Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Lanjut perjalanan, Lanjut Jajan Lagi


__ADS_3

Sesuai janji nya si pemilik warung. Setelah selesai membereskan warungdan menutup cepat warung nya. Si pemilik pun memberikan bonus sama semua karyawan nya yang berjumlah sepuluh orang.


Semua karyawan bakso itu pun senang karena mendapat kan bonus. Berkat si pembeli sultan yang memborong bakso mereka, akhir nya mereka bisa pulang cepat dan mendapat kan bonus.


Sementara itu, saat ini Dayyan dan yang lain nya sudah masuk di daerah Bandung. Dan mereka pun sedang menuju ke arah pondok pesantren milik Abah Arsya.


Tapi lagi lagi mereka harus berhenti di pinggir jalan, sebab ibu hamil yang tiba tiba meminta beli manisan yang di jual di pinggir jalan.


Sesuai permintaan ibu hamil, mobil mereka pun berjejer di pinggir jalan, sehingga lagi lagi menjadi perhatian beberapa orang yang ada di jalan dan pengendara lain nya.


Mereka semua pun serempak keluar dari dalam mobil. Seeprti sebelum nya. Para bodyguard pun memayungi keempat baby K dan ibu hamil.


"Bu, manisan nya ada apa aja?" tanya Anggi semangat.


"Ada manisan salak, pepaya, mangga munda, Queni Nona" ucap Ibu penjual manisan ramah.


"Berapaan iya Bu sebungkus nya?" tanya Breena.


"Rp. 10.000 Nona."


"Kalau begitu saya mau semua buah iya bu. Masing masing buah 10 bungkus" pinta Anggi semangat.


Bahkan Anggi sudah mengambil satu bungkus manisan mangga muda dan memakan nya disana.


Si ibu penjual pun dengan sigap membungkus pesanan Anggi. Lalu menyerahkan nya kepada Anggi, yang langsung di terima oleh pelayan Anggi.


"Kalian nggak beli?" tanya Anggi yang melihat yang lain diam aja.


"Iya pasti beli lah" jawab mereka serempak.


"Bu, saya pesan setiap manisan buah nya 100 bungkus iya bu. Jadi total nya semua 400 bungkus" ucap Breena.


Si penjual pun langsung membungkus pesanan Breena. Dia yang berjualan sendirian pun langsung terlihat sibuk. Syeril yang melihat nya pun langsung membantu si Ibu penjual.


"Biar saya bantu Bu" ucap Syeril.


"Terima kasih Nona"


Si Ibu pun langsung membungkus manisan nya. Sedang kan Syeril menghitung dan memasuk kan nya kedalam plastik besar.

__ADS_1


Setengah jam kemudian akhir nya pesanan Breena selesai di bungkus.


"Bu saya pesan setiap buah nya 25 bungkus iya, jadi semua nya 100 bungkus" ucap Nova.


"Saya pesan 200 bungkus lagi iya Bu" ucap Anggi yang masih menikmati manisan nya.


"Saya pesan 50 bungkus ya Bu" ucap Anita dan Windy berbarengan.


"Jadi 400 bungkus lagi iya Nona?" tanya Si Ibu penjual manisan yang langsung mendapat anggukan dari mereka semua.


Si Ibu penjual pun langsung membungkus pesanan mereka lagi. Syeril masih dengan sigap membantu si penjual membungkus pesanan para istri sultan itu.


Sedangkan di barisan para suami, mereka semua menggelengkan kepala nya menatap kelakuan istri istri mereka dan calon istri mereka itu.


"Ini kita judul nya apa sih? Mau liburan ke Bandung. Tapi kok iya jajanan kita yang banyak iya? Belum juga sampai di pondok nya Abah, tapi kita uda jajan aja kerjaan nya" ucap Brian yang merasa mereka lebih banyak jajan.


"Iya nama nya liburan sambil jajan" jawab semua para lelaki kompak.


"Oke untuk kali ini biar aku yang bayar" ucap Dion tiba tiba membuat yang lain nya menatap kearah nya.


"Nggak bisa lah kita kaya tadi lagi. Minus Si Dayyan. Kan tadi dia uda bayarin bakso kita" tolak Brian tak terima.


"Emang situ punya uang cas?" tanya Dion meremeh kan Brian.


Hahahahaha


Dion tertawa melihat apa yang di lakukan keempat pengusaha kaya itu.


"Maka nya Pak Bos, kemana mana itu bawa uang cash. Jangan kaetu sakti aja yang di bawa. Kan kalau kaya gini, kita juga yang susah nggak bisa bayar pakai uang cash" sindir Dion membuat keempat pengusaha itu mencebik kan bibir nya.


"Iya nama nya kita nggak biasa bawa uang cash. Di dompet pun paling banyak itu 500rb. Itu pun untuk bayar parkir mobil aja" ucap Brian ketus.


"Iya betul itu. Kita uda terbiasa apa apa pakai kartu. Jadi kalau kaya gini susah juga. Oke setelah ini kita berhenti di ATM ambil uang. Atau kalau perlu kita ke Bank nya langsung, sekalian ambil yang banyak, biar nggak susah" ucap Ansel yang mendapat anggukan dari yang lain nya.


"Betul itu ambil yang banyak. Di daerah pondok jarang yang menggunakan kartu kalau belanja, semua nya pakai cash. Nggak mungkin kan para istri kita belanja di tukang sayur bayar nya pakai kartu. Yang ada tukang sayur nya yang kebingungan" canda Dayyan.


"Kaya nya itu uda selesai, gue bayar dulu" ucap Dion dengan senyum kemenangan nya.


Setelah mengatakan itu Dion langsung mendekat ke arah istri nya.

__ADS_1


"Sejak kapan dia nya bawa uang cash iya? Perasaan tadi di warung bakso di dompet nya cuma ada uang cash beberapa aja. Selebih nya kartu gue lihat" keluh Ansel yang tadi tak sengaja melihat isi dompet Dion.


"Dia memang selalu bawa uang cash Kak. Jadi nggak heran kalau dia suka pakai tas punggung kemana mana kalau pergi" ucap Dayyan.


"Ooohhhh" jawab semua nya.


Sementara itu di para istri, mereka semua sedang menunggu Ibu penjual manisan menghitung jumlah manisan nya.


"Sayang sudah?" tanya Dion sambil merangkul pinggang Anggi.


"Uda Mas, tinggal di hitung kok" jawab Anggi dengan senyum bahagia nya.


"Jadi kali ini siapa yang bayar Mas?" tanya Breena.


"Iya Mas dong. Kamu nggak lihat kalau para CEO itu nggak ada yang bergerak dari posisi nya?" ucap Dion sambil menunjuk ke arah suami mereka.


"Lah itu kenapa pada santai begiti nyandar di mobil?" tanya Nova menatap aneh kearah para suami.


"Mereka lagi merenungi nasib. Karena nggak bawa uang cash."


Para wanita itu pun menepuk kening mereka bersamaan. Mereka baru ingat kalau para CEO itu nggak pernah baw uang cash di dompet nya.


"Jadi berapa Bu?" tanya Dion.


"Semua yang di bungkus total nya 810 Tuan, di tambah yang di makan disini ada 10 bungkus. Jadi total semua nya 820 bungkus X Rp. 10.000" jelas Ibu penjual manisan.


Dion langsung mengambil uang nya. Dia pun melebih kan sedikit uang nya untuk si ibu penjual.


"Ini iya Bu uang nya. Di hitung dulu mana tau kurang" ucap Dion.


Si ibu pun langsung menghitung nya. Dia pun menghitung sampai dua kali karena ada uang yang lebih.


"Tuan uang nya lebih Rp. 300.000" ucap si ibu sambil mengembalikan uang lebih nya.


"Ambil aja untuk ibu"


"Tapi...."


"Ambil aja Bu, rezeki Ibu hari ini. Nggak boleh di tolak Bu, pamali nolak rezeki" ucap Ani sopan.

__ADS_1


"Alhamdulillah. Terima kasih Tuan Nona sudah berbelanja manisan saya" ucap si Ibu tanpa terasa menetes kan air mata nya.


"Sama sama Bu. Kalau begitu kami permisi dulu"


__ADS_2