
Ani dan Quin yang sedang asyik memilih baju dengan cand atawa mereka pun, menoleh kebelakang ketika seseorang memanggil nama Quin. Dan betapa terkejut nya Ani melihat siapa yang baru saja memanggil Quin. Ya, Dia adalah Nova, Mommy nya Quin.
Berbeda dengan Ani. Quin justru terlihat sangat bahagia ketika bertemu dengan Mommy nya. Dapat di lihat oleh Ani, mata Quin berbinar melihat Mommy nya ada di butik yang sama dengan nya juga.
"Mommy" teriak Quin riang sambil berlari menghampiri Nova.
Nova pun berjongkok dan merentang kan kedua tangan nya, dia siap untuk menyambut Quin kedalam pelukan nya. Nova memeluk Quin dengan erat. Menyalur kan rasa rindu yang di pendam nya selama ini.
Bukan Nova tak ingin bertemu dengan Quin. Tetapi ia merasa sungkan dan tak enak hati meminta bertemu. Dan ia juga malu untuk bertemu dengan keluarga Anderson yang sudah ia kecewa kan dulu.
Ani berusaha menormalkan keterkejutan nya. Ia tersenyum lembut menatap kedua anak dan Ibu yang sudah beberapa bulan ini tidak bertemu. Ani pun memilih untuk menhampiri Quin dan Mommy nya.
"Assalamualaikum Mbak Nova" sapa Ani ketika sudah berada di dekat Nova yang masih memeluk Quin.
"Wa'alaikum salam Mbak Ani. Maaf kalau saya mengganggu waktu Mbak dan Quin yang lagi berbelanja" jawab Nova merasa tak enak hati.
"Tidak apa apa Mbak. Kami nggak merasa terganggu kok" ucap Ani lembut. Kemudian ia melihat kesekeliling nya.
"Mbak sama siapa kesini?" tanya Ani memecahkan kecanggungan mereka.
"Sama sahabat Mbak. Perkenal kan Mbak, dia sahabat aku. Jesy. Dan Jes, ini Mbak Ani istri nya Mas Brian yang sekarang jadi Bunda nya Quin juga" ucap Nova memperkenal kan Ani dan Jesy.
Ani langsung mengulur kan tangan nya.
"Ani"
"Jesy"
Jesy tercengang melihat bagaimana lembut nya suara Ani. Ia juga dapat melihat kalau Ani ini orang baik.
"Mommy mau ikut sama kami nggak? Disini juga ada Aunty Breena, juga Mom" ajak Quin antusias.
"Duuhh bukan nya Mommy nggak mau sayang. Tapi Mommy ada urusan lagi setelah ini.maaf iya" tolak Nova secara halus agar anak nya tak sedih.
__ADS_1
Tapi anak anak tetap lah anak anak. Iya akan sedih ketika apa yang di ingin kan nya di tolak oleh orang tua nya.
Melihat wajah muram sang anak. Nova pun jadi merasa bersalah.
"Say……" ucapan Nova terpotong ketika sebuah suara sudah mendahuluinya.
"Uda nggak usah nolak permintaan nya Quin. Gue tau Lo berusaha menghindar dari Gue. Mau sampai kapan Lo seperti ini terus Nova? Kita semua sudah berdamai dengan masa lalu. Kenapa Lo masih aja menjauhi kami semua. Ingat ada Quin yang juga butuh kasih sayang dari Lo. Dan biar Lo tau aja. Alasan Quin mau pulang ke Indonesia itu, hanya karena ia meri dukan Mommy nya" jelas Breena yang kesal melihat Nova menolak permintaan putri nya itu.
"Bree" lirih Nova melihat Breena yang uda berada di belakang nya dengan mata yang nerkaca kaca.
"Maaf" lanjut nya lirih.
"Gue uda maafin Lo. Gue uda bahagia sama takdir Gue. Jadi Lo juga harus bahagia" ucap Breena lembut.
Nova langsung memeluk Breena. Dalam hati nya ia selama ini selalu dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan. Walau pun ia tau Breena dan yang lain nya sudah memaafkan nya. Namun tetap saja ia selalu teringat apa yang sudah ia perbuat.
"Terima kasih Bree. Terima kasih karena sudah mau memaafkan ku" ucap Nova tulus.
"Sama sama. Gue harap setelah ini Lo bahagia Nov. Berdamai lah dengan masa lalu" ucap Breen atak kalah tulus nya.
Ani membiar kan Ibu dan anak itu berbelanja sendiri. Ia percaya dengan Nova bisa menjaga Quin. Ani pun melanjutkan berbelanja nya dengan Selvi. Mereka beralih ketempat pakaian pria. Ani dan Selvi berencana membelikan pasangan mereka baju juga.
Walau pun nanti Juan akan menolak pemberian nya. Tetapi Selvi tetap akan membeli kan Juan baju. Baju yang di cari Selvi pun merupakan baju couple.
"Hai Jes, long time no see" ucap Breena sambil bercipika cipiki dengan Jesy.
"Iya nih lama banget kita nggak ketemu nya. Lo makin cantik aja semenjak hamil Bree. Aura nya berbeda banget" puji Jesy membuat Breena berdecak sebel.
"Ck! Lo nggak lihat nih badan Gue uda melar. Dari mana cantik nya coba" sebel Breena.
"Memang Lo cantik Breena. Kecantikan Lo bukan di lihat dari tubuh Lo. Tapi dari hari Lo yang memang lembut dan baik hati. Kalau untuk Tubuh Lo yang melebar itu karena Lo lagi hamil. Gue dengar hamil kembar iya?"
"Iya Gue hamil kembar" ucap Breena sambil mengelus perut buncit nya.
__ADS_1
Interaksi mereka tak lepas dari pandangan Syeril. Syeril yang memang terkadang kepo itu pun bertahya dengan Anita.
"Nita itu siapa?" tanya Syeril yang tingkat penasaran nya uda mulai menipis.
Anita pun mengikuti arah pandang Syeril. Ia hanya bisa menghembuskan nafas nya.
"Itu mantan istri nya Mas Brian. Tak lain dan tak bukan Ibu kandung nya Quin. Dia juga sahabat kita. Dulu kita itu kompak banget. Tapi setelah ia jadi selingkuhan nya Mas Brian waktu masih berpacaran dengan Breena. Semua nya berubah." jelas Anita.
Anita menatap kosong kearah yang lain. Ia teringat bagaimana terpuruk nya Breena dulu. Dan bagaamana cara Breena melawan dan melewati keterpurukam itu.
Setelah lebih dari dua jam merek memilih pakaian yang mereka ingin kan. Sekarang mereka berkumpul di depan meja kasir dengan Breena yang berada di barisan terdepan.
"Oke ladies, karena kita sudah capek jadi, Umi minta pada Aunty Aunty untuk berbaris yang rapi. Lalu bergantian iya hitung belanjaan nya" ucap Breena memberikan pengarahan pada para wanita itu. Membuat kasir yang sudah hafal dengan tingkah Breena pun tertawa.
Satu persatu baju yang dipilih oleh mereka pun di hitung oleh sang kasir. Ketika Ani, Anita dan Selvi ingin membayar belanjaan mereka, langsung di cegah oleh Breena. Mereka diminta berbaris untuk mendapat kan giliran di hitung belanjaan nya. Bukan untuk membayar nya juga. Semua akan di bayar kan oleh bumil cantik.
Ketika giliran Nova pun, Breena juga melakukan hal yang sama. Ia melarang Nova untuk membayar belanjaan nya untuk Quin.
"Gue nggak nyuruh Lo juga bayar Nova. Yang Gue minta itu cuma di hitung bukan sekalian di bayar" omel Breena.
Nova yang mendapat kan omelan dari Breena bukan nya marah, tapi ia malah tersenyum.
"Please Bree sekali ini aja Gue yang bayar baju baju nya Quin. Gue baru pertama ini membeli kan nya baju Bree" ucap Nova yang menunduk sedih.
Breena pun menatap ke arah Ani. Ani yang mengerti dengan tatapan Breena pun hanya mengangguk kan kepala nya, memyetujui ucapan nya Nova.
"Baik lah untuk kali ini aja. Lain kali No" ucap Breena tegas.
Nova pun tersenyum. Ia sangat bahagia bisa membeli kan Quin baju.
Setelah selesai bayar membayar. Mereka memutuskan untuk nongki ngongki cantik di cafe nya Nova yang bertepatan berada tidak jauh dari perusahaan Anderson.
Disana mereka menghabis waktu sampai sore. Mereka baru bubar ketika para pasangan mereka menyusul ke cafe nya Nova.
__ADS_1
Hanya Syeril dan Anita lah yang tak di susul. Sebab Syeril yang tak memiliki kekasih dan Anita yang kekasih nya masih berada di luar negeri. Jadi Anita memutus kan untuk mengantar kan Syeril pulang ke rumah Tante nya itu.