Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 79


__ADS_3

"Mas,bangun mas!" Siti mengguncang-guncangkan bahu suaminya. "Mas!"


Rey menggeliat,lalu membuka matanya separuh sambil menahan kantuk. "Kenapa yank?" Tanyanya malas-malasan.


"ASInya sudah keluar nih,baru dikit sih!" Jawab Siti antusias,wajahnya berbinar bahagia.


Rey langsung bangun. Dia duduk sambil menoleh ke arah istriya. "Masa yank?"


"Iya mas!" Jawabnya dengan senyum semringah.


"Alhamdulillah yank! Akhirnya Putri bisa juga dapat ASI!" Ucap Rey. "Lihat,sepertinya dia kelaparan!"


"Iya mas. Awalnya belum ada. Eh setelah setengah jam keluar dikit makin lama makin banyak!"


"Itu karena dede sama mamanya pantang menyerah,akhirnya berhasil juga!"


"Hehehe,iya. Mas juga kasih kita semangat terus!" Ucap Siti. "Ya sudah mas tidurlah lagi!"


"Hmm,kamu itu yank! Ngantuk mas sudah ilang ini!" Keluh Rey.


"Mending sholat malam deh mas." Usul Siti.


"Hmm." Rey lalu turun dari kasur dan berjalan ke kamar mandi.


Setelah setengah jam,dia berniat kembali tidur. Ternyata istri dan bayinya juga sudah tertidur.


***


Pagi-pagi sekali di depan rumah terdengar suara gaduh hingga bayinya yang baru saja tertidur dalam gendongan Siti terbangun karena posisi balkon kamar Siti tepat menghadap ke pagar rumah.


"Mas,ada apa di luar?" Tanya Siti pada suaminya yang baru keluar dari kamar mandi.


"Hmm,iya yank kok suaranya ramai sekali ya. Mas lihat dulu!" Ucap Rey yang segera keluar dari kamar.


Rey turun ke bawah lalu keluar rumah. Di depan pintu pagar,pak satpam sedang bertengkar dengan dua orang laki-laki.


"Ada apa,pak?" Tanya Rey.


"Ini den ada tamu minta masuk padahal sekarang kan baru jam lima." Jawab pak satpam.


"Rey,tolong bukain pintu!" Teriak seseorang yang ternyata paman Supri.


"Paman?" Tanya Rey kaget. Ada apa jam segini sudah bertamu. "Pak,tolong buka pintunya!" Titah Rey pada pak Satpam.


"Baik den!" Pak satpam mengangguk lalu membuka pintu pagar.


Setelah paman Supri dan Radit masuk,paman langsung menarik tangan Rey.


"Rey,tolong ikut paman ke kantor polisi sekarang!" Pinta paman sambil memohon.


"Ada apa jam segini ke kantor polisi,paman?" Tanya Rey malas.


"Rania! Rania belum bisa bebas dan kata petugas,dia sedang sakit. Muntah-muntah! Tolong bantu paman,Rey. Paman tidak bisa masuk tadi.


"Iya kan belum jam besuk,paman. Lagipula mungkin besok dia sudah bebas. Paman sabar saja!"


"Tapi Rania sakit,Rey!"


"Hmm,paman dengar. Saya juga ada kerjaan pagi ini,sebentar lagi saya harus ketemu orang! Kalau paman mau,mungkin nanti siang saya baru bisa ke kantor polisi."Ucap Rey.

__ADS_1


"Siang? Bagaimana nasib Rania,Rey?"


"Paman,Rania hanya muntah-muntah kan? Mungkin karena dia tidak mau makan jadi sakit. Siti waktu itu sampai tidak sadar!" Ucap Rey dengan penekanan karena sangat kesal.


Paman menunduk dan diam beberapa menit. "Maafkan paman." Ucapnya lirih.


"Nanti siang saya ke kantor polisi. Harusnya paman bisa urus sendiri,saya sudah bicara sama polisi kalau Siti tidak melanjutkan lagi kasusnya." Terang Rey.


"Hmm,baiklah Rey. Terimakasih." Ucap paman kemudian berlalu dari sana di ikuti oleh putranya Radit.


Rey masuk kambali ke rumah. Mamanya sudah ada di depan pintu.


"Kenapa lagi itu pamannya Siti?" Tanya mama ketus.


"Hmm,Rania muntah-muntah ma." Jawab Rey.


"Cuma muntah-muntah sudah heboh,gimana Siti kemarin? Dasar!" Ucap mama sinis sambil berlalu ke dapur. "Sarapan sebentar lagi siap,Rey. Panggil Siti dan Cinta!" Teriak mama.


"Iya ma!"


Rey setengah berlari naik ke atas,ke kamarnya.


"Yank,Putri sudah mandi?" Tanya Rey saat sudah sampai di kamarnya.


"Sudah mas,tadi mama yang mandiin!" Jawab Siti. "Tadi siapa yang rame-rame di luar?"


"Hmm,paman Supri sama Radit mau masuk tapi di larang oleh pak satpam." Jawab Rey.


"Paman? Ada perlu apa paman pagi-pagi ke sini?" Tanya Siti heran.


"Rania muntah-muntah dan paman belum bisa menemuinya. Dia minta mas ikut ke kantor polisi.


"Rania muntah-muntah? Hmm kasihan mas!" Ucap Siti dengan wajah sedih.


"Hmm,iya mas."


"Sudah berapa kali mas bilang,kamu cukup pikirkan anak-anak kita saja yank! Jangan mikir yang berat-berat nanti ASI kamu susah lagi keluarnya kan kasihan Putri. Kamu ngerti kan yank?"


"Iya mas,ngerti kok!"


"Hmm,ya sudah kita turun dulu sarapan. Putrinya taruh di bounchernya yang di ruang keluarga biar di jagain bibi!" Titah Rey yang di beri anggukan oleh Siti.


Mereka lalu turun bersama setelah menjemput Cinta di kamarnya.


"Cinta sekarang sudah pinter ya mandi dan pakai baju sekolah sendiri." Puji Rey yang melihat putrinya sudah siap saat di jemput di kamarnya.


"Iya pa. Sejak punya adik bayi,Cinta belajar sendiri. Kalau ada yang susah baru deh minta bantu." Celotehnya.


"Anak papa emang pinter!" Ucapnya sambil mengelus lembut kepala Cinta.


Siti menidurkan bayinya di bouncer di jagain sama bibi di ruang keluarga. Lalu dia ikut menyusul sarapan bersama.


Di meja makan sudah ada mama,papa,dan juga adiknya Seno.


"Ayo Cinta,Siti,makan yang banyak!" Titah papa.


"Iya Siti biar ASImu keluar." Mama ikut menimpali.


"ASInya sudah keluar semalam,ma." Ucap Siti.

__ADS_1


Mama dan papa langsung menoleh ke arahnya.


"Oh ya? Alhamdulillah!" Ucap mama tersenyum penuh syukur. Papa ikut tersenyum.


"Kamu banyakin makan sayur ini,Siti!" Tunjuk mama ke mangkok sayur katuk. "Mama sengaja suruh bibi masakin khusus untuk kamu!" Tambahnya.


"Iya ma."


Selesai sarapan,mereka berkumpul di ruang keluarga.


"Rey,tadi sepertinya papa dengar ada rame-rame di luar. Ada siapa?" Tanya papa. Mama dan Seno langsung menoleh ke arahnya.


"Hmm,tadi ada paman Supri pa."


"Loh,ada perlu apa? Pagi-pagi lagi?"


"Rania muntah-muntah dan paman tidak boleh menemuinya. Jadi minta tolong Rey,pa." Terang Rey.


"Hmm,kamu kan harus ketemu klien baru kamu,siapa namanya papa lupa!"


"Bu Irene,pa." Seno yang menjawab.


Papa mengernyitkan dahinya."Irene? Papa baru dengar."


"Iya,dia asisten barunya pak Alif!" Jawab Rey.


"Hmm,asisten baru pak Alif? Dulu keponakannya Adit kan ya."


"Iya,pa."


"Oh yasudah. Jangan sampai telat Rey!"


"Iya pa. Rey sama Seno berangkat dulu ma,pa. Mau antar Cinta juga ini." Pamit Rey.


"Iya,kalian hati-hati di jalan ya!" Pesan papa.


"Yuk!" Ajak Rey.


"Mau antar mas ke depan dulu,ma,pa!" Pamit Siti yang di beri anggukan oleh mama.


"Mas,nanti mau ke kantor polisi jam berapa? Jangan lama-lama ya kasian Rania." Ucap Siti.


"Ya mas belum tau yank. Moga pekerjaan mas cepat selesai jadi bisa cepat ke kantor polisi." Terang Rey.


"Apa tidak bisa Rania bebas hari ini mas?"


"Mas belum tau yank! Kamu lupa yang mas bilang,hmm? Jangan mikirin yang tidak penting! Ingat Putri!" Tegas Rey.


"Iya mas,inget kok! Ya sudah hati-hati di jalan ya!" Siti mencium punggung tangan suaminya dan Rey mencium dahi Siti.


"Cinta sekolah dulu ya ma!" Pamit Cinta lalu mencium tangan Siti.


"Seno kerja dulu mbak."


"Kalian hati-hati di jalan!"


Rey,Seno dan Cinta segera naik ke mobil.


"Daaahhh!" Seru Siti sambil melambaikan tangannya.

__ADS_1


NEXT


300521/18.40


__ADS_2