Mengejar Cinta Suami

Mengejar Cinta Suami
bab 96


__ADS_3

Sudah tiga hari Siti di rawat. Dia sudah mulai makan lebih banyak dari biasanya. Dia juga sudah jarang mual sampai muntah. Hari ini dia sudah di perbolehkan pulang. Tadi pagi suster sudah melepaskan selang infusnya dan setelahnya dengan memakai kursi roda,Siti akan konsultasi ke dokter Layli untuk USG sebelum pulang,untuk mengecek lagi perkembangan janinnya.


Setelah menunggu setengah jam lebih,giliran Siti masuk ke ruang periksa.


"Halo mbak Siti." Sapa dokter Layli."Bagaimana hari ini?"


"Alhamdulillah sudah mulai enak makan,dok. Mualnya tidak sampai bikin muntah lagi!" Jawab Siti dengan wajah ceria.


"Iya,terlihat dari wajah kamu sudah tidak pucat lagi. Karena obatnya sudah bekerja." Ucap dokter. "Ayo berbaring di sini!" Titah dokter.


Siti lalu berbaring di atas tempat tidur untuk USG. "Iya dokter. Badan sekarang lebih segar rasanya."


"Setelah ini,tidak akan mual muntah lagi kan,dok?" Tanya Rey.


"Insya Allah,biasanya mual muntah berkurang dan benar-benar hilang dengan bertambahnya usia janin." Jawab dokter.


"Syukurlah. Soalnya sejak hamil,berat badannya malah turun."


"Iya,memang kalau hiperemesis biasanya seperti itu karena tidak ada asupan yang masuk. Dan itu tentu saja tidak bisa di biarkan." Terang dokter lagi. "Nah itu janinnya." Tunjuk dokter ke arah monitor.


"Bagaimana janinnya dok?" Tanya Rey.


"Alhamdulillah janinnya baik-baik saja hanya mamanya harus makan lebih banyak lagi! Dia masih sangat kecil sekali." Terang dokter.


"Iya dokter." Jawab Siti.


"Saya resepkan vitamin dan penguat kandungan lagi ya. Oh iya jangan lupa dua minggu kontrol lagi ke sini!" Ucap dokter sambil menyerahkan resep pada Rey.


"Baik dokter." Ucap Rey. " Kita permisi dulu." Pamit Rey.


Mereka lalu kembali ke kamar rawat inap Siti.


"Yank,mas urus administrasinya dulu. Kamu tunggu sebentar ya!" Ucap Rey.


"Iya mas. Aku juga mau beresin barang-barang kita." Jawab Siti.


Rey lalu keluar kamar sementara Siti membereskan barang-barang mereka selama di rumah sakit.


Setelah satu jam,Rey kembali.


"Urusan administrasinya sudah selesai,yank. Kita bisa pulang sekarang." Ucap Rey.


"Iya mas. Aku kangen Putri." Jawab Siti.


"Yuk,kamu naik kursi roda ini!" Titah Rey.


Mereka lalu meninggalkan kamar rawat inap Siti. Siti menunggu di lobi sementara Rey mengambil mobil di parkiran.


"Kamu tidak ingin beli sesuatu yank?" Tanya Rey saat mereka baru saja meninggalkan Klinik.

__ADS_1


"Aku kepingin makan kue pastri yang kemarin,mas. Aku suka yang coklat." Jawab Siti.


"Hmm,enak yang isi coklat kan daripada yang isi selai." Ucap Rey.


Siti tersenyum. "Yang isi selai kok kurang enak ya mas. Padahal kalau mama beli,aku pasti lebih pilih makan yang isi selai."


"Hmm,ya bagus donk yank. Coklat itu bisa membuat mood kita jadi lebih baik." Terang Rey. "Sekalian kita beli kue coklat,mau?"


"Hmm,aku mau yang coklat asli bukan kue mas. Kalau kue pastri itu kan isi coklatnya itu asli."


"Hmm,yasudah kita beli coklat Queen aja ya?"


"Iya mas. Sama jeruk ya!"


"Iya sayang! Apa sih yang tidak buat kamu,hmm?" Rey menoleh ke arah istrinya yang sedang tersenyum malu.


Mereka lalu mampir ke toko yang menjual kue pastri lalu ke toko Istana Coklat,ada banyak macam coklat yang di beli oleh Siti.


"Oh iya yank,mama titip susu formula untuk Putri. ASI kamu keluar dikit banget kan?"


"Hmm,iya mas." Jawab Siti dengan wajah sedih mengingat Putrinya yang tidak bisa lagi menikmati ASInya seperti biasa.


Mereka lalu mampir sebentar ke toko susu. Membeli beberapa kotak susu formulu untuk Putri dan juga susu hamil untuk Siti.


"Mas,aku belum mau minum susu hamil." Tolak Siti saat di lihatnya suaminya memasukkan dua kotak susu hamil dengan merek yang berbeda.


"Coba dulu yank,mana yang kamu suka. Kan mas ambil yang rasa coklat." Rey mencoba merayu istrinya.


"Mau beli cemilan juga?"


"Jeruk sama apel saja cukup mas." Jawab Siti.


Rey lalu ke kasir membayar belanjaanya lalu masuk ke toko buah yang pas bersebelahan dengan toko susu. Mereka tidak hanya membeli jeruk dan apel tapi juga beberapa macam buah.


"Yuk pulang!" Ajak Rey sambil menggandeng istrinya dan juga membawa barang belanjaan mereka.


Setengah jam perjalanan,mereka pun tiba di rumah. Rey segera membukakan pintu mobil untuk istrinya. Siti pun bergegas masuk,tidak sabar ingin segera bertemu bayinya.


Setelah mencuci kaki dan tangannya,dia langsung mencari bayinya di ruang keluarga. Dari luar sudah terdengar suaranya yang sedang tertawa,mungkin sedang di ajak main sama oma dan opanya.


"Siti,kamu sudah pulang? Mama pikir pulangnya siang." Mama kaget melihat menantunya sudah ada di depannya.


"Hmm,iya ma. Sudah selesai semua,sudah USG juga jadi sudah bisa pulang cepat." Terang Siti.


"Oh ya. Bagaimana kondisi kandunganmu?"


"Alhamdulillah baik-baik saja,ma."


"Syukurlah."

__ADS_1


"Aku mau gendong Putri,ma." Ucap Siti.


"Kamu beneran sudah sehat?"


"Alhamdulillah ma. Lebih segar sekarang."


"Alhamdulillah. Tapi kamu tetap tidak boleh capek ya. Mulai sekarang bibi akan bantu kamu urus Putri,kalau dia sedang rewel biar bibi yang gendong." Ucap mama.


"Hmm,bibi kan masak ma?"


"Iya pekerjaannya sekarang hanya masak pagi sama si Tia,setelahnya bibi akan bantu kamu,kalau kamu kerepotan."


"Oh iya ma." Jawab Siti. Dia lalu mengambil Putri dari gendongan mamanya.


"ASI kamu masih keluar?" Tanya mama.


"Tiap hari aku pompa beberapa menit,ma. Masih keluar dikit." Jawab Siti.


"Ya sudah tidak apa-apa daripada tidak sama sekali." Ucap mama.


"Aku bawa Putri ke atas ya ma,pa!" Pamit Siti.


"Iya. Hati-hati." Jawab mama.


Siti lalu naik ke atas menuju kamarnya. Dia tutup kembali pintu lalu duduk di sisi kasur.


"Hhh,akhirnya bisa tidur di kamar ini lagi." Gumamnya dengan hati lega.


Siti pun mulai mencoba memberikan ASI pada Putri.


"Sayang,maafin mama ya. Kamu jadi tidak bisa minum ASI eksklusif." Ucapnya dengan rasa bersalah.


Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Rey masuk dengan membawa gelas berisi jus jeruk dan juga susu coklat. Ada juga cemilan kue yang tadi mereka beli.


"Yank?" Panggil Rey.


Siti menoleh. "Mas,bawa apa itu banyak banget?"


"Ini kan kue yang kita beli tadi yank,mas bikinin juga jus jeruk sama susu." Jawab Rey. Dia lalu menaruh minuman dan kuenya di atas nakas.


"Hmm,susu nanti saja ya mas." Ucap Siti dengan nada memohon.


"Tapi minumnya pas masih anget biar enak,yank!" Ucap Rey. Dia lalu duduk di sebelah istrinya yang masih sibuk memberi ASI untuk bayi mereka.


"Iya deh,bentar lagi." Jawab Siti lirih.


"Iya yank,kamu kasih Putri ASI saja dulu. Dia semangat banget ya,kangen minum ASI mamanya."


"Hmm,iya mas...

__ADS_1


NEXT


1806/2100


__ADS_2