
Tepat pada pukul 19:00 WIB ruang aula di perusahaan AD Grup sudah ramai dengan para tamu undangan.
Selain rekan bisnis diperusahaan. AD Grup juga mengundang rekan bisnis mereka yang bekerja sama di rumah sakit milik mereka. Juga para petinggi yang bekerja dirumah sakit mereka.
Saat ini Tuan Martin tengah berbincang dengan rekan bisnis nya dari luar negeri yang memang di undang oleh nya.
Ibra tengah berkumpul dan berbincang dengan para petinggi di rumah sakit yang dipimpinnya.
Brian pun juga melakukan hal yang sama. Ia juga berbincang dengan sahabat sahabatnya dulu.
Sedangkan Nyonya Alethe dan istri Ibra hanya menjaga anak anak mereka. Mereka tak ikut berkumpul dengan para sosialita mereka. Karena tadi mereka sudah berbincang.
Ditengah tengah perbincangan mereka. Terjadi kehebohan karena kedatangan seseorang. Siapa lagi kalau bukan keluarga Doni Abraham dan istrinya yang baru saja hadir di acara itu.
Banyak rekan kerja nya yang menyapa Doni. Bahkan ada yang sampai menghentikan langkah kakinya.
Setelah kedatangan Doni. Para pengusaha itu kembali terkejut melihat kedantangan keluarga Danuarta.
Semua mata memandang kearah keluarga itu. Bagaimana tidak Steven Danuarta datang bersama seorang wanita muda. Ia menggandeng wanita muda itu yang tak lain adalah putrinya yang telah lama menghilang, Anggi. Sedangkan istrinya berjalan digandeng oleh seorang pemuda yang lebih muda dari wanita yang digandeng oleh Steven.
Satu keluarga itu berjalan tanpa menghiraukan bisik bisik para tamu.
"Apakah itu putri Tuan Steven yang hilang itu?"
"Wajah mereka begitu mirip"
"Bukan kah wanita itu sekretarisnya Tuan Dayyan CEO Pratama.Corp"
"Iya betul dia sekretaris Tuan Dayyan. Jadi selama ini anak Tuan Steven berada dekat dengan kita"
Keluarga Tuan Steven Danuarta pun menghampiri sang Tuan rumah yang memiliki acara.
"Selamat atas ulang tahun perusahaanmu Martin. Semoga perusahaanmu semakin berkembang" ucap Tuan Steven sambil menyalami Tuan Martin.
"Terima kasih Steven. Terima kasih sudah mau hadir diacara kami" jawab Tuan Martin yang membalas jabatan tangan Tuan Steven.
"Siapa wanita cantik ini Rianti? Sepertinya aku mengenalnya" tanya Nyonya Aletha.
"Iya kurasa kau mengenalnya Aletha. Dia Anggi, anak ku yang menghilang itu. Kami baru saja bertemu kemarin" jawab Nyonya Rianti sambil tersenyum.
"Anggi? Aku seperti tidak asing mendengar namanya" ucap Tuan Martin.
__ADS_1
"Iya memang tidak asing. Dia bekerja di Pratama.Corp sebagai sekretaris CEO" jelas Tuan Steven.
Mendengar nama Pratama.Corp membuat Tuan Martin terdiam. Dan keterdiamannya itu diperhatikan oleh Tuan Steven. Dapat Tuan Steven lihat ada ketakutan didalam matanya.
Tak lama kemudian datanglah pasangan yang ditunggu tunggu oleh Brian. Siapa lagi kalau bukan Dayyan dan Breena.
Dayyan datang tidak hanya bersama Breena saja. Melainkan juga bersama Dion, asisten Dayyan.
Malam ini pasangan pengantin baru itu mengenakan baju yang senada. Breena memakai gamis brukat berwarna sage green. Gamis brukat yang dipadukan dengan beberapa mutiara cantik yang melingkar dipinggang rampingnya.
Begitu pun dengan Dayyan ia menggunakan celana kain berwarna hitam yang dipadukan dengan kemeja berwarna sage green dan dilapisi dengan jas hitamnya juga. Tak lupa dengan dasi yang berwarna hitam bergaris sage green.
Kedatangan pasangan suami istri itu banyak mengundang decak kagum para tamu undangan.
Bisik bisik pun mulai terdengar ditelinga mereka sepanjang mereka berjalan menuju kearah orang tua Breena.
"Bukankah itu Breena. Mantan tungannya Brian?"
"Iya dia Breena. Tapi dengan siapa dia hadir malam ini?"
"Wwwaaahhh ganteng banget pasangannya Breena. Cocok sih dia sama Breena. Secara Breena cantik dan baik. Pasti nyesel itu yang uda menyia-nyiakan Breena"
"Benar itu aku kalau jadi dia, apa pun godaannya nggak akan mau aku mengkhianati Breena"
Tak hanya Dayyan dan Breena yang mendengarnya. Namun Brian pun juga ikut mendengar bisik bisik yang menyalahkannya.
"Iya mereka benar, aku menyesal sudah menyia-nyiakan Breena dulu. Sampai saat ini penyesalan itu masih terasa" gumam Brian lirih. Ia menatap sendu kearah cinta pertamanya yang telah disakitinya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 19:30 malam. Dan acara pun segera dimulai. MC membuka acara tersebut dan meminta kepada pemilik acara untuk naik keatas panggung, untuk menyampaikan sepata duapata kata.
Daddy Martin pun berjalan dengan tegap dan gagah. Dia mengumbar senyum manis dowajahnya.
"Selamat malam semuanya. Terima kasih kepada rekan rekan semua yang sudah berkenan untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan saya AD Grup" jeda Tuan Martin lalu matanya mentap kesegala arah.
"Terima kasih untuk kerja keras para karyawan yang sudah bersedia membangun perusahaan ini semakin maju. Terima kasih juga kepada rekan rekan semuanya, yang sudah melakukan kerja sama dengan perusahaan saya. Tanpa kalian perusahaan ini tidak akan semaju dan berkembang sampai seperti ini" ucap Tuan Martin lalu membungkukkan badannya memberi hormat kepada semua tamu yang hadir.
"Untuk itu mari silahkan menikmati jamuan yang telah kami sediakan untuk kalian semuanya" ucap Tuan Martin menyudahi apa yang dia sampaikan.
Setelah Tuan Martin turun dari atas panggung. Acara pun dimulai. Tak tanggung tanggung, Tuan Martin mengundang beberapa artis untuk memeriahkan acara ini.
"Dad kapan Daddy akan memperkenalkan Quin?" tanya Mommy Aletha.
__ADS_1
"Sebentar lagi Mom. Setelah lagu ini Daddy akan memperkenalkan Quin kepada mereka semua"
Beberapa menit kemudian, sang artis pun telah selesai menyumbangkan lagunya. Kemudian Tuan Martin kembali berjalan keatas panggung dan mengambil micropon.
"Selamat malam semua nya. Saya disini akan menyampaikan sesuatu. Selain hari ini adalah acara ulang tahun perusahaan saya. Saya juga akan memperkenalkan kepada kalian seseorang yang menjadi bagian dari keluarga ini. Naiklah sayang" ucap Tuan Martin.
Kemudian Mommy Aletha pun naik keatas panggung bersama dengan Quin.
"Perkenalkan dia adalah Quin. Quinsha Anderson. Dia adalah penerus Anderson selanjutnya" ucap Tuan Martin sambil tersenyum menatap kearah Quin dan istrinya.
Suara tepuk tangan pun bergemuruh disana. Semua tamu bertanya tanya siapa anak kecil itu? Kenapa dia bisa menjadi penerus Anderson. Namun semua itu hanya ada dalam benak mereka. Mereka tidak mau mempertanyakannya langsung kepada si pemilik acara.
Setelah memperkenalkan Quin. Tuan Martin dan Nyonya Aletha pun kembali berbaur dengan para tamu yang lain.
Dayyan yang melihat itu semua tersenyum menyeringai menatap satu keluarga yang sedang berbahagia itu.
"Lakukan sekarang" ucap Dayyan kepada seseorang yang ada dibalik earpon nya.
Seketika lampu didalam ruangan itu mati hanya menyisakan lampu dari layar proyektor.
Semua tamu pada memandang kearah proyektor yanh sedang menampilkan sebuah video.
Dimana video yang menyala itu terlihat seorang gadis muda sedang berjalan dilorong apartemen mewah, membawa sekotak kue. Lalu wanita itu menekan password pinte apartemen tersebut. Ketika wanita itu masuk kedalam apartemen itu, ia menghentikan langkahnya ketika melihat baju wanita dan pria yang berserakan dilantai ruang tamu apartemen tersebut. Kemudia wanita itu samar samar mendengar suara ******* dari sebuah kamar. Wanita itu pun berjalan menuju kekamar tersebut, dan membuka pintu kamar itu. Dapat terlihat dilayar proyektor tersebut sepasang wanita dan pria sedang memadu kasih diatas ranjang. Dan kue yang dibawanya pun terjatuh.
"Apa yang kalian lakukan?" teriak nya menghentikan apa yang sedang dilakukan oleh dua orang berbeda jenis kelamin itu.
"Sayang" panggil si pria.
Sipria berusaha menjelaskan apa yang tengah terjadi. Namun si wanita tak mau mendengarkan apa alasan si pria. Dan berakhir dengan kepergian siwanita dengan air matanya.
Semua orang yang awalnya menatap kearah layar proyektor itu pun bergantian menatap kearah Brian dan Breena secara bergantian setelah lampu kembali dinyalakan.
Banyak para tamu memandang iba kearah Breena. Mereka yang tak tau apa alasan Breena memutuskan acara lamaran nya waktu itu pun merasa kasihan kepada Breena.
Tapi mereka justru memandang jijik dan merendahkan Brian beserta keluarganya.
"*Apakah ini alasan Nona Breena memutuskan acara lamaran mereka beberapa tahun yang lalu?"
"Jadi semua itu karena perselingkuhan dan orang ketiga?"
"Bukankah wanita yang ada didalam kamar itu dulunya sekretaris Tuan Brian*?"
__ADS_1
Bisik bisik para tamu tak terelakan lagi. Ditengah tengah para tamu yang berbisik tiba tiba terdengar suara seseorang.
"Selamat malam semuanya"