Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 118 ( S2 )


__ADS_3

Kedua orangtua Ratna akhirnya dapat memaafkan Ratna dan mengijinkan Ratna untuk menikah di kota mengingat kondisi calon pengantin pria.


"Ratna pergi dulu ya,bu. Maafkan Ratna." Pamit Ratna seraya memeluk ibunya yang masih terisak.


"Kamu baik-baik di rumah pak Rey,ya nak. Kalau ada apa-apa jangan tidak memberi kabar."


"Iya bu." Ratna melepaskan pelukannya.


"Nak Rey,saya titip anak saya." Ucap ayahnya Ratna.


"Iya,pak. Saya akan berusaha menjalankan amanah bapak. Nanti satu minggu sebelum hari H,kita akan kabari lagi." Ucap Rey.


"Kalian hati-hati di jalan."


"Kita pamit dulu pak,bu. Ini sudah siang." Pamit Rey.


Rey dan Ratna pun segera naik ke mobil. Ratna melambaikan tangannya ke arah orangtuanya.


"Ratna,bagaimana perasaan kamu setelah berterus terang pada orangtua kamu?"


"Hmm,saya merasa lega pak. Tidak harus menutupi masalah besar yang hanya akan membebani hidup saya."


"Iya,memang berterus terang itu lebih baik. Hati kamu juga lebih tenang."


"Terimakasih,pak Rey. Sudah repot mengantar saya bertemu kedua orangtua saya. Sampai pak Rey tidak kerja hari ini."


"Sama-sama. Kebetulan hari ini di kantor hanya ada sedikit pekerjaan. Setelah mengantar kamu ke rumah,saya akan langsung ke kantor."


"Iya,pak."


"Yang penting kamu jaga kesehatan kamu dan juga kandungan kamu supaya saat hari H,kamu tidak sakit."


"Iya,pak. .." Sahut Ratna.


Beberapa saat mereka hanya diam. Rey fokus mengemudi sementara Ratna menyandarkan kepalanya ke samping jendela mobil sambil menatap ke jalanan.


Aku memang menyukai mas Angga sejak pertemuan pertama. Tapi tidak pernah terlintas harapan untuk menikah dengannya karena aku tau siapa aku dan siapa mas Angga. Aahhh,aku masih terbiasa memanggilnya mas Angga. Begitu Cintanya dia terhadap istrinya pak Seno sampai-sampai bisa berbuat sejauh ini. Sampai tega mengorbankan aku yang tidak tau apa-apa. Batin Ratna.


Jam sudah menunjukkan pukul dua siang. Tidak terasa mobil Rey sudah memasuki halaman rumah. Ratna segera turun dengan membawa sedikit barangnya dari desa.


Siti keluar dari rumah lalu berdiri di teras menyambut sang suami pulang. "Alhamdulillah mereka sudah pulang." Gumam Siti.


"Ratna?" Sapa Siti.


"Assalammualaikum. . ." Ucap Ratna.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Siti.


Ratna lalu mencium punggung tangan Siti. "Kamu langsung istirahat saja ya di kamar."


"Iya bu,saya permisi dulu." Pamit Ratna kemudian berlalu dari hadapan Siti.


Rey menghampiri Siti. "Mas,sudah makan siang?" Tanya Siti.


"Sudah yank,tadi makan siang di jalan. Kamu tadi makannya banyak kan?"


"Yah lumayan,mas."


"Oh iya,mas mau langsung ke kantor sebentar nih. Tidak apa-apa ya mas tinggal lagi?"


"Iya,mas. Hati-hati di jalan ya." Ucap Siti seraya mencium punggung tangan Rey. Rey lalu mencium perut Siti yang sedikit buncit.


***


Sore hari Siti sedang menunggui anak-anak yang sedang berenang di kolam renang di samping rumah. Sambil membaca majalah di temani cemilan buah segar. Ratna datang menghampirinya.


"Bu. ." Sapa Ratna yang berdiri tidak jauh dari Siti.

__ADS_1


Siti menoleh. "Ratna,ayo duduk sini. Kamu jangan di kamar terus. Ini ada buah."


Ratna lalu duduk di kursi yang ada di sebelah Siti. "Cinta tidak datang lagi ya bu?"


"Cinta memang tidak tiap hari menginap di sini."


"Hhmm,waktu Cinta datang saya malah sibuk dengan masalah saya sendiri jadi tidak sempat ngobrol sama dia."


"Kalau kamu mau telpon saja,mungkin dia mau menginap lagi di sini."


"Hhmm,mungkin hari sabtu ya bu."


"Iya,biasanya menginap di sini sabtu minggu."


"Hhmm,saya baru tau bu kalau ternyata Aaron itu adiknya Angga,hmm maksud saya Romi."


"Iya Ratna,saya juga baru tau saat Cinta di culik itu."


"Cinta tau,kalau yang culik dia kakaknya Aaron,bu?"


"Sepertinya Cinta tidak tau kalau yang menculiknya adalah kakaknya Aaron. Karena suami saya juga tidak cerita. Cinta belum pernah bertemu dengan Romi."


"Jadi Cinta juga tidak tau kalau Angga itu adalah Romi."


"Iya,tidak tau."


"Tapi yang membawa Cinta pulang kan Aaron,bu."


"Iya. Dan Aaron tidak bilang sama Cinta kalau yang menculik Cinta adalah kakaknya sendiri. Romi membawa Cinta dan menyembunyikannya di paviliun di rumah Aaron."


"Tapi Cinta tidak apa-apa kan bu? Maksud saya. . ."


"Alhamdulillah. Cinta bilang kalau dia tidak di apa-apain. Dan tidak ada yang sakit ataupun lecet di tubuhnya." Terang Siti.


"Alhamdulillah bu. Semoga Aaron benar-benar anak yang baik.


"Aamiin. Kalau saya lihat,Aaron memang anak yang baik. Dia sangat perhatian pada Cinta."


"Iya. Sampai kita pikir kalau mereka pacaran padahal tidak."


"Cinta memang bilang kalau dia belum boleh pacaran oleh papanya."


"Iya Ratna. Dan semoga kelak suami kamu juga bisa jadi orang yang baik ya. Sudah tidak ada lagi dendam dan sakit hati terhadap Seno dan istrinya. Semoga Romi bisa berubah menjadi baik seperti Aaron."


"Romi itu kakaknya Aaron yang baru kecelakaan ya ma?" Cinta tiba-tiba sudah berdiri di dekat mereka.


Siti dan Ratna langsung menoleh ke arah Cinta. "Sayang,sejak kapan kamu berdiri di situ?" Tanya Siti.


"Sejak mama sama kak Ratna bahas tentang Aaron dan kakaknya. Jadi kak Ratna mau menikah sama kakaknya Aaron ya?"


"Hhmm,iya sayang."


"Kok Cinta tidak di kasih tau?"


"Hhmm,nikahnya belum pasti tanggalnya nak. Belum di daftarkan." Siti beralasan.


"Tapi kan sudah ada rencana,Cinta sampai tidak tau " Cinta terlihat cemberut.


"Sini duduk dekat mama. Mama ceritain ya."


Cinta mendekat lalu duduk di dekat mamanya.


"Kak Ratna memang mau menikah sama kakaknya Aaron. Kamu setuju kan?"


"Cinta sih setuju saja kalau kak Ratnanya mau,ma. Tapi kak Ratna tidak pernah cerita kalau pacaran sama kakaknya Aaron?"


"Kak Ratna memang tidak pacaran sama kakaknya Aaron,Cin."

__ADS_1


"Tapi kok mau menikah?"


"Mama sama papa kan juga tidak pacaran tapi menikah." Jawab Siti.


"Hhmm,iya sih." Sahut Cinta.


"Menikah tidak harus pacaran dulu. Kalau memang jodohnya ya menikah saja. Seperti mama sama papa kan,kak." Terang Siti.


"Hhmm. . . Cinta belum pernah ketemu kakaknya Aaron."


Deg,kalau Cinta tau yang sebenarnya bagaimana ya?" Batin Siti.


"Kak Ratna,nanti kenalin donk Cinta sama calonnya kak Ratna,ya?"


"Iya Cin,pasti kak kenalin kok."


"Hhmm,tapi dia sudah sembuh kan kak?"


"Alhamdulillah sudah pulang ke rumah."


"Alhamdulillah. Cinta seneng kak Ratna menikah dengan kakaknya Aaron. Pasti dia orangnya baik."


"Iya sayang. Kamu sudah makan? Tidak ingin berenang juga sama adek?" Tanya Siti untuk mengalihkan pembicaraan agar Cinta tidak terus bertanya.


"Cinta sudah makan,ma. Cinta capek,males renang. Sudah sore juga ,Cinta mau mandi dulu ya ma."


"Ya sudah kamu mandilah. Adek-adek juga mau mama suruh mandi."


"Daahh,kak Ratna." Cinta berlalu dari sana seraya melambaikan tangannya pada Ratna.


"Untung Cinta tidak banyak tanya lagi. Bingung juga mau jawabnya."


"Iya,bu. Cinta kan juga belum tau kalau Angga itu adalah Romi,kakaknya Aaron."


"Apalagi kalau sampai tau yang sudah menculiknya adalah kakaknya Aaron." Ucap Siti.


"Maksudnya? Yang culik Cinta waktu itu kakaknya Aaron? Calon suami kak Ratna?" Cinta ternyata kembali lagi dengan wajah kaget dan memerah.


.


.


.


.


.


.


.NEXT


Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya. Terimakasih. 😍😍


.


.


.


.


.


.


0606

__ADS_1


.


__ADS_2