Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Hukuman Untuk Hana


__ADS_3

Dayyan, Papa Dobi, Daddy Martin, Daddy Steven, dan Abah Arsya masih setia menunggu hingga jasad Pak Andi di makam kan.


Banyak pelayat yang datang untuk mengatakan berbelangsungkawa atas meninggal nya Pak Andi.


Tepat setelah Dzuhur, Pak Andi pun akhir nya di makam kan juga. Terlihat hanya Bu Risty lah yang ikut ke pemakaman.


Jangan tanya dimana Hana anak nya Pak Andi. Sudah pasti dia berada di rumah nya. Dan sedang tiduran santai di dalam kamar nya. Hana sudah tidak mempedulikan lagi bagaimana nasib orang tua nya.


Setelah Pak Andi selesai di makam kan. Bu Risty pun kembali ke rumah nya. Bu Risty memandang sekeliling rumah nya. Begitu banyak kenangan nya bersama suami nya di rumah itu.


"Maaf Bu Risty, apa kita bisa selesai kan masalah kita sekarang?" tanya Abah Arsya yang tak mau menunggu terlalu lama lagi.


"Iya Pak Kyai. Mari silahkan duduk"


Mereka semua pun duduk di bawah beralaskan tikar.


"Maaf sebelum nya Bu Risty, kita melakukan ini semua untuk kedamaian rumah tangga anak saya. Kita tau kalau Hana baru saja keluat dari penjara karena fitnah yang telah dilakukan nya dulu kepada anak dan menantu saya. Tapi seperti nya hukuman itu masih belum membuat nya jera. Sehingga dia kembali melakukan hal yang sama. Bahkan lebih parah dari yang sebelum nya" ucap Papa Doni penuh penekanan.


"Maaf sebelum nya Pak. Kalau saya boleh tau apa yang sebenarnya yang dilakukan oleh putri saya?"


"Begini Bu Risty. Dua minggu yang lalu ketika kami mengadakan acara tujuh bulanan menantu saya di pesantren, semua nya berjalan lancar. Namun tiba tiba ada keributan dan kami meminta wanita yang membuat keributan itu untuk masuk ke dalam. Setelah nya wanita itu meminta pertanggung jawaban dari anak saya karena dia positif hamil. Dia juga menunjuk kan foto foto mereka ketika sedang melakukan hubungan suami istri juga foto hasil USG nya" ucap Abah Arsya sambil menyodor kan beberapa lembar foto dan hasil USG milik Hana.


Tangan Bu Risty bergetar melihat itu semua. Ia bahkan sampai meneteskan air mata nya.

__ADS_1


"Karena hal ini menantu saya sampai di bawa pulang oleh ke dua orang tua nya. Mereka beranggapan kalau anak saya ini sudah mengkhianati istri nya. Kami meminta waktu satu bulan untuk melakukan penyelidikan dan mencari bukti bukti yang sebenar nya terjadi. Dan hasil yang kami dapat adalah anak saya tidak pernah sekali pun menyentuh anak Ibu. Jadi bisa di katakan kalau anak saya tidak menghamili anak Ibu" jelas Abah Arsya.


"Maaf kan saya Pak Kyai. Maaf kan kelakuan buruk anak saya. Sungguh saya tidak tau tentang hal ini" ucap Bu Risty sambil mengatupkan kedua tangan nya di dada.


"Maaf Bu Risty, mungkin kami bisa memaaf kan semua kelakuan nya. Tapi untuk melupakan itu sangat susah. Apa lagi setelag kejadian itu, anak dan menantu saya menderita. jadi saya harap Ibu tidak keberatan kalau kami membawa anak itu ikut bersama kami" ucap Papa Doni sebelum Abah Arsya menjawab ucapan nya.


Dengan berat hati, Bu Risty pun mengizin kan mereka memba Hana.


Daddy Steven meminta dua orang pengawal nya untuk memanggil Hana di kamar nya. Hana yang terkejut pun ingin kabur, tapi tidak bisa karena seluruh sudut rumah nya sudah terdapat pengawal Daddy Steven.


Hana pun di geret menuju ruang tamu. Di ruang tamu senyum Hana terkembang karena melihat ada nya Dayyan di rumah nya. Ia yang awal nya terus memberontak pun akhir nya luluh dan pasrah saja ketika di bawa oleh kedua pengawal tersebut.


"Mas akhir nya kamu datang juga. Kamu kesini mau menikahi ku kan Mas" ucap Hana girang.


Setelah mengatakan itu Dayyan segera keluar dari rumah tersebut dan menunggu di mobil saja. Begitu pun dengan Daddy Martin dan Daddy Steven, mereka juga mengikuti Dayyan.


"Saya harap ini terakhir kali nya Hana membuat masalah dengan kami. Kalau gitu saya permisi" ucap Papa Doni yang juga di ikuti oleh Abah Arsya.


Di luar rumah Hana sudah berada di dalam mobil pengawal Daddy Steven. Hana yang di jemput oleh Dayyan dan yang lain nya pun merasa sangat bahagia. Pada hal tidak sebalik nya. Dia tidak tau apa yang akan terjadi dengan dirinya setelah ini.


Mobil pun melaju meninggal kan kediaman rumah Pak Andi dan Bu Risty. Bu Risty hanya bisa meneteskan air mata nya melihat kepergian anak nya. Kini hanya tinggal Bu Risty yang menempati rumah itu sendirian.


"Semoga kali ini kamu beneran bisa berubah Hana. Mama malu dengan kelakuan kamu" gumam Bu Risty.

__ADS_1


...----------------...


Beberapa jam berlalu akhir nya Hana sampai di markas milik Daddy Steven. Hana dibawa masuk ke dalam salah satu kamar di ruang bawah tanah. Kamar yang tak memiliki fentilasi udara. Kamar yang hanya berukuran 2 x 2 meter itu adalah tempat tinggal nya sekarang.


"Apa yang akan kita lakukan setelah ini?" tanya Papa Doni ketika mereka sudah berkumpul di ruang tengah mansion yang dijadikan markas oleh Daddy Steven.


"Aku juga bingung. Biasa nya kami akan menyiksa orang orang yang sudah mengusik keluarga kami. Tapi kali ini yang mengusik kalian adalah wanita hamil. Walau pun kami mafia yang kejam tapi kami masih menghargai seorang wanita yang lagi hamil. Tidak mungkin kami menyiksa nya" jelas Daddy Steven.


"Lalu bagaimana?" tanya Daddy Martin.


Mereka semua pun berpikir untuk memberikan hukuman apa pada Hana.


"Lebih baik kita serah kan saja dia ke kantor Polisi. Kita punya semua bukti kejahatan nya. Kalau kita yang menghukum nya, sama saja kita tidak menghargai wanita. Terutama Ibu kita, istri dan anak anak kita" ucap Abah Arsya setelah mereka lama berpikir.


"Abah benar. Sejujur nya Dayyan sangat marah sama wanita itu. Tapi kembali lagi dia juga lagi hamil. Dayyan nggak tega untuk memberikan nya hukuman. Biar lah polisi yang menghukum nya. Setidak nya dia akan lebih lama di tahan nanti nya, karena dia akan terkena pasal yang berlapis" ucap Dayyan membenar kan pendapat Abah nya.


"Baik lah, besok kita serah kan Hana dan bukti bukti kejahatan nya juga. Daddy juga bingung bagaimana memberikan nya hukuman" ucap Daddy Steven yang juga membenarkan pendapat Abah Arsya.


Setelah mereka sepakat untuk menyerahkan Hana ke polisi. Mereka pun akhir nya membubar kan diri. Mereka memilih pulang ke rumah masing masing.


Dayyan sudah sangat merindukan istri nya dan calon anak anak nya.


'Tunggu Abi sayang. Abi sebentar lagi pulang. Abi sudah sangat merindukan kalian bertiga. Abi berharap setelah ini tidak akan ada lagi yang akan mengganggu kehidupan kita lagi' gumam Dayyan dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2