Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 60 (S2)


__ADS_3

Setelah melihat Aaron benar-benar pergi,Rey masuk kembali ke rumah. Di lihatnya Cinta kembali berkumpul di dekat adik-adiknya bermain tenda.


"Siapa Rey?" Tanya oma.


"Hmm,teman Cinta ma." Jawab Rey lalu kembali duduk di sofa.


"Sepertinya Seno pernah lihat anak itu,mas." Seno terlihat sedang berfikir. " Hmm,dia kan. ." Seno tidak meneruskan ucapannya.


"Iya." Jawab Rey yang mengerti maksud Seno.


"Siapa?" Tanya oma lagi.


"Hmm,karyawan di kantor." Jawab Rey.


"Karyawan kantor? Cinta berteman dengan karyawan di kantor kita?" Tanya oma Asti kaget.


"Iya ma."


Oma Asti menggelengkan kepalanya. "Kok bisa sih? Cinta kok mau?"


"Ma,tidak apa-apa. Hanya berteman saja. Lagipula dia kelihatannya baik,kok." Terang Rey.


"Hhmm,tau dari mana kamu kalau anak itu baik? Mungkin mendekati Cinta karena tau Cinta anak kamu! Kok tidak kamu larang,Rey!" Oma Asti terlihat tidak suka.


"Ma,bagaimana pun dia pernah menolong Cinta. Rey tidak mungkin bersikap tidak baik padanya."


"Menolong Cinta? Menolong dari apa?" Tanya oma lagi.


Hhh,Rey menarik nafasnya kasar. Lalu menceritakan kejadian yang menimpa putrinya itu.


Semua yang mendengar jadi kaget. Terlebih oma Asti. Wajahnya terlihat berubah. Dia seperti menahan tangis.


"Jadi anak itu yang sudah menolong Cinta,mas?" Tanya Seno yang di berikan anggukan oleh Rey.


"Semua salah mama. Mama yang jadi penyebab semua penderitaan Cinta!" Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Sudah ma,tidak perlu di ingat. Semua sudah berlalu." Hibur Rey.


"Maksud oma apa?" Cinta tiba-tiba sudah di dekat mereka.


Oma Asti menoleh. Lalu berdiri dan memeluk Conta erat-erat. "Maafkan oma ya. Oma sudah bersalah sama kamu. Tapi sungguh,oma benar-benar tidak tau kalau kamu sudah tumbuh di perut bunda kamu,Cin."


"Cinta tidak mengerti maksud oma."


"Ma,sudah. Jangan buat Cinta kembali bersedih. Sekarang tugas kita adalah menjaga dan menyayanginya!" Ucap opa.


"Iya ma. Kita semua bersalah di masa lalu. Biar itu jadi pelajaran. Sekarang kita pikirkan masa depan Cinta. Yang terbaik." Rey lalu memeluk Cinta penuh kasih sayang. "Kamu mau kan maafin kita semua,nak?"


"Papa,oma sama opa benar-benar sayang sama Cinta?"


"Tentu saja,nak! Kami sayang sama Cinta. Sama seperti pada Putra dan Putri!" Ucap opa dengan penekanan.


"Hmm,terimakasih opa,oma."


"Kalau ada masalah apapun,kamu cerita sama oma ya! Sebisa mungkin oma akan bantu kamu:" Ucap oma sambil mengusap lembut pucuk kepala Cinta.


"Putra ngantuk!" Tiba-tiba Putra sudah menarik-narik tangan papanya.


"Hmm,si tampan ini sudah mau tidur ya?"


"Tidur sama papa!" Ucapnya manja.


"Hmm?" Rey menoleh ke arah istrinya yang hanya senyum-senyum saja.


"Ayo,pa!" Putra memaksa.


"Hhhh,ayo." Ucap Rey pasrah. Gagal deh malam mingguan sama istri. Batinnya.


"Cinta juga mau ke kamar. Putri tidur sama kak Cinta ya!" Ajaknya pada Putri.


"Iya,kak." Sahut Putri antusias.


"Kita juga mau istirahat dulu." Pamit Seno.


"Oh iya." Sahut oma.


Semua keluarga pergi ke kamar masing-masing.

__ADS_1


***


Di kamar Cinta. "Kakak,ini tas baru ya?" Tanya Putri melihat tas yang baru Cinta beli beberapa hari yang lalu.


"Iya,dek. Bagus ya?"


"Iya kak,bagus. Kakak beli sama bunda?"


"Kakak beli sendiri,dek."


"Kakak boleh pergi belanja sendirian?" Tanya Putri kaget.


"Kakak di temani sama kak Ratna."


"Oohh. Putri sudah lama tidak di ajak belanja. Putri bosan di rumah,kak."


"Hmm,bagaimana kalau besok kita ajak papa sama mama belanja?" Usul Cinta.


"Eh,iya kak!" Putri bersorak.


"Dah yuk,kita tidur."


Tiba-tiba handphone Cinta berdering. Aaron. "Dek,kakak jawab telpon dulu ya. Kamu tidur duluan gih."


"Iya kak." Putri pun segera pergi tidur.


Cinta lalu duduk di sofa agar tidak mengganggu Putri yang sedang tidur.


"Hallo. . ."


"Hmm,ada apa?"


"Aku baru mau tidur."


"Iiihh,baru juga tadi ketemu masa sudah kangen."


"Hmm,bohong!"


"Tapi kita tidak pacaran,lho. Kamu dengar kan tadi papa Cinta bilang apa?"


"Backstreet? Apa tuh maksudnya?"


"Hmm,kan Cinta sudah bilang belum boleh pacaran jadi Cinta tidak akan pacaran sama siapa-siapa kok!"


"Hmm,mana tau."


"Hmm,memangnya kamu mau nunggu Cinta tiga tahun lagi?"


"Apaa? Nikah?"


"Iiihh,papa bilang 3 tahun lagi itu boleh pacaran bukan boleh nikah!"


"Iihh,siapa juga yang mau ambil Cinta?"


"Kan Cinta sudah bilang,pacarannya tunggu kuliah jadi tiga tahun lagi,eh tidak sampai tiga tahun lagi sih."


"Hmm,Cinta tidak tau."


"Yah siapa tau kamu yang tidak bisa nunggu Cinta."


"Ya mungkin kan. Secara kamu. . ."


"Sudah ah ngerayu terus."


"Hmm,"


"Hmm,i iya."


"Iya,ya iya."


"Iiihh. Cinta mau tidur nih,ngantuk."


"Hmm,memangnya bisa mimpi semau kita?"


"Iiihh,dasar. Dah ya,ngantuk."


"Iya. Bye."

__ADS_1


Cinta memutuskan panggilan telponnya.


"Apa Aaron beneran ya mau nunggu Cinta tiga tahun lagi? Kalau backstreet lalu ketauan sama papa,bisa marah banget papa di bohongi sama Cinta. Hmm,tapi dia tadi tampan sekali. Beda banget saat pake seragam cleaning service." Gumam Cinta sambil senyum-senyum sendiri.


***


Di kamar Seno.


"Mas,aku baru tau tentang Cinta. Kasihan ya mas. Apalagi ada kejadian seperti itu,beruntung dia tidak trauma."


"Hmm,iya. Tapi dia trauma kembali ke sekolah dan ketemu teman-temannya. Jadi sejak kejadian itu dia langsung pindah sekolah."


"Iya sih mas. Daripada dia tertekan lebih baik pindah."


"Hmm,debaynya gerak-gerak terus ini." Ucap Dinda sambil mengusap-usap lembut perut buncitnya.


"Oh ya?" Seno ikut mengusap-usap perut Dinda.


"Tuh kan mas." Dinda tersenyum semringah.


"Iya. Sepertinya dia kangen sama papanya nih." Ucap Seno sambil mengedipkan sebelah matanya. Seno yang tidur miring dengan berbantalkan sebelah lengan itu mulai memberikan godaan-godaan ringan pada Dinda.


"Iiihh,itu kata mas." Ucap Dinda malu-malu sambil menahan godaan dari suaminya itu.


"Tunggu ya sayang,papa akan jenguk kamu!" Ucap Seno seraya mengecup lembut perut Dinda.


Dinda mulai merasakan jantung berdebar. Selalu seperti itu setiap kali suaminya itu menggodanya. Tanpa berkata-kata lagi,Seno mulai memberikan ciuman lembut yang makin lama makin menghanyutkan.


"Hmm,mas."


***


"Yank." Bisik Rey,mencoba membangunkan Siti yang baru saja tertidur.


"Hmm,mas. Kenapa?"


"Putra sudah tertidur." Bisiknya lagi.


"Hmm,ya sudah mas tidur juga." Sahut Siti masih dengan mata terpejam.


"Mas belum bisa tidur."


"Hmm. ."


"Mas kan ingin kasih Putra adik. Yuk!" Rey langsung menggendong istrinya lalu membaringkannya di sofa.


"Hmm,mas. Ada Putra." Siti coba menolak.


"Putra sudah tidur,kita kan di sofa." Rayunya lalu mendekatkan wajah mereka berdua. Rey pun mulai mencium lembut bibir istrinya yang selalu membuatnya tergoda.


"Hmm,mas."


Karena terus menerus mendapatkan godaan dari suamiya,Siti pun tidak bisa lagi menolak.


.


.


.


.


.


Next


Selamat membaca. Maaf masih ada typo-typo. Semoga suka yaaa. Jangan lupa untuk dukung terus karya othor yang recehan ini. Terimakasih πŸ€—πŸ˜


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


1414


__ADS_2