
Dimansion Bagaskara.
Setelah panggilan telepon nya terputus, Mommy Gantari pun berteriak senang.
"Daddy kita mau punya cucu Dad" teriak nya yang membuat semua orang terkejut.
"Cucu Mom?" tanya Daddy Calvin dan Ansel bersamaan.
"Iya cucu Dad. Breena hamil Daddy. Dia ngidam masakan Mommy. Uda Aahh Mommy mau masak dulu" ucap Mommy Gantari lalu ia pun pergi menuju dapur dengan senyum yang masih mengembang.
"Mommy kamu kenapa senang banget begitu? Yang hamil kan Breena. Kenapa dia yang bahagia banget?" tanya Daddy Calvin menatap kepergian istri nya dengan raut wajah yang kebingungan.
"Ansel juga nggak tau Dad. Itu baru cucu dari Breena, gimana kalau Ansel nikah sama Windy terus Windy hamil. Sebahagia apa iya Mommy Dad?" tanya Ansel yang membayangkan raut bahagia Mommy nya.
"Maka nya cepat lamar dia Boy. Daddy juga mau cucu. Masa iya kalah sama Doni" keluh Daddy Calvin.
"Sabar dong Dad. Rencana nya Ansel mau lamar Windy nanti pas hari wisuda mereka"
"Kapan wisuda nya?"
"2 bulan lagi Dad. Maka nya Ansel masih santai aja. Nanti Mommy sama Daddy harus ikut ke wisuda nya Windy. Karena Windy sama Breena sama wisuda nya"
"Tenang aja Boy, Daddy pastikan kali ini Daddy ikut ke acara wisuda nya. Dan melihat anak Daddy melamar pujaan hatinya. Maaf kan Daddy dan Mommy kalau selama ini kamu kurang kasih sayang dari kami" ucap Daddy Calvin dengan sendu.
Ia sangat merasa bersalah karena selalu sibuk dengan pekerjaan nya. Bahkan Ansel harus di urus oleh Adik ipar nya.
"Daddy jangan sedih gitu. Ansel ngerti kok kenapa Daddy selalu sibuk. Itu semua juga untuk Ansel. Jadi Daddy sama Mommy jangan merasa bersalah seperti itu. Walau pun Mommy dan Daddy kurang perhatian tapi ada Mama Ratih yang menggantikan itu Dad. Uda iya Daddy sama Mommy jangan merasa bersalah lagi. Ansel nggak papa kok" jelas Ansel.
Apa yang dikatakan oleh Ansel membuat Daddy Calvin haru. Anak nya yang dulu selalu ia titipkan ke adik ipar nya. Kini tumbuh menjadi pria yang sangat baik.
"Mama Ratih tidak gagal mengurus mu Boy. Kamu tumbuh menjadi lelaki yang sangat baik dan pengertian. Maaf kan Daddy"
"Uda iya Dad. Ansel nggak mau dengar maaf dari Daddy dan Mommy lagi. Sekarang Ansel mau siap siap dulu. Mau ajak Windy ke rumah sakit lihat Breena" ucap Ansel langsung berlari ke kamar nya. Ia sangat tidak suka melihat Daddy nya yang terus merasa bersalah seperti itu.
...----------------...
Dirumah sakit tepat nya dikamar Breena. Umma Hanum, Abah Arsya dan Ani pun telah sampai.
"Assalamualaikum" ucap Ketiga nya ketika memasuki kamar Breena.
"Wa'alaikum salam. Masuk besan" ucap Mama Ratih dan Papa Doni yang sedang duduk di ruang tamu kamar inap Breena.
Ani yang melihat kamar inap Breena yang mewah pun sampai melongok. Ia baru kali ini melihat kamar inap di rumah sakit semewah itu. Ada ruang tamu dan ruang tengah yang berbeda. Ada sofa mewah disetiap ruangan. Bahkan tempat tidur yang digunakan Breena pun bukan seperti tempat tidur pasien yang sering ia lihat.
"Ani ayo masuk. Jangan berdiri disitu saja" ucap Mama Ratih dengan senyum.
"Eehh iya Mah" ucap Ani canggung. Kemudian ia menyalami Mama Ratih.
"Capek iya, baru dari Jakarta uda ke Jakarta lagi" tanya Mama Ratih.
__ADS_1
"Nggak kok Mah. Ning Breena mana Mah?"
"Breena lagi tidur. Tadi kata nya ngantuk"
"Terus Dayyan kemana Bu Ratih?" tanya Umma Hanum yang tak melihat keberadaan anak nya dikamar itu.
"Oohh Dayyan lagi pulang Mbak. Breena minta rujak sama Dayyan. Ngidam kaya nya" ucap Mama Ratih sambil tertawa kecil.
Mama Ratih, Umma Hanum dan Ani pun memilih menunggu Breena di ruang tengah sambil berbincang. Sedangkan Papa Doni dan Abah Arsya memilih ke kantin.
...----------------...
Di Mansion Bagaskara, Mommy Gantari sudah siap memasak ayam bakar sesuai permintaan Breena. Ia pun meminta pelayan di mansion nya untuk menyiapkan di kotak bekal. Karena ia akan mandi dulu sebelum ke rumah sakit.
Ia melihat suaminya sudah berada dikamar sambil memangku laptop nya. Sudah bisa dipastikan kalau suaminya itu sedang mengerjakan pekerjaan kantornya.
"Dad"
"Sini sayang" ucap Daddy Calvin sambil menepuk sisi disamping nya.
Mommy Gantari pun langsung duduk disamping suaminya dan memeluk sang suami.
"Mommy bahagia Dad mendengar kabar Breena hamil. Kapan iya kita punya cucu Dad? Mommy uda ingin sekali menggendong cucu Mommy Dad" ucap Mommy Gantari sedih.
"Sabar iya Mom. Sebentar lagi kita pasti punya cucu. Ansel akan melamar Windy nanti di acara wisuda nya Mom. Jadi Mommy bersabar sebentar lagi iya"
"Daddy serius?" tanya Mommy Gantari tak percaya.
"Terus dimana anak itu Dad?"
"Ke kost Windy Mom. Ia mau jemput Windy dan ngajak Windy jenguk Breena. Apa Mommy uda selesai masak nya?"
"Uda Dad. Iya uda Mommy mau mandi dulu. Uda bau asep ini. Daddy juga harus bersiap iya. Kita langsung ke rumah sakit nanti" ucap Mommy Gantari kemudian ia pun menuju ke kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, Mommy Gantari dan Daddy Calvin pun sudah bersiap, dan mereka akan menuju ke rumah sakit milik Abraham.
...----------------...
Sedangkan di kostan Windy, ia sanagt terkejut melihat Ansel uda berada di depan kost nya.
"Kok uda disini aja Mas?"
"Iya mau jemput kamu. Kita kerumah sakit yuk" ajak Ansel santai.
"Mau ngapain ke sana Mas?" tanya Windy yang semakin terkejut.
"Lihat Breena sayang. Dia masuk rumah sakit. Kamu siap siap iya kita kesana sekarang" ucap Ansel lembut pada pujaan hatinya itu.
"Iya uda bentar iya Mas, Adek ganti baju dulu"
__ADS_1
"Iya Mas tunggu di mobil aja iya. Nggak enak kalau masuk ke kamar kost kamu"
"Iya Mas nanti Adek langsung kemobil kalau uda siap"
Ansel lebih memilih menunggu di dalam mobilnya. Selama dekat dengan Windy, ia tak pernah sekali pun masuk kedalam kamar kost gadis itu.
15 menit menunggu, Ansel pun keluar dari mobil nya dan membukakan pintu mobil untuk Windy.
"Makasih Mas" ucap Windy ketika ia sudah duduk dengan nyaman dimobil mewah milik kekasih nya itu.
"Sama sama sayang"
Ansel dan Windy pun langsung menuju ke rumah sakit.
Sementar itu di lobby rumah sakit, para perawat yang melihat kedatangan Kakak dari pemilik rumah sakit itu pun membungkuk setiap mereka berpasasan dengan Gantari.
Tanpa bertanya terlebih dahulu oleh resepsionis, Gantari dan suaminya pun langsung menuju lift khusus untuk pemilik rumah sakit itu. Karena untuk sampai di ruangan Breena hanya bisa menggunakan lift khusus itu. Sebab lantai 5 hanya untuk keluarga Abraham saja.
Tok tok tok
"Assalamualaikum" ucap Gantari dan calvin bersamaan"
Mama Ratih yang melihat kedatangan Kakak Ipar dan suaminya pun menyambut dengan hangat.
"Uda sampai Mbak? Maaf iya merepotkan kalian" ucap Mama Ratih sambil menyalami kakak ipar dan suaminya.
"Nggak merepotkan kok dek. Ini juga kan untuk cucu Mbak juga" ucap Mommy Gantari lembut.
"Oiya kenalin Mbak Mas. Ini Umma nya Dayyan dan ini Ani, Umma ini kakak nya Papa Doni dan suaminya" ucap Mama Ratih mengenalkan orang tua Dayyan
"Perkenalkan Umma saya Gantari kakak nya Doni. Ini suami saya Calvin" ucap Mommy Gantari sambil menjabat tangan besan adiknya itu.
"Saya Hanum Bu, ini Ani adik nya Dayyan" balas Umma Hanum menyalami Mommy Gantari bergantian dengan Ani.
Sedangkan Daddy Calvin hanya menautkan kedua tangan nya didepan dada.
"Dimana Princess ku Ratih?" tanya Daddy Calvin.
"Dia tidur Mas. Biar Ratih bangunkan dulu iya" ucap Ratih yang langsung dilarang oleh Calvin.
"Jangan. Biarkan dia istirahat dulu. Mas lihat dia bentar iya"
Daddy Calvin pun menuju ke tempat tidur Breena. Ia tersenyum melihat wajah cantik anak adik istrinya itu. Dengan lembut ia mencium kening Breena lalu mengusap perut Breena pelan.
"Baik baik diperut mama ia sayang, Opa tunggu kelahiran kalian. Nanti Opa kasih saham untuk kalian" ucap Daddy Calvin pelan.
Kemudian ia menuju ke tempat istrinya.
"Doni mana Ratih?" tanya Daddy Calvin yang tidak melihat keberadaan adik ipar nya itu.
__ADS_1
"Kekantin kata nya Mas sama Besan"
"Iya uda Mas nyusul dia dulu. Assalamualaikum" pamit Daddy Calvin.