
Windy ynag sedang menuruni anak tangga melihat ke arah Ansel yang sudah menunggu nya. Ia bingung melihat Ansel yang sedang senyum senyum sendiri. Bahkan Ansel sampai tak menyadari kalau saat ini diri nya sudah berada di samping lelaki itu.
"Hubby" panggil Windy. Namun Ansel belum juga mendengar nya.
"Hubby" panggil Windy lagi, tapi tetap belum ada respon dari Ansel.
"HUBBY" teriak Windy yang membuat Ansel tersadar dari lamunan nya.
"Sayang uda siap?" tanya Ansel dengan senyum tak berdosa nya.
"Hubby tuh kenapa sih? Kenapa melamun sambil senyum senyum kaya orang gila gitu?" tanya Windy ketus.
"Mana ada Hubby kaya gitu sayang. Orang dari tadi Hubby duduk diam aja kok. Nggak melamun." elak Ansel.
"Bohong. Pasti Hubby bohong" rajuk Windy dengan bibir yang sudah maju ke depan.
"Baik lah baik lah duduk dulu. Sebelum berangkat ada yang ingin Hubby kata kan sayang" ucap Ansel sambil membawa Windy duduk di samping nya.
"Ada apa Hubby?" tanya Windy penasaran.
"GrandMa uda kasih restu nya sama kita Sayang. GrandMa mau pernikahan kita di percepat aja. Bagaimana menurut kamu sayang?"
Windy terkejut mendengar nya. Ia tak menyangka kalau permintaan GrandMa Cloe untuk mempercepat pernikahan mereka.
Bukan Windy tak bahagia mendengar kabar itu. Dia sangat sangat bahagia. Ternyata masih ada orang yang begitu sayang dan peduli pada nya. Setelah apa yang di perbuat nya kepada Ansel dulu.
"Kamu mau kan?" tanya Ansel lagi.
"Mau Hubby" ucap Windy mantap.
"Baik lah kalau gitu ayo kita kasih kabar sama yang lain nya. Nanti setelah pulang dari rumah Breena, ayo kita cari baju pengantin kamu sama cincin juga" ajak Ansel semangat. Senyum Ansel tak oernah surut sedari tadi.
"Iya Hubby"
Ansek dan Windy pun akhir nya pergi meninggal kan mansion mewah Calvin Bagaskara.
Dari arah dapur Mommy Gantari memperhatikan interaksi Windy dan Ansel. Ia juga ikut tersenyum ketika Windy mengiyakan ajakan anak nya untuk segera menikah. Senyum bahagia Mommy Gantari terlihat jelas di wajah nya, membuat Daddy Calvin yang baru saja memasuki dapur terheran melihat nya.
"Mommy kenapa?"
"Mommy lagi bahagia Dad. Akhir nya putra Mommy akan segera menikah" ucap Mommy Gantari dengan mata yang berbinar.
"El mau nikah? Kapan?"
"Entah lah Dad. Tapi tadi Mommy Cloe meminta El segera menikahi Windy dalam seminggu ini"
__ADS_1
"Terus mereka mau kemana itu?" tanya Daddy Calvin yang tadi melihat Windy dan Ansel pergi kearah pintu utama.
"Mau ke rumah Breena. Terus nanti pulang nya mau ke butik sama toko perhiasan"
"Iya uda kalau gitu ayo kita susul mereka. Kita rembuk kan sama keluarga yang lain nya. Mana tau dalam waktu dekat ini juga Breena mau Aqiqah baby triplet. Biar nggak kebentur hari nya" ajak Daddy Calvin.
"Oke kalau gitu Mommy bilang sama Mommy Cloe dulu. Mana tau Mommy Cloe mau ikut kesana"
Setelah mengatakan itu Mommy Gantari pun segera menghampiri mertua nya yang masih duduk di gazebo halaman belakang.
...----------------...
Di rumah Breena dan Dayyan. Saat ini tengah terjadi kehebohan. Bagaimana tidak, ketiga anak nya sedang menangis. Mereka tak sabar ingin meminum Asi nya.
"Mah gimana ini?" tanya Breena dengan mata yang sudah berkaca kaca.
"Tak apa sayang. Ini wajar nama nya juga kembar. Kamu ada pompa ASI kamu nggak?"
Breena menggeleng kan kepala nya, air mata nya sudah mulai menetes melihat kedua anak nya yang masih menangis menunggu antrian meminum ASI nya.
"Ian tolong beli kan pompa ASI di apotek iya. Biar nanti kalau anak kalian nangis nya berbarengan, tinggal di hangati aja ASI nya, terus sekalian beli kan Dot juga iya"
"Iya Mah kalau gitu Ian pergi dulu"
Setelah kepergian Dayyan, Breena masih menyusui Deera, sedangkan Adga dan Andra masih di tenang kan oleh Umma Hanum dan Mama Ratih.
"Assalamualaikum" teriak Ansel dari arah ruang tamu.
"Wa'alaikum salam" jawab Abah Arsya lembut dari arah ruang keluarga.
"Jangan teriak teriak Ansel. Triplet baru aja tidur. Tadi mereka buat kekacauan bersama" tegur Abah Arsya dengan suara lembut.
"Maaf Abah. Abah apa kabar? Yang lain mana Abah?" tanya Ansel sambil menyalami dan mencium tangan Abah Arsya.
"Ada di dalam kamar Triplet"
"El ke dalam dulu iya Bah"
Tok
Tok
Tok
"Assalamualaikum"
__ADS_1
"Wa'alaikum salam. Kak El"
"Loh kenapa ini princess nya Kakak. Kenapa nangis gini?" tanya Ansel khawatir sambil memeluk adik nya itu.
"Triplet abis nangis barengan. Biasa mereka kehausan jadi nggak sabar nunggu antrianya. Breena sama Dayyan juga nggak ada nyimpan stok ASI nya. Jadi iya uda tau sendiri adik mu itu gimana El" jelas Mama Ratih.
El tersenyum sambil memeluk Breena. Ia tau ini pengalaman pertama adik nya. Mungkin juga nanti ketika ia mempunyai anak dengan Windy akan seperti ini juga.
"Uda iya sayang nangis nya. Kakak punya hadiah untuk kamu" bujuk Ansel yang sukses membuat Breena berhenti menangis.
"Mana hadiah nya?"
"Ayo kedepan. Hadiah nya ada di depan"
Semua yang ada di dalam kamar pun meninggal kan triplet bersama ketiga pengasuh nya. Tiga pengasuh yang di ambil Abah Arsya dari pesantren nya.
Sesampai nya di depan rumah, Breena melihat kesegala arah halaman rumah nya. Tapi ia tak menemukan apa pun hadiah yang di maksud Kakak nya itu.
"Mana hadiah nya"
"Tunggu sebentar"
Ansel pun berlari menuju ke mobil nya. Ia membuka pintu samping kemudi. Kemudian keluar lah Windy dari dalam mobil Ansel.
Kedatangan Windy membuat Breena terlihat Syok. Ia tak menyangka kalau Kakak nya kembali berhubungan dengan Windy.
"Windy"
"Breena"
Kedua nya saling peluk. Melepas rasa rindu mereka yanh sudah tujuh bulan tak bertemu. Kedua nya saling menangis.
Mereka yang ikut keluar merasa terharu menyaksi kan pertemuan dua sahabat itu.
"Kamu apa kabar? Kenapa bisa sama Kak El?" tanya Breena penasaran.
Belum juga Windy menjawab pertanyaan Breena. Tiba tiba sebuah mobil mewah masuk ke dalam perkarangan rumah Breena. Breena tak mengenali mobil itu pun hanya menatap penasaran dengan si pemilik mobil.
Dari dalam mobil yang sudah terparkir, keluar lah seorang pria tinggi yang menggunakan kaca mata hitam. Lalu pria itu berjalan mengelilingi mobil dan membuka pintu mobil di samping kemudi. Keluar lah seorang wanita cantik yang sangat di kenali oleh semua orang.
"Anita" ucap semua orang yang ada disana.
Wanita itu hanya tersenyum malu dengan pipi yang merah merona, karena tatapan tak biasa dari orang orang yang di kenal nya itu.
"Assalamualaikum" ucap Anita dan pria tadi berbarengan.
__ADS_1
"Wa'alaikum salam"