Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 131 ( S2 )


__ADS_3

Selama beberapa saat mereka berdua diam di bawah kucuran air dari shower. Tidak ada aktifitas apa-apa karena Ratna juga tidak bisa membantu Romi membilas tubuhnya. Ratna lebih fokus menahan tubuh Romi dengan kedua tangannya tanpa mau melihat ke wajah Romi.


Karena wajah Ratna yang tepat berada di depan dada bidang Romi,jadi Ratna bisa mendengar dan merasakan degup jantung Romi yang sama kencangnya seperti degup jantungnya.


Lama-lama Ratna merasa kelelahan karena terlalu lama menopang tubuh Romi.


"Hhmm,bang?" Ucap Ratna lirih.


"Apa?" Jawab Romi ketus.


"Abang sudah selesai bilasnya?" Tanya Ratna hati-hati takut Romi marah dan tersinggung.


"Kenapa memangnya? Kamu keberatan membantu aku,heh?"


Memang keberatan,bang. Abang berat banget. Ratna hanya bisa menjawab dalam hati. Tanpa sadar,Ratna menyandarkan kepalanya di dada Romi. Mata Ratna terpejam. Dia seperti menikmati irama dari detak jantung Romi dan juga merasakan kenyamanan bersandar di sana.


"Kesempatan kamu ya,peluk-peluk!"


Ratna langsung menjauhkan kepalanya dari dada bidang itu.


"Hhmm,maaf." Jawab Ratna lirih.


"Sampai berapa lama berdiri begini? Aku sudah selesai bilasnya!" Romi mematikan air shower.


Ratna mendongakkan kepalanya. Pandangan mereka bertemu. "Cari-cari kesempatan terus kamu ya!"


Ratna kembali menunduk. Dia merasa sangat malu lalu buru-buru mendudukkan Romi kembali ke kursi rodanya tanpa berani memandang wajah Romi.


Ratna lalu mengambil handuk yang tergantung di sana kemudian memakaikannya pada Romi.


"Kamu mandi sana!" Titah Romi.


"A-apa? Aku sudah mandi,bang." Tolak Ratna karena memang dia sudah mandi.


"Kamu tidak lihat pakaian kamu basah semua,hehh? Kalau kamu sampai sakit,siapa yang akan mengurusku?"


"Tapi bang?" Tolak Ratna.


"Kamu lupa apa yang tadi aku bilang? Mulai hari ini kamu harus dengar semua yang aku katakan!"


"Hhmm,aku bawa abang ke kamar dulu ya. Aku bantu abang mengenakan pakaian. Kalau abang sudah nyaman di tempat tidur,baru aku akan mandi lagi."


"Kamu mau ngatur aku?" Romi menatap Ratna tajam hingga membuat Ratna takut.


"Bukan,bang. Nanti abang masuk angin kan sudah dari tadi mandi."


"Ratna!"


"Hmm,iya bang." Ratna mulai gugup dan takut.


"Kamu pikir aku akan tergoda melihat kamu mandi,heehh? Jangan menghayal,kamu! Bawa aku ke kamar,cepat!"


"Iya,bang." Ratna buru-buru mendorong kursi roda Romi keluar dari kamar mandi.


Ratna membuka lemari pakaian lalu memilihkan pakaian untuk Romi.


"Pakai yang ini ya bang?" Tanya Ratna seraya menunjukkan pakaian yang dia pilihkan untuk Romi takut kalau pilihannya tidak di sukai oleh Romi.


"Hhmm!"


Ratna lalu memakaikan Romi pakaian. Setelahnya Ratna hendak membantu Romi pindah ke tempat tidur tapi di tolak oleh Romi.


"Tidak usah. Nanti pakaianku basah!" Tolaknya.


"Hhmm,iya bang."


"Sana,mandi!" Titahnya.


Ratna mengambil pakaian bersihnya yang masih di dalam tas. Tapi saat dia hendak ke kamar mandi,pintu kamarnya ada yang mengetuk.


Tok tok. "Bang." Panggil seseorang dari luar.

__ADS_1


"Itu sepertinya Aaron,bang. Aku bukain pintu dulu ya?"


"Hhhmmm."


Ratna lalu membuka pintu,Aaron sedang berdiri di depan pintu dengan membawa dua paperbag di tangannya.


"Aaron. Ayo masuk." Ajak Ratna.


"Iya kak." Jawab Aaron. Dahinya kemudian berkerut demi melihat penampilan Ratna. "Kak Ratna kenapa pakaiannya basah semua? Kenapa tidak di ganti?"


"Hmm,tadi kakak. ."


"Ratna,sana mandi!" Romi cepat-cepat memotong ucapan Ratna agar Aaron tidak tau kalau Ratna telah memandikannya.


"I-iya bang." Jawab Ratna cepat lalu segera masuk ke kamar mandi.


"Bang,kak Ratna kenapa? Abang tidak macam-macam kan?" Tanya Aaron penasaran seraya meletakkan paperbag ke atas meja.


"Memangnya kamu pikir dia kenapa? Lagipula dia kan sudah jadi istri abang jadi terserah abang donk mau macam-macam!"


"Hhmm,oke memang terserah abang. Tapi jangan sampai abang menyakiti fisiknya!"


"Hahaa." Romi tergelak untuk pertama kalinya sejak dia kecelakaan.


"Abang tertawa? Selucu itukah sampai abang bisa tertawa begitu?"


"Kalau menyakiti hatinya boleh donk!" Tanya Romi dengan senyum menyeringai.


"Bang,kalau sampai abang menyakiti kak Ratna,abang akan berhadapan denganku!" Ancam Aaron.


"Sebenarnya yang sodara kamu itu,aku apa si Ratna,heh?" Ucap Romi emosi.


"Aku akan melindungi siapapun itu yang tersakiti,bang!"


"Hhuuhh,terserah kamu saja!"


"Abang makan dulu sana!"


"Kamu bawa apa?"


"Hhmm."


"Oohh,jadi pakaian kak Ratna basah semua karena memandikan abang?" Tebak Aaron.


Romi hanya diam saja seraya memeriksa paperbag yang Aaron bawa. Lalu membuka kotak pizza pesanannya.


"Bang,kan sudah ada kak Ratna yang urusin abang,apa pakde masih tetap kerja di sini?"


"Biarkan saja. Lebih baik pakde Arman yang tetap di sini daripada keluarga om Adit." Terang Romi.


"Iya bang. Kalau kita butuh kapan pun,pakde selalu siap."


"Hhmmm."


"Ya sudah,aku tinggal dulu!" Pamit Aaron lalu keluar dari kamar Romi.


Tak lama kemudian Ratna keluar dari kamar mandi. Ratna melihat Romi sedang makan di sofa jadi Ratna memilih duduk di sisi tempat tidur.


Tak lama kemudian. "Aku ingin berbaring di tempat tidur." Ucap Romi.


Ratna buru-buru menghampiri Romi lalu mendorong kursi roda romi ke arah tempat tidur. Kemudian Ratna membantu Romi turun dari kursi roda lalu mendudukkannya ke sisi tempat tidur.


"Pijat-pijat kakiku!"


"Iya,bang." Sahut Ratna cepat lalu berlutut di depan Romi dan mulai memijat kaki Romi perlahan.


"Sudah!"


Ratna mendongakkan kepalanya. "Hhhmm,sakit ya bang?"


"Kakiku ini lumpuh jadi tidak akan merasakan sakit! Dasar bodxx,kamu!" Ucap Romi dengan nada kasar.

__ADS_1


Ratna lalu berdiri dengan kepala tertunduk.


"Ayo angkat kakiku ke tempat tidur!" Titahnya lagi.


Ratna lalu mengangkat kaki Romi ke atas tempat tidur pelan-pelan.


"Kamu habiskan sana makanan yang di meja." Titah Romi.


"Iya,bang." Ratna berjalan ke arah sofa lalu duduk di sana. Di atas meja ada sekotak pizza yang masih setengah dan satu kotak nasi berserta lauknya. Ratna mencoba memakan pizza.


Tiba-tiba Ratna merasakan perutnya sangat mual hingga tidak bisa menahan untuk tidak memuntahkan isi dalam perutnya. Ratna berlarian ke kamar mandi sambil menutupi mulutnya dengan tangan.


Romi yang melihat hanya menatap Ratna dengan dahi berkerut. "Kenapa perempuan itu lari-lari segala?" Gumamnya.


"Hoeeks,hoeekks!" Terdengar suara dari dalam kamar mandi.


"Dasar menjijikkan!" Ucap Romi kesal.


Di dalam kamar mandi,Ratna memuntahkan semua isi perutnya sampai dia merasa lemas. Setelah puas,Ratna membasuh wajah dan tangannya lalu keluar dari kamar mandi.


"Kenapa kamu?" Tanya Romi ketus.


"Hhmm,perutku mual bang." Jawab Ratna lirih.


"Hhmm,kalau tidak suka makanannya tidak usah di makan!"


"I-iya bang."


"Ya sudah,sana!"


Ratna lalu kembali ke sofa. Membungkus makanannya dengan rapi agar tidak tercium baunya lalu berbaring di sofa.


"Hhhh,lemes banget." Keluhnya seraya meregangkan otot-otot tangannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


NEXT


Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau masih ada typo. Jangan lupa dukungannya untuk karya othor ini ya baik like,komen gift atau kalau mau juga vote. Terimakasih. 😍😍😍


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


1700


__ADS_2