
Siti sedang tidur saat pintu kamar rawat inapnya terbuka. Rey masuk lalu duduk di kursi yang ada di samping ranjang. Wajah istrinya itu terlihat pucat tidak seperti biasa. Ada rasa sesal dalam hatinya. Andai saja. . . Ah percuma berandai-andai. Batinnya. Sekarang yang bisa di lakukannya hanyalah menemani dan selalu memberikan dukungan untuk istrinya itu.
Siti mengerjap-ngerjapkan matanya. Dia menoleh ke arah suaminya yang juga sedang menatapnya. "Mas,kapan datang?"
"Baru saja yank. Waktu mas tinggal,kamu muntah lagi?"
"Aku tadi langsung tidur,ngantuk banget,mas. Ini terbangun karena lapar." Jawab Siti.
"Kamu mau makan apa,hmm?"
"Aku,aku mau semangka,mas. Sepertinya seger deh." Jawab Siti.
"Iya mas belikan semangka. Terus makannya apa? Yang bikin kamu kenyang."
"Aku mau kue pastri yang pernah mama beli itu loh mas. Yang isi selai nanas."
"Nanas? Hamil kan tidak boleh makan nanas,yank!"
"Kan selainya saja toh,mas. Bukan nanasnya."
"Memangnya beda? Kan sama-sama nanas."
"Hmm mas ini. Ya sudah kalau tidak boleh." Wajah Siti cemberut.
"Yang isi coklat juga enak loh,yank."
"Maunya isi selai nanas!"
"Hmm,ya sudah mas belikan yang isi selai nanas tapi jangan banyak-banyak ya!"
"Hmm." Siti masih cemberut.
"Jangan ngambek donk,yank!" Rey lalu memeluk dan mencium dahi istrinya dengan penuh kasih sayang.
"Siapa juga yang ngambek."
"Kalau gitu senyumnya mana,masa dari tadi cemberut terus,hmm?"
"Mmm. . .!" Siti melebarkan bibirnya.
"Senyum kok di paksa."
Siti menyingkap selimutnya kemudian duduk. Lalu perlahan turun dari tempat tidur.
"Kamu mau ngapain yank?"
"Ke kamar mandi,mas."
"Hmm,yuk mas antar!" Rey merangkul bahu Siti lalu menuntunnya ke kamar mandi dengan satu tangan memegang botol infus.
Setelah sampai di kamar mandi. "Mas keluar dulu deh."
Dahi Rey berkerut. "Mas tungguin!"
"Iihh mas ini." Siti protes.
"Yank,ayo sana. Mas tunggu di sini!"
"Iiihh!" Siti lalu menyelesaikan urusannya. Kemudian berjalan lagi ke arah pintu. Rey kembali menuntunnya ke tempat tidur dan menggantung lagi botol infus.
"Mas beli sekarang ya kue yang kamu mau?"
"Hhmm,beneran boleh?"
__ADS_1
"Iya sayang tapi jangan banyak-banyak makannya ya!"
Siti mengangguk.
Huuhh,mesti telpon mama nih,boleh tidak Siti makan kue selai nanas. Batin Rey sebelum keluar dari kamar. " Mas pergi sekarang,yank!" Pamit Rey. Dia lalu menutup pintu kamar rawat inap Siti rapat-rapat.
Siti mencoba memejamkan matanya.
Setelah lebih satu jam,Rey sudah kembali dengan membawa paperbag berisi kotak kue pesanan Siti.
Ceklek. "Yank?"
Ternyata istrinya itu sedang tidur. "Kamu hamil kali ini kerjanya tidur terus sih yank." Gumam Rey. Dia keluarkan kotak kuenya lalu menyimpannya di atas nakas. Kemudian duduk di sofa yang ada di depan tv sambil meluruskan kakinya.
"Putri sedang apa ya? Hmm,kasihan anakku harus pisah dari mamanya." Gumam Rey.
Dia lalu mengambil handphone dan melihat video Putrinya. Kamu sangat menggemaskan,nak. Ucapnya dalam hati.
Sejam pun berlalu. Rey akhirnya ketiduran di sofa. Sementara Siti mulai terbangun dari tidurnya. Dia langsung menoleh ke arah sofa di mana suaminya sedang tidur.
"Mas kapan datang ya?" Gumamnya. Dia lalu menoleh ke samping,di mana ada kotak kue di atas nakas. Ada dua kotak.
Siti tersenyum lalu mengambil kotak kue itu. Dia lalu membuka kotaknya lalu mengambil satu kue dan memakannya. "Hmm,ini isi coklat. Mas bilang mau beliin yang isi selai nanas." Keluhnya. "Tapi enak juga sih."
Dia simpan lagi kotak kue yang isi coklat ke atas nakas lalu mengambil kotak kue yang isi selai nanas kemudian memakannya. "Hmm,kok enak yang coklat ya."
Setelah mencicipi semua kue satu-satu,Siti mengambil handphonenya. Dia lalu melihat video bayinya. " Kamu sedang apa,nak? Maafin mama ya!" Gumamnya dengan wajah sedih. Dia terus melihat video bayinya sampai puas dan sesekali mencium handphonenya.
***
Hari sudah malam,suster baru saja mengganti botol infus dan menyuntikkan cairan obat kedalamnya.
"Makan dulu yuk yank!" Ajak Rey sambil membuka box nasi.
"Ini,bayam sama ayam goreng. Ada tahu juga. " Jawab Rey.
"Hmm."
"Mas suapin ya!" Rey lalu mulai menyuapi Siti,nasi beserta lauk dan sayurnya.
"Hmm,mas." Siti langsung memegangi perutnya.
"Jangan di cium aromanya yank."
Siti mengunyah cepat-cepat dan langsung menelan makanannya.
"Pelan-pelan yank!" Titah Rey lalu menyuapi Siti lagi.
Satu suap,dua suap. Siti menutup mulutnya beberapa saat. "Mmm,sudah dulu mas!"
"Mual lagi ya?"
Siti mengangguk. "Hmm,mau muntah!" Jawabnya.
Rey menyimpan lagi box nasi ke atas nakas lalu memberikan istrinya minum. "Minum yang banyak!"
Siti meminum beberapa teguk saja. "Airnya tidak enak,mas."
"Kamu mau minum apa? Jus jeruk mau?"
Siti menoleh. "Hmm,mau mas."
Rey menyimpan lagi gelas ke atas nakas. "Kamu tunggu ya,mas belikan jus jeruk. Jeruknya juga ya?"
__ADS_1
"Iya mas. Terimakasih ya mas." Siti menatap suaminya dengan wajah sendu.
Rey langsung memeluk istrinya. "Mas sayang kamu! Cup!" Rey juga mencium dahinya.
Siti tersenyum. "Aku juga sayang mas!"
"Hmm,mas tinggal dulu tidak apa-apa kan yank? Moga di dekat Klinik ada yang jual jadi tidak lama." Pamit Rey.
"Iya mas. Hati-hati di jalan!"
Rey lalu keluar dari kamar rawat inap Siti. Siti kembali membuka-buka handphonenya sambil menunggu suaminya kembali.
Setelah setengah jam Rey sudah kembali membawa satu cup gelas jus jeruk dan sekeranjang kecil buah jeruk dan apel.
"Yank?" Panggil Rey. Di lihatnya istrinya itu sedang tertidur. "Hmm,sudah tidur lagi." Gumamnya.
Rey lalu menyimpan jus jeruk ke atas nakas sedangkan buah dia simpan di meja yang ada di samping sofa. Dia lalu tiduran di atas sofa sambil memainkan handphonenya. Baru beberapa menit,dia berdiri lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Saat keluar dari kamar mandi,di lihatnya istrinya sudah bangun dan sedang duduk di tempat tidur.
"Kamu sudah bangun,yank." Tanya Rey lalu berjalan mendekati istrinya.
"Hmm,mas kapan datang?" Siti balik bertanya.
"Belum lama kok yank. Mas suapin jus jeruknya ya!" Ucap Rey lalu memasukan sedotan ke gelas cup dan memberikan pada istrinya.
Siti langsung meminum jusnya. " Hmm,enak mas. Seger!" Ucap Siti yang kembali meminum jusnya.
"Kalau suka besok mas belikan lagi ya!" Ucap Rey.
Siti mengangguk. "Perutku enak abis minum jus jeruk,mas." Terang Siti. "Hmm,sudah dulu mas,nanti lagi." Ucapnya.
Rey lalu menyimpan lagi jusnya ke atas nakas. "Minum air putihnya juga di banyakin,yank!" Titah Rey.
"Hmm,iya mas."
"Minum susu,ya?" Rey coba menawari.
Siti langsung menggeleng. "Hmm,nanti saja mas. Tunggu perutku agak enakan dikit." Tolak Siti.
"Hmm,besok di coba dikit-dikit ya!"
"Iya mas. . ." Jawab Siti malas.
"Kamu sudah ngantuk belum?"
"Mataku ngantuk terus,mas. Tapi tidak bisa tidur lama,beberapa menit pasti terbangun."Terang Siti.
"Hmm,mungkin bawaan hamil,yank!" Ucap Rry.
"Hmm,iya mas."
Rey lalu duduk di kursi di samping tempat tidur Siti. " Tidurlah,mas jagain!" Titah Rey sambil mengusap lembut kepala istrinya.
"Mas belum mau tidur?"
"Kamu tidur duluan baru setelah itu mas tidur. Kalau kamu terbangun dan butuh apa-apa,banguni saja mas ya! Mas tidur di sana." Tunjuk Rey ke tempat tidur di sebelah tempat tidur Siti.
"Hmm,iya mas." Siti pun mulai memejamkan matanya.
NEXT
1706/2155
__ADS_1