
Brian, Ani, Nova dan Angga pun berjalan menuju ke meja dimana sudah berkumpul Breena, Dayyan, Dion, Anggi, Ansel, dan Windy berada.
Meja yang memang sengaja di buat besar sendiri itu pun penuh dengan makanan yang memang sengaja mereka ambil semua nya. Bahkan di meja makan itu tidak hanya mereka berenam saja. Tapi ada juga ketiga bayi Breena dan Dayyan yang menggemas kan. Serta para pengasuh mereka masing masing.
Anggi yang sebenar nya ingin menggendong Adga pun harus menahan keinginan nya. Karena dia sedang hamil, dan usia kehamilan nya sudah lima bulan lebih.. Jadi dia harus hati hati. Walau pun Adga anak yang pendiam tapi tetap saja Anggi merasa takut.
Jadi yang bisa Anggi lakukan adalah, memegang tangan Adga yang duduk di atas pangkuan pengasuh nya.
"Siapa ini yang datang" ucap Breena dengan senyum jahil nya.
"Siapa lagi kalau bukan Mommy Nova yang datang. Tapi duuhhh siapa itu yang ada di belakang nya yang berjalan sama Brian?" tanya Ansel yang ikut menggoda Nova.
Wajah Nova pun seketika di buat memerah dengan godaan yang di lontar kan Kakak beradik itu.
"Hay semua nya, perkenal kan, dia Angga calon suami nya Mommy Nova" ucap Brian memperkenal kan Angga kepada yang lain nya.
"Woooaahhh kita kaya nya akan kedatangan anggota baru ini" sindir Ansel yang semakin membuat wajah Nova bersemu merah.
"Oke Angga, perkenal kan saya Ansel Ivander Bagaskara, Kakak sepupu nya Breena. Dan ini istri saya Windy" ucap Ansel yang terlebih dahulu memperkenal kan diri nya dan sang istri.
Angga pun langsung menjabat tangan Ansel dan Windy bergantian.
"Angga"
"Oke kau gitu giliran saya. Saya Dion Wijaya, dan ini istri saya Anggita Maharani Danuarta" ucap Dion memperkenal kan dirinya dan juga istri nya.
__ADS_1
Begitu giliran Dayyan. Lelaki yang memiliku anak tiga itu pun hanya diam meperhatikan wajah lelaki yang ada di hadapan nya.
Berbeda dengan Breena. Breena sendiri sudah tersenyum menggoda lelaki yang ada di hadapan nya dengan menaik turun kan alis mata nya.
"Angga Lesmana. Betul?" tanya Dayyan dengan seny jahil nya.
Angga pun langsung mengangguk kan kepala nya.
"Angga si kutu buku memakai kaca mata tebal. Dan sering di panggail si cupu dengan orang orang di kampus nya dulu. Benar?" tanya Dayyan lagi yang langsung di angguki oleh Angga.
"Ian, kau kenal dengan nya?" tanya Dion heran.
Dayyan langsung menatap ke arah Dion dan menernyit kan alis nya.
"Kau tak tau siapa lelaki ini Dion?" tanya Dayyan sarkas.
"Dia, Angga Lesmana si kutu buku yang memakai kaca mata tebal. Dan selalu di panggil si cupu dengan teman teman nya dulu. Dan selalu jadi bahan bullyan oleh teman teman dan atasan nya. Apa kau lupa pernah menolong nya dulu ketika dia di kunciin di gudang oleh teman sekelas nya, Dion?" tanya Dayyan balik.
Dion mengingat ingat kembali ingatan nya saat dia kuliah dulu.
"Aku ingat. Dulu aku pernah menolong seorang mahasiswa laki laki yang di kunciin di dalam gudang. Apa laki laki itu dia?" tanya Dion tak percaya.
Bagaimana dia mau percaya. Dulu tampiln Angga tak seperti ini. Angga yang dulu si kutu buku dan memakai kaca mata tebal. Bahkan dia selalu tampil rapi dengan rambut belah tengah sehingga di panggil si cupu.
Berbeda dengan yang sekarang yang ada di hadapan mereka. Angga yang sekarang tampil sangat rapi dengan rambut belah pinggir nya. Sudah tidak ada lagi kaca mata tebal di atas hidung nya. Angga telihat lebih tampan saat ini.
__ADS_1
"Ia kak itu aku. Apa kakak yang dulu nya menolong ku?" tanya Angga memastikan.
Kalau memang benar Dion yang menolong nya dulu. Dia akan berterima kasih karena telah menolong nya. Kalau saat itu tidak ada Dion, dia tidak tau apakah dia masih hidup atau tidak. Karena saat itu Angga sudah sangat lemas dan suara nya yang sudah tidk terdengar lagi. Bahkan nafas nya dulu pun sudah tersengal sengal.
"Kau semakin tampan dengan penampilan mu yang sekarang Ngga" puji Dion dengan senyum merekah nya.
Dion pun malu di puji seperti itu oleh Dion. Sedang kan Nova dan Breena justru uda tertawa mendengar pujian Dion barusan.
Apa yang di kata kan oleh Dion memang ada benar nya. Dion yang dulu sangat berbeda dengan yang sekarang.
"Jangan kan Mas Dion, aku aja waktu pertama kali bertemu dengan nya lagi aja sempat tak percaya kalau dia Angga yang dulu berkaca mata tebal." ucap Nova membenar kan ucapan Dion dan Dayyan.
"Sayang" rengek Angga yang semakin membuat Breena tertawa lepas. Bahkan ia sampai di peringati oleh suami nya.
"Umi" tegur Dayyan yang membuat Breena menahan tawa nya.
"Maaf Abi. Soal nya ini lucu. Biar Abi tau iya, dulu Nova itu nggak pernah suka lihat Angga. Dia tuh paling sebel kalau uda lihat Angga di bully tapi dia nya diam aja. Tapi sekarang malah jadi calon suami nya. Hahhahaha. Dduuhh kalau memang uda cinta dari dulu iya mau kaya gimana pun pasti bakal bersatu juga iya kan" goda Breena yang semakin membuat Nova kesal.
Bagaimana dia tidak kesal. Breena membuka aib nya. Ya memang diakui oleh Nova. Dulu Nova memang menyukai Angga. Angga yang baik hati dan selalu sabar bila di bully orang menarik hati Nova. Namun mata hati nya di butakan oleh kecemburuan dan keirian hati nya, karena melihat Breena yang hidup nya selalu bahagia. Jadi dia berusaha untuk merebut kebahagiaan Breena. Itu lah kesalahan nya yang selalu di ingat nya.
Sekarang, begitu ia di pertemukan dengan Angga lagi. Dan ternyata Angga pun juga memiliki perasaan yang sama terhadap nya. Maka nya dia tidak mau lagi menyia nyiakan kesempatan nya. Ia akan berjuang demi cinta nya yang dulu ia lupakan hanya karena masalah kecemburuan.
"Buka aja terus, Buka Bree. Buka semua aib Gue yang dulu" sindir Nova yang pasrah dengan keadaan nya sekarang yang jadi bahan bullyan mereka.
Canda tawa di meja antara mereka pun di saksi kan oleh semua tamu undangan. Terutama Wulan. Dia yang melihat Brian tersenyum pun juga tak memaling kan tatapan nya ke yang lain. Dia jadi semakin yakin untuk menggoda Brian.
__ADS_1
'tunggu aja tanggal main nya. Aku akan melakukan segala cara untuk dapat memiliki mu Brian. Aku jadi tak perlu susah payah bekerja di perusahaan papa lagi yang hampir bangkrut itu, kalau aku sudah menikah dengan mu" ucap Wulan dalam hati yang merencanakan niat jahat nya untuk merebut Brian.