
Sudah sebulan kedekatan antara Cinta dan Aaron,karyawan biasa di perusahaan papanya. Sudah seminggu Cinta tidak main ke perusahaan papanya karena kesibukan sekolahnya. Hari ini rencananya dia akan main kesana. Selain karena permintaan papanya,dia juga ingin bertemu Aaron. Anak muda itu selalu bertanya kapan Cinta datang,sementara kalau ketemu di luaran sangatlah sulit.
Cinta melangkahkan kakinya dengan riang ke ruangan papanya,kebetulan pelajaran sekolah cepat selesai.
"Cin?" Sapa Aaron yang tiba-tiba ada tidak jauh darinya. "Nanti ke kantin ya?"
Cinta langsung menoleh. Gadis itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu dia kembali berjalan menuju ruangan papanya.
"Papa." Serunya.
"Sayang,kamu datang juga. Papa kangen nih." Sahut Rey.
Cinta mendekati papanya lalu memeluknya.
"Cinta juga kangen papa."
"Kamu sudah lama sekali tidak menginap di rumah papa."
"Hmm,Cinta lupa bilang kalau bunda sedang tidak enak badan,pa." Terang Cinta.
"Apa? Sakit apa bunda kamu?"
"Cinta tidak tau,pa. Tapi tiap pagi bunda muntah-muntah." Jawab Cinta.
Muntah-muntah? Hmm,jangan-jangan Cyndia hamil. Alhamdulillah,moga dia selalu bahagia dengan keluarganya. Batin Rey.
"Sudah lama muntah-muntahnya?"
"Hmm,sudah lebih seminggu pa. Tapi ayah Fadil sama oma opa malah santai tidak khawatir. Mereka malah terlihat senang. Bunda di manjain banget deh."
"Hehee."
"Kok papa malah ketawa? Bunda kasihan loh pa,tidak mau makan,tiduran terus."
"Hmm,tidak apa-apa nak. Kak Ratna kok tidak di ajak masuk?"
"Kak Ratna sedang ngobrol sama karyawan papa yang suka bawain minum itu loh. OB ya pa."
"Hmm. . ."
"Kalau sudah ngobrolnya,di ajak masuk saja." Titah Rey.
"Iya pa." Cinta lalu keluar mencari Ratna lalu mengajaknya masuk ke ruangan Rey.
Mereka ngobrol beberapa menit.
"Cinta ada tugas sekolah tidak?" Tanya Rey.
"Ada satu pa. Tapi nanti saja,Cinta laper mau ke kantin dulu ya."
"Hmm,tasnya taruh di meja saja tidak usah di bawa-bawa kan berat."
"Iya pa." Jawab Cinta.
Bersama Ratna,Cinta pergi makan siang di kantin kantor sebelum jam istirahat di mulai.
"Masih sepi ya?" Ucap Ratna.
"Iya kak,sepuluh menit lagi baru karyawan istirahat." Sahut Cinta.
Mereka lalu memesan makanan yang sama.
Saat jam istirahat kantor baru saja di mulai,Aaron sudah lebih dulu ke kantin.
"Boleh gabung?" Tanya Aaron.
Cinta melirik ke arah Ratna. "Terserah Cinta saja." Ucap Ratna.
Cinta tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Terimakasih ya. Makannya sudah selesai ya?"
"Iya,kita dari tadi kok." Jawab Cinta.
"Cin,aku ada sesuatu untuk kamu." Ucap Aaron.
"Apa?"
Aaron lalu mengeluarkan sebuah mainan tas terbuat dari stanlis. Berbentuk cinta dengan ukiran nama Aaron love Cinta. Kemudian dia berikan pada Cinta. Cinta menerimanya sambil manatap mainan itu dan Aaron secara bergantian. Cinta tidak bisa menahan senyumnya. Senyum bahagia sekaligus malu-malu karena di lihat oleh Ratna.
"Kakak pergi deh masa jadi obat nyamuk." Celetuk Ratna.
"Hmm,jangan donk." Pinta Aaron.
"Loh,kenapa? Kakak juga sudah selesai makan kok.Tidak apa-apa kakak tunggu di luar."
"Kakak di sini saja temani Cinta ya. Kakak bukan obat nyamuk kok. Kan kakaknya Cinta." Pinta Cinta.
"Hmm,ya sudah kalau begitu." Ucap Ratna.
"Terimakasih ya kak Ratna. Eh,aku panggil kakak juga boleh?" Tanya Aaron.
"Usia kamu berapa?" Tanya Ratna.
__ADS_1
"Aku sembilan belas." Jawab Aaron.
"Oohh,boleh lah panggil kakak. Kakak dua puluh tiga."
"Terimakasih kak Ratna."
"Hmm."
"Kamu tidak pesan makan?" Tanya Ratna.
"Oh iya aku pesan dulu ya. Cintaku,tinggal sebentar ya." Pamit Aaron.
Lima menit Aaron sudah kembali dengan semangkuk baso dan air mineral.
"Kamu makan siangnya baso terus ya?" Tanya Cinta.
"Tidak tiap hari sih tapi memang sering."
"Kata papa tidak boleh sering-sering makan baso."
"Hmm,sama aku juga di larang sering makan baso. Tapi mumpung yang larang tidak tau ya makan saja. Hahaa." Jawab Aaron sambil tertawa.
"Tidak boleh begitu." Ucap Ratna.
"Iya tidak boleh begitu."
"Hmm,iya deh. Kalau Cintaku yang larang,aku akan turuti." Sahut Aaron sambil menatap lekat-lekat ke arah Cinta. Cinta jadi salah tingkah.
"Ayo di habiskan dulu basonya. Jangan pandang-pandangan terus nanti basonya jadi dingin loh." Ucap Ratna.
"Hehee,iya kak." Aaron segera menyantap basonya.
"Kamu jangan lihatin aku terus donk,nanti basonya malu." Gurau Aaron sambil melirik ke arah Cinta.
Cinta jadi tersenyum malu ketahuan sedang memperhatikan Aaron makan.
Hanya lima menit,mangkuk basonya sudah kering.
"Alhamdulillah,kenyang." Ucap Aaron lalu segera menenggak air minum.
"Rumah kamu di mana?" Tanya Ratna pada Aaron.
"Rumahku? Hmm,rumahku di desa. Iya di desa kak. Aku tinggal di sini sama paman." Jawab Aaron yang terlihat gugup.
"Biasa saja jawabnya. Kakak tidak akan numpang tidur kok."Gurau Ratna.
"Hehee,iya nih. Kamu jawabnya bingung gitu. Lupa di mana rumahnya kali kak." Ucap Cinta.
"Hmm,paman di komplek Citra."
"Wah,komplek orang berduit itu. Seperti rumah keluarga Cinta." Terang Ratna.
"Iya kalau Cinta itu rumah orangtuanya nah kalau aku,itu rumah pamanku.
"Hmm. . ."
"Kamu hari ini ada kuliah?" Tanya Cinta.
"Ada satu tapi aku males datang." Jawab Aaron.
"Loh kenapa?" Cinta mengernyitkan dahinya.
"Kuliah cuma satu,dosennya aku tidak suka."
"Tidak boleh begitu. Suka tidak suka kita harus menghargainya. Toh beliau memberikan kita ilmu." Terang Ratna.
"Benar apa yang kak Ratna bilang. Kalau setiap mata kuliahnya kamu tidak mau datang,kamu tidak bisa dapet nilai donk. Bisa-bisa nilai kamu di mata kuliah itu kosong. Nol besar!" Celoteh Cinta.
"Hehee,baik Cintaku." Gurau Aaron.
"Iihh Cinta kasih tau bener-bener kok." Cinta jadi ngambek.
"Iya memang bener yang Cintaku bilang. Nanti aku akan datang kok." Ucap Aaron sambil menatap Cinta.
"Iihh." Wajah Cinta langsung memerah di panggil 'Cintaku' oleh Aaron.
"Yaahh,mulai deh kakak jadi obat nyamuk." Gurau Ratna.
"Hehee. Kak Ratna,tidak apa-apa kan aku ajak Cintaku ngobrol? Kan tidak berduaan,ada kak Ratna."
"Boleh juga berduaan tapi kakak awasi dalam jarak satu meter." Jawab Ratna.
"Hahaa,sama saja itu kak."
"Bener-bener. Kak Ratna tidak boleh jauh-jauh dari Cinta,loh!" Ucap Cinta.
"Iya,percaya kok. Karena Cintaku sangat spesial jadi harus ada yang jagain."
"Hmm,mulai deh." Cinta makin salah tingkah.
"Yah,sudah jam segini. Istirahat sudah selesai nih. Aku kerja lagi ya. Kak Ratna,titip Cintaku ya." Ucap Aaron lalu segera meninggalkan kantin.
"Yuk Cin,sudah sepi di sini." Ajak Ratna.
__ADS_1
"Iya kak. Aku bayar dulu ya."
"Biar kakak yang bayarin deh,sesekali." Ucap Ratna.
"Tapi kak?"
Ratna langsung membayar makanan mereka tapi ternyata sudah ada yang bayarin.
"Cin,kata ibu kantin makanan kita sudah di bayarin oleh pak Seno." Terang Ratna.
"Apa? Om Seno tadi makan siang di sini maksudnya?" Tanya Cinta kaget.
"Iya kata ibu kantin."
Duuhh,pasti om Seno lihat aku ngobrol sama Aaron tadi. Moga om Seno tidak bilang sama papa. Batin Cinta.
"Yuk kak,kita ke ruangan papa."
Cinta dan Ratna kembali ke ruangan Rey.
Di sana Cinta mengerjakan tugas sekolahnya di bantu oleh Ratna. Mereka sudah makin dekat seperti sodara karena Cinta memang tidak punya kakak.
Jam dua lebih,Cinta pamit pulang sama papanya.
"Pa,Cinta pulang ya."
"Kok cepat? Tugas sekolah kamu sudah selesai?"
"Sudah,pa. Cinta mau temani adek Faqih kan bunda sakit."
"Ya sudah hati-hati di jalan ya."
Cinta lalu mencium punggung tangan papanya.
Saat baru turun dari lift,Cinta bertemu Aaron yang sedang membawa alat kerjanya.
"Aaron?" Sapa Cinta.
"Eh,Cintaku sudah mau pulang?"
"Hmm,iya Cinta mau pulang."
"Terimkasih ya hari ini sudah datang. Seminggu tidak lihat wajah Cintaku rasanya sepi." Goda Aaron membuat wajah Cinta makin merona.
Tiba-tiba.
"Cin?" Sapa Seno saat sudah di dekat Cinta.
Cinta menoleh dan langsung kaget melihat keberadaan omnya. "Om Seno?" Ucapnya dengan wajah memerah,malu.
"Sedang apa? Belum mau pulang?"
"Hmm,ini Cinta sudah mau pulang kok." Jawab Cinta gugup.
"Om antar ya?"
"Hmm,Cinta sama kak Ratna." Jawab Cinta cepat.
"Ya sudah pulanglah." Titah Seno.
"Hmm,iya om. Cinta pulang dulu." Cinta bergegas meninggalkan Seno dan Aaron.
.
.
.
.
.
.
.
NEXT
Selamat membaca,semoga suka. Maaf kalau ada typo. Terimakasih ππ
.
.
.
.
.
.
2100
__ADS_1