Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Surprise


__ADS_3

Hampir satu jam di perjalanan, akhir nya Dayyan sampai juga di rumah nya. Rumah yang begitu di rindu kan nya. Bukan hanya rumah nya yang ia rindu kan. Yang paling di rindu kan nya adalah istri beserta ketiga anak kembar nya.


Dayyan tersenyum melihat lampu rumah masih menyala. Itu arti nya istri nya dan kedua orang tua nya masih belum tidur.


Dayyan tak tau kalau di rumah nya juga ada Cintya beserta kedua anak nya


Di dalam rumah nya, tepat nya di ruang keluarga, Breena beserta kedua orang tua dan mertua nya beserta Cintya sedang menikmati puding yang di buat oleh Umma Hanum tadi sore, sambil menikmati siaran televisi.


Mereka juga berbincang membahas hal hal random. Dari membahas perkembangan ketiga bayi kembar Breena dan Dayyan. Sampai membahas rencana Ani yang ingin menjodoh kan Deera sama Keen.


Sesekali mereka berempat bertawa, ketika membahas hal hal yang lucu. Apa lagi membahas pernikahan nya Juan dan Selvi.


Berbeda dengan Papa Doni dan Abah Arsya, mereka hanya membahas masalah bisnis mereka.


Mobil yang di tumpangi Dayyan sudah sampai di halaman rumah nya. Dayyan langsung turun tanpa menunggu di buka kan pintu nya oleh sang supir.


Dayyan menatap lama rumah nya itu sambil tersenyum membayang kan wajah terkejut nya sang istri.


"Pak, tolong di turun kan iya barang barang nya. Nanti minta tolong sama satpam aja untuk membawa ke dalam iya Pak. Saya masuk duluan" ucap Dayyan lalu ia berjalan menuju ke arah pintu utama.


Dayyan membuka pintu utama sangat pelan. Ia takut kedatangan nya di ketahui oleh orang lain.


Dayyan berjalan dengan sangat pelan sehingga tak menimbul kan suara derap langkah kaki nya.


Semakin dalam jalan berjalan, semakin ia bisa mendengar suara tawa di ruang keluarga rumah nya. Ia tersenyum melihat istri nya tertawa bahagia.


"Assalamualaikum" ucap Dayyan ketika sudah berada di ambang pintu ruang keluarga.


"Wa'alaikum salam" jawab semua orang sambil menatap nya.


"Maaaassss" teriak Breena ketika tersadar kalau yang datang adalah suami nya. Suami yang begitu di rindu kan nya.


"Surprise sayang" ucap Dayyan sambil merentang kan kedua tangan nya.


Breena langsung berlari menghampiri suami nya. Ia langsung masuk kedalam dekapan sang suami. Menghirup aroma tubuh suami nya yang begitu di rindu kan nya.


Dayyan memeluk erat tubuh sang istri. Istri yang sudah seminggu ia tinggal kan. Karena ada urusan di luar negeri.


"Mas pulang sayang" ucap Dayyan lalu melabuh kan ciuman hangat di puncak kepala istri nya.


"Bree kangen Mas" lirih Breena.

__ADS_1


"Mas juga sayang. Mas merindukan kalian semua" balas Dayyan.


Breena kemudian melepas pelukan nya. Lalu menyalami dan mencium tangan suami nya.


Setelah melepas rindu dengan istri nya. Dayyan berjalan menghampiri kedua orang tua nya dan mertua nya. Ia menyalami dan mencium satu persatu tangan mereka semua.


"Lohh ada Cintya juga" ucap Dayyan terkejut melihat keberadaan Cintya di rumah nya.


"Iya Gus. Umma meminta saya kesini. Karena Umma dan Abah akan lama berada di Jakarta" jawab Cintya. Dayyan hanya mengangguk kan kepala nya saja.


"Kamu istirahat aja dulu Nang. Pasti kamu sangat lelah abis perjalanan jauh" ucap Umma Hanum.


"Iya Umma. Tapi Dayyan mau lihat anak anak Dayyan dulu. Uda rindu banget sama mereka Umma. Apa lagi sama putri Dayyan itu. Duuhh uda rindu banget"


Semua yang dengar perkataan Dayyan pu tertawa. Mereka sangat tahu kalau Dayyan itu terlalu menyayangi keluarga nya.


"Kamu bersih bersih dulu Ian. Baru ketemu anak anak mu. Kamu dari luar. Anak bayi rentan sama penyakit" ucap Mama Ratih.


"Iya Mah. Ian mau bersih bersih dulu baru ketemu mereka bertiga" ucap Dayyan yang langsung naik ke atas dimana kamar nya berada bersebelahan dengan kamar anak anak nya.


Breena pun juga pamit mengikuti suami nya ke kamar. Ia akan menyiap kan air mandi sang suami dan baju tidur nya juga.


"Mas" panggil Breena manja ketika mereka sudah berada di dalam kamar.


Breena tak menjawab. Ia dengan manja memeluk suami nya. Rasa nya rasa rindu nya kepada sang suami belum hilang sepenuh nya.


"Kenapa manja begini sayang?" tanya Dayyan sambil mengusap lembut puncak kepala Breena.


"Masih rindu Mas" rengek Breena yang di sambut kekehan oleh Dayyan.


"Tapi Abi mau mandi loh Umi. Apa Umi mau ikut juga?" goda Dayyan membuat pipi Breena merona.


"Abiiiii" rengek Breena manja sambil memukul pelan dada bidang Dayyan.


"Kok pipi nya merona gitu sih?" goda Dayyan lagi disertai kekehan nya.


Breena tak menjawab. Ia menyembunyi kan wajah nya di dada bidang Dayyan.


"Mas begitu merindukan mu sayang. Mas juga merindu kan ketiga putra putri kita. Selama disana. Mas mau nya cepat cepat pulang, biar bisa bertemu dan berkumpul dengan kalian semua. Maaf kalau Mas lama pulang nya" ucap Dayyan.


"Nggak papa Mas. Bree ngerti, disana kamu mengurus masalah yang ada di perusahaan. Bukan jalan jalan atau liburan. Kalau kamu liburan, iya kami pasti maksa ikut Mas" canda Breena.

__ADS_1


"Iya nanti kalau triple K uda bisa di bawa naik pesawat, kita liburan bareng iya. Umi yang nentuin mau liburan kemana"


"Beneran Abi?" tanya Breena tak percaya.


"Benar sayang. Kamu yang nentuin tempat liburan nya. Mau di Indonesia atau di luar negeri, Abi tinggal ikut aja"


"Yyyyeeeeeyyy makasih Abi. Sayang Abi banyak banyak" ucap Breena semangat.


"Iya uda Abi mandi dulu iya. Atau Umi mau ikut mandi juga" goda Dayyan lagi.


"Abi mandi sendiri aja" ucap Breena sambil berlalu menuju walk in closet mereka dengan wajah merona nya.


Dayyan terkekeh melihat istri nya yang masih malu malu dengan nya ketika di goda seperti itu.


"Bisa bisa nya dia menggoda ku seperti itu. Apa dia nggak tau kalau aku malu setiap di goda seeprti itu" gerutu Breena di dalam walk in closet mereka.


Tak lama Dayyan keluar dari dalam kamar mandi. Ia tak menemukan istri nya. Lalu Dayyan langsung berjalan ke walk in closet. Di sana ternyata masih ada istri nya yang sedang merapikan isi koper bawaan nya tadi.


Breena yang sedang menyusun pakaian suami nya terkejut ketika sebuah benda melingkar cantik di leher nya.


Breena langsung memegang kalung pemberian Dayyan. Ia tersenyum melihat begitu cantik nya kalung tersebut berada di leher nya.


Dayyan membalik kan tubuh Breena. Kemudian memasang kan gelang di pergelangan tangan kanan istri nya.


Lagi lagi Breena terkejut mendapat kan hadiah dari suami nya. Ia tak pernah menyangka Dayyan akan memberikan nya kalung dan gelang berlian seperti ini.


"Maass" ucap Breena


"Ini hadiah untuk kamu sayang. Maaf karena Mas hanya membeli kan kamu kalung dan gelang saja" ucap Dayyan tulus.


"Ini uda lebih Abi. Makasih untuk hadiah nya"


"Abi juga membeli kan nya untuk Deera sayang. Tapi besok aja kaya nya iya mas pakai kan ke Deera"


"Iya Mas, besok aja. Mereka juga uda tidur. Mas jadi mau lihat mereka?" tanya Breena.


"Jadi. Ayo sayang"


Pasangan suami istri itu pun menuju ke kamar sebelah kamar mereka. Dengan perlahan Dayyan membuka pintu kamar ketiga anak nya.


Di dalam kamar terlihat ketiga anak kembar nya sedang tidur di box mereka masing masing. Sedangkan pengasuh mereka tidur di tempat tidur kecil yang sudah di sedia kan satu satu untuk mereka bertiga.

__ADS_1


Dayyan tersenyum bahagia melihat ketiga anak nya tidur sangat lucu seperti itu. Tak ingin berlama lama dna takut membangun kan ketiga anak nya. Sebelum pergi Dayyan mengecium kening anak nya satu persatu.


__ADS_2