
Rey dan Cinta baru saja sampai di rumah menjelang maghrib.
"Langsung mandi,nak!" Titah Rey.
"Iya,pa." Cinta buru-buru naik ke atas menuju kamarnya lalu segera mandi.
Rey pun langsung menuju kamarnya. Selesai mandi dan sholat,Rey turun ke bawah.
Cinta sudah berkumpul dan bermain bersama kedua adiknya sambil nonton tv.
"Adek Putri tidak ada tugas sekolah?" Tanya Cinta.
"Ada kak tapi sudah selesai di kerjain tadi siang sama mama." Jawab Putri.
"Hhmm,pinter."
Rey duduk mendekati Siti. "Yank,gimana sehat kan?" Tanya Rey seraya mengusap-usap perut Siti yang sedikit buncit. Sudah hampir empat bulan.
"Alhamdulillah dua minggu ini sudah tidak rewel lagi,mas."
"Alhamdulillah. Ratna gimana,yank?"
"Ratna,di kamar terus,mas. Tadi siang juga tidak bisa makan,muntah terus dia. Jadi aku kasih roti sama jus jeruk saja ke kamarnya." Terang Siti.
"Hmm,sepertinya dia benar hamil yank." Ucap Rey pelan agar tidak di dengar oleh ketiga anaknya.
"Iya mas. Mama bilang besok kita ajak saja Ratna ke klinik dokter Layli."
"Hmm,apa dia mau?"
"Nanti aku coba membujuknya,mas. Semoga saja dia mau."
"Iya yank. Supaya semua jelas dan cepat di selesaikan masalahnya tidak berlarut-larut terus. Lama-lama perutnya semakin besar." Terang Rey.
"Iya,mas."
"Siti." Panggil oma dari ruang makan.
"Iya ma." Sahut Siti. "Mas,aku ke ruang makan dulu."
"Iya,yank."
Siti lalu ke ruang makan membantu mama mertuanya menyiapkan makan malam.
"Ratna masih di kamarnya,ya?"
"Iya ma."
"Coba kamu panggil. Mungkin dia mau makan." Titah oma.
"Iya,ma. Aku ke kamarnya dulu."
Siti lalu pergi ke kamar Ratna.
Tok tok. . .
Setelah beberapa kali ketukan baru Ratna membukakan pintu.
"Ratna,kamu masih demam? Obat sudah di minum,kan?"
"Alhamdulillah demamnya sudah turun,bu." Jawab Ratna.
Siti mengusap dahi Ratna,masih sedikit panas tapi tidak seperti tadi siang. "Alhamdulillah. Yuk makan malam dulu!" Ajak Siti.
"Hmm,iya."
Siti lalu kembali ke ruang makan di ikuti oleh Ratna.
Ratna duduk di kursinya. Tak lama kemudian,Rey bersama ketiga anaknya menyusul ke ruang makan.
Cinta kaget saat melihat Ratna ada di sana. "Kak Ratna?" Seru Cinta lalu menghampiri Ratna.
Ratna pun tak kalah terkejut melihat Cinta. "Cinta?"
Ratna bangkit dari duduknya lalu memeluk Cinta. Cinta pun membalas pelukannya. "Kak Ratna,kemana saja? Kenapa tidak ada kabarnya? Cinta di bawa pergi sama orang. ."
"Maafin kakak. Tolong maafin kakak." Ratna melepaskan pelukannya. "Kamu tidak apa-apa kan? Kamu sehat kan?"
__ADS_1
"Iya kak. Kak Ratna tidak salah kok. Tidak perlu minta maaf. Kakak di bawa juga sama orang?"
"Hmm,kakak. . ."
"Ayo kita makan,adek sudah lapar." Celetuk Putra.
"Sayang,nanti saja ngobrolnya. Kita makan dulu ya." Titah Rey.
"Hmm,iya pa. Yuk,kakak duduk lagi. Kita makan dulu nanti kita cerita-cerita ya." Ucap Cinta.
"Iya,Cin."
Mereka pun mulai makan. Ratna makan hanya sedikit sambil menahan mual di perutnya.
"Kak Ratna makannya sedikit sekali? Apa kenyang?" Tanya Cinta heran.
"Kak Ratna kalau malam memang makan hanya sedikit,Cin. Biar tidak gendut." Ratna beralasan.
"Tapi kak Ratna kan tidak gendut. Malah sekarang lebih kurus daripada waktu itu." Ucap Cinta.
"Itu hanya perasaan Cinta saja kok. Kak Ratna dari dulu ya memang begini."
"Hmm. . ." Cinta menganggukkan kepalanya walau masih merasa aneh.
Setelah selesai makan malam, mereka kembali berkumpul di ruang keluarga. "Saya langsung ke kamar ya bu." Pamit Ratna.
"Kak Ratna tidur di kamar mana? Tidur sama Cinta yuk." Ajak Cinta.
"Hmm,tapi kakak. . ."
"Ayo kak,kita sambil ngobrol sebelum tidur ya."
"Cin,besok kamu masih harus sekolah. Tidak boleh tidur larut malam." Ucap papanya.
"Hhmm,iya deh pa. Tapi besok malam,Cinta boleh ya tidur sama kak Ratna?"
"Iya sayang. Kak Ratna juga masih tidak enak badan,biarkan dia istirahat lebih awal malam ini."
"Iya deh pa." Ucap Cinta..
"Iya Rat. Kamu istirahatlah." Titah Siti.
Ratna pun segera pergi ke kamarnya.
***
Besok paginya,Ratna kembali muntah-muntah jadi hanya di berikan roti dan jus jeruk saja oleh Siti. Tak lupa bibi membuatkannya jahe hangat.
Sorenya saat Siti bersiap untuk cek kandungannya,Siti menghampiri Ratna di kamarnya.
Tok tok
"Ratna." Panggil Siti.
Ceklek. Pintu kamar Ratna terbuka. Ratna berdiri di depan pintu dengan wajah pucat.
Siti mengusap dahinya. "Kamu masih demam,Rat. Yuk,ikut saya ke dokter!" Ajak Siti.
"Tapi hanya demam sedikit kok,bu. Saya tidak mau merepotkan." Tolak Ratna.
"Demam sedikit tapi sudah berapa hari kan. Saya juga mau ke dokter,kok. Jadi sekalian saja. Papanya anak-anak sebentar lagi pulang,mau jemput. Kamu siap-siap ya!" Titah Siti yang terdengar sedikit memaksa.
"Hmm,iya bu." Ratna pun terpaksa mengiyakan.
"Ya sudah,saya tunggu di ruang keluarga ya." Pamit Siti seraya mengusap bahu Ratna kemudian segera berlalu dari hadapan Ratna.
Sambil menunggu Ratna bersiap-siap,Siti pergi ke ruang keluarga.
"Mama,sudah cantik mau kemana?" Tanya Putra.
"Mama mau ke dokter dulu ya sayang. Adek tinggal sama oma dan kakak dulu ya. Tidak lama kok." Jawab Siti seraya mengusap lembut pucuk kepala Putra.
"Adek mau ikut,ma!" Pintanya dengan wajah memohon.
"Mau ikut? Tidak takut di suntik sama bu dokter,hmm?"
Putra diam sambil bola matanya berputar kiri kanan. "Mama nanti mau di suntik sama bu dokter ya?"
__ADS_1
"Mungkin,kan mau di periksa dulu."
"Hhmm,tapi mama kan tidak sakit?"
"Hhm,kepala mama sedikit pusing. Mama juga kan mau ajak kak Ratna. Kak Ratna kan sakit."
Putra menganggukkan kepalanya. "Oh iya-iya kak Ratna mau di suntik ya ma?"
Siti tersenyum. "Makanya adek tunggu di rumah saja ya sama oma dan kak Putri. Kak Cinta juga sebentar lagi pulang sama papa."
"Kak Cinta tidur di sini lagi ya ma?" Tanya Putri.
"Iya nak. Kalian main sama kak Cinta ya. Mama sama papa mau ke dokter dulu. Mau anter kak Ratna berobat juga."
"Oke deh!" Sahut Putra.
Tak lama kemudian Rey pulang bersama Cinta.
"Assalammualaikum." Ucap salam dari Cinta. Cinta dan Rey masuk ke dalam rumah.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Siti.
Cinta lalu mencium punggung tangan mamanya. "Langsung mandi ya kak!" Titah Siti.
Kemudian,Ratna pun keluar dari kamarnya dengan sudah berpakaian rapi.
"Kak Ratna mau kemana?" Tanya Cinta saat berpapasan dengan Ratna.
"Kak Ratna mau ikut mama ke dokter. Kak Cinta temani adek-adek di rumah,ya." Jawab Siti.
"Ok,ma. Cinta mandi dulu. Dah kak Ratna." Pamitnya lalu segera naik ke atas.
"Sudah siap?" Tanya Rey.
"Sudah,mas. Mas tidak mandi dulu?" Tanya Siti.
"Sudah jam setengah empat ini,yank. Jadwal kamu kan jam empat. Tapi sudah daftar,kan?"
"Sudah mas. Sudah daftar sama Ratna juga." Jawab Siti.
"Ya sudah,ayo berangkat sekarang saja." Ajak Rey.
"Ratna,ayo." Siti menggandeng tangan Ratna yang terlihat ragu-ragu.
Mereka lalu naik ke mobil dengan Ratna yang duduk di belakang.
.
.
.
.
.
.
NEXT
Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya. Terimakasih. ππ
.
.
.
.
.
.
.
0505
__ADS_1