
Dayyan yang baru saja keluar dari rumah nya pun melihat Brian dan yang lain nya sudah berkumpul di halaman depan dengan baju olahraga mereka. Tak hanya Brian dan yang lain nya saja. Tapi para bodyguard pun jug aikut jogging bersama mereka.
Brian dan yang lain nya pun sedang melakukan pemanasan, sebelum mereka memulai jogging nya.
"Uda pada kumpul aja" ucap Dayyan tiba tiba yng sudah berdiri di sebelah Brian.
"Uda jam berapa ini Abi. Kita disini uda sepuluh menit loh. Ngapain aja di dalam? Godain Umi yang lagi masak iya" sindir Brian menatap Dayyan sinis.
"Iri bilang bos" ucap Dayyan santai. Lalu Dayyan pun melakukan pemanasan terlebih dahulu.
Brian yang mendapat kan ucapan itu dari Dayyan pun mendengus tak suka. Sedang kan yang lain nya juga tak mau menanggapi ucapan Dayyan.
"Kita kemana ini jogging nya?" tanya Angga di sela sela pemanasan mereka.
"Mau nya kemana?" tanya Dayyan.
"Kita mana tau Guse" jawab mereka kompak yang langsung mendapat kekehan dari Dayyan.
"Uda kita jogging sekitaran pesantren aja, terus ke lapangan yang biasa di gunakan untuk olahraga warga disini aja. Nggak usah jauh jauh. Nanti kita lama pulang nya" ucap Dayyan.
"Lah belum juga pergi uda bilang nya lama pulang nya. Bapak Dayyan yang terhormat, kita mau jogging loh iya. Mulai aja pun belum. Ini begimane cerita nye ye uda bahas pulang aja" ucap Brian.
"Iya memang nggak usah jauh jauh. Karena cacing cacing yang ada di perut nya Abi triple K uda demo dari tadi. Mau makan masakan Umi hari ini" ucap Dayyan santai.
"Jadi Breena masak?" tanya Brian dengan binar bahagia.
"Itu istri gue Brian. Kenapa lo yang berbinar gitu" protes Dayyan tak terima.
"Hehehehe Maaf Bapak Dayyan Pratama" ucap Brian sambil mengatup kan kedua tangan nya. Membuat yang lain terkekeh melihat interaksi kedua Papa Muda itu.
"Uda ayo berangkat. Keburu siang ini" ajak Dion yang langsung memulai jogging nya, meninggal kan yang lain nya.
Mereka pun akhir nya menyusul Dion yang sudah terlebih dahulu berlari yang di ikuti dua orang bodyguard di belakang nya.
Di perjalanan mereka berpapasan dengan beberapa warga yang memulai aktifitas mereka.
"Assalamualaikum Gus" ucap salah satu Bapak Bapak yang mengenal Dayyan.
"Wa'alaikum salam Pak" jawab Dayyan yang menghentikan lari nya.
"Jogging Gus"
__ADS_1
"Iya Pak. Mumpung lagi di Bandung. Jadi mau hirup udara bersih dulu" canda Dayyan.
Bapak bapak itu pun tersenyum mendengar candaan Dayyan. Lalu iya melihat ke arah beberapa pria yang sedang berlari dan di ikuti para bodyguard mereka.
"Mereka siapa Gus?"
"Mereka sahabat saya Pak. Lagi ikut liburan ke sini. Kata nya Rindu sama Umma. Kalau gitu saya permisi dulu iya Pak. Assalamualaikum" pamit Dayyan.
"Wa'alaikum salam. Hati hati Gus"
"Nggih Pak"
Setelah mengatakan itu Dayyan pun kembali berlari mengejar sahabat nya.
Beberapa Ibu Ibu yang sedang berbelanja di tukang sayur pun juga melihat kearah rombongan Dayyan. Mereka terpesona melihat tubuh tegap dan gagah Dayyan dan yang lain nya.
"Assalamualaikum Gus" ucap Ibu Ibu itu ketika Dayyan melewati mereka.
"Wa'alaikum salam Ibu Ibu, mari" jawab Dayyan sopan.
"Mereka siapa ita Bu?" tanya salah satu ibu ibu yang baru pindah ke daerah mereka.
"Oohh itu anak nya Kyai Arsya dan Bu Nyai Hanum. Baru datang kemarin sore dari Jakarta sama istri dan anak anak nya juga" jawab Ibu Ibu yang rumah nya tepat berada di depan pondok pesantren.
"Iya dia Gus Dayyan. Selama ini tinggal di Jakarta ngurus perusahaan mereka disana. Kalau yang itu Gus Brian. Suami nya Ning Ani, anak angkat Kyai Arsya. Dan yang lain nya itu sahabat mereka."
"Ooohhh saya baru lihat." ucap Ibu pendatang baru.
"Iya, memang Gus Dayyan sudah lama banget nggak datang kesini. Karena istri nya hamil tua dan baru saja melahir kan."
Ibu pendatang baru itu pun semakin menatap ke arah Dayyan dengan tatapan terpesona nya. Dia pun berencana mendekati Dayyan.
Di ndalem, Ani dan yang lain nya pun datang ke ndalem. Karena mereka yang di tinggal oleh suami dan calon suami mereka yang sedang jogging.
Belum pun mereka masuk ke dalam rumah, mereka sudah bertemu dengan Breena yang sedang membawa beberapa botol minuman.
"Loh mau kemana?" tanya Anggi.
"Mbak Anggi, ini mau ngantar minuman untuk para pria yang lagi jogging. Mereka lupa kaya nya bawa nya tadi" ucap Breena
"Ikut" ucap Ani yang sedang menggendong baby Keenan.
__ADS_1
"Yakin? Bawa Keen?" tanya Breena tak yakin.
"Yakin lah. Lagian matahari pagi bagus kan untuk kesehatan" ucap Ani percaya diri.
"Iya uda ayo kalau mau ikut. Kalian gimana?"
"Mbak ikut juga deh. Nggak jauh kan tempat nya?" tanya Anggi.
"Nggak kok Mbak. Dekat sini kok. Kalian berempat gimana?"
Nova, Anita, Windy dan Syeril saling pandang. Lalu kompak menjawab.
"Ikut dong. Ayo kita susul mereka"
Bukan tanpa alasan mereka ikut. Karena pasangan mereka bukan orang sembarangan. Apa lagi di tunjang sama wajah mereka yang tampan, badan yang tegap. Bisa saja di luaran sana banyak yang menggoda pasangan mereka.
Breena dan Ani pun membawa serta anak anak mereka, yang tentu nya tetap di jaga sama pengasuh nya masing masing.
Mereka berjalan menuju ke arah lapangan yang ada di dekat pondok pesantren.
Di jalan Breena melihat ada Ibu Ibu yang sedang berbelanja di tukang sayur. Breena pun mendekati mereka.
"Assalamualaikum Ibu Ibu semua nya" sapa Breena sopan.
"Wa'alaikum salam Ning Breena"
"Mau belanja Ning?" tanya salah aatu Ibu Ibu disana.
"Nggak Bu. Saya mau nyusul suami. Mau ngantar kan minum. Tadi kaya nya lupa nggak bawa minum"
"Oohh Guse tadi berjalan ke arah lapangan Ning sama temen nya. Rame tadi" jawab Ibu yang rumah nya berada di depan pondok nya Abah.
"Terima kasih Bu sudah di beri tahu. Kalau begitu kami jalan dulu iya Bu. Assalamualaikum" pamit Breena.
"Wa'alaikum salam."
Ibu ibu itu pun memandangi kepergian Breena bersama yang lain nya.
"Ning Breena baru melahir kan aja tubuh nya uda kembali kaya masih gadis iya Bu Ibu"
"Iya Ibu betul. Cepat banget iya. Badan nya bagus lagi. Nggak kaya kita yang butuh perjuangan untuk mengembalikam bentuk tubuh"
__ADS_1
"Nama nya juga dia anak orang kaya Bu, pasti dia olahraga nya mahal itu. Kita mah nggak mungkin bisa nyaingin olahraga para sultan."
"Emang dia siapa Bu?" tanya Ibu pendatang baru itu.