Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 58


__ADS_3

Rey membuka pintu,masuk ke dalam kamar rawat Siti saat Siti pun sedang menoleh ke arah pintu karena dia mengira Seno yang datang. Pandangan mereka bertemu,tapi Siti buru-buru memalingkan wajahnya.


Rey berjalan ke arah Siti lalu duduk di sampingnya. "Kamu mau pulang ke desa,hmm?" Tanya Rey sambil mengusap pucuk kepala istrinya."Saat itu dia tersedak sedangkan bayinya sedang rewel dan suaminya pergi ke toilet sementara tidak ada yang membantunya. Kebetulan mas lewat. Mas pun ragu tapi dia seperti sangat kesusahan. Jadi mas berikan dia air minum. Mas salah,mas pikir kamu tidak akan marah. Maafin mas! Sungguh mas tidak ada maksud lain!" Terang Rey lirih. Siti tetap diam.


"Mas antar kamu sama Seno ke desa ya! Hari ini apa besok,hmm?"


"Sayang? Mas harus bagaimana agar kamu percaya,hmm? Mas cintanya hanya sama kamu!Kamu mau lihat cctv,agar kamu yakin?"


"Atau nanti mas kiss kamu di depan Seno saja deh biar kamu percaya kalau mas bener-bener cinta sama kamu!" Goda Rey.


"Eeehhh,apa-apaan sih!" Teriak Siti sambil menatap suaminya tajam.


"Makanya jangan ngambek lagi donk!" Rey lalu memeluk Siti. Siti tidak lagi menolak. "Kamu ternyata cemburuan juga ya!"


Siti langsung melepas pelukan suaminya. "Paan sih!"


"Hehee,jadi kapan mau ke desa yank?"


"Tau ahh!"


"Kamu kalau ada masalah,cerita sama mas,jangan di simpan sendiri! Agar tidak mengambil kesimpulan sendiri! Yang rugi siapa,hmm?"


"Yank,mas kangen manjanya kamu!" Ucap Rey lagi sambil menatap lekat istrinya. "Jangan seperti ini lagi ya? Mas lebih suka kamu marah daripada diam!"


"Jadi tidak apa-apa kalau saya marah-marah sama mas? Kalau saya ngamuk-ngamuk?"


Rey mengangguk. "Kalau itu bisa membuat hati kamu puas,mas tidak masalah!"


"Saya kalau ngamuk jelek!"


"Ngamuknya menggemaskan kok! Apalagi saat ngamuk di. . ." Rey mengedipkan matanya. "Mas kangen!" Bisik Rey membuat wajah Siti merona malu.


"Iiihhh!" Siti menutupi wajah suaminya dengan bantal.


"Hahahaa. . ." Rey mulai melancarkan rayuannya.


"Iihh,sudah!" Siti berusaha menghindar.


"Sekarang sudahnya ya? Nanti lanjutnya di rumah kan?"


"Iihh males! Sudah sanaaa!"


"Hahaa! Sayang,sebentar lagi kamu sudah boleh pulang,mas tadi sudah urus administrasinya!" Terang Rey. "Besok pagi kita ke desa ya!"


"Saya ingin ke desa hanya berdua adik saya!"


"Hmm,sayang. Kamu sanggup ya lama-lama jauh dari mas? Mas mana sanggup,yank!" Rey menyandarkan kepalanya di bahu Siti.


"Huuhh,gombal!" Jawab Siti ketus.


"Hmm,yank!"


"Sana iihh!" Siti mengedikkan bahunya yang di sandari Rey.


"Kamu jangan tega gitu yank!"


"Mas juga tega kok!"

__ADS_1


"Hmm,mas kan sudah bilang. Mas hanya mau membantunya tidak ada maksud lain!"


"Ya karena mas masih perhatian sama dia! Masih sayang! Masih cinta juga paling!"


"Hmm,,," Rey tidak tau lagi harus berkata apa.


Mereka saling diam beberapa saat.


"Yank?"


"Saya ingin pulang sekarang!"


"Seno ajak ke rumah ya! Nanti mas minta bibi siapin kamar untuk Seno!"


"Pulang ke desa!"


"Hmm,ya sudah kita pulang ke desa sekarang!"


"Hanya berdua dengan adik saya!"


"Sayang,sekarang sudah sore! Sudah tidak ada kendaraan ke sana! Mas antar atau kita pulang ke desa besok!"


"Saya tidak ingin pulang ke rumah mas!"


"Hmm,baiklah! Kita ke desa sore ini juga!"


***


Rey sedang mengemudikan mobilnya menuju desa Siti. Seno duduk di kursi depan di sampingnya sementara Siti duduk di kursi belakang sambil setengah tiduran.


"Saya mungkin tidak kuliah,mas! Mau langsung kerja saja!" Jawab Seno.


"Loh kenapa tidak kuliah?"


"Tidak apa-apa mas. Ingin langsung kerja saja!" Jawab Seno lagi. Dia tidak ingin jika suami mbaknya itu yang membiayai kuliahnya.


"Hmm,kamu pikir-pikir dulu. Jaman sekarang lulusan SMU agak susah dapat pekerjaan yang bagus!" Terang Rey.


"Iya mas!" Jawab Seno. Dia lalu menoleh ke belakang,melihat mbaknya Siti yang ternyata telah tertidur. " Maaf ya mas,kalau mbak Siti merepotkan mas sekeluarga!"


"Hmm,tidak merepotkan kok! Memang saya yang salah tidak bisa menjaga perasaannya."


"Saya juga kaget,mbak Siti kok sampai begitu. Dia dulu gadis yang kuat walau fisiknya sedikit lemah karena darahnya rendah dan kadang suka pingsan tapi dia orang yang tegar!"


"Hmm,pertama kenal saya juga berpikir kalau dia wanita yang tegar. Mungkin karena hormon kehamilan membuat dia jadi sensitif!" Terang Rey.


"Mungkin juga mas. Mbak Siti sebelum kenal mas,dia tidak pernah berhubungan dengan laki-laki,dia terlalu pemalu dan tidak percaya diri. Apalagi sejak teman dekatnya sampai stres di tinggal pacarnya,mbak makin takut dekat dengan laki-laki.


"Iya,dia terlihat begitu lugu! Tapi itu tidak jadi masalah,hanya jika dia sudah merasa terluka hatinya,dia mudah down!"


"Iya mas,moga mas mau sabar dan tolong jangan pernah menyerah menghadapinya!" Pinta Seno.


"Insya Allah saya tidak akan pernah menyerah! Saya tidak ingin kehilangan dia!" Ucap Rey dengan penekanan.


"Terimakasih mas! Mas tinggal saja beberapa hari di desa sampai hatinya tenang,kalau langsung mas tinggal,dia akan merasa makin sedih."


"Iya,saya memang akan tinggal beberapa hari di desa!" Jawab Rey.

__ADS_1


Tidak terasa,hari telah malam saat mereka sampai di desa Siti. Setelah memarkirkan mobilnya,Rey membuka pintu belakang dan ternyata istrinya itu masih tertidur pulas.


"Mbak Siti banguni saja mas!" Saran Seno.


"Jangan! Biar saya gendong saja." Ucap Rey.


Sambil menggendong Siti,Rey berjalan hampir dua puluh meter menuju rumah Siti dari tempat dia memarkirkan mobilnya. Untungnya hari sudah malam jadi tidak ada yang melihat mereka.


Rey membaringkan istrinya di atas kasur sederhana. Dia tatap wajah lugu istrinya itu lalu membelai wajah cantik itu. "Kamu begitu cantik dan menggemaskan sayang! Kenapa kamu tidak pernah menyadari itu? Selalu bilang 'saya memang jelek'. Tapi kalau lagi cemburu,ampun mas!" Gumam Rey sambil tersenyum-senyum sendiri.


Dia lalu keluar dari kamar menuju kamar mandi berniat untuk sholat isya. Setelahnya dia ikut tidur di sebelah istrinya sambil terus memandangi wajah istrinya.


Tiba-tiba Siti menggeliat lalu mengerjap-ngerjapkan matanya lalu dahinya berkerut saat melihat langit-langit kamar yang begitu dia kenal. Lalu dia menoleh ke samping di mana suaminya masih memandanginya.


"Mas?" Ucapnya kaget.


"Sayang,kok sudah bangun?"


Siti duduk lalu hendak turun dari kasur.


"Mau kemana sayang?"


"Kamar mandi!"Jawab Siti tanpa menoleh.


Setelah dari kamar mandi,Siti sholat isya lalu duduk lama di sajadahnya.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Rey.


Siti menoleh tanpa menjawab lalu dia membereskan alat sholatnya. Kemudian dia hendak keluar kamar.


"Sayang,mau kemana lagi?"Tanya Rey yang ikut berdiri.


"Dapur!" Jawab Siti cepat dan tanpa menoleh.


Rey mengikuti Siti dari belakang.


"Sayang,kamu lapar?" Tanya Rey yang melihat Siti mengambil sebungkus mie instan. Siti diam saja.


"Sayang,kamu mau makan mie instan? Kamu kan sedang hamil,itu tidak baik yank!" Ucap Rey dengan penekanan.


"Lalu makan apa lagi?" Tanya Siti.


"Tadi di jalan mas beli roti sama cake. Kamu makan itu dulu malam ini ya sayang!"


"Mana kenyang makan roti!"


"Makan yang banyak kalau perlu kamu habiskan semua roti sama cakenya!" Rey mengambil mie instan dari tangan Siti.


Siti mendengus lalu kembali ke kamar di ikuti oleh Rey.


"Ini roti sama cakenya,yank!" Rey menyerahkan kantong plastik berisi roti dan cake.


Karena sudah tidak tahan lapar,Siti pun menghabiskan roti dan cakenya,membuat Rey menahan senyum. Kamu bener-bener kelaparan yank. Batin Rey.


NEXT


130521/22.45

__ADS_1


__ADS_2