
Sama seperti Breena. Wily juga akan mendapat kan kesempatan untuk ikut ke dalam team operasi dengan Dokter Doni besok. Walau pun jadwal mereka di bedakan. Namun Dokter Doni tidak ingin terlihat pilih kasih dalam memperlakukan Dokter KOAS nya.
Untuk Breena jadwal operasi nya saat ia masuk Shift siang. Sementara Wily jadwal nya saat ia shift pagi.
Wily pun sama seperti Breena. Ia juga sedang mempelajari data dari pasien nya besok pagi. Dan dalam operasi ini sama yaitu masalah tentang Jantung bocor. Walau pun sama masalah nya namun kasus nya berbeda.
Breena mendapat kan pasien yang mengalami masalah katup jantung yang harus menjalani operasi perbaikan katup jantung dengan Annuloplasty. Atau biasa di kenal dengan operasi perbaikan katup jantung dengan pemasangan cincin khusus atau ring disekitar katup jantung agar dapat kembali menutup dengan baik.
Sedangkan Wily mendapat kan pasien yang mengalami masalah katup jantung yang harus menjalani operasi pengganti katup jantung.
Operasi pengganti katup jantung dilakukan bila katup jantung tidak bisa di perbaiki. Contoh misal nya karena kerusakan katup jantunh yang cukup parah, maka katup jantung perlu diangkat kemudian di gantikan. Ada dua pilihan bahan pembuat katup pengganti ini, yaitu:
Bahan Alami yang terbuat dari jaringan jantung hewan (sapi atau babi) atau jantung manusia (donor). Katup ini bisa bertahan selama 10 - 15 tahun kemudian perlu di ganti lagi. Karena kualitas dapat menurun seiring berjalan nya waktu.
Sintetik yang terbuat dari bahan plastik atau logam berlapir karbon. Katup ini bisa bertahan seumur hidup. Tetapi pasien perlu terus mongkonsumsi obat pengencer darah untuk mencegah penggumpalam darah.
...-------------...
Saat ini Breena sudah berada di rumah nya. Namun tidak dengan Dayyan. Dayyan hari ini ada lembur. Sebab ada beberapa pekerjaan yang belum terselesai kan. Ia juga sudah memberitahukan sang istri.
Karena Breena sudah tau kalau suami nya itu akan terlambat pulang nya. Ia pun memutus kan makan malam terlebih dahulu. Breena yang memang tidak menyukai makan sendirian itu pun, mengajak seluruh pelayan di rumah nya untuk makan bersama dengan nya.
"Mbak, ayo panggil yang lain. Temani saya makan malam ini" perintah Breena.
"Maaf Nona. Pelayan yang lain segan kalau makan bareng dengan Nona. Apa lagi makan nya di meja makan ini. Mereka takut Nona" ucap Mbak Imel.
"Iya uda kalau begitu kita makan di meja makan yang ada di belakang saja" ucap Breena. Dan tanpa menunggu jawaban Mbak Imel, Breena sudah terlebih dahulu membawa makan malam nya ke meja belakang.
Imel yang melihat istri majikan nya yang sudah terlebih dahulu berjalan ke belakang pun, dengan cepat mengejar nya. Begitu sampai ia bisa melihat Breena yang sudah menunggu pelayan yang lain di meja makan tersebut.
Dengan cepat Imel meminta pelayan yang lain untuk segera ke meja makan mereka, karena istri majikan nya sudah berada disana terlebih dahulu.
__ADS_1
Suasana canggung dan segan pun terjadi di atas meja makan itu. Namun lambat laun, suasa canggung itu pun terganti kan dengan senda gurau mereka.
Selesai makan, Breena langsung berpamitan dengan mereka. Tujuan nya sekarang adalah kamar nya. Ia merasa lelah dan membutuhkan istirahat.
Breena yang awal nya menunggu sang suami pulang sambil menonton televisi pun. Lambat laun ia tertidur diatas tempat tidur nya.
Tepat pukul 22:45 Dayyan sampai di rumah nya. Ia bisa melihat rumah yang sepi. Dayyan pun langsung menuju ke kamar nya. Dan ia melihat pemandangan yang menyejuk kan. Bumil nya itu sudah tertidur di tempat tidur mereka sambil memeluk guling.
Dengan cepat Dayyan berjalan menghampiri istri nya. Diberikan nya satu kecupan lembut di kening istri nya.
"Mimpi indah sayang. Maaf kalau Mas pulang nya terlalu lama"
Setelah mengatakan itu Dayyan langsung menuju ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuh nya. Setelah selesai, ia pun ikut berbaring di samping sang istri. Dayyan membawa tubuh Breena ke dalam pelukan nya. Mereka berdua pun tertidur dengan nyenyak nya di dalam pelukan hangat.
Pagi hari nya seperti biasa Breena akan menyiap kan pakaian kantor suami nya. Ia dengan senyum sumringah nya memakai kan dasi Dayyan setelah suami nya itu sudah selesai mengenakan pakaian kantor nya.
"Umi kenapa? Kenapa dari tadi Abi perhatikan Umi senyum senyum sendiri?" tanya Dayyan yang mulai heran dengan tingkah istri nya.
"Umi lagi senang Abi. Hari ini Umi akan ikut ke dalam ruang operasi. Dan ini pertama kali nya Umi akan ikut mendampingi Dokter menjalan kan operasi Abi" jawab Breena dengan semangat.
"Siap Abi. Kami pasti akan istirahat kalau Umi sudah merasa kelelahan"
"Iya uda. Abi percaya Umi pasti bisa menjaga anak anak kita. Oiya nanti Umi masuk shift apa?"
"Umi shfit siang Abi. Kenapa?"
"Nanti Abi jemput pas jam makan siang. Umi nggak lupa kan kalau hari ini jadwal kita kontrol dan lihat perkembangan dedek?"
"Oiya Astafirullah. Maaf Abi. Umi lupa sangking Umi senang nya karena nanti akan ikut ke dalam ruang operasi" ucap Breena sambip terkekeh.
"Iya uda nanti Abi jemput iya. Sekarang kita sarapan dulu iya. Abis itu Abi mau berangkat. Ada meeting penting nanti jam 09:00"
Breena dan Dayyan pun segera menuju ruang makan. Mereka sarapan bersama sebelum memulai aktivitas nya.
Sementara itu di rumah sakit Wily sudah berada di ruangan Dokter Doni. Ia kembali membaca data pasien nya pagi ini yang akan menjalan kan operasi.
__ADS_1
"Selamat pagi" sapa Dokter Doni ketika memasuki ruangan nya.
"Selamat pagi Dokter"
"Bagaimana Wily, apa kamu sudah mempelajari tentang kasus operasi pagi ini?" tanya Dokter Doni.
"Sudah Dokter" jawab Wily sopan.
"Baik lah sebentar lagi kita akan melakukan operasi. Saya harap kamu tidak pingsan ketika melihat darah" ucap Dokter Doni dengan nada bercanda.
"Dokter bisa saja menghibur nya. Apa keliatan banget iya Dokter kalau Saya gugup?"
"Iya sangat terlihat. Iya ida kalau begitu ayo kita menuju ke ruang operasi. Sebelum itu kita steril kan terlebih dahulu tubuh kita. Dan jangan lupa lepas degala benda yang ada di tangan, termasuk cincin dan jam tanga yang kita pakai"
Setelah itu mereka berdua pun menuju ke ruang operasi setelah sebelum nya mereka sudah mensterilisasi tubuh mereka.
Di dalam ruangan itu Wily dapat melihat berberapa Dokter dan suster yang akan ikut dalam operasi ini. Bahkan pasien pun sudah tertidur di atas brankas.
"Semua sudah siap?" tanya Dokter Doni memulai.
"Siap Dokter" jawab semua nya serempak.
"Baik lah sebelum kita memulai operasi nya. Sebaik nya kita berdoa terlebih dahulu. Doa menurut agama masing masing. Doa di mulai"
Mereka semua pun memulai doa nya. Meminta kelancaran dalam menjalan kan operasi ini.
"Doa selesai. Ayo kita mulai"
Semua nya pun mulai bersiap. Mendengar aba aba yang akan di berikan Dokter Doni.
"Pisau" pinta Dokter Doni.
Perawat pun memberikan pisau yang di minta Dokter Doni.
Wily pun melihat dengan seksama apa yang di lakukan oleh Dokter Doni. Ia juga mendengarkan apa yang di jelas kan oleh Dokter Doni.
__ADS_1