
Satu minggu kemudian. Cinta pulang sekolah lebih cepat jadi Cinta ingin main ke kantor papanya. Setelah memarkirkan mobil,Cinta masuk ke kantor papanya di ikuti oleh sopirnya dari belakang.
Tok tok. . .
Ceklek. Cinta membuka pintu.
"Papa." Seru Cinta.
Rey menoleh. "Sayang?"
"Assalammualaikum,pa."
"Wa alaikumsalam,nak. Pulang cepat ya?"
"Iya,pa. Pa,makan siang di kantin,yuk!" Ajak Cinta.
"Hhmm,sebentar lagi ya. Kamu sudah lapar?"
"Hmm,sedikit. Ya sudah,Cinta tunggu,deh." Cinta lalu duduk di sofa.
"Sopir kamu mana?"
"Ada di luar,pa. Duduk di kursi yang dekat lift. Cinta suruh masuk ke sini,ya?"
"Iya nak,suruh masuk saja!" Titah Rey.
Cinta lalu keluar memanggil sopirnya.
Tak lama kemudian,Rey selesai dengan pekerjaannya lalu mengajak Cinta dan sopirnya ke kantin untuk makan siang.
Aaron,kamu tau tidak sih? Cinta hari ini ke kantor papa terus makan di kantin,itu karena Cinta kangen kamu. Kangen saat kita makan bersama. Inget pertama kali kita ketemu. Apa kamu juga kangen sama Cinta?
"Bapak mau pesan apa?" Tanya Rey pada sopirnya Cinta.
"Saya sama saja seperti pak Rey."Jawab pak sopir.
"Kalau Cinta?" Tanya Rey seraya melirik putrinya yang sedang melamun. "Sayang,kamu mau makan apa?"
"Hmm,papa. Cinta samain saja deh sama papa." Jawab Cinta.
Rey lalu memesan makanan mereka. Lima belas menit kemudian pesanan mereka datang.
"Ayo pak,di makan. Cinta. . ." Ucap Rey yang di beri anggukan oleh Cinta.
"Iya,pak. Terimakasih." Jawab pak sopir.
Mereka lalu makan dalam diam. Cinta sesekali mengedarkan pandangannya berharap melihat Aaron,walau dia sendiri tau kalau itu hanyalah harapan kosong saja.
Lima belas menit kemudian,mereka selesai makan.
"Kamu tidak ingin beli yang lain?" Tanya Rey pada Cinta.
Cinta menggelengkan kepalanya. Mereka lalu kembali ke ruang kerja Rey. Sementara sopirnya Cinta pulang karena Cinta akan pulang di antar oleh papanya.
Seperti biasa jika sedang main ke kantor papanya,Cinta pasti sekaligus mengerjakan pekerjaan rumah.
Dua jam kemudian tepat pukul empat sore saat Rey dan Cinta bersiap untuk pulang. Handphone Rey berdering. Satu pesan dari Aaron.
"Oma meninggal."
Deg. Jantung Rey langsung berdetak lebih cepat.
__ADS_1
"Innalillahi wa inna ilaihirojiun." Gumam Rey lalu menoleh ke arah Cinta.
"Sayang,kamu sudah selesai kan?" Tanya Rey seraya mendekati putrinya yang sedang mengotak atik handphonenya.
"Iya pa,Cinta sudah selesai kok. Mau pulang kan,pa?"
"Iya nak,kita ke Rumah Sakit dulu ya." Jawab Rey.
Cinta keget. "Ke Rumah Sakit,pa?"
"Iya,papa ada perlu sama Aaron. "Jawab Rey.
Papa ada perlu apa sama Aaron ya? Tapi tidak apalah,Cinta juga ingin ketemu sama Aaron. Batin Cinta.
"Ayo,kita berangkat sekarang!" Ajak Rey.
Cinta lalu mengikuti langkah kaki papanya menuju parkiran mobil. Rey segera melajukan mobilnya ke arah Rumah Sakit Medika.
Sampai di Rumah Sakit Medika,Rey langsung memarkirkan mobilnya lalu buru-buru ke ruangan ICU.
Sampai di ruang ICU,ada Aaron yang sedang duduk di bangku panjang sambil menunduk,memegangi kepalanya.
"Pa,ada apa?" Tanya Cinta penasaran.
"Omanya Aaron baru saja meninggal." Jawab Rey pelan.
Cinta langsung menghentikan langkahnya dan hanya menatap Aaron dari jarak jauh. "Innalillahi. . . Kasihan Aaron." Gumam Cinta.
"Aaron." Panggil Rey
Aaron menoleh. Wajahnya terlihat kusam,kacau seperti habis menangis. Dia hanya diam. Rey duduk di sampingnya sementara Cinta masih berdiri menatap ke arahnya.
"Apa oma masih di dalam?" Tanya Rey pelan.
Rey berdiri lalu menepuk-nepuk bahu Aaron. " Kamu sabar ya. . . Saya masuk dulu."
Aaron kembali menundukkan kepalanya. Cinta memberanikan diri mendekat lalu duduk di samping Aaron. Aaron kaget lalu menoleh. Pandangan mereka terkunci beberapa detik.
"A-Aaron. . ." Panggil Cinta gugup. Jantungnya berdebar-debar. Dia takut Aaron kembali menghindarinya.
Mata Aaron mulai berkaca-kaca. Dia seperti ingin mengucapkan sesuatu namun tertahan di tenggorokannya. Tiba-tiba Aaron memeluknya. Tubuhnya berguncang. Dia menangis. Cinta lalu membalas pelukannya lebih erat.
Menangislah. Aku sayang Aaron. Batin Cinta.
"Eehhmm." Rey sudah berdiri di samping mereka.
Cinta buru-buru melepaskan pelukannya. Wajahnya memerah menahan malu karena ketahuan sedang berpelukan dengan Aaron.
Aaron buru-buru menyeka air matanya lalu kembali menunduk. Siap jika orang di depannya akan marah.
"Oma kamu akan di bawa pulang. Kapan kamu mau memakamkannya?"
"Hmm,aku tidak tau." Jawab Aaron lirih.
"Karena sekarang sudah jam lima,kalau mau di makamkan besok juga tidak apa-apa. Oh iya,kamu tidak menghubungi papi kamu?"
Aaron terlihat kaget. Kenapa aku bisa lupa menghibungi papi,malah menghubungi papanya Cinta. "Oh iya,aku lupa menghubungi papi." Jawab Aaron lalu buru-buru mengambil handphonenya dan mulai menghubungi papinya. Namun setelah berkali-kali Aaron menelpon tetap tidak ada jawaban.
"Hmm,tidak di jawab." Gumamnya.
"Kau coba terus. Papi kamu harus tau!" Titah Rey
__ADS_1
Aaron mengangguk.
Rey lalu menoleh ke arah Cinta. "Sayang,kamu tunggu di sini ya jangan kemana-mana. Papa ada urusan di dalam." Ucap Rey seraya menunjuk ke ruang ICU.
Cinta menganggukkan kepalanya. "Iya pa."
Setelah papanya masuk ke ruang ICU,Cinta kembali menoleh ke arah Aaron yang masih sibuk menghubungi papinya.
"Papi mana sih?" Ucapnya kesal.
"Hmm,kamu kirim pesan saja. Nanti kalau papi kamu buka handphonenya pasti di baca." Ucap Cinta.
Aaron menatap Cinta sesaat lalu mulai mengirimkan pesan singkat untuk papinya.
Aaron kembali menundukkan kepalanya.
"Aaron?" Panggil Cinta. Aaron hanya menoleh.
"Cinta turut berduka ya." Ucap Cinta seraya mengusap sisa air mata di sudut mata Aaron hingga mau tidak mau,mata mereka kembali terkunci. Ada kesedihan mendalam yang Cinta tangkap dari pandangan mata Aaron.
Cinta makin mendekat dan langsung memeluk Aaron. "Aaron mau nangis? Nangis saja."
Aaron pun membalas pelukan Cinta. Dia menangis tanpa suara hingga bahu Cinta basah oleh air matanya.
"Cinta tadi main ke kantor papa. Cinta juga makan di kantin. Cinta tau kalau Aaron sudah tidak lagi kerja di kantor papa,tapi tetap saja Cinta mencari-cari di sana. Mungkin saja tiba-tiba Aaron terlihat di kantor papa. Cinta ingin ketemu. Tapi papa malah bawa Cinta ke Rumah Sakit ini. Cinta baru tau kalau oma Aaron meninggal padahal waktu itu Cinta ingin menjenguknya tapi Aaron tidak peduli sama Cinta. Cinta telpon dan kirim pesan tidak pernah di balas. Cinta pikir,Aaron marah sama Cinta." Terang Cinta panjang lebar.
Aaron melepaskan pelukannya. " Maaf." Ucapnya lirih.
Cinta lalu menghapus air mata di pipi Aaron.
"Aaron sekarang jelek,kurus." Ucap Cinta.
"Hmm,baru saja tadi bikin hati Aaron seneng,eh sekarang malah ngatain." Ucapnya kesal.
Cinta tersenyum.
.
.
.
.
.
.
NEXT
Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya. Terimakasih. ππ
.
.
.
.
.
__ADS_1
0707