
Cinta turun dari mobil,di ikuti oleh Ratna. Hari ini dia pulang lebih cepat jadi sampai di perusahaan papanya sebelum istirahat kantor.
"Papa. .." Sapanya saat sudah sampai di ruangan Rey.
"Sayang,kok kamu sudah pulang sekolah?"
"Hari ini pulang cepat,pa. Papa sibuk ya?"
"Iya sayang,papa sibuk. Om Seno tidak kerja hari ini,tante Dinda sakit katanya."
Tante Dinda sakit? Sakit apa? Batin Dinda.
"Papa,Cinta ke kantin ya?" Pamit Cinta.
"Sudah laper ya?" Tanya Rey.
"Hmm,iya pa."
"Ya sudah,sekalian ajak kak Ratna." Titah Rey.
"Ok pa. Daaahh!"
Dengan langkah riang,Cinta menuju kantin dengan Ratna di sampingnya. Sampai di kantin,Cinta memilih meja seperti biasa lalu memesan makanan.
"Kak Ratna mau pesan apa?"
"Kakak belum lapar,Cin."
"Hmm,temani Cinta makan ya! Kita samain saja pesanannya."
Cinta lalu memesan makanan dengan dua porsi yang sama.
Hmm,setengah jam lagi istirahat kantor. Aaron ke kantin tidak ya. Batin Cinta. Biasanya ketemu di depan.
Lima menit pesanan Cinta datang. Dia segera melahab makanannya. "Enak kan kak?" Tanya Cinta pada Ratna.
"Iya enak,Cin."
Sepuluh menit,Cinta sudah selesai makan. Dia masih duduk-duduk di kantin. "Aaron mana ya?" Gumamnya.
"Kenapa,Cin?" Tanya Ratna yang kurang jelas dengan suara Cinta.
"Hmm,tidak apa-apa kak."
Setelah beberapa menit,karyawan kantor mulai berdatangan ke kantin. Tak terkecuali Aaron. Cleaning service itu langsung menyunggingkan senyum manisnya saat melihat keberadaan Cinta di meja yang biasa Cinta tempati.
Mau mendekati Cinta tapi banyak anak-anak. Nanti jadi gosip,secara sudah pada tau siapa Cinta. Batin Aaron sambil terus menatap ke arah Cinta.
Tiba-tiba handphone Cinta berbunyi. Ada pesan masuk.
"Senengnya tiap kali lihat kamu." Aaron.
"Hehee. . ." Cinta.
"Makin cantik." Aaron.
"Hhmm. . ." Cinta.
Tiba-tiba papanya menelpon.
"Hallo,pa"
"Iya pa,sudah kok."
"Iya pa. Cinta kesana."
Hhh. Cinta menarik nafasnya kasar. "Papa nih,Cinta masih mau di kantin malah di suruh balik." Gerutunya.
"Kenapa,Cin?" Tanya Ratna.
"Papa suruh kita ke ruangannya,kak."
Cinta berdiri lalu menoleh sebentar ke arah Aaron. Aaron melambaikan tangannya dan di balas senyuman oleh Dinda.
Cinta pun segera meninggalkan kantin bersama Ratna.
Sampai di ruangan papanya.
"Pa,"
"Kamu kok lama di kantin? Sekarang kan sedang istirahat pasti ramai." Ucap papanya.
"Hmm,santai dulu tadi habis makan. Papa tidak makan siang?" Tanya Cinta.
"Papa ada janji makan siang sama orang,nak."
"Siapa,pa?"
"Teman kerja papa."
"Oohh. Jadi nanti Cinta di sini sendirian?"
"Kan ada kak Ratna. Ajak duduk di sofa."
"Hmm,iya pa."
Beberapa menit kemudian,Rey meninggalkan ruangannya tinggal Cinta berdua dengan Ratna.
"Kak Ratna." Panggil Cinta.
__ADS_1
"Iya Cin. Ada apa?"
"Kakak sudah punya pacar?"
Ratna menggeleng. "Kakak tidak sempat pacaran,Cin." Jawab Ratna.
"Hmm,karena jagain Cinta ya?"
"Kakak sudah beberapa kali jagain orang,Cin. Kamu yang ke lima." Terang Ratna.
"Wah sudah banyak ya kak. Tapi kakak pernah pacaran kan?" Tanya Cinta penasaran.
"Hmm,dulu waktu kakak sekolah pernah satu kali,terus dua tahun yang lalu."
"Oohh. Kak,Cinta tuh sedang bingung."
"Bingung kenapa?"
"Cinta tuh nyaman banget sama satu orang. Maunya di temani sama dia. Nah yang satu lagi Cinta tuh suka deg-degan kalau ketemu dia. Tapi sukaa." Terang Cinta malu-malu.
"Hmm,jadi ada dua nih."
"Tidak ada satupun kok. Mereka bukan siapa-siapa Cinta."
"Hmm,baru perasaan Cinta saja?"
"Iya mungkin kak. Tapi yang satunya sudah ada yang punya."
"Hmm,kalau sudah ada yang punya baiknya kamu jauhi."
"Iya kak,Cinta sudah jauhi kok."
"Itu lebih baik. Lagipula Cinta masih kecil kan."
"Iya kak,kata papa Cinta tidak boleh pacaran sebelum kuliah."
"Iya,kamu fokus saja sama sekolah kamu."
"Tapi kalau hanya suka saja boleh kan kak?"
"Ya boleh saja,asal dalam batas wajar. Kan masih sekolah."
"Iya kak.
Satu jam kemudian papa Cinta sudah kembali ke ruangannya.
"Maaf ya papa tinggalin lama."
"Iya pa. Pa,Cinta pulang sekarang ya?"
"Menginap di rumah papa kapan?"
"Ya sudah,kamu hati-hati." Ucap Rey.
"Iya pa."
"Ratna,titip Cinta ya!"
"Baik,pak."
Cinta lalu meninggalkan ruangan papanya. Saat baru keluar dari lift Cinta bertemu dengan Aaron. Eh itu Aaron. Batin Cinta. Dia merasa senang tapi juga deg-degan
"Cin,bisa bicara satu menit?"
"Satu menit?"
Aaron mengangguk.
Cinta menoleh ke arah Ratna. "Kak,satu menit saja,plis."
"Kakak tunggu di dekat pintu itu ya!" Ucap Ratna kemudian meninggalkan Cinta berdua dengan Aaron tapi hanya dalam jarak sepuluh meter saja.
"Hhmm,Aaron. Ada apa ya?"
"Cin,kamu mau pulang?" Tanya Aaron.
"Iya,kenapa?"
"Hmm,Cin. Aku mau bilang. Aku suka sama kamu. Kamu mau kan jadi teman aku?" Tanya Aaron dengan suara berbisik.
"Hhmm,kita kan sudah berteman."
"Teman spesial."
"A-apa? Teman spesial?"
"Iya! Teman spesial di hatiku."
Cinta menunduk malu,wajahnya merona.
"Cin?"
"Hmm. Cinta jawab lewat telpon saja ya." Ucapnya gugup.
"Cin,aku tunggu."
"Hmm,Cinta pulang dulu."
"Hati-hati.Aku sayang kamu!"
__ADS_1
Cinta menatap ke arah Aaron seakan tidak percaya Aaron akan mengatakan itu.
"Aku sayang kamu!" Ulang Aaron.
Cinta tersenyum malu. "Hmm,Cinta mau pulang." Ucap Cinta yang langsung berlalu meninggalkan Aaron yang masih terus menatapnya.
Aaron suka sama aku. Batin Cinta. Hatinya berbunga-bunga. Dia jadi ingat pertemuan pertamanya. Saat dia hampir terpeleset dan Aaron yang menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Cinta tersenyum-senyum sendiri.
Di dalam mobil. " Kak,teman spesial itu maksudnya bagaimana ya?"
"Yah,lebih dari teman biasa."
"Bukan pacar kan?" Cinta bingung.
"Kenapa memangnya?"
"Hmm,tidak apa-apa kak."
***
Cinta baru saja selesai makan malam. Dia masuk ke dalam kamarnya. Mengambil handphonenya lalu berbaring di tempat tidurnya.
"Aaron?" Gumamnya melihat begitu banyaknya panggilan dan pesan dari Aaron.
Handphonenya kembali berdering.
"Hallo. . . "
"Hmm,Cinta baru selesai makan malam. Kok ramai sekali ya di sana?"
"Ooh,masih di kampus? Kok malam banget?"
"Oohh,kuliah malam sampai jam berapa?"
"Sembilan?"
"Hmm,Cinta. Hanya teman kan?"
"Teman spesial?"
"Cinta,Cinta juga suka sama kamu." Jawab Cinta dengan suara pelan.
"Tapi?"
"Iya,papa tidak ijinkan Cinta pacaran sebelum kuliah."
"Hmm,teman spesial ya."
"Hmm,iya."
"Hmm,besok? Cinta tidak tau kalau besok karena banyak pelajaran.
"Oh kalau tadi memang pulang lebih cepat."
"Hmm."
"Cinta tidak di ijinkan tiap hari ke kantor papa."
"Hmm,iya."
"Panggilan spesial untuk Cinta? Apa?"
"Apa 'Cintaku' ? Cinta terlihat kaget.
"Hmm,i iya boleh."
"Oh,iya hati-hati di jalan."
"Bye."
Cinta mematikan handphonenya.
"Dia panggil Cinta 'Cintaku' ?" Gumam Cinta sambil tersenyum. Aaron.
.
.
.
.
.
NEXT
Selamat membaca,moga suka. ππ
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
1108/2222