Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Ngidam Kedua Dion


__ADS_3

Di mansion Danuarta, pagi pagi sekali Dion sudah berada di dapur. Kepala pelayan yang melihat Dion yang berdiri di depan kulkas yang sudah terbuka pun langsung menghampiri nya.


"Selamat Pagi Tuan Muda. Ada yang bisa saya bantu?" tanya Bi Darmi kepala pelayan mansion Danuarta.


"Selamat pagi Bi. Emm saya lagi nyarik buah Bi. Tapi seperti nya nggak ada iya" jawab Dion dengan wajah sedih nya.


"Memang nya Tuan Muda lagi cari buah apa?"


"Emm saya lagi pingin rujak Bi. Tapi rujak serut bukan rujak buah potong" ucap Dion dengan wajah berbinar.


Ia sudah membayang kan segar nya rujak seret yang masuk kedalam mulut nya sejak tadi malam. Tepat nya sejak jam 03:00 pagi. Bahkan Dion sampai tak tidur membayang kan rasa rujak serut itu.


Bi Darmi pun segera melihat buah yang ada di dalam kulkas. Dan benar saja tak ada satu pun buah yang ada yang bisa di buat rujak serut kecuali timun.


"Tuan Muda mau buah apa aja untuk rujak serut nya? Nanti biar saya minta salah satu pelayan untuk membeli nya di pasar" tanya Bi Darmi.


Dion pun langsung berpikir, ingin buah apa saja.


"Timun, bengkuang, nanas yang manis iya Bi, terus mangga muda, sama kuini ini Bi. Saya mau agak pedas iya Bi. Jangan lupa di kasih batu es juga iya Bi" ucap Dion dengan mata yang berbinar.


"Siap Tuan" ucap Bi Darmi sambil memberikan hormat nya.


"Nanti saat jam sarapan pagi, rujak serut nya sudah berada di meja makan iya Bi" pinta Dion sebelum dia beranjak ke kamar nya.


"Siap laksanakan Tuan" ucap Bi Darmi tersenyum.


Setelah mendapat kan jawaban dari Bi Darmi, Dion pun langsung menyuju ke kamar nya dengan wajah yang tersenyum bahagia.


Mommy Rianti yang melihat menantu nya itu yang sedang tersenyum pun menghentikan langkah kaki nya.


"Dion kenapa?" tanya Mommy Rianti yang kepo.


"Dion lagi bahagia Mom" ucap Dion yang tak melunturkan senyuman nya.


"Bahagia kenapa?" tanya Mommy Rianti yang semakin kepo.


"Tadi kan Dion ke dapur cari buah yang bisa di jadi kan rujak serut. Tapi nggak ada Mom. Terus Bi Darmi datang. Nanyak sama Dion lagi ngapain. Iya uda Dion bilang aja kalau Dion lagi ingin makan rujak serut. Terus Bi Darmi janji mau buatin Dion Mom. Tapi Bi Darmi mau minta salah satu pelayan kita untuk beli buah nya dulu di pasar" ucap Dion semangat dan mata yang terus berbinar.

__ADS_1


"Rujak serut?" tanya Mommy Rianti yang tak percaya.


"Iya Mom. Dion uda pengen dari jam 3 pagi Mom" ucap Dion sendu.


"Jadi kamu dari tadi nahan pengen makan rujak serut itu dari jam 3 pagi? Kenapa nggak bilang Dion?" tanya Mommy Rianti tak percaya dengan kelakuan menantu nya itu.


"Dion nggak mau ganggu tidur nya pelayan Mom. Apa lagi ganggu tidur nya Anggi. Jadi Dion tahan aja dulu sampai subuh. Baru Dion ke dapur cari buah buahan nya. Rupa nya memang nggak ada buah nya Mom. Ada nya cuma timun aja Mom" jelas Dion.


Mommy Rianti pun seperti merasa bersalah karena tak bisa memenuhi ngidam nya Dion.


"Iya uda kamu ke kamar aja iya. Nanti biar Mommy yang buat kan rujak buah nya"


"Mommy serius?" tanya Dion yang langsung di angguki oleh Mommy Rianti.


"Aaahhh thank you Mom. Love you" ucap Dion girang. Ia bahkan memeluk tubuh Mommy Rianti tanpa sadar.


Ketika Dion memeluk Mommy Rianti. Bertepatan dengan pintu kamar Mommy Rianti terbuka. Daddy Steven yang melihat menantu nya memeluk istri nya pun di buat cemburu.


"Heeyyy lepas kan istri ku Dion. Kenapa kau memeluk nya" ucap Daddy Steven dengan wajah dingin nya.


"Maaf Daddy. Maaf sudah lancang memeluk Mommy" ucap Dion dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Loh Loh. Kok nangis?" tanya Daddy Steven yang heran dengan kelakuan menantu nya itu.


"Iiisshh Daddy sih" ucap Mommy Rianti sebel.


"Uda kamu jangan peduli kan Daddy mu lagi. Masih mau peluk Mommy?" tanya Mommy Rianti sambil merentang kan tangan nya. Yang langsung di sambut oleh Dion.


Setelah puas memeluk Mommy Rianti. Dion langsung melepaskan pelukan nya itu. Lalu ia berjalan menuju ke kamar nya tanpa melihat Daddy Steven yang masih berada disana.


Melihat itu Daddy Steven pun di buat melongok. Bagaimana bisa menantu nya bersikap seperti itu.


"Mom, menantu mu itu kenapa?" tanya Daddy Steven.


"Dia lagi ngidam lagi Dad. Pengen rujaj serut dari jam 3 pagi. Daddy lihat ini uda jam berapa? Jam 6 Dad. Itu arti nya dia uda nahan itu dari 3 jam yang lalu. Dia peluk Mommy itu karena, Mommy menawar kan nya untuk membuat langsung rujak serut nya. Sekarang Daddy uda paham kan?" jelas Mommy Rianti.


"Jadi karena itu?"

__ADS_1


"Hmm"


"Mom, kira kira mennatu kita kenapa iya?" tanya Daddy Steven tiba tiba.


"Kenapa apa nya?"


"Pertama, Dia sampai nangis karena Daddy tak mau memasak kan nya seblak ceker. Sekarang dia pengen makan rujak serut dari jam 3 pagi. Apa yang terjadi dengan nya iya Mom?" tanya Daddy Steven tak percaya dengan tingkah menantu nya itu.


"Nanti kita tanya sama Ratih iya Dad. Mommy pun juga nggak tau kenapa sama menantu kita itu. Yang hamil anak kita. Kok kaya nya yang ngidam menantu kita iya Dad"


"Entah lah Mom. Uda sana Mommy buat kan dia rujak serut nya. Biar nggak nangis lagi dia nya" ucap Daddy Steven.


Mommy Ratih pun langsung menuju dapur. Sesampai nya di dapur ia sudah melihat bahan bahan untuk membuat rujak serut. Ia langsung membuat nya.


Sedang kan Daddy Steven menuju je ruang Gym. Ia ingin berolahraga pagi ini. Di ruang Gym ternyata audah ada Thomas. Ia sudah melihat Thomas yang kini sudah bermandi kan keringat.


"Kamu nggak kuliah Thom?" tanya Daddy Steven sambil memulai olahraga nya.


"Nanti Dad, agak siangan. Tumben Daddy olahraga?" tanya balik Thomas.


"Iya lagi pingin aja." ucap Daddy Steven yang melanjut kan olahraga nya.


Ketika Dion sudah masuk ke dalam kamar nya. Dion melihat istri nya yang masih tertidur nyenyak. Pada hal ini sudah jam 6 pagi.


Dion mendekati istri nya. Ia mencium seluruh wajah Anggi dengan sayang. Lalu ciuman nya beralih ke perut Anggi yang sudah membuncit. Dion pun juga menciumi anak nya.


"Kamu sedang apa sayang? Kenapa kamu suka banget nyiksa Daddy, hmm? Kamu tidak ingin menyusah kan Mommy iya, maka nya kamu nyuruh Daddy yang ngidam" ucap Dion di depan perut Anggi. Ia mengajak anak nya berbicara.


Anggi yang merasa terusik tidur nya pun membuka mata nya. Ia melihat wajah suami nya sedang berada di depan perut nya, dengan tangan yang setia mengelus perut Anggi.


"Mas"


"Hay sayang. Sudah bangun? Apa Mas mengganggu tidur mu?" tanya Dion lembut.


"Nggak kok Mas" jawab Anggi sambil berusaha duduk.


"Mandi yuk. Ini uda jam 6 lewat. Kita juga harus ke kantor kan." ajak Dion.

__ADS_1


Anggi pun langsung turun dari tempat tidur nya. Dan mengikuti langkah kaki Dion menuju ke kamar mandi.


__ADS_2