Ustadz Itu Imamku

Ustadz Itu Imamku
Borong Lagi


__ADS_3

Angga yang mendengar pria lain memuji calon istri nya itu pun langsung menarik Nova untuk lebih dekat lagi duduk dengan nya. Mana mau Angga membiar kan pria lain bisa berdekatan dengan calon istri nya.


"Kak Arkam, apa kabar?" tanya Nova lembut.


"Duuhh suara mu masih lembut aja sih Dek. Jadi makin sayang" puji Arkam lagi yang masih tak tau situasi.


Angga sendiri sudah memerah wajah nya. Ia sangat tak suka jika calon istri nya itu di puji oleh pria lain.


"Kak, kalau disini nggak ada uang nya kita bisa ke Bank lain. Nggak usah buang buang waktu disini kalau memang uang nya aja nggak ada" protes Angga.


"Loohh dia nya kenapa?" tanya Arkam polos.


"Lo sih aneh muji muji calon istri orang kok di depan calon suami nya. Ia auto marah lah" ucap Ansel sambil menepuk lengan Arkam.


"Sakit El. Iihhh gitu aja marah. Lagian Gue juga uda punya anak dan istri. Tuuhh lihat iatri gue cantik kan" tunjuk Arkam ke salah satu teller yang sedang melayani nasabah.


Ansel dan yang lain nya kompak menatap ke arah teller yang bernama Alya itu. Alya yang di tatap pun tersenyum ramah ke arah mereka.


"Uda yuk kami mau cepat cepat ini. Keburu sore nanti nya." ucap Ansel.


"Emang mau kemana sih? Kok buru buru banget?" tanya Arkam menanyakan tujuan Ansel CS.


"Kita mau ke pondok pesantren Al-Hidayah kak. Mau ke rumah mertua nya Breena" jawab Ani sopan.


"Dedek Breena uda punya suami El?" tanya Arkam tak percaya.


"Iya lah. Anak nya bahkan tiga. Kembar tiga. Masih umur hampir empat bulan. Beda seminggu sama usia pernikahan gue" jelas Ansel.


"Terus Dedek mana? Kok nggak ada sama kalian?"


"Ada kok kak. Dia lagi ke resto cepat saji pesan makanan untuk santri santri Abah nya. Nanti juga nyusul" ucap Nova.


"Iya uda deh. Ayo kita ke atas aja cairin uang nya. Kalau disini pasti lama. Lagian nggak mungkin kan kalian cuma narik uang 50 juta aja" ajak Arkam.


"Mana cukup Bro. Lo tau sendiri gimana kami boros nya sama uang. Lagian uang habis bisa di cari" ucap Ansel.


"Iya gue tau. Maka nya ayok kita keatas."


Ansel dan yang lain nya pun mengikuti Arkam naik ke lantai dua untuk memcair kan uang mereka.

__ADS_1


Arkam di bantu oleh ketiga karyawan nya untuk mencair kan uang yang di minta oleh Ansel, Angga, Brian dan tunangan Anita.


Ansel pun memenuhi ucapan nya tadi, kalau dia mau merampok di Bank milik sahabat nya itu. Karena keempat CEO tidak ada yang mengambil uang yang sedikit. Mereka mencair kan uang masing masing 5 M di setiap cek yang mereka serah kan.


Arkam pun pusing dengan kelakuan ke empat CEO yang ada di depan nya ini.


"El kau benar benar merampok Bank gue. Gila kalian sekali narik 5 M. Total 20 M uang yang gue keluarin untuk kalian semua" omel Arkam yang hanya di tanggapi dengan senyuman tipis oleh ke empat nya.


"Tunggu dulu. Hey para ladies, kalian nggak mau narik uang juga kan?" tanya Arkam waspada.


Keempat wanita itu saling memandang lalu kompak menggeleng kan kepala nya. Seketika Arkam pun bernafas lega.


Ansel dan yang lain nya pun di jamu oleh Arkam, sambil menunggu uang mereka berhasil di cair kan. Arkam mengajak mereka semua meminum teh terlebih dahulu.


Di parkiran Bank ada empat mobil yang masuk ke halaman Bank tersebut. Keempat mobil tersebut pun parkir di dekat mobil milik Ansel dan yang lain nya.


Breena keluar terlebih dahulu menghampiri Syeril yang ternyata sedang meminum es dawet di pinggir area parkir bersama dengan para pengasuh dan pelayan keluarga Anderson.


"Syer, kamu disini?" tanya Breena ketika dia sudah berada di dekat Syeril.


"Iya Bree, aku nggak ikut masuk. Aku tadi ambil uang di ATM aja" jawab Syeril malu malu.


"Quin sama baby Keen mana?"


"Nona Quin tidur Nona. Baby Keen sedang di antar masuk ke dalam karena menangis. Mungkin baby Keen haus Nona" jawab pengasuh Quin.


"Pak es dawet nya satu iya" ucap Breena. Dia pun memilih meminum es dawet itu terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam.


Walau pun Breena seorang Nona Muda tapi Breena tak malu untuk bergabung bersama dengan para pelayan dan pengasuh yang lain nya.


"Sayang. Kamu mau ikut masuk nggak?" tanya Dayyan menghampiri Breena bersama Dion dan Anggi.


"Mas duluan aja. Breena mau minum es dawet dulu aja. Haus banget Mas"


"Iya uda kalau gitu Mas masuk duluan iya"


"Iya Mas nanti Breena nyusul"


" Pak nanti bungkus kan seberapa ada nya es dawet nya iya Pak" pesan Dayyan.

__ADS_1


"Siap Mas"


"Mas, Anggi disini dulu iya. Kaya nya enak minum es dawet itu" ucap Anggi tiba tiba.


"Iya uda kamu disini dulu aja. Nanti kalau uda selesai masuk iya." ucap Dion sambil mengelus rambut Anggi.


Anggi pun hanya mengangguk kan kepala nya. Dengan hati hati Anggi duduk di kursi yang sudah disediakan oleh si penjual es dawet.


"Pak tolong jaga istri saya dan yang lain nya iya" pinta Dion sama bodyguard yang ikut dengan mereka.


"Siap Tuan Muda" ucap mereka sambil menunduk kan badan nya.


Dayyan dan Dion pun langsung masuk kedalam. Mereka bertanya terlebih dahulu sama custemer service. Setelah mengetahui dimana keberadaan yang lain nya pun, Dayyan dan Dion langsung naik ke lantai dua.


"Assalamualaikum" ucap Dayyan dan Dion berbarengan.


Ucapan salam Dayyan dan Dion menghentikan perbincangan Ansel dan yang lain nya.


"Wa'alaikum salam" jawab mereka serempak.


"Uda beres?" tanya Brian dan Ansel.


"Uda kak. Kami juga minta mereka untuk antar langsung. Nggak mungkin kan di taruh di bagasi lagi. Kan nggak muat" jawab Dayyan, lalu duduk di samping Ansel.


"Breena sama Anggi mana?" tanya Ansel yang tak mendapati adik nya bersama suami nya.


"Lagi di luar sama Syeril, pelayan dan pengasuh Quin. Lagi minum es dawet" jawab Dion.


Ansel dan yang lain nya saling pandang. Mereka sudah bisa menebak akhir dari kata es dawet itu.


"Jangan bilang kalau penjual es dawet itu juga nnati bakalan kalian borong dagangan nya" tebak Angga.


Dayyan dan Dion kompak mengangguk kan kepala nya. Seketika Ansel, Brian, Angga dan Argantara tunangan Anita pun langsung menepuk kening nya.


"Lagi?" tanya mereka kompak.


"Iya kan kita bagi bagi rezeki nggak ada yang ngelarang. Justru bagus kan. Menambah kan rezeki untuk yang berjualan. Insya Allah kalau kita bagi bagi rezeki nya ikhlas. Pasti nanti datang nya lebih banyak lagi" jelas Dayyan.


"Kalian kenapa El?" tanya Arkam yang bingung dengan reaksi mereka setelah tau kalau dua pria yang baru saja datang memborong es dawet yang selalu nonggok di pinggir parkiran Bank nya.

__ADS_1


__ADS_2