Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 132 ( S2 )


__ADS_3

Ratna baru saja selesai sholat maghrib,lalu menyimpan lagi alat sholatnya ke dalam tas. Ratna mendekati Romi yang sedang asik dengan handphonenya. "Bang,aku anter ke kamar mandi,yuk." Tawar Ratna.


Romi melirik sekilas ke arah Ratna. "Nanti!"


"Hhmm,waktu maghrib kan pendek,bang."


Romi melirik lagi ke arah Ratna tapi dengan tatapan tajamnya. "Kamu tidak lihat kondisiku begini,heh?"


"Hhmm,kan bisa sambil duduk nanti aku bantu bang."


"Kamu mau ngatur aku,ya?"


Ratna menggeleng cepat. "Tidak,bang. Aku hanya mengingatkan." Terang Ratna pelan.


"Mengingatkan apa menceramahi? Sudah sana jangan ganggu aku!" Usirnya.


Ratna lalu berjalan ke arah sofa lalu duduk di sana. "Hhmm,aku kirim pesan saja ke Cinta ah,sedang apa anak itu. Apa masih ngambek sama Aaron? Aahh Aaron,semoga kamu sabar ya menghadapi Cinta. Itu resiko mendekati gadis yang baru beranjak remaja." Gumam Ratna sambil tersenyum menatap handphonenya. Tanpa Ratna sadari,ada sepasang mata yang tengah memperhatikannya.


Tok tok. Ada yang mengetuk pintu kamar Romi.


Ratna bangkit dari duduknya lalu menoleh ke arah Ratna. "Bang,aku bukain pintu ya?"


"Hhmm." Sahut Romi tanpa menoleh.


Ratna segera membuka pintu. Ternyata yang mengetuk pintu adalah bibi yang tadi membantu Ratna membawa barang-barangnya saat baru sampai di rumah Romi.


"Bibi?"


"Non,waktunya makan malam. Yang lain sudah menunggu." Terang bibi.


"Iya,bi. Terimakasih. Kita segera ke sana." Sahut Ratna lalu menutup kembali pintu kamar kemudian menghampiri Romi.


"Bang,kata bibi waktunya makan malam."


"Hhhmm." Sahut Romi.


Ratna menyiapkan kursi roda ke samping tempat tidur. Perlahan dia bantu Romi duduk di kursi roda lalu mendorong kursi roda Romi ke ruang makan.


Semua orang yang sudah duduk di meja makan langsung menatap ke arah Ratna dan Romi. Ratna buru-buru menundukkan kepalanya. Karena Romi duduk di kursi roda,jadi satu kursi di pindahkan ke tempat lain. Ratna duduk di sebelah Romi. Tak lama,Ratna mencuri pandang ke arah semua orang saat semua orang sedang sibuk dengan piringnya masing-masing. Ternyata Aaron tidak ada di antara mereka. Aaron kemana ya. Batin Ratna.


Ratna lalu mengambilkan nasi dan lauk untuk Romi dan juga untuk dirinya sendiri. Ratna sengaja makan sedikit agar cepat selesai dan juga memilih menu yang tidak beraroma kuat agar perutnya tidak mual.


"Kamu dikit sekali makannya,diet ya?" Celetuk tanta Maya.


Ratna menoleh lalu tersenyum saja,tidak mau menanggapi omongannya. Ratna makan perlahan.


Selesai makan malam,semua keluarga Romi kembali ke kamar masing-masing. Begitupun dengan Romi.


Baru saja sampai di depan pintu,papi Romi mendekati mereka. "Romi,kamu ikut papi ke runag kerja!" Titahnya.


"Iya,pi." Jawab Romi. "Antar aku ke ruang kerja!" Titah Romi pada Ratna.


"Iya,bang. Sebelah mana?"


"Ikuti saja petunjukku!" Jawab Romi.

__ADS_1


Ratna lalu mendorong kursi roda Romi ke ruang kerja.


Tok tok. Romi mengetuk pintu.


Ceklek. Pintu terbuka dari dalam.


"Kamu kembalilah ke kamar lebih dulu!" Titah Rafael sambil melihat ke arah Siti.


"Iya,pi." Jawab Ratna yang segera berlalu pergi dari sana lalu kembali ke kamar Romi.


"Hey,Ratna! Apa tujuan kamu nikahi bang Romi? Pasti karena kamu mengincar harta warisannya kan?" Tiba-tiba Mia dan tante Maya ada di belakang Ratna.


"Maaf,saya di suruh papi langsung kembali ke kamar." Sahut Ratna yang tidak ingin menanggapi mereka.


"Tentu saja karena harta,apalagi. Walaupun Romi tampan,kalau lumpuh,tidak akan ada perempuan yang mau!" Celetuk istri muda Rafael yang baru datang menghampiri mereka.


Aku harus bagaimana ini? Aku tidak boleh menanggapi mereka. Batin Ratna. " Maaf,saya harus segera kembali ke kamar." Ucap Ratna seraya menundukkan kepalanya lalu bergegas ke kamar Romi lalu menguncinya dari dalam.


"Huuhh,untung saja mereka tidak memaksaku." Gumam Ratna lalu duduk di sofa. Hhh,Aaron mana sih? Aku merasa tidak nyaman kalau tidak ada Aaron. Batin Ratna.


Satu jam Ratna menunggu."Aku sholat dulu deh." Gumamnya lalu pergi ke kamar mandi mengambil wudhu. Ratna lalu sholat. Selesai sholat,Ratna berbaring di tempat tidur.


"Bang Romi kok lama? Aku ngantuk banget. Badan rasanya kok capek semua ya." Gumam Ratna.


Karena kelelahan,dalam waktu lima menit Ratna sudah nyenyak. Ratna seperti sedang bermimpi berduaan dengan Romi di kamarnya. Di dalam mimpi,Romi begitu lembut dan romantis padanya. Hingga Ratna merasa begitu bahagia. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu. Ratna hanya menoleh tanpa ada niat untuk membuka pintu karena dia tidak ingin momen kebahagiaannya dengan Romi terusik.


Makin lama ketukan di pintu makin keras. Dan Romi tiba-tiba menghilang. Bang Romi kemana? Batin Ratna.


Karena suara ketukan yang makin keras dan terus-terusan akhirnya Ratna terbangun dengan kaget. "Ya Allah,hanya mimpi ternyata." Gumam Ratna yang belum sadar kalau ketukan di pintu bukanlah mimpi.


"Astagfirullah. Beneran ada yang ketuk pintu." Gumam Ratna lalu buru-buru turun dari tempat tidur dan segera membuka pintu.


Ceklek. Romi ada di balik pintu dengan wajah merah karena marah. Tatapan matanya pun seakan ingin membunuh Ratna. "Bang?"


"Ayo dorong!" Titah Romi.


Ratna langsung mendorong kursi roda Romi masuk ke kamar.


"Kunci pintunya!"


Ratna pun menurut,cepat-cepat mengunci pintu kamar lalu mendorong kursi roda Romi ke arah tempat tidur.


"Aku ingin ke kamar mandi!" Titah Romi.


Ratna lalu mendorong kursi roda Romi ke kamar mandi. Setelah selesai,Ratna kembali mendorong kursi roda ke kamar lalu membantu Romi pindah ke tempat tidur.


"Sedang apa kamu tadi,heehh? Buka pintu kok lama sekali?" Tanya Romi emosi.


"Maaf bang,aku tadi ketiduran." Jawab Ratna sambil menunduk,takut melihat roman wajah Romi.


"Baru jam segini sudah tidur,kamu."


"hhmm,maaf bang. Abang mau aku ambilkan minum?"


"Tidak usah. Aku mau tidur." Tolak Romi.

__ADS_1


"hhmm,bang. Boleh aku tidur di sini?" Tanya Ratna hati-hati.


Romi meliriknya. "Tidur sebelah sana,jangan dekat-dekat!"


Ratna cepat mengangguk." Iya bang." Ratna lalu tidur di sebelah Romi tapi dengan berjarak. Karena ukuran ranjang Romi yang king size.


Tidak sampai lima menit sudah terdengar suara dengkuran halus Ratna.


"Cepat sekali dia tertidur." Gumam Romi sambil melirik ke arah Ratna.


Romi mencoba memejamkan matanya tapi terasa sulit. Tanpa sadar,Ratna membalik badannya menghadap ke Romi dengan kakinya yang hampir menyentuh Romi. Tapi dengan cepat Ratna merubah lagi posisi tidurnya.


Ratna tidur dengan gelisah terlihat dari bebarapa kali merubah posisi tidurnya. Ratna yang memakai pakaian tidur semacam babydoll dengan celana panjang dan pakaiannya pun bertangan panjang. Tanpa sengaja,pakaian tidur Ratna terangkat sedikit hingga ke perut. Manampakkan perut putihnya yang masih rata karena kehamilan yang baru dua bulan lebih.


"Dia sengaja ya memperlihatkan perutnya?" Gumam Romi kesal. Dan tidur Ratna yang terlihat gelisah membuat Romi susah untuk tertidur. Belum lagi Ratna yang sesekali mengusap-usap perutnya hingga makin terekspose jelas.


"Dia ini sengaja ya?" Romi makin kesal karena Ratna membuat Romi merasakan sensasi dalam dirinya yang tidak ingin dia rasakan. Romi lalu menutupi setengah wajahnya dengan bantal. "Sial!" Gumamnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.NEXT


Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya baik like,komen gift atau kalau mau juga vote. Terimakasih. 😍😍😍


.


.


.


.


.


.


.


.


0404

__ADS_1


__ADS_2