
Berbeda dengan Angga dan Nova. Saat ini Dion dan Anggi sudah berada di rumah sakit milik Keluarga Abraham. Ya rumah sakit milik Papa nya Breena.
Anggi dan Dion sudah membuat janji dengan dokter kandungan mereka. Siapa lagi kalau bukan Mama Ratih.
Saat ini Dion dan Anggi berada di depan ruangan poli Mama Ratih. Walau pun mereka sudah membuat janji tetapi mereka tetap mematuhi antrian.
"Nyonya Anggita Maharani Danuarta. Silah kan masuk" ucap seorang perawat memanggil nama Anggi.
Anggi pun beranjak dari duduk nya dengan di bantu Dion. Sejak hamil, bukan hanya keluarga Anggi saja yang berubah jadi posesif. Tapi suami nya pun juga sama.
"Waaahhh ada putri nya Danuarta ini. Ada apa sayang? Bukan nya beberapa hari yang lalu baru aja periksa iya?" tanya Mama Ratih yang merasa ke bingungan.
"Iya Mah. Ini juga karena Daddy. Mama tau sendiri bagaimana mereka setelah tau Anggi hamil. Makin jadi posesif nya. Dikit dikit nggak boleh. Malah iya Mah, Anggi uda di suruh resign Mah sama Daddy" adu Anggi yang mendapati kekehan dari Mama Ratih.
Syeril dan Anita yang memiliki shift sama pun merasa heran dengan interaksi Anggi dengan Dokter Ratih.
"Dia Anggi putri nya keluarag pengusaha. Daddy nya nama nya Steven Danuarta. Sahabat nya Dokter Doni dan Dokter Ratih" bisik Anita yang membuat Syeril tersenyum.
"Ada apa rupa nya sayang? Sampai sampai pria tua itu menyuruh kalian kesini lagi?" tanya Mama Ratih disertai kekehan nya.
"Begini Mah. Kemarin siang kan kita kita pada kumpul di restauran nya Nova. Terus Dayyan bilang mau ke rumah Umma, jadi dia juga ngajakin kita. Abang Juan pun akhir ngajakin kita nginap di Villa nya juga. Jadi tadi malam Dion minta izin sama Daddy. Terus Daddy kaya berat gitu mau ngasih izin nya. Terakhir Daddy nyuruh kita cek kandungan nya Anggi dulu. Kalau nggak ada masalah, Anggi boleh ikut pergi juga" jelas Dion yang membuat Anita membulat kan mata nya.
"Tunggu dulu Mah. Itu maksud nya apa iya Mas Dion?" tanya Anita yang tak paham.
"Inti nya Dayyan dan Bang Juan ngajakin kita liburan di Bandung. Emang kamu nggak tau?" tanya Anggi yang hanya di jawab gelengan kepala.
__ADS_1
"Emang siapa aja yang mau ikut sayang?" tanya Mama Ratih.
"Kaya nya semua nya Mah. Mumpung weekend juga kan dan ada libur juga kaya nya di awal pekan. Tapi Mbak Selvi dan Bang Juan kata nya nyusul Mah" jelas Anggi lagi.
"Oohh jadi cerita nya Daddy mu itu cuma mau memastikan kamu biar pergi apa nggak gitu?" tanya Mama Ratih memastikan.
"Iya Mah. Ribet banget Mah sama Daddy. Malah ini iya Mah, kami justru di suruh pakai heli ke Bandung nya. Pada hal Anggi mau nya pakai mobil aja biar bisa sekalian beli cemilan di pinggir jalan" keluh Anggi.
"Mungkin Daddy mu itu mengkhawatir kan keselamatan dan kenyamanan kamu aja sayang. Kamu kan tau kalau naik mobil itu bisa tiga jam di jalanan. Belum lagi kalau berhenti berhenti. Berbeda kalau naik Heli, kalian bisa cepat sampai." ucap Mama Ratih memberi pengertian sama Anggi.
"Iya juga sih Mah. Tapi kan Anggi mau nya bareng bareng Mah. Pasti kan seru" ucap Anggi sedih.
"Iya uda kalau gitu ayo kita periksa dulu. Nanti biar Mama yang bicara sama Daddy mu itu" ajak Mama Ratih.
Syeril pun langasung membantu Anggi berbaring di atas ranjang pemeriksaan. Lalu ia membalur kan Gel di atas perut Anggi. Mama Ratih pun langsung memulai pemeriksaan nya.
"Gimana Mah?" tanya Dion penasaran.
"Semua aman. Dedek juga sehat. Nggak ada masalah. Jadi aman juga kalau kalian naik mobil kesana nya. Lagian Daddy kamu aneh aneh. Orang kalian punya banyak mobil yang aman untuk jalan jauh kok di buat repot sih. Kalian juga kan biasa nya juga di kawal sama bodyguard bayangan. Jadi kalau ada apa apa juga kan nggak akan susah" ucap Mama Ratih.
"Jadi aman kan Mah untuk jalan jauh?" tanya Dion lagi mastikan.
"Aman. Nanti Mama bantu bicara sama Daddy kalian" ucap Mama Ratih.
"Mbak Anggi, Kalau semua nya ikut berati Windy juga ikut dong?" tanya Anita ketika Mama Ratih sedang membuat resep vitamin untuk Anggi.
__ADS_1
"Iya uda pasti ikut lah Nit. Lagian Kak El juga kan nggak akan mau pisah sama Windy. Kamu kan tau seberapa bucin nya anak Mama itu. Heran banget sama tu anak. Uda nekat pergi ke Belanda. Ehh pulang pulang justru malah nikah sama Windy juga. Emang jodoh itu nggak akan kemana iya kan?" bukan Anggi yang menjawab tapi Mama Ratih.
Mama Ratih sendiri pun bingung dengan anak laki laki nya itu. Kenapa dia harus pergi ke Belanda kalau pada akhir nya dia juga yang akan menikahi Windy. Seharus nya kan dia berjuang untuk dapat kan Windy dulu nya.
"Yeee Mama macam nggak tau Kak El aja. Dia kan memang suka cari ribet Mah" jawab Anita
"Tapi Mah. Kenapa Anita nggak di ajak iya?" tanya Anita yang membuat tawa Mama Ratih, Anggi dan Dion pecah.
"Kok pada ketawa sih?" protes Anita.
"Salah kamu sendiri kenapa semalam nggak ikut kita ngumpul." ucap Anggi yang langsung membuat Anita mengerucut kan bibir nya.
"Uda nanti kamu telepon Breena aja. Kamu juga mau ikut Syer?" tanya Mama Ratih.
"Emang boleh Dokter?" tanya Syeril ragu.
"Boleh. Kamu ikut aja. Hitung hitung temenin para gadia yang maaih singgel. Kamu juga ajak tunangan kamu Nita. Biar calon suami nya Nova ada teman nya juga. Karena kan yang belum nikah cuma kamu sama Nova aja" ucap Mama Ratih yang tau semua tentang circle pertemanan putri nya itu.
"Kalau boleh Syeril juga mau ikut Dokter."
"Iya boleh. Biar ramai juga kan. Nanti Saya juga akan ikut kesana. Uda lama juga nggak ke tempat besan" ucap Mama Ratih.
Setelah mendapat kan izin untuk perjalanan jauh. Akhir nya Anggi dan Dion pun kembali ke mansion Danuarta. Mereka akan kembali meminta izin dengan Daddy mereka.
Beberapa jam di jalan akhir nya mobil yang di kendarai Dion oun memasuki halaman luas mansion Danuarta.
__ADS_1
Dion dan Anggi pun langsung masuk ke dalam dan menemui Daddy Steven yang berada di ruang tamu bersama Mommy Rianti.
Dion dan Anggi pun menyampai kan hasil pemeriksaan nya tadi. Dan akhir nya mereka mendapat kan izin juga dari Daddy Steven. Dengan Syarat mereka harus di kawal dan membawa satu pelayan dari mansion mereka untuk membantu mereka disana nanti nya.