Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Kesedihan Anggi


__ADS_3

Semua yang berada satu meja dengan Daddy Steven terdiam mendengar berita yang disampai kan oleh salah satu pengawal Daddy Steven.


"Apa maksud mu Anton?" tanya Daddy Steven memastikan.


"Maaf Tuan. Ibu Ayu kecelakaan di depan. Ada mobil yang menabrak nya sebelun beliau naik ke mobil taxi nya tadi" ucap Anton.


BUG


"Bagaimana bisa? Kenapa kalian tidak menjaga nya!!!" teriak Daddy Steven marah.


Semua keluarga yang masih berada di resto hotel itu pun dibuat bingung. Kenapa Daddy Steven bisa semarah itu dengan pengawal nya.


"Dimana dia sekarang?" tanya Daddy Steven yang masih emosi.


"Sudah dibawa ke rumah sakit milik Tuan Doni, Tuan. Sony dan beberapa pengawal lain nya mengikuti ambulance yang membawa Ibu Ayu" jelas Anton yang masih menundukan kepala nya.


"Doni" panggil Daddy Steven.


Papa Doni hanya menganggukan kepala nya. Kemudian ia mengambil ponsel nya dan menelpon asisten nya.


Tuut ttuutt tttuutt


"Hallo"


"Hallo Damian, coba kamu cek di UGD ada korban kecelakaan seorang wanita di depan Hotel Danuarta. Saya mau Dokter kepala yang menangani nya. Sebentar lagi saya kesana" ucap Papa Doni.


"Baik Tuan. Saya pastikan dulu korban nya"


"Terima kasih" ucap Papa Doni kemudian mematikan panggilan nya.


"Bagaimana Don?" tanya Daddy Steven khawatir.


"Masih di pastikan sama Damian"


"Dad, ada apa?" tanya Anggi menghampiri.


"Sa—sayang" ucap Daddy Steven kaget. Ia tak menyangka anak nya ada di belakang nya.


"Iya kenapa Dad? Siapa yang kecelakaan?" tanya Anggi penasaran. Iya tadi mendengar samar pembicaraan Daddy nya.


"Kamu tenang dulu sayang. Duduk dulu biar Daddy kasih tau" pinta Daddy Steven.


"Ada apa sih Dad?" tanya Anggi yang semakin penasaran.


"Bu Ayu kecelakaan sayang. Tadi di depan Bu Ayu di tabrak mobil ketika menghampiri mobil taxi nya" ucap Daddy Steven pelan.


Anggi terdiam. Mata nya pun berkaca kaca.


"Nggak mungkin Bunda kecelakaan Dad. Dia tadi masih sehat keluar dari sini" gumam Anggi lirih. Ia menolak kenyataan yang ada.


"Sayang dengerin Daddy dulu"


"Nggak Dad. Itu nggak mungkin" tolak Anggi yang sudah berderai air mata.

__ADS_1


"Itu beneran sayang. Sony sudah membawa Bu Ayu ke rumah sakit milik Papa Doni" jelas Daddy Steven yang membawa anak nya ke dalam dekapan nya.


"Bunda Daddy. Bunda nggak mungkin ninggalin Anggi. Bunda nggak boleh kemana mana Dad. Bunda uda janji mau sama Anggi terus" ucap Anggi terisak.


"Kita do'akan saja iya. Semoga Bu Ayu tidak kenapa kenapa iya sayang"


Setelah mendengar ucapan Daddy nya. Anggi melepas pelukan sang Daddy dan berlari ke meja suami nya berada.


"Mas, ayo kita ke rumah sakit Mas. Ayo Mas" pinta Anggi sambil menarik tangan Dion.


"Sayang. Ada apa?" tanya Dion khawatir melihat istri nya yang baru dinikahi nya kemarin menangis sesenggukan.


"Bunda Mas. Bunda Ayu kecelakaan"


Setelah mengatakan itu kesadaran Anggi pun menghilang. Ia jatuh pingsan dan dengan cepat Dion mengangkat tubuh istri nya dan membawa nya kembali ke kamar mereka.


Setiba nya di kamar, Ratih pun langsung memeriksa kondisi Anggi.


"Dia hanya kelelahan dan Syok. Kamu jaga dia Dion. Setelah Anggi sadar. Segera lah bawa ke rumah sakit" pesan Mama Ratih.


"Iya Mah. Terima kasih"


"Kami duluan ke rumah sakit Dion, Daddy mau memastikan keadaan Bu Ayu" ucap Daddy Steven.


"Iya Dad" jawab Dion lirih.


Bunda Aisyah hanya mampu mengusap pundak anak nya. Ia sedih. Anak nya baru kemarin berbahagia menikah dengan pujaan hati nya. Dan hari ini, menantu cantik nya bersedih karena Bunda yang merawat nya dari bayi tertabrak mobil.


Daddy Steven, Mommy Rianti, Papa Doni dan Mama Ratih pun langsung berangkat ke rumah sakit untuk memastikan keadaan Bu Ayu. Meninggalkan Dion dan kedua orang tua nya yang menjaga Anggi.


Di depan ruang UGD berdiri beberapa pria berbadan tegab menunggu Dokter yang memeriksa Bu Ayu.


Drap drap drap


Bunya beberapa pasang kaki yang berjalan cepat menuju ke UGD mengalihkan pandangan beberapa pengawal.


"Sony bagaimana?" tanya Daddy Steven begitu ia berdiri di hadapan pengawal nya.


"Masih di periksa sama Dokter Tuan" ucap Sonny sambil menunduk.


"Pelaku nya?"


"Sudah di aman kan di markas Tuan. Masih di introgasi sama yang lain nya" jelas Sony.


"Jangan di apa apain. Biar saya yang turun tangan langsung" ucap Daddy Steven penuh amarah.


Seorang suster keluar dari dalam ruang UGD dengan tergesa.


"Suster ada apa?" tanya Mama Ratih.


"Maaf Dokter Ratih, saya akan mengambil kantunh darah. Karena pasien kehilangan banyak darah" ucap suster tersebut lalu ia berlari.


"Dad, Apa yang akan terjadi dengan Anggi kalau sampai Bu Ayu tidak bisa diselamat kan?" tanya Mommy Rianti.

__ADS_1


"Mommy tidak boleh berbicara seperti itu. Kita doakan saja iya semoga Bu Ayu baik baik saja" pinta Daddy Steven.


Suster tadi pun membawa 1 kantung darah. Kemudian ia kembali keluar menghampiri Papa Doni.


"Maaf Dokter Doni. Pasien membutuhkan 3 kantung darah. Sedangkan di rumah sakit hanya memiliki 1 kantung darah saja. Jadi kita membutuhkan 2 kantung darah lagi" ucap suster itu.


"Apa golongan darah nya sus?" tanya Papa Doni tenang.


"Rh-Nul Dokter. Dokter Heru meminta segera di cari kan 2 kantung darah nya lagi Dok"


"Baik lah akan saya cari. Lakukan yang terbaik untuk pasien" perintah Papa Doni.


Setelah suster tadi masuk. Kini Dokter Heru yang keluar dan menghampiri Papa Doni.


"Dokter Doni" panggilnya.


"Iya Dokter Heru bagaimana?"


"Pasien mengalami keretakan pada kaki kanan bahu kanan nya. Kita harus segera melakukan operasi. Untuk dikepala, saya tidak menemukan kerusakan apa pun. Hanya benturan di kening nya yang mengakibatkan robek sehingga mengeluarkan darah lebih banyak. Robekan nya cukup besar dan itu sudah kita jahit. Maka nya kita membutuhkan 3 kantung darah. Apa lagi ini jenis darah langka Dokter" jelas Dokter Heru.


"Baik lah Dokter, segera lakukan tindakan operasi. Saya akan mencarikan 2 kantong darah lagi"


"Baik Dokter. Saya akan minta pasien di pindahkan ke ruang operasi. Permisi Dokter"


Setelah kepergian Dokter Heru. Papa Doni menelpon menantu nya. Sudah lima kali percobaan namun di panggilan ke 6 baru dijawab.


"Hallo Assalamualaikum Pah" ucap Dayyan.


"Wa'alaikum salam. Kalian sudah dimana Ian?" tanya Papa Doni


"Kita baru saja sampai di Jakarta Pah. Maksud nya transit dulu baru ke Aceh. Kenapa Pah?"


"Tolong segera ke rumah sakit Ian. Ada yang membutuhkan darah mu. Di rumah sakit hanya ada satu kantung darah. Sedang kan pasien membutuhkan 3 kantung darah. Bisa kah kalian tidak melanjutkan perjalanan kalian?"


"Bisa Pah. Kami segera kesana. Tapi siapa yang membutuh kan nya Pah?"


"Ibu Ayu. Dia kecelakaan dan membutuhkan 3 kantung darah Rh-Nul"


"Innalillahi. Iya Pah. Kami segera kesana"


Panggilan pun mati, Dayyan langsung menatap kearah istri nya. Semoga aja istri nya bisa mengerti.


"Sayang. Kita tunda dulu ke Aceh nya bisa?" tanya Dayyan hati hati.


"Kenapa Mas?"


"Bu Ayu kecelakaan dan membutuhkan darah Mas. Di rumah sakit Papa kata nya hanya ada 1 kantung darah nya Sayang. Bisa kah Mas membantu menolong Bu Ayu?"


Breena kaget mendapatkan berita ini.


"Ayo kita segera ke rumah sakit Mas" ajak Breena yang langsung menarik tangan suami nya meninggalkan 5 orang yang masih menatap bingung kearah mereka berdua.


"Mereka kenapa?" tanya Juan.

__ADS_1


"Ke rumah sakit Papa Doni. Bu Ayu kecelakaan" ucap Brian yang juga langsung membawa Ani dan Quin menuju mobil mereka.


__ADS_2