
Didalam kamar pasangan halal, Breena langsung menjatuhkan tubuhnya di kasur hotel. Ia pun langsung memejamkan mata nya.
"Sayang bersih bersih dulu baru istirahat. Kamu dari luar dan perjalan jauh loh sayang. Bersih bersih dulu yuk" ajak Dayyan ketika ia melihat Breena yang sudah memejamkan matanya kembali.
"Nanti Mas. Breena masih capek" keluh Breena manja sambil mengangkat tangan nya minta di peluk.
"Duuuhh manja nya bumil satu ini"
Dayyan pun langsung menghampiri istri kesayangan nya itu lalu memeluk nya. Tak lupa tangan kanan nya yang selalu mengelus calon anak mereka.
"Duuuhh nyaman nya Mas di peluk kamu gini" ucap Breena manja.
Dayyan hanya tersenyum tak menanggapi apa yang dikatakan istri nya.
Sepuluh menit berselang Dayyan melepas pelukan nya.
"Ayo bangun sayang. Kita bersih bersih dulu. Ada yang mau Mas katakan sama kamu nanti sayang"
"Ada apa Mas? Apa ada masalah?"
"Hmm sedikit. Ini tentang Kak Ansel sayang. Yuk mandi dulu biar segar nanti lanjut lagi"
Breena pun tak membantah lagi. Kali ini dia nurut disuruh suami nya mandi.
Tiga puluh menit kemudian, Breena dan Dayyan pun sudah selesai mandi dan sudah rapi.
"Mas ayo cerita sama Breena. Ada apa sama Kak Ansel?" tanya Breena penasaran.
"Apa kamu tidak melihat kalau Kak Ansel lebih banyak diam nya dari pada biasa nya sayang?" tanya Dayyan. Breena pun tampak sedang berpikir. Lalu ia pun menganggukkan kepala nya.
"Tadi Brian bilang sama Mas. Kalau Kak Ansel diam aja selama di jet tadi. Di tanyain dia bilang hanya mikirin masalah kerjaan. Tapi tatapan nya itu kosong sayang. Kira kira ada apa iya sama Kak Ansel. Apa kamu tau sesuatu sayang?"
"Breena juga nggak tau Mas. Apa kita tanyakan aja nanti Mas?" tanya Breena khawatir dengan Kakak sepupu nya itu.
"Brian juga nyaranin gitu sayang. Nanti setelah makan malam kita ajak aja dia ke kamar kita. Bilang ada yang mau kamu inginkan ia sayang. Atau kita yang kekamar nya?"
"Biar nggak ada yang curiga kita kekamar nya aja Mas. Kak Ansel kan satu kamar sama Mas Dion. Jadi kalau ada yang nanyak bilang aja bahas kerjaan" saran Breena.
"Iya uda kalau seperti itu. Yuk kita keluar yuk. Mungkin mereka juga uda ngumpul di lobby" ajak Dayyan.
Breena dan Dayyan pun langsung keluar dari kamar nya. Sampai nya di lobby, Breena mencari keberadaan Kakak nya itu. Dan iya bisa Breena lihat kalau Kakak nya sedang duduk menyendiri di sofa tunggu dengan tatapan kosong nya. Breena yang khawatir pun langsung menghampiri dan memeluk Kakak nya.
Mendapati seseorang memeluk nya. Ansel pun tersenyum. Ia mengelus puncak kepala Breena.
"Kenapa hmm?" tanya Ansel
"Kangen sama Kakak aja" jawab Breena manja.
"Terus?"
__ADS_1
"Mau peluk aja. Dedek juga kangen sama Uncle nya"
Ansel pun mengelus perut Breena sayang.
"Sehat sehat iya kesayangan kesayangan Uncle. Uncle sangat menyayangi kalian. Jangan nakal nakal iya. Jangan buat Umi kalian muntah muntah terus iya. Kalau kalian ingin sesuatu, bilang sama Uncle. Nanti Uncle belikan untuk kalian"
"Wwaahh dedek, Uncle mu lagi nawarin sesuatu ini. Ayo mikir sayang, apa yang harus kita minta sama Uncle mu yang tampan ini" ucap Breena antusias.
"Apa pun akan Uncle berikan sayang"
"Waahhh Dek, kita minta mobil aja yuk sama Uncle El" canda Breena sambil tertawa.
Ansel pun juga ikut tertawa memdengar permintaan pura pura Breena.
"Baik lah untuk kesayangan Uncle. Pulang dari sini mobil kalian uda terparkir di garasi mobil Abi kalian"
"Wwaahhh Uncle terima kasih" ucap Breena senang.
Ansel pun juga ikut tersenyum. Iya walau pun Breena tau itu adalah senyuman terpaksa. Tapi Breena tak mau mempermasalahkan nya sekarang.
Breena yang tumbuh besar bersama Ansel, sudah bisa melihat kalau Ansel memang lagi ada masalah. Dan ia bertekat setelah makan malam nanti ia akan memaksa Ansel untuk bercerita dengan nya.
...----------------...
Setelah semua nya berkumpul, rombongan itu pun menuju ke restauran yang tak jauh dari hotel mereka.
Mereka sepakat berangkat ke restauran itu berjalan kaki saja. Breena pun tak menyia nyiakan kesempatan. Ia sudah izin pada suami nya. Kalau ia akan berjalan bersama Ansel.
"Adek tau Kakak lagi ada masalah. Dan ini bukan masalah pekerjaan. Karena kalau soal pekerjaan tidak pernah sampai membuat Kakak seperti ini. Apa ini ada hubungan nya dengan Windy Kak?" tanya Breena dengan suara pelan yang hanya bisa didengar Ansel saja.
Ansel yang tau Adik nya pasti menyadari sikap nya yang berubah pun hanya tersenyum kecut. Ia tak mau membahas masalah ini. Ia pun ikut hanya untuk menghilangkan pikiran nya tentang masalah yang telah dihadapi nya.
"Adek nggak mau tau sehabis makan, Adek mau Kakak cerita sama Adek" paksa Breena.
Ansel hanya diam. Ia masih memikirkan apakah ia harus menceritakan nya dengan Breena atau tidak.
Sedangkan Dayyan berjalan bersampingan dengan Brian dibelakang Breena dan Ansel. Bagaimana pun juga Dayyan tak ingin jauh dari Breena. Walau pun Breena tentu saja aman bersama dengan Kakak sepupunya sekali pun.
"Gimana Gus, uda bicara sama Breena tentang Ansel?" tanya Brian pelan.
"Uda Mas. Breena juga nggak tau kalau Ansel ada masalah. Ini juga lagi diusahakan sama Breena untuk menghibur Ansel" ujar Dayyan dengan tatapan mata yang tak pernah lepas dari Breena.
Sementara itu di bagian wanita wanita. Sebenarnya Windy juga merasakan ada yang lain dengan kekasih nya itu. Tapi ia pun tak tau apa yang terjadi dengan Ansel.
Sudah hampir seminggu Ansel berubah. Ia sedikit menjauh dan menghindar dari Windy. Windy hanya menganggap Ansel lagi banyak kerjaan dan mungkin saja ada masalah di kantor nya. Sebab sebelum ia diajak Breena pergi ke pulau pribadi nya, Ansel mengatakan kalau ia akan keluar kota dan baru pulang dua hari yang lalu.
"Windy kenapa?" tanya Ani sebab sedari tadi ia melihat Windy hanya diam saja.
"Nggak apa apa Mbak Ani" jawab nya singkat.
__ADS_1
"Mbak Ani nanti juga mau foto prewed juga?"
"Iya, soal nya nanti takut nggak sempat. Tau sendirikan Mbak di Bandung, Mas Brian di Jakarta juga sibuk. Mumpung Mbak Anggi dan Mas Dion mau foto prewed, jadi barengan aja. Mungkin nanti lokasi nya yang berbeda" jelas Ani.
"Tinggal berapa minggu lagi Mbak?"
"Tiga minggu lagi. Kami menikah setelah acara pernikahan Mbak Anggi sama Mas Dion. Windy nanti datang iya" pinta Ani.
"Insya Allah iya Mbak. Nanti Windy usaha kan datang"
Tak terasa akhirnya rombongan itu pun telah sampai di restauran yang mereka tuju. Lagi dan lagi Breena bersikap manja kepada Ansel.
Breena meminta Ansel duduk disebelah nya. Dan akhirnya Breena duduk diapit oleh dua lelaki tampan. Siapa lagi yang satunya kalau bukan suami tercintanya.
Breena banyak memesan makanan. Terutama makanan kesukaan suami nya dan Ansel. Dengan manja Breena minta disuapi oleh Ansel.
"Kak" panggil Breena manja.
"Kenapa Dek?"
"Dedek minta disuapin" ucap Breena lirih.
Ansel menatap kearah Dayyan. Melawat tatapan matanya ia meminta izin. Dayyan yang paham pun menganggukan kepala nya. Dengan telaten Ansel menyuap sang Adik.
"Kak ingat nggak kapan terakhir kali Kakak nyuapin adek makan kaya gini?" tanya Breena disela makan nya.
"Sebelum kamu menikah Dek" jawab Ansel yang masih terus menyuapi Breena.
"Iiihhh bohong" rajuk Breena. Namun ia tetap menerima suapan dari Ansel.
"Lah kok bohong?"
"Iya lah Kakak itu terakhir suapin Breena tuh sebelum Kakak wisuda. Gitu uda wisuda Kakak lupa sama Breena. Kakak sibuk di perusahaan sama Daddy" ucap Breena sambil memanyunkan bibir nya.
"Maaf" lirih Ansel.
"Maaf karena kesibukan Kakak, jadi jarang punya waktu sama kamu" ucap Ansel merasa bersalah.
""Oke dimaafkan tapi untuk malam ini Kakak harus suapin Breena sampai Breena siap makan"
"Baiklah Adek Kakak yang cantik. Kesayangan semua orang" ucap Ansel tak lupa memberikan satu kecupan di pipi Breena.
Bagi semua orang yang melihat itu pasti merasa aneh. Bagaimana bisa seorang suami melihat istrinya di cium dan dimanja oleh lelaki lain di hadapan nya, hanya diam saja dan tak marah sedikit pun.
Bagi Dayyan hal itu wajar. Karena sedari kecil mereka tumbuh bersama. Besar bersama. Bahkan Ansel juga meminum ASI nya Mama Ratih juga dulu sewaktu Breena masih bayi. Jadi mereka itu sepupu sepersusuan. Jadi Dayyan tidak akan merasa cemburu atau pun marah.
Justru Dayyan juga menyuapkan makanan milik nya kemulut Breena. Dan Breena dengan senang hati disuapi oleh dua lelaki tampan.
Sama hal nya dengan Brian. Ia biasa saja melihat interaksi antara Ansel dan Breena. Karena ia sudah tau sejak kecil. Bahkan mereka juga sering main bersama kalau para Mama dan Mommy mereka sedang berkumpul. Bahkan Breena akan lebih manja lagi kalau sudah bersama Ibrahim.
__ADS_1
Sikap nya berubah setelah Ibrahim menikah. Ia tak mau membuat istri Ibrahim itu cemburu dan salah paham dengan nya.
Sedangkan Windy yang melihat kekasih nya begitu memanjakan sahabatnya itu pun sedikit cemburu dan iri. Ia jarang sekali melihat sikap Ansel yang suka memanjakan orang tersayang nya. Namun ia berpikir positif. Mungkin itu karena Breena sedang hamil dan ngidam. Jadi ia menekan rasa cemburu dan iri nya.