Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Brian Menjenguk


__ADS_3

Ansel yang terus mengadu oada Mommy nya pun tak dihiraukan oleh sang Mommy. Justru Mommy Gantari terlihat sedang asyik berbincang dengan para wanita.


Ceklek.


Pintu ruangan Breena dibuka dari luar, terlihat para suami memasuki ruangan inap Breena.


"Mbaakk" panggil Papa Doni melihat Kakak satu satu nya sedang duduk bercanda bersama dengan yang lain nya.


Mommy Gantari yang melihat Adik nya pun langsung berdiri dan berlari menghampiri. Ia langsung memeluk sang Adik.


Dengan senyum bahagia nya, Papa Doni memeluk erat tubuh mungil Kakak nya. Iya mereka sudah lama tidak bertemu. Kesibukan sang Kakak membuat mereka jarang bertemu.


"Telethabis" sidir Ansel yang masih mengerucutkan bibirnya.


Papa Doni dan Mommy Gantari tak mempedulikan sindiran dari Ansel.


"Mbak rindu Dek" ucap Mommy Gantari didalam pelukan Papa Doni.


"Doni juga rindu Kak" melihat wajah sendu Kakak nya dan mata yang mengenang siap menumpahkan tangis nya, dengan cepat Papa Doni menangkup wajah sang Kakak dan mencium kening Kakak nya.


"Jangan nangis, nggak malu apa bentar lagi uda mau punya cucu. Malu dong. Apa lagi cucu nya 2" ucap Papa Doni menggoda sang Kakak.


"Bentar bentar. 2?" tanya Mommy Gantari tak pecaya.


Ia pun langsung menatap Breena yang sedang disuapi oleh suaminya.


"Princess bener 2?" tanya nya lagi.


"Benar Mom, ada 2 disini" jawab Breena sambil mengelus perut nya.


"Aaahhhhh dapat 2 cucu kita Dad" teriak Mommy Gantari sambil memeluk suami nya.


"Mom jangan teriak teriak, ini bukan di hutan. Malu sama mertua nya Breena Mom" ucap Ansel menasehati Mommy nya. Pada hal ia sedari tadi juga berteriak terus.


"Nggak usah nasehatin Mommy. Kamu juga dari tadi teriak terus" sindir Mommy Gantari.


Ansel hanya mampu melengoskan wajah nya. Ia sebel karena Mommy nya tak membela nya sedari tadi.


"Baiklah karena ada 2 jadi Daddy harus menyiapkan 2 hadiah untuk calon cucu Daddy. Sebentar iya" ucap Daddy Calvin mengambil ponsel nya. Lalu menghubungi asisten nya.


"Hallo"


"Iya Hallo Justin. Tolong kamu siapkan dokumen pemegang saham sebanyak 2 dokumen. Buat atas nama Aurellia Abreena dan Dayyan Pratama. Buat masing masing dokuman 10% saham yang mereka miliki di perusahaan saya" ucap Daddy Calvin dengan santai nya.


"Baik Tuan akan saya laksanakan" jawab Justin.


"Tolong antarkan dokumen nya ke rumah sakit Abraham iya Justin. Terima kasih" ucap Daddy Calvin kemudian mematikan panggilan nya.


Semua orang yang ada disana hanya menatap tak percaya kearah Daddy Calvin. Bahkan Ani dan Windy sampai melongo mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Daddy Calvin.


"Dad, kau tak adil. Kenapa Breena hamil kau memberinya saham 10%, dan itu dikali 2 Dad. Jadi total nya 20%. Sedangkan aku tak menadapatkan apa pun darimu" protes Ansel.


"Iya emang kenapa? Nggak ada yang salah kan? Lagian untuk apa saham untuk mu? Tanpa saham pun kau sudah kaya. Semua yang Daddy miliki akan menjadi milik mu kalau kau sudah menikah nanti. Makanya kau cepat menikah" ucap Daddy calvin dengan santai nya.

__ADS_1


"Jangan bercanda Dad. Aku belum melamar Windy kepada orang tua nya. Bahkan aku belum berkunjung ke rumah nya selama nya. Bagaimana bisa aku menikahi nya" protes Ansel lagi.


"Iya tinggal kau datangi lah rumah nya. Terus kau sampaikan pada orang tua nya kalau kau mau melamar nya. Itu aja kok susah. Apa perlu bantuan dari Mommy dan Daddy? Kalau iya kami siap datang ke rumah Windy hari ini juga" ucap Mommy Gantari.


Tanpa mereka sadari perdebatan mereka membuat wajah putih Windy merah merona. Ia tak menyangka kalau orang tua Ansel menerima nya dengan baik dan mengharapkan nya menjadi menantu mereka.


"Oke stooopp jangan bahas ini lagi. Kita bahas ini nanti. Apa Mommy dan Daddy tidak melihat wajah Windy uda merah merona gitu"


ucap Ansel menggoda kekasihnya.


"Dad terima kasih hadiah nya. Breena tak menyangka kalau Daddy akan memberikan Breena hadiah sebanyak itu untuk kedua anak Breena" ucap Breena tulus dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Ini untuk cucu Daddy princess. Dan kamu tidak boleh menolak nya" ucap Daddy Calvin lembut. Ia pun berjalan mendekati tempat tidur Breena dan mendaratkan ciuman nya di kening Breena.


"Terima kasih Dad" ucap Breena dengan senyum manisnya.


"Terima kasih Om" ucap Dayyan tulus.


"Panggil Daddy Dayyan. Daddy tak suka dipanggil Om. Seperti sugar daddy kalau dipanggil Om begitu" canda Daddy calvin membuat semua orang yang ada didalam kamar Breena tertawa.


Tok tok tok


"Assalamualaikum" ucap seseorang dari balik pintu.


"Wa'alaikum salam" ucap Ani seraya membuka pintu kamar.


"Eehhh Mas disini?" tanya Ani terkejut melihat Brian dan Quin berdiri didepan pintu.


"Iya tadi Mas ngantar Mommy chek up, terus Mas lihat tadi Papa Doni, Daddy Calvin sama Abah Arsya jalan dari kantin. Jadi karena Mas penasaran Mas ikutin aja" jelas Dayyan.


"Bunda kenapa nggak mau gendong Quin?" ucap Quin merajuk.


"Apa anak Bunda ini lagi dalam mode manja?" goda Ani.


"Gendong Bunda" rengek Quin sambil mengangkat kedua tangan nya minta di gendong.


"Baiklah ayo Bunda gendong sayang"


Ani pun langsung menggendong Quin dan membawa Quin masuk kedalam di ikuti oleh Brian dibelakang nya. Mereka sudah seperti satu keluarga bahagia.


"Brian" ucap Papa Doni.


"Pah, siapa yang sakit?" tanya Brian yang masih belum tau siapa yang sakit.


"Breena. Dia tadi pingsan" jelas Papa Doni.


"Breena sakit apa Pah? Bukan nya kemarin pulang daro Bandung masih sehat?" tanya Brian heran.


"Iya sehat, Breena juga sehat. Hanya saja ada 2 cucu Papa yang ingin mereka diketahui keberadaan nya" ucap Papa Doni dengan senyumnya yang mengembang.


"Breena hamil Pah?"


"Iya Brian. Alhamdulillah"

__ADS_1


"Waahhh selamat Pah. Bentar lagi punya cucu langsung dapat 2. Brian ke Breena dulu iya Pah" izin Brian.


Ia pun menyusul Ani yang sudah ketempat Breena bersama dengan anak nya. Dapat Brian lihat anak nya begitu manja dengan Ani yang benar benar wanita yang sangat lembut dan penyayang.


"Waaahhh sepertinya ada yang mau ngimbangin Gue ini soal anak. Nggak tanggung tanggung langsung dikasih 2" ucap Brian disertai kekehan nya.


"Alhamdulillah Mas. Langsung dikasih 2" jawab Dayyan.


"Uda berapa minggu Mas?"


"Baru 4 minggu Mas. Dan harus dijaga ketat karena hamil kembar"


"Iya memang begitu Mas. Masih rentan soalnya kan"


"Kak Ansel kapan? Breena aja langsung dikasih 2 loh" ejek Brian pada Ansel yang masih misuh misuh tak jelas.


"Waahhh ini orang mau kena hantam kaya nya. Baru juga ketemu uda ngajak ribut nanya kapan. Emang Lo mau ngasih Gue kado apa kalau Gue nikah?" tantang Ansel yang tak terima dengan ucapan Brian.


"Apa iya? Kak Ansel mau apa?" tanya Brian dengam santai nya.


"Tunggu dulu Gue pikir pikir dulu. Soal nya Breena tadi baru dapat saham 10% x 2 dari Daddy Gue. Karena Gue nggak dikasih saham juga jadi....." ucap Ansel sambil berpikir.


"Iya nggak mungkin lah Kak Ansel dikasih saham sama Daddy Calvin. Orang tu perusahaan juga bakal untuk Kak Ansel. Aneh memang iihhh" omel Breena yang diangguki oleh semua orang.


"Iya kan nggak ada salah nya" bela Ansel.


"Iya salah dong Kak. Untuk apa saham kalau perusahaan nya langsung untuk Kak Ansel. Kecuali kalau Kak Ansel anak nya Daddy Martin, uda pasti bisa dapat saham" jelas Brian.


"Bener juga. Oke kalau gitu Gue mau hadiah villa mewah di daerah Bogor kalau Gue nanti nikah" ucap Ansel santai sambil menaik turun kan kedua alis matanya.


"Waaahhh itu perampokan namanya. Jangan dikasih Mas. Rugi bandar itu" ucap Breena.


"Iri aja bilang Bos" ejek Ansel sambil memelet kan lidah nya.


"Oke Gue kasih tu Villa untuk Kak Ansel. Dengan satu syarat"


"Loohh kok pake syarat. Lo nggak ikhlas ngasih nya?" sunggut Ansel.


"Syarat nya Lo harus nikah dalam waktu 4 bulan dari sekarang. Gampang kan?" tantang Brian dengan senyum menyeringai nya.


"Oke Gue sanggupin" ucap Ansel. Karena memang dia akan melamar Windy 2 bulan lagi. Jadi bukan masalah berat untuk nya.


"Oke Deal" ucap Brian menjabat tangan Ansel.


"Mas Brian ngasih dia villa. Terus Breena nggak dikasih? Pada hal Breena yang hamil loh" protes Breena.


Breena dan Ansel ud seperti mau merampok Brian.


"Kok rasa nya Gue kaya di rampok iya" canda Brian membuat semua yang ada disana tertawa.


"Oke kalau gitu Mas nanti kirimin kerumah hadiah untuk kamu. Tapi Mas pikir pikir dulu iya mau ngasih apa. Nggak mungkin kan Mas kasih mobil. Pada hal anak kamu aja masih dalam perut"


"Iya uda kalau gitu pulau pribadi aja" ucap Breena santai tanpa merasa bersalah mengatakan itu.

__ADS_1


"Sayang itu namanya ngerampok beneran. Pulau Pribadi itu mahal" tegur Dayyan lembut.


Brian tak memberi respon apa pun. Ia hanya diam menatap semua orang yang menantikan apa yang akan ia katakan.


__ADS_2