
Belum lama Ratna tertidur,tiba-tiba ada yang menyerukan namanya. "Ratna! Ratna. . !"
Ratna yang kaget langsung berdiri. "I-iya bang." Sahut Ratna seraya melirik ke arah Romi yang sedang menatapnya.
"Sini!"
Ratna lalu menghampiri Romi. "Iya,bang."
"Kamu tadi bilang apa sama pakde?"
"Hhmm,aku tadi bilang sama pakde kalau bang Romi minta di belikan nasi padang yang pedas."
"Jadi ini hanya buat aku ya. Kamu tadi kan tidak nitip." Ucap Romi seraya menggelengkan kepalanya. Seperti itu saja mesti di kasih tau. Batinnya.
Ratna menoleh lalu melihat kotak nasi di atas meja Romi yang hanya ada satu. Hmm,pakde tidak membelikan juga buat aku. Kenapa aku tadi tidak bilang ya. Dasar bodoh kamu Ratna. Gerutu Ratna dalam hati. "Iya,bang." Jawab Ratna tidak bersemangat.
Ratna melihat jam di dinding,sudah pukul satu siang. "Aahh,iya. Aku kan belum sholat." Gumam Ratna yang segera berlalu dari hadapan Romi yang tengah asik makan. Ratna pergi ke kamar mandi.
Setelah dari kamar mandi,Ratna mengambil alat sholat di tasnya lalu segera sholat.
Baru saja Ratna selesai sholat,Romi memanggilnya.
"Ratna!" Panggil Romi.
Ratna cepat menoleh. "Iya,bang." Lalu buru-buru menghampiri Romi.
"Kamu tidak lapar?" Tanya Romi datar.
"Hhmm,laper bang." Jawab Ratna pelan.
"Tuh,aku hanya makan satu sendok. Kalau mau kamu makan saja kalau tidak mau ya sudah kamu buang." Ucap Romi.
"Kenapa abang makannya hanya sesendok?" Tanya Ratna heran.
"Tidak enak." Jawab Romi cepat.
"Hhmm,baiklah. Aku yang makan ya bang." Ratna lalu mengambil kotak yang berisi nasi padang pedas lalu duduk di sofa. Hhmm,sepertinya enak banget. Batin Ratna dengan wajah semringah.
Aku minta Aaron saja membawakan makanan untukku. Batin Romi lalu segera mengirimkan pesan pada Aaron sebelum adiknya itu datang. Romi lalu melirik ke arah Ratna yang sedang makan dengan lahabnya.
"Dasar,sudah tau lapar malah tidak ikut pesan." Gumam Romi.
Romi lalu iseng membaca gugel. Ada artikel tentang ibu hamil dan peran penting suami dalam masa-masa kehamilan istrinya. Wajah Romi seketika berubah lalu melirik lagi ke arah Ratna. Tiba-tiba,bbraaaakkkk!! Beberapa barang yang ada di meja Romi berjatuhan di lantai.
Di saat bersamaan Ratna sedang menenggak minumnya setelah menghabiskan makanannya. Kerena kaget,Ratna pun tersedak. "Uhhukk,uhhuukk!" Wajah Ratna memerah kerena tersedak dan juga karena dia habis makan makanan yang pedas. Ratna kembali menenggak minumnya sampai tenggorokannya merasa nyaman.
Setelah รฌtu,Ratna buru-buru menghampiri Romi. "Hhmm,bang. Kenapa?" Tanya Ratna gugup seraya menatap Romi dan juga barang-barang yang berserakan di lantai.
Romi hanya diam tanpa mau menatap ke arah Ratna. Ratna lalu memunguti barang-barang di lantai.
"Biarkan saja!" Ucap Romi dengan nada tinggi.
"Tapi,bang?"
"Aku bilang biarkan ya biarkan. Pendengaranmu masih normal kan!"
Ratna terpaku di tempatnya berdiri sambil menatap Romi yang tengah menatap tajam ke arahnya. Aku salah apa? Batin Ratna.
"Pergi sana!" Usir Romi kasar.
__ADS_1
Jantung Ratna berdegup kencang. Ada rasa takut dan sedih menyelinap di hatinya.
"Sana!" Usir Romi lagi.
Ratna segera berlalu dari hadapan Romi dengan wajah memerah. Matanyapun terasa panas dan mulai berkaca-kaca. Kenapa bang Romi semarah itu? Apa salahku?
Ratna hendak meraih handle pintu pada saat Aaron baru saja membukanya. Mereka saling bersitatap.
"Kak Ratna!" Ucap Aaron kaget.
"Hhmm,Aaron?" Ratna pun tak kalah kaget.
"Kak Ratna nangis?" Tanya Aaron penuh selidik.
"Hhmm,kakak kelilipan." Jawab Ratna berbohong.
"Kelilipan? Memangnya di dalam banyak debu?" Tanya Aaron tak percaya.
"Hhmm,eh itu. Tadi kakak tersedak saat makan pedes." Jawab Ratna mencoba berbohong lagi.
"Kak? Kalau mau berbohong,belajar lagi." Ucap Aaron lalu meninggalkan Ratna dan segera menghampiri abangnya dengan hati dongkol. Aaron lalu menaruh bungkusan makanan yang tadi di pesan Romi ke atas meja.
"Abang kenapa? Ini semua kenapa berantakan?" Tanya Aaron seraya memunguti barang-barang yang berserakan di lantai lalu menyusunnya lagi di meja kerja Romi.
"Bang?" Tanya Aaron lagi.
"Sudahlah jangan banyak tanya!" Sahut Romi ketus.
"Kalau abang begini terus sama kak Ratna,lebih baik aku suruh kak Ratna pulang saja ke desanya!" Ancam Aaron.
Romi hanya menatap Aaron sekilas.
"Aku mau ajak kak Ratna pergi saja daripada sama abang dia tertekan!" Ucap Aaron yang segera berlalu dari hadapan Romi.
Sementara Ratna sedang duduk di sofa di depan ruangan Romi,sedang ngobrol dengan pakde Arman.
"Kak,ayo ikut aku!" Ajak Aaron.
Ratna menatap Aaron dengan dahi berkerut. "Ikut kemana?"
"Ikut saja. Yang pasti kak Ratna akan merasa senang. Ayo!"
Ratna berdiri dengan ragu-ragu.
"Pakde,aku pergi dulu sama kak Ratna. Kalau bang Romi nanyain bilang saja kita pergi." Pamit Aaron pada pakde Arman.
"Iya,kalian hati-hati ya!" Pesan pakde.
"Ayo kak Ratna!" Aaron berjalan mendahului Aaron.
"Pakde,aku pergi dulu sama Aaron." Pamit Ratna pada pakde lalu segera menyusul Aaron.
Aaron membuka pintu lift lalu mempersilahkan Ratna masuk lebih dulu. "Silahkan,kak!"
Ratna lalu masuk ke dalam lift di susul Aaron di belakangnya.
Sampai di luar gedung,Aaron lalu mengajak Ratna menunggu di dekat pos satpam "Kita menunggu siapa di sini,Aaron?" Tanya Ratna penasaran.
"Kita naik taxi saja kak."
__ADS_1
"Oohh."
Tak lama kemudian sebuah taxi datang. Aaron membukakan pintu belakang untuk Ratna. "Kak Ratna duduk di belakang saja,ya. Aku duduk di depan." Ucap Aaron yang di berikan anggukan oleh Ratna.
Taxi melaju meninggalkan perusahaan.
Aaron mau ajak aku kemana ya. Batin Ratna seraya menatap ke luar jendela.
Tak berapa lama,taxi yang mereka tumpangi tiba di sebuah rumah besar. Rumah yang sangat Ratna kenal.
"Rumah pak Rey." Seru Ratna. Ada senyum menghiasai bibirnya.
"Iya,kita main ke rumah pak Rey. Kak Ratna tidak keberatan,kan?"
"Aku seneng kamu ajak ke sini. Baru beberapa hari,rasanya sudah lama banget tidak ke sini."
"Yuk,kak. Kita masuk." Ajak Aaron.
Mereka lalu meminta ijin satpam penjaga rumah untuk masuk.
"Assalammu'alaikum." Ucap Ratna dan Aaron hampir berbarengan saat sudah berdiri di depan pintu rumah.
Tak lama kemudian ada yang membuka pintu.
"Wa'alaikumsalam." Ternyata Siti yang membukakan pintu. "Ratna? Aaron?" Ucapnya kaget.
"Bu. . ."
"Ayo,kalian masuk." Ajao Siti.
"Sepi ya,bu?" Tanya Aaron.
"Anak-anak sedang main di dekat kolam renang. Yuk kesana." Ajaknya seraya berjalan menuju kolam renang. Aaron dan Ratna mengikuti langkah kaki Siti.
Terdengar suara Putra dan Putri yang sedang bermain. Dan ada suara Cinta juga. Aaron menyunggingkan senyumnya.
"Nah,itu mereka. Main di dekat kolam renang rasanya adem,banyak pepohonan." Terang Siti.
Ratna tersenyum ke arah Cinta dan adik-adiknya yang juga melihat ke arahnya.
"Cinta." Sapa Ratna.
"Kak Ratna. . ." Sahut Putra dan Putri sementara Cinta hanya diam saja sambil menatap Ratna dan Aaron bergantian.
Akhirnya,aku bisa juga ketemu Cinta. Aku akan curi waktu agar bisa bicara berdua. Aku kangen banget sama gadis manja itu. Batin Aaron seraya menatap Cinta lekat-lekat.
Dia kenapa sih lihatin Cinta seperti itu. Batin Cinta lalu segera membuang muka.
.
.
.
.
Buat yang masih penasaran,sesekali vote donk ๐๐ . .
.
__ADS_1
.
.