Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
KOAS


__ADS_3

Hari ini Breena akan melakukan KOAS nya di rumah sakit milik Papa nya. Ya walau pun itu adalah rumah sakit milik Papa nya. Namun Breena meminta kepada Papa nya untuk memperlakukan nya sama seperti Dokter Dokter KOAS yang lain nya. Ia tak mau mendapat kan perlakuan istimewa karena anak dari pemilik rumah sakit.


Awal nya Breena akan KOAS setelah resepsi Brian dan Ani. Tetapi karena masalah keluarga Ani yang belum selesai. Jadi resepsi nya pun di tunda dulu sampai masalah nya selesai.


Pagi hari setelah subuh Breena sudah bersiap siap. Ia bahkan menghabis kan waktu sampai hampir satu jam di dalam walk in closed nya. Hanya untuk mencari baju yang cocok yang akan di gunakan nya untuk KOAS nya hari ini.


Bahkan suami nya pun sudah mulai lelah menunggu dirinya di dalam sana yang tidak selesai selesai memilih baju nya.


"Sayang, sudah belum?" tanya Dayyan untuk yang kesekian kali nya.


"Bentar Mas" jawab Breena yang juga untuk kesekian kali nya memberikan jawaban seperti itu.


Dayyan yang sudah mulai jengah pun akhir nya menghampiri istri nya. Betapa terkejut nya ia melihat baju baju milik istri nya itu sudah berserakan di lantai, sofa dan di meja hias tempat penyimpanan aksesoris milik mereka.


"Astafirullah sayang, apa yang terjadi? Kenapa baju baju kamu semua nya teronggok seperti itu?" tanya Dayyan tak percaya melihat tingkah istri nya.


"Mas, iihhhh jangan bawel gitu iihhh. Breena lagi nyarik baju yang cocok untuk KOAS Mas. Dari tadi Breena coba semua nya nggak ada yang cocok" rengek Breena dengan bibir yang sudah mengerucut kebawah.


Dayyan yang gemes melihat istri nya pun, berjalan menghampiri sang istri. Ia lalu mengecup bibir istri nya yang sedang cemberut.


"Pakai gamis biasa aja sayang. Kan nanti di lapisi sama jas Dokter kamu kan" ucap Dayyan lembut.


"Jadi Breena pakai gamis aja nih Mas? Nggak yang formal kaya Dokter Dokter lain nya?"


"Nggak perlu seperti mereka juga sayang. Pakai aja baju yang membuat kamu nyaman dan mudah gerak saja. Karena kamu juga membawa dua calon anak kita" ucap Dayyan sambil mengelus perut buncit Breena.


Breena pun tersenyum. Ia lalu memilih gamis yang sedari tadi sudah ia tatap. Namun ia ragu memakai nya.


Setelah selesai bersiap, Breena dan Dayyan pun sarapan bersama. Tak lupa Dayyan juga meminta Breena untuk membawa bekal untuk makan siang nya dan buah buahan juga untuk mengganjal perut nya kalau lapar.


Dan disini lah mereka saat ini di parkiran mobil khusus pemilik rumah sakit. Dayyan memang sengaja memarkir kan mobil nya disana. Karena dia juga akan masuk ke dalam rumah sakit untuk menjumpai Papa mertua nya.


Sebelum keruangan Papa mertua nya, Dayyan menyempat kan terlebih dahulu mengantarkan Breena ke ruangan Dokter kepala. Sebab nanti disana beberapa Dokter KOAS akan di berikan jadwal mereka.

__ADS_1


Di depan ruangan Dokter Kepala sudah banyak Dokter Dokter KOAS yang menunggu. Salah satu nya adalah Anita. Ia yang sedari awal memang akan KOAS di rumah sakit milik Papa nya Breena, tetap dengan rencana nya. Berbeda dengan Windy. Windy kembali ke kampung nya, ia menikah dengan pria yang di jodoh kan dengan nya. Dan KOAs di rumah sakit yang ada disana.


"BREENAA" teriak Anita melihat sahabat nya itu datang bersama suami nya.


"Please Nit. Nggak usah pake teriak. Gue nggak budek. Lagian ini rumah sakit" omel Breena.


"Heheheh. Assalamualaikum Gus" sapa Anita sambil mengatup kan kedua tangan nya di dada.


"Wa'alaikum salam Nita"


"Adem iya pagi pagi lihat pasangan suami istri dengan senyum ceria nya. Duuhh jadi pengen punya suami. Di anterin sampai ke ruangan lagi" ucap Anita menggoda Dayyan dan Breena.


"Maka nya nikah. Percuma tunangan kalau nggak nikah juga"


"Sayang nggak boleh gitu. Kita doa kan saja Anita secepat nya menikah. Bukan nya mereka sudah bertunangan kan?" tanya Dayyan.


"Iya Mas. Mereka uda bertunangan kemarin sehabis wisuda" jawab Breena.


"Doa'in iya Gus. Secepat nya. Lagi di persiap kan semua nya Gus" jawab Anita dengan senyum malu nya.


"Iya uda sayang. Mas ke ruangan Papa dulu iya. Uda di tunggu Papa dari tadi" pamit Dayyan.


"Iya Mas. Breena disini juga ada Anita kok"


"Iya uda. Bekal nya Mas titip kan sama Papa iya. Nanti istirahat kamu ambil bekal nya di ruangan Papa iya"


Breena hanya mengangguk kan kepala nya. Ia pun menyalami tangan Dayyan dan mencium nya.


Dayyan mencium kening Breena. Lalu berjongkok di depan perut buncit Breena.


"Abi ke ruangan Kakek dulu iya twins. Ingat dedek nggak boleh buat Umi kesusahan iya" ucap Dayyan sambil mengekus perut buncit Breena dan melabuhkan kecupan di perut nya.


Breena tersenyum melihat tingkah Dayyan yang setiap hari seperti itu ketika ia akan pergi keluar rumah.

__ADS_1


Setelah berpamitan Dayyan pun berlalu menuju ke ruangan Papa Doni. Interaksi mereka pun di saksi kan oleh Dokter Dokter KOAS yang ada disana. Bahkan beberapa perawat yang akan melewati tempat itu.


"Selamat pagi Nona" ucap beberapa perawat yang akan melewati Breena.


"Suster. Saya sudah bilang kan. Perlakukan saya seperti Dokter KOAS lain nya. Kenapa kalian masih seperti ini sama saya" omel Breena dengan wajah kesal nya.


"Maaf Nona. Kami tidak berani" ucap mereka sambil menunduk kan kepala nya.


"Iihhh nyebelin. Nanti Breena lapor sama Papa kalau kalian masih seperti ini sama Breena" ucap Breena sambil menghentak kan kaki nya.


Kekesalan Breena berlanjut saat Dokter kepala datang dan menyapa nya sama seperti para suster tadi.


"Selamat pagi Nona Muda" ucap Dokter kepala itu sambil menunduk kan kepala nya.


"Dokteeerrr Rini. Breena bilangin ke Papa beneran ini iya" ucap Breena yang sebel.


Breena pun langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Papa nya.


"Hallo sayang. Kenapa? Suami mu baru aja sampai di ruangan Papa ini"


"Pah, apa yang Bree minta nggak Papa lakuin? Kenapa mereka masih mengistimewakan Breena. Iihh sebel" omel Breena.


"Jadi princess Papa mau nya gimana?" tanya Papa Doni.


"Bree nggak mau di anggap sebagai anak Papa selama di rumah sakit. Breena mau mereka perlakukan Breena sama seperti yang lain nya. Kalau Papa nggak mau lakuin yang Breena minta. Breena akan KOAS di rumah sakit cabar Makasar" ancam Breena.


"Oke oke sayang. Tunggu disana" ucap Papa Doni panik mendengar ancaman putri nya itu.


"Kenapa Pah?" tanya Dayyan yang heran melihat kepanikan Papa nya.


"Gawat Dayyan. Breena ngambek karena ada perawat dan Dokter yang masih memperlakukan nya sebagai anak pemilik rumah sakit. Kalau mereka masih seperti itu juga yang ada Breena akan minta pindah KOAS ke Makasar Ian. Ayo Dayyan kita hampiri Breena" aja Papa Doni.


Mereka berdua pun segera berlari ke ruangan Dokter Kepala yang berbeda lantai dengan ruangan Papa Doni. Sekarang bukan hanya Papa Doni yang panik tapi juga Dayyan. Bagaimana bisa istri nya itu mengancam Papa nya akan pindah KOAS ke Makasar.

__ADS_1


__ADS_2