
Sore itu Yuna dan timnya baru kembali setelah meninjau toko baru yang akan dibuka. Ketiganya tampak kelelahan akibat bekerja seharian diluar mereka memutuskan untuk kembali ke kantor mengisi absen sebelum kembali ke rumah masing-masing.
" kalian duluan saja aku akan membeli beberapa barang di supermarket depan" kata Yuna segera berhenti berjalan kemudian langkahnya berbalik ke arah supermarket.
" kau yakin tidak mau ditemani? " Kata Jen yang mencegah kepergian Yuna.
"Tidak perlu kalian kembali saja ke kantor Aku hanya sebentar" ucapan Yuna dan bergegas ke arah supermarket.
"Baiklah kami duluan kau hati-hati" ucap Jen kemudian berjalan ke arah kantor.
Yuna membalas dengan anggukan dan lambaian tangan kepada kedua rekan kemudian ia bergegas menuju supermarket.
Dia membeli beberapa makanan kemudian mengambil minuman untuk melepaskan dahaga yang ia rasa setelah mengeringkan tenggorokannya.
ia membayar belanjaannya kemudian segera keluar supermarket dan berjalan Kembali menuju ke kantornya.
"Huffft Hari ini lelah sekali Aku bahkan lupa minum" sambil membuka botol minuman yang dibeli Yuna di supermarket tadi.
Di tengah perjalanan ke kantor ia tak sengaja melihat seseorang yang tidak asing. Yuna segera mempercepat langkahnya mengikuti seseorang itu. Tapi ia sudah kehilangan jejaknya.
"Mungkin aku salah lihat orang mana mungkin dia kata Marcih dia kembalinya beberapa hari lagi" kata Yuna Lirih.
Yuna kembali berjalan menuju kantornya tetapi tiba-tiba ada seseorang menepuk pundaknya dari belakang sontak Yuna berbalik dan kaget dan Melebarakan pandangannya.
"kau Sejak kapan kau ada di sini? Ternyata benar kau yah? aku tidak salah lihat rupanya Arich. Aku rindu padamu kau kenapa tidak bilang, kata Marich kau akan kembali beberapa hari lagi terus sekarang kau sudah ada disini aku tidak yakin"
Tiba-tiba Yuna memeluk Arich dengan erat.
Sontak Arich kaget ia hanya diam tak merespon pertanyaan Yuna. Dengan sedikit senyum dibibirnya kemudian membalas pelukan Yuna.
"Kenapa kau diam saja tidak menjawab pertanyaanku?" Kata Yuna sambil melepaskan pelukannya dari Arich.
"Bagaimana aku bisa menjawab kau bahkan memberiku pertanyaan bertubi-tubi belum sempat aku menjawab kau malah memelukku" Jawab Arich dengan wajahnya berbinar-binar sambil memandangi wajah Yuna salah satu wajah yang mungkin ia rindukan selama ini.
"Hehehe maaf aku begitu kaget tiba-tiba saja kau berada di depanku. kau sudah mulai tidak sopan lagi padaku ya kau tidak memanggilku lagi Kakak Dasar anak tidak sopan akan ku laporkan kepada kau pada Marich nanti" Kata Yuna sambil memukul sedikit bahu Arich.
"Ampun kakak Yuna yang cantik maaf kan adikmu ini" kata Arich sambil mengatupkan tangannya.
"Ya ampun Arich kebiasaan mu dua tahun ini masih sama saja kau masih jadi perayu wanita, jangan-jangan kau sudah banyak mematahkan hati wanita bule di sana Aku curiga ah.
__ADS_1
jawab Yuna dengan tatapan sedikit menyelisik ke arah Arich.
"kak Yuna seperti tidak tahu saja wanita itu diciptakan untuk dirayu bukan disakiti" Jawab Arich dengan sedikit mendekatkan wajahnya ke telinga Yuna.
"Dasar Kau ini, sifat mu tidak pernah berubah.
aku sungguh ingin banyak mengobrol dengan mu. Tunggu aku disini, aku akan ke atas sebentar, kau jangan ke mana-mana" Kata Yuna sambil berjalan memasuki loby.
Arich tidak menjawab Dia hanya menganggukkan kepala sambil melambaikan tangan kepada Yuna.
Yuna tersenyum sambil mempercepat langkahnya menuju lift dan segera naik ke lantai 16.
*****
Setelah menunggu sekitar 20 menit tampak Yuna keluar dari lift dan berjalan ke tempat dimana Arich berada.
" kau tidak bosan menungguku kan? " kata Yuna begitu tiba di depan Arich.
"Aku tidak akan bosan menunggu seseorang apalagi orang itu cantik" kata Arich dengan senyum merekah di bibirnya.
"kau ini Ahhh dasar Kakak sendiri dirayu"
"terserah kau saja yaaa kau selalu benar, benar-benar Playboy hahaha" kata Yuna sambil menepuk pundak Arich.
"Sudahlah Ayo kita ke cafe milik Marcih aku yakin dia akan membuat perhitungan kepadamu"
Yuna sambil menarik tangan Arich menuju tempat parkir mobilnya.
****
Di dalam mobil yang membawa Yuna dan Arick ke cafe Marcih tampak Arich duduk di balik kemudi sedangkan Yuna duduk di samping Arich. Suasana hening beberapa saat, kemudian Yuna mulai berbicara kepada Arich.
"sebenarnya Sejak kapan kau ada di sini bukan kah Marcih bilang kau baru kembali beberapa hari lagi" tanya Yuna dengan sedikit melirik ke arah Arich.
"aku tiba kemarin sore aku ingin memberi kejutan kepada Kak Marich" jawab Arich yang fokus melihat ke depan.
"jadi kau belum memberitahu Keberadaanmu sekarang kepada Marich?" Yuna Sedikit menajamkan perkataannya kemudian berbalik menghadap Arich.
"aku belum sempat bertemu denganya, kemarin sore aku hanya tidur di apartment dan tidak keluar sampai malam kemudian pagi-pagi aku ke apartemen kak Marcih dia sudah tidak ada di sana" Jawab Arich dengan sedikit menoleh ke hadapan Yuna.
__ADS_1
"kau ini benar-benar tega ya kepada kakak mu dia begitu sangat merindukanmu" kata Yuna Sambil menyilangkan kedua tangan didepan dadanya.
"kau tenang saja kak sekarang ini kan kita lagi menuju ke cafenya sebentar lagi aku akan bertemu dengannya" jawab Arich dengan senyum dan tangannya sedikit mengelus belakang kepala Yuna.
"itupun karena kau bertemu denganku, Aku yakin jika kau tidak bertemu denganku pasti kau tidak akan menemui nya di Cafe" Yuna segera menepis tangan Arich di kepalanya.
"kau benar Kak sebenarnya aku akan menemuinya tapi aku rasa itu ini bukan waktu yang tepat tapi kau mengajakku Ya sudah aku ikut saja aku tidak tega menolak permintaan wanita cantik"
kata Arich yang sedikit mengedipkan matanya ke arah Yuna.
"cihih dasar bedebah kau ini ya tunggu dan lihat apa yang akan dilakukan Marcih padamu nanti"
"Palingan dia hanya menjewer kemudian memelukku dia tidak akan tega memukul wajahku yang tampan ini" jawab Arich dengan rasa percaya diri.
Yuna tidak menanggapi perkataan Arich dia hanya menajamkan pandangnya ke arah Arich. Seketika Arich tersenyum, ia merasa puas sudah menggoda sahabat kakaknya itu.
tidak ada lagi percakapan diantara mereka berdua.
Sesekali Arich melirik ke arah Yuna dengan tatapan yang sangat dalam dan penuh arti. entah apa arti dari tatapan Arich, dia pun tidak mampu mengertikannya. Yang jelas dia sangat menikmati moment ini bersama Yuna.
*****
Setelah berkendara sekitar 45 menit mobil yang membawa meraka tiba di depan cafe milik Marcih.
Yuna masuk ke dalam cafe tanpa menunggu Arich yang sedang memarkirkan mobilnya.
"Marcih!!!!! My Bebhh" teriak Yuna seperti biasa ketika berada di cafe milik sahabatnya itu.
mendengar teriakan Yuna, Marcih yang berada di dapur segera berjalan keluar dan mencari keberadaan sahabatnya.
" Yuna!!" teriak Marcih ketika melihat Yuna, ia segera berlari dan memeluk sahabatnya itu. cukup lama meraka berpelukan.
"Kalian masih mau berpelukan? Kalau masih mau aku pulang saja" kata Arich yang sedikit heran melihat tingkah dua wanita dewasa didepannya.
Sontak Marcih kaget melihat keberadaan adiknya yang belum pernah dia temui dua tahun ini.
"Kau, sejak kapan disini?" Kata Marcih sambil melepas pelukannya dari Yuna dan memandang dengan tatapan tajam ke arah Arich.
Bersambung...
__ADS_1