu jaga diri baik-baik ya nak. Jangan terlalu percaya sama orang yang baru kamu kenal!"
"Iya Cinta tau kok pa. Cinta tidak akan macam-macam. Cinta juga sekarang takut keluar. Kan papa tidak mungkin bisa jagain cinta terus."
"Hmm. Terimkasih ya sayang!"
"Cinta besok tidak sekolah dulu ya pa."
"Hmm,iya nak. Kamu kan masih demam."
"Pa?"
"Hmm,kenapa?"
"Jangan marah sama Aaron ya?"
"Hhh,baiklah? Asal jangan di ulangi lagi! Dan Cinta juga jangan mau ya? Cinta kan masih kecil. Lulus sekolah saja belum."
"Iya pa,Cinta mengerti kok."
"Ya sudah,kamu istirahat ya papa mau pulang dulu. Papa mau ketemu polisi."
"Buat apa ketemu polisi,pa?"
"Mengurus kasus kamu,nak."
"Hmm,jangan bawa Aaron ya pa?"
"Bawa Aaron kemana?"
"Kantor polisi."
"Kalau Aaron tidak salah kenapa di bawa ke kantor polisi?"
"Hmm iya pa."
__ADS_1
"Papa pulang ya!" Pamit Rey seraya mencium pucuk kepala putrinya. " Kamu istirahat dan jangan banyak pikiran.
Rey keluar dari kamar Cinta lalu turun ke bawah. Di bawah ada keluarga ayahnya Cinta.
"Pak Rey,ayo sarapan dulu!" Ajak Fadil.
"Terimakasih pak Fadil,tapi saya harus segera pulang. Banyak yang harus di kerjakan."
"Oh iya pak."
"Saya permisi pak. Assalammualaikum." Pamit Rey.
Rey segera meninggalkan rumahnya Fadil lalu kembali ke rumahnya.
***
Setelah dari rumah,Rey menuju kantor polisi untuk mengabarkan tentang putrinya dan juga menanyakan pelaku yang membawa putrinya.
Ternyata pelaku yang menabrak dan menculik putrinya adalah orang yang sama dan sedang dalam pengejaran.
"Apa? Jadi orang yang sama,pak?" Rey kaget.
"Benar pak Rey. Dan kita sudah mengetahui tempat tinggalnya."
"Alhamdulillah. Terimakasih pak atas kerjanya. Semoga orang itu lekas tertangkap." Ucap syukur Rey.
"Iya,pak."
"Kalau begitu saya permisi dulu,pak. Tolong segera kabari saya kalau ada hal penting. Terimakasih.
"Baik,pak."
Setelah dari kantor polisi Rey pergi ke kantornya.
Tok tok. . . Ada yang mengetuk pintu ruangannya.
"Masuk!" Titah Rey.
"Ada apa mas?"
"Toni,kamu sedang tidak sibuk di luar kan?"
"Hanya mengontrol pembangunan di jalan Delima saja,mas. Yang lain sudah kemarin. Jadi hari ini saya bisa bantu di kantor."
"Hmm,mas minta tolong kamu selidiki anak ini. Rumahnya yang di sini sama yang di luar kota. Keluarganya bagaimana dan sekarang dia kerja di mana?"
Toni mengambil berkas dari tangan Rey yang berisi data seseorang. "Anak ini pernah kerja di sini?"
"Iya beberapa bulan."
"Ok,setelah dari jalan Delima,saya akan mencari info tentang anak ini. Saya pergi dulu,mas." Pamitnya.
"Siapa kamu sebenarnya?" Gumam Rey seraya mengetuk-ngetuk pulpennya ke meja.
.
.
.
.
.
NEXT
Selamat membaca,semoga suka ya. Maaf kalau masih ada typo. Terimakasih ππ
.
.
.
.
.
0630
__ADS_1