Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 130 ( S2)


__ADS_3

Tok tok. Ada yang mengetuk pintu kamar Romi.


"Aku buka pintu dulu ya,bang." Ratna bangkit dari duduknya lalu membuka pintu.


Ceklek. Ternyata papinya Romi.


"Mana Romi?" Tanya Rafael tanpa basi basi lagi.


"Ada,pi." Jawab Ratna pelan.


Rafael langsung masuk ke kamar anaknya. "Papi nanti malam langsung pulang." Ucapnya seraya melirik ke arah Ratna.


"Pulang? Ohh,jadi ini bukan rumah papi ya?" Sahut Romi sinis.


"Hhmm,ok. Rumah ini memang untuk kamu dan Aaron setelah kalian menikah. Dan sekarang bukannya kamu sudah menikah? Jadi ini memang bukan lagi rumah papi!"


"Hhmm,tentu saja. Karena memang ini sebenarnya rumah mami jadi wajar kalau mami memberikan rumah ini untuk anak-anaknya!" Tegas Romi.


"Kamu tidak perlu mengingatkan papi tentang hak itu,Romi!" Ucap Rafael dengan nada tinggi.


"Hhh,apa ada hal lain yang ingin papi bicarakan?"


"Papi akan lama baru datang lagi kesini. Jadi kamu baik-baiklah bersama adik kamu."


"Aku sudah tau!"


"Ratna!" Panggil Rafael.


Ratna yang masih berdiri di dekat pintu buru-buru menghampiri. " Iya,pi."


"Kamu urus yang bener ini suami kamu! Kamu sudah beruntung menjadi menantu di rumah ini. Menjadi menantu orang berada dan terpandang!" Ucap Rafael dengan nada angkuhnya.


"I-iya,pi." Jawab Ratna sambil menundukkan kepala.


"Nanti malam akan ada pengacara yang datang sebelum papi pergi. Kamu siap-siaplah! Hanya ada kamu,papi dan pengacara itu. Kamu mengerti?" Ucapnya seraya melirik ke arah Ratna kemudian segera keluar dari kamar Romi. Tak lama Rafael keluar,Aaron muncul dan berdiri di depan pintu.


"Kak,Ratna?" Panggil Aaron.


"Aaron? Masuk saja." Titah Ratna.


Aaron lalu masuk ke kamar Romi.


"Bang Romi sudah makan?"


Ratna menggeleng lemah. "Belum."


"Hhmm,abang mau makan apa?"


"Abang sedang tidak ingin makan nasi. Belikan saja pizza atau burger."


"Hhmm,nanti magh abang kambuh kalau tidak makan nasi. Aku belikan pizza tapi makan nasi juga ya?"


"Abang sudah tidak berselera!" Tegasnya sambil melirik ke arah Ratna.


Aaron jadi ikut melirik ke arah Ratna. Lama-lama hidungnya mencium aroma masakan di dalam kamar. Lalu Aaron mengedarkan pandangannya. Manik matanya menangkap sepiring nasi beserta lauk dan pelengkapnya di meja di dekat sofa.


Aaron mengernyitkan dahinya. "Itu makanan siapa?"


"Hhmm,tadi kak Ratna yang masak. Ternyata bang Romi tidak suka ikan salmon goreng." Terang Ratna.


"Salmon goreng?" Tanya Aaron kaget.


"Iya. . ."


"Kenapa kakak masakin bang Romi ikan salmon goreng?"


"Hhmm,kata tante Maya bang Romi suka makan ikan salmon goreng. Jadi kakak masakin." Terang Ratna.

__ADS_1


"Apa?" Teriak Aaron dan Romi hampir berbarengan.


"Kamu tidak bohong kan?" Tanya Romi sambil menatap tajam Ratna.


Ratna menggeleng cepat. "Aku tidak bohong bang."


"Kak Ratna tidak mungkin bohong!" Tegas Aaron.


"Kurang ajar!" Ucap Romi penuh emosi.


"Sudah bang,biarkan saja. Nanti aku akan kasih tau kak Ratna apa saja yang boleh dan tidak boleh untuk abang dan di rumah ini." Terang Aaron.


"Biar abang saja yang kasih tau!"


"Hhmm,terserah abang saja. Jadi abang mau aku belikan apa?"


"Ya itu pizza,Aaron!" Jawab Romi kesal.


"Abang juga harus makan nasi!"


"Hhh,terserah kamu!"


"Ya sudah aku pergi dulu." Pamit Aaron lalu keluar dari kamar Romi.


"Kunci pintunya!" Titah Romi setelah Aaron pergi.


"Iya,bang." Ratna mengunci pintu kamar lalu duduk di sisi tempat tidur.


"Mulai sekarang,kamu harus dengarkan semua apa yang aku katakan! Jangan dengarkan orang lain. Kamu mengerti?"


"Iya,bang."


"Sekarang kamu bantu aku mandi!"


"Iya,bang." Ratna lalu memindahkan Romi ke kursi rodanya. Dengan sekuat tenaga dan sangat hati-hati sekali. Lalu mendorong kursi roda ke kamar mandi.


"Aku ingin mandi di bathup,siapkan!" Titah Romi.


"Ayo bantu aku! Kok malah diam saja!"


Ratna lalu membantu Romi berdiri dan hendak memindahkan Romi dari kursi ke dalam bathup.


"Ratna! Kamu pikir aku mandi dengan pakaian lengkap,heehh?" Ucap Romi kesal.


"Mmm,ma-maaf bang." Ucap Ratna gugup. Bagaimana ini? Aku bingung. Batin Ratna.


Ratna lalu mendudukkan lagi Romi di kursi rodanya. Perlahan Ratna membuka satu persatu pakaiaan Romi. Sesekali mata mereka beradu pandang dengan jarak yang sangat dekat membuat wajah Ratna memerah dan jantungnya berdegup kencang.


"Lambat sekali kamu!" Protes Romi.


"Hhmm,bang. Semua di buka ya?" Tanya Ratna malu.


"Masih nanya kamu? Apa semua harus di ajari?"


"Hhmm,maaf bang. Aku bingung."


"Ayo cepat!"


"I-iya bang!"


Ratna lalu membuka semua kain yang menempel di tubuh Romi sampai tak tersisa. Ratna merasa tubuhnya sedikit lemas karena jantungnya yang makin berdegup kencang.


Tanpa Ratna sadari,Romi merasakan sensasi yang tidak ingin dia rasakan. Sial. Umpatnya dalam hati.


Dengan susah payah Ratna membantu Romi masuk ke dalam bathup.


"Keluar! Tinggalkan aku!" Titah Romi.

__ADS_1


"I-iya bang." Ratna buru-buru keluar dari kamar mandi.


"Huhh,untung saja tidak sampai jatuh tadi." Gumam Ratna.


Ratna lalu menunggu sambil duduk di sofa. Setengah jam berlalu,tidak ada tanda-tanda Romi memanggilnya. Bang Romi lama banget mandinya? Apa aku lihat dulu ya. Takutnya kenapa-kenapa. Batin Ratna.


Ratna bangkit dari duduknya lalu berjalan ke arah kamar mandi. Saat tangannya hendak meraih gagang pintu,Ratna jadi ragu-ragu lalu mengurungkan niatnya.


"Aku tunggu di depan pintu sajalah supaya kalau bang Romi manggil,aku bisa dengar dengan jelas jadi bang Romi tidak menunggu lama." Gumam Ratna.


Sepuluh menit kemudian. "Ratna!" Teriak Romi dari dalam kamar mandi.


Ceklek. Ratna buru-buru masuk ke kamar mandi.


"Iya,bang." Ratna berdiri di samping bathup.


"Aku mau bilas."


"Bilas? Iya bang."


Ratna lalu membantu Romi turun dari bathup. Busa sabun yang berlimpah ikut menempel di pakaian Ratna.


Ratna lalu mendudukkan Romi ke kursi roda.


"Aku ingin bilas,Ratna. Kenapa malah duduk di kursi roda?" Protes Romi.


"Iya,bang. Aku dorong pakai kursi roda agar tidak jatuh." Terang Ratna karena bathup dan shower berjarak lebih satu meter. Ratna takut Romi jatuh kalau dia tidak hati-hati.


"Ayo cepat!"


Ratna mendorong kursi roda Romi ke arah shower lalu membantunya berdiri dan bersandar di dinding kamar mandi. Romi menghidupkan shower. Dan. . . Kucuran airnya juga mengenai Ratna yang masih menopang tubuh Romi agar tidak jatuh. Posisi mereka yang seperti sedang berpelukan membuat Ratna jadi salah tingkah dengan wajah memerah. Belum lagi degup jantungnya yang makin kencang.


Romi kembali merasakan sesuatu yang ingin dia tahan hingga pikirannya menjalar kemana-mana. Tapi sekuat tenaga dia tahan. Tidak! Tidak,Romi. Suara hatinya saling bertentangan.


.


.


.


.


.


.


.


.


NEXT


Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya baik like,komen gift atau kalau mau juga vote. Terimakasih. 😍😍😍


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


1010


__ADS_2