Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Ani Melahirkan


__ADS_3

Berbeda dengan Dayyan da Dion yang terpaksa harus meninggalkan istri dan anak anak nya ke luar negeri, untuk mengatasi masalah yang ada di perusahaan nya yang di Jepang.


Brian saat ini sedang menjadi suami siaga. Kehamilan Ani yang sudah mendekati HPL nya pun sudah sering merasakan kontraksi. Namun yang di rasakan Ani baru kontraksi palsu.


Brian pun memutus kan untuk cuti sejenak dari kantor nya. Alhasil AD Grup untuk sementara waktu kembali di pimpin oleh Daddy Martin.


Walau pun Brian cuti, tapi tetap saja dia akan bekerja dari rumah untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang belum rampung.


Berbeda dengan Brian, Ani saat inisl sedang duduk santai di ruang keluarga, menonton drama Korea kesukaan nya. Ani hanya sendiri, sebab Mommy Aletha pergi arisan dan membawa Quin juga.


"Mbak" panggil Ani saat melihat salah satu pelayan melewati nya.


"Iya Nyonya Muda. Ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan itu sopan.


"Bisa minta tolong Mbak? Tolong buat kan saya salad buah iya Mbak. Tapi di banyakin mangga sama strawberry nya iya Mbak" pinta Ani dengan suara lembut nya.


"Bisa Nyonya. Tunggu sebentar Nyonya akan saya buat kan"


Setelah mengatakan itu, pelayan tersebut pun kembali ke dapur dan membuat pesanan Nyonya Muda nya.


Dua puluh menit berselang, pelayan tadi pun kembali membawa nampan berisi semangkuk salad buah pesanan Ani. Dengan mata berbinar nya, Ani menerima mangkuk tersebut.


"Terima kasih iya Mbak"


"Sama sama Nyonya. Kalau begitu saya permisi dulu"


Ani pun langsung menikmati salad buah nya sambil menonton drama Korea nya. Namun tiba tiba saja perut nya terasa mulas. Ia juga merasakan perut nya seperti sedang di putar putar.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Ani sambil mengelus perut nya.


Ani terus mengelus perut nya, dan berdzikir. Namun sakit di perut nya semakin menjadi. Ani membawa diri nya berjalan jalan di sekitaran ruang keluarga dan ruang tengah sambil tetap mengelus perut nya. Berharap aa yang di lakukan nya bisa mengurangi rasa sakit yang dirasa nya.


Namun bukan nya hilang, rasa sakit itu semakin menjadi. Ani pun berusaha berjalan menuju ke ruang kerja suami nya yang ada di lantai dua. Tapi baru saja dia akan melangkah kan kaki nya menapaki anak tangga, sesuatu mengalir di paha nya.


Ia menatap ke arah baju nya yang sedikit basah karena air tersebut. Seketika Ani pun menjadi panik.


"Maaaasss" teriak Ani yang mengejutkan semua pelayan.


Tapi Brian yang memang sedang berada di ruang kerja nya yang menggunakan peredam suara itu pun tidak mendengar jeritan istri nya.


"MAAAAASSSSS" teriak Ani lagi.


Para pelayan pun berhambur mendekati Ani. Salah seorang pelayan yang melihat ada air di bawah Ani segera berlari menuju ke lantai dua.

__ADS_1


Pelayan tersebut menekan bel ruang kerja Brian terua menerus, membuat Brian menghentikan pekerjaan nya.


"Ada apa?" tanya Brian dengan tatapan tajam nya. Ia merasa terganggu dengan ulah pelayan tersebut.


"Maaf kan saya kalau saya telah mengganggu waktu Anda Tuan Muda. Tapi dibawah Nyonya Muda seperti sudah pecah ketuban dan akan segera melahir kan Tuan" ucap pelayan tersebut sambil menunduk takut dengan tatapan tajam Brian.


"Kenapa tidak memanggil ku dari tadi!!" bentak Brian.


"Maaf Tuan. Nyonya sudah memanggil Anda, Nyonya berteriak dari bawah. Tapi karena ruang kerja anda yang ada peredam suara nya. Maka nya Anda tidak mendengar teriakan Nyonya"


Mendengar penjelasan pelayan tersebut, Brian pun langsung berlari menuju tempat istri nya.


"Ambil tas Bayi yang sudah di siap kan istri ku. Segera bawa ke rumah sakit" perintah Brian sebelum ia berlari.


Pelayan tersebut pun langsung masuk ke dalam kamar Tuan Muda nya. Ia mengambil tas bayi yang sudah di siap kan sebelum nya oleh Ani.


Sedangkan Brian yang melihat istri nya menahan rintihan nya pun segera menggendong nya.


"Siap kan mobil" teriak Brian sambil membawa Ani keluar.


Sesampai nya di depan. Brian langsung memasuk kan Ani ke dalam mobil, dia menduduk kam Ani di kursi belakang, Brian pun juga ikut masuk.


Supir yang sudah duduk di kursi penumpang pun langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


Ibra yang melihat Adik nya datang menggendong sang istri pun, langsung meminta perawat membawa kan brangkar. Brian langsung menidurkan istri nya.


"Kenapa Bri?" tanya Ibra ketika mereka sudah berada di depan pintu UGD.


"Mau melahirkan mungkin Mas" jawab Brian dengan wajah panik nya.


"Kau tunggu disini. Masmasuk ke dalam dulu"


Didalam ruang UGD, Ani sedang di periksa oleh dokter kandungan.


"Bagaimana?" tanya Ibra.


"Sudah pembukaan sempurna dokter. Saya akan segera membawa nya ke ruang persalinan"


Setelah mengatakan itu, dokter kandungan tersebut pun memerintah kan perawat untuk membawa Ani ke ruang persalinan.


"Mas gimana?"


"Sudah pembukaan sempurna. Ayo kita ke ruang persalinan. Sebelum nya kamu mau ikut menemani istri mu atau tidak?"

__ADS_1


"Ikut Mas" jawab Brian semangat.


"Kalau begitu ikut sama Mas"


Ibra pun membawa Brian ke ruang persalinan juga. Sebelum nya Ibra meminta Brian untuk memakai baju operasi terlebih dahulu. Dan mensteril kan tubuh nya.


"Sayang" panggil Brian ketika melihat istri nya yang sedang di tangani oleh Dokter.


"Mas" lirih Ani.


"Mas disini. Kamu yang kuat iya. Sebentar lagi kita akan bertemu dengan anak kita"


"Ani kuat Mas. Insya Allah kuat" lirih Ani dengan senyum manis nya.


"Oke Nyonya Muda, ikuti perintah saya. Tarik nafas, buang. Lakukan lagi, tarik nafas buang. Dalam hitungan ketiga Nyonya mengejan iya" perintah sang dokter.


Ani pun menuruti perintah dokter tersebut. Dengan sekuat tenaga Ani mengejan sambil menggenggam tangan Brian.


"Aaagggrrrhhhh" teriak Ani.


Oooeeeekkk


Oooeeekk


Dalam sekali mengejan Ani berhasil melahirkan bayi nya.


Dokter pun mengangkat bayi mereka. Cucu ke empat di keluarga Anderson.


"Selamat Tuan Nyonya, anak kalian laki laki." ucap Dokter tersebut sambil memperlihat kan bayi yang baru lahir itu ke kedua orang tua nya.


Brian dan Ani pun seketika meneteskan air mata nya. Air mata bahagia mereka karena di karunia seorang anak laki laki.


Cucu laki laki pertama di keluarga Anderson.


"Terima kasih sayang. Terima kasih sudah memberikan Mas seorang jagoan. Terima kasih Bunda" ucap Brian sambil menciumi seluruh wajah Ani, yang hanya di balas senyuman oleh Ani.


Dokter masih bekerja di bawah sana mengeluarkan plasenta, dan membersihkan semua nya.


Sedangkan bayi mereka sedang di bersihkan juga oleh perawat. Dan akan di periksa semua nya oleh dokter anak nanti nya.


"Silahkan di adzani dulu Tuan Muda" ucap seorang perawat sambil memberikan bayi nya.


Dengan suara bergetar, Brian mengumandangkan adzan di telinga kanan anak nya. Bahkan air mata nya yang tadi sudah berhenti pun, kini mengalir lagi.

__ADS_1


__ADS_2