
Disepanjang perjalanan Jakarta - Bandung, Breena tak henti hentinya mengoceh. Setiap Dayyan memintanya untuk tidur Breena selalu menjawab
"siapa nanti yang akan menemani Mas dijalan. Kan kalau Breena tidak tidur, Mas tidak akan mengantuk. Karena terus Breena ajak ngomong" protes Breena.
Dayyan pun hanya bisa pasrah dengan jawaban yang diucapkan oleh istrinya.
Setelah capek mengoceh, Breena pun mengambil lunch box yang ada di jok belakang. Lunch box yang ternyata isinya adalah salad buah.
"Aaaaa buka mulutnya Mas" ucap Breena yang sudah menyodorkan sendok kearah Dayyan.
"Hmmm enak sayang. Ini pakai buah yang dari halaman belakang iya?"
"Iya Mas. Kenapa?"
"Enak sayang. Jadi lebih segar karena buahnya baru dipetik. Minta lagi sayang" pinta Dayyan.
Breena pun dengan telaten menyuapi Dayyan yang lagi nyetir.
"Mas, Breena ngantuk" ucap Breena manja setelah mereka menghabiskan salad buahnya.
"Iya uda bawa tidur sayang. Ini kita 1 jam lagi nyampe kok. Itu pun kalau tidak macat"
"Iya uda dech Mas"
Setelah mengatakan itu Dayyan sudah tidak mendengar suara Breena lagi. Ia menoleh kesampingnya dan ternyata istri cantiknya sudah tertidur.
Dayyan pun segera menepikan mobilnya, dan memperbaiki posisi breena. Tak lupa Dayyan juga menyetel posisi kursi Breena jadi lebih rendah lagi. Kemudian Dayyan mencium kening Breena dan melajukan mobilnya menuju pesantren Al-Hidayah.
...----------------...
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama hampir 3 jam 30 menit. Akhirnya mobil yang dikendarai Dayyan sampai juga dipesantren milik Abah nya.
Perjalanan yang diperkirakan Dayyan 1 jam lagi sampai justru menjadi 2 jam. Itu disebabkan jalanan macet karena adanya kecelakaan beruntun. Sehingga jalanan ditutup sementara untuk mengefakuasi korban kecelakaan dan menderek mobil serta bus.
"Alhamdulillah akhirnya sampai juga Mas. Pinggang Breena pegel banget Mas" adu Breena manja.
"Ayo masuk sayang, langsung istirahat aja iya" ajak Dayyan.
"Tapi tanggung Mas. Ini uda sore Breena nggak enak sama Umma kalau langsung istirahat" ucap Breena sambil memanyunkan bibirnya.
"Itu bibir dimaju majukan gutu, kode minta Mas cium iya?" goda Dayya. Membuat Breena seketika menutup bibirnya dengan tangannya.
"Iiihhh Mas mesum. Suka banget cium cium Breena" protesnya.
"Hahahaha bibir kamu manis sayang. Buat Mas candu" ucap Dayyan tersenyum jahil.
"Mas kok mesun sih sekarang?" tanya Breena ketika Dayyan membawanya kedalam pelukannya.
__ADS_1
Selain suka menciun Breena. Dayyan juga suka memeluk Breena. Kalau ditanya Breena alasannya selalu saja sama bibir kamu manis sayang jadi mas candu. Dan mas suka wangi tubuhmu makanya mas suka peluk kamu. Pelukan kamu juga buat mas nyaman.
"Lagian Mas kan mesum sama istri Mas sendiri. Jadi halal sayang" ucap Dayyan sambil mengelus kepala Breena.
Breena langsung mendongakkan kepalanya. Menatap Dayyan yang tersenyum melihatnya.
"Awas aja kalau sampai berani mesum sama perempuan lain. Breena nggak mau lagi tinggal sama Mas" ancam Breena.
"Itu nggak mungkin dong sayang. Mas aja baru nunggu kamu tiga tahun baru bisa menikahi kamu. Masa uda susah payah Mas dapatinnya, malah Mas sia siakan" jawab Dayyan yang masih betah memeluk Breena didalam mobil yang sudah terparkir dihalaman ndalem ( rumah pemilik pondok pesantren ).
"Anna uhibbuka fillah sayang. Sampai kapan pun hanya kamu satu satunta istri Mas" ucap Dayyan dengan senyum tulusnya.
Breena yang mendengar ungkapan cinta suaminya hanya tersenyun dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Tunggu sebentar lagi Mas. Breena akan balas ungkapan cinta Mas" batin Breen.
Keduanya larut dalam pelukan yang selalu membuat keduanya selalu merasa nyaman. Sehingga mereka lupa untuk turun dari mobil.
Memang kalau sudah jatuh cinta, rasanya dunia hanya milik berdua.
Salah satu mbak ndalem yang baru saja keluar dari pintu samping, melihat mobil Dayyan terparkir dihalaman depan dan masih dalam keadaan menyala. Ia pun segera menghampiri Bu Nyai Hanum yang sedang duduj diruang tengah bersama suaminya yang sedang membaca kitab kuningnya.
Mbak ndalem yang bernama Dina itu pun menghampiri Bu Nyai dengan berjalan jongkok.
"Assalamualaikum Bu Nyai"
"Wa'alaikum salam. Ada apa Mbak Dina?"
"Loh sudah sampai toh, bukannya Umma menyuruh mereka datang besok pagi iya?" tanya Abah Arsya menghentikan bacaannya.
"Umma juga nggak tau Bah. Iya uda Umma keluar dulu Bah" pamit Umma Hanum.
Sedangkan Mbak Dina sudah pergi kebelakang duluan setelah memberitahu Bu Nyai nya.
Sesampainya diteras rumahnya. Umma Hanum melihat kwarah mobil anaknya. Dan ia dapat melihat kalau anak dan menantunya sedang berpelukan didalam mobil.
"Anak itu nggak lihat tempat kalau mau bermesraan. Dasar bucin" ucap Umma Hanum menggelengkan kepalanya.
Umma Hanum pun langsung berjalan mendekati mobil anaknya.
Tok
Tok
Tok
Dayyan yang sedang ingin mencium Breena pun dibuat terkejut mendengar suara ketukan dikaca jendela mobilnya. Seketika Breena langsung melepaskan pelukan suaminya dan langsung memperbaiki duduknya.
__ADS_1
Sedangkan Dayyan langsung mengerucutkan bibirnya. Lalu mereka berdua keluar dari dalam mobil secara bersamaan.
"Dasar bucin. Kalau mau bermesraan itulihat tempatnya dulu Dayyan. Kalau ada santri yang melihatnya bagaimana?" omel Umma Hanum sambil menjewer telinga anaknya. Sementara Breena hanya menundukkan wajahnya yang sudah semerah tomat.
"Umma ganggu ihh" rengek Dayyan.
"Dikamar sana kalau mau bermesraan" ucap Umma Hanum memberikan ide dengan senyum menggoda anak dan menantunya.
"Boleh juga itu idenya Umma. Ayo sayang kita lanjut dikamar aja. Biar nggak ada yang ganggu" ucap Dayyan jahil.
"Mas malu iihh ada Umma" ucap Breena manja memeluk suaminya. Menutupi wajahnya yang sudah semakin merona.
"Hahahaha" umma Hanum dan Dayyan tertawa melihat tingkah Breena.
"Kok Dayyan terus sih yang dipeluk. Breena nggak mau peluk Umma juga?" goda Umma Hanum yang semakin membuat Breena malu.
Breena pun langsung melepaskan pelukannya dan beralih memeluk ibu mertuanya. Dan langsung disambut dengan pelukan hangat oleh Umma Hanum.
"Breena kangen banget sama Umma. Kangen sama masakan Umma juga. Heheh" ucap Breena manja dalam pelukan mertuanya.
"Kamu ingin makan masakan Umma iya?"
"Iya Umma. Bolehkan?" tanya Breena dengan wajah memohonnya dan mengedip ngedipkan matanya segemas mungkin.
"Boleh dong nanti Umma masakkan. Iya ampung Dayyan istrimu gemesin banget sih. Apa Dayyan selalu memanjakan kamu seperti ini sayang?"
"Mas Dayyan jahat Umma. Breena nggak boleh ngapa ngapain dirumah. Masak aja Breena harus dapatkan izin dulu Umma" adu Breena dengan wajah merajuknya.
"Iya bagus dong sayang. Dirumah kan ada pelayan. Dayyan kan menikahi kamu untuk jadi istrinya bukan untuk jadi pelayannya. Itu artinya Dayyan sangat mencintai kamu sayang. Makanya dia nggak mau kamu melakukan pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh para pelayan. Kalau kamu juga ikut mengerjakan pekerjaan mereka. Terus nanti apa yang akan mereka kerjakan sayang? Mungkin Dayyan juga nggak ingin kamu kecapekan sayang" jelas Umma Hanum smabil membelai kepala Breena didalam pelukannya.
"Iya Umma tugas Breena memang lagi banyak banyaknya. Breena juga disibukkan sama skripsi dan urusan surat surat untuk KOAS juga Umma"
"Mungkin itu juga yang jadi alasan Dayyan melarang kamu mengerjakan pekerjaan rumah sayang" ucap Umma hanum melepas pelukannya.
Breena langsung menatap suaminya dengan tatapan yang sulit diartikan. Tetapan Dayyan bisa menangkap ada sekelebat tatapan cinta yang ditunjuka oleh Breena.
"Terima kasih Mas" ucap Breena sambil memeluk suaminya.
"Sama sama sayang"
"Sudah ayo kita masuk. Jangan pertontonkan kebucinan kalian diluar rumah. Nanti yang ada para santri Umma pada baper" ajak Umma Hanum sambil terkekeh melihat beberapa santrinya yang mulai senyum senyum sendiri melihat manjanya Breena dan bucinnya Gus mereka.
"Oohh iya Breena lupa Umma. Dimobil ada buah buahan dari rumah Umma. Tadi Breena ambil karena sudah banyak yang matang" ucap Breena ketika ia sudah berjalan bersama Umma Hanumkearah ndalem.
"Biarkan saja sayang. Nanti suamimu paling minta salah satu kang ndalem untuk mengambilnya dimobil"
Mertua dan menantu yang sudah seperti ibu dan anak kandung itu pun terus berjalan ke ndalem, meninggalkan Dayyan yang masih berdiri disamping mobilnya.
__ADS_1
"Iya uda kamu langsung istirahat aja sayang. Umma juga mau istirahat. Mungkin Abah juga lagi istirahat dikamar. Soalnya tadi saat Umma tinggal keluar, Abah masih diruang tengah. Tapi ini kok nggak ada iya" ucap Umma Hanum melihat sekeliling mencari suaminya.
"Iya uda Umma kalau gitu Breena kekamar dulu iya Umma" ucap Breena kemudian ia berjalan kearah kamar Dayyan yang ada dilantai dua.