
Di hotel mewah milik keluarga Danuarta, saat ini Anggi dan Dion baru saja bangun dari tidur nyenyak nya tepat pada pukul 08:00 pagi.
Anggi yang masih malas bangun pun hanya tiduran didalam pelukan suami nya. Begitu pun dengan Dion, ia justru semakin mengeratkan pelukan nya.
"Bangun yuk Mas. Anggi laper" ucap Anggi manja sambil mengelus rahang Dion.
"Emmhh jam berapa sekarang yank?" tanya Dion dengan suara serak nya.
"Uda jam 08:00 pagi Mas. Yuk bangun yuk. Mandi dulu terus kita sarapan. Kaya nya semua keluarga kita uda di resto hotel deh" ajak Anggi lagi.
"Iya uda kamu mandi duluan aja yank. Nanti Mas setelah kamu aja" ucap Dion lalu melepas kan pelukan nya.
Anggi pun dengan cepat menarik handuk yang ada di atas nakas disebelah tempat tidur nya. Setelah memakai nya Anggi langsung menuju ke kamar mandi.
"aaawww" rintih Anggi setelah menurunkan kaki nya dari tempat tidur.
"Kenapa sayang?" tanya Dion khawatir.
"Sakit Mas" ucap Anggi sambil memegang bagian inti nya.
"Sakit banget iya?" tanya Dion yang masih menunjuk kan wajah khawatir nya.
Anggi tak menjawab, ia hanya menganggukan kepala nya. Dengan cepat Dion pun menggendong tubuh Anggi ke kamar mandi.
Dion mendudukan Anggi di closet, lalu ia mengisi air di bathub dan menuangkan sabun ke dalam nya.
Setelah air nya terisi penuh, Dion kembali menggendong Anggi dan meletakan Anggi di dalam Bathub.
"Kamu berendam dulu iya. Mas tunggu di luar. Nanti kalau uda selesai panggil Mas iya" ucap Dion sambil mengelus pipi Anggi.
"Mas ikut berendam aja, biar cepat siap nya" ajak Anggi.
"Yakin nawarin Mas ikut berendam?" tanya Dion sambil menaik turun kan alis nya menggoda Dion.
"Iya Mas, biar cepat siap nya. Anggi uda laper banget" rengek Anggi.
Dion yang awal nya berpikir bisa meminta jatah satu ronde di dalam kamar mandi pun, akhirnya ia urungkan ketika mendengar kalau istri nya uda kelaparan.
Akhir nya Dion dan Anggi pun berendam selama 30 menit. Selesai berendam mereka membilas tubuh mereka dibawah shower bersama.
Kemudian Anggi menyiapkan pakaian Dion. Lalu ia juga menyiapkan pakaian nya. 20 menit bersiap, saat ini pasangan pengantin baru itu telah keluar dari dalam kamar mereka.
Di resto hotel semua keluarga masih berkumpul. Anggi tak melihat keberadaan Breena, Ani, Selvi, Dayyan, Brian, dan Juan.
"Pah" panggil Anggi pada Papa Doni yang sedang berbincang dengan Daddy nya dan yang lain nya.
"Iya Sayang. Kenapa?" jawab Papa Doni menatap kearah Anggi.
__ADS_1
"Kemana Breena Pah?" tanya Anggi penasaran.
"Oohh princess lagi ke Lombok sayang. Dia ngidam minta Abang Juan membelikan nya ayam taliwang, babulang sapi sama serabi laklak. Jadi Daddy Martin mengusulkan mereka aja yang langsung membeli nya disana" jelas Papa Doni.
"Jadi mereka berenam pergi kesana Pah?" tanya Anggi tak percaya.
"Bukan berenam sayang tapi bertujuh sama Quin juga" ucap Daddy Martin
"Kok mereka nggak ngajak Anggi sih. Kan yang nikah Anggi sama Mas Dion. Kenapa bisa jadi mereka yang ke Lombok nya" protes Anggi. Lalu ia meninggalkan para Bapak Bapak yang ada disana sambil menghentak kan kaki nya.
"Waaahhh anak mu ngambek Stev" ucap Papa Doni.
"Gimana nggak ngambek, dia yang nikah tapi malah Breena dan yang lain nya yang pergi ke Lombok" ucap Daddy Steven yang membela putri nya.
"Nama nya juga ngidam Stev. Lu mah nggak tau gimana Breena kemarin pas Juan nggak mau menuruti ngidam nya. Nangis Stev didepan teman teman Selvi yang Guru" ucap Daddy Martin menjelaskan yang terjadi kemarin.
"Terus mereka kapan pulang nya?" tanya Daddy Steven.
"Nggak tau. Soal nya abis dari Lombok mereka akan ke Banda Aceh. Penuhi ngidam bumil yang aneh itu" ucap Papa Doni sambil terkekeh.
"Wwaaahh memang ngeri keinginan cucu mu itu Don. Nggak tanggung tanggung memang. Cucu Sultan" canda Daddy Steven.
Mendengar candaan Daddy Steven semua yang bergabung di meja bersama Daddy Steven pun terbawa mendengar nya.
Sedangkan Anggi yang sekarang sudah berada di meja bersama Mommy dan Bunda nya pun masih saja cemberut. Membuat dua orang Mama itu pun heran dibuat nya.
Anggi tak menjawab, ia malah semakin mengerucutkan bibir nya.
"Anggi lagi sebel Mom, dia yang nikah tapi orang Breena dan yang lain nya yang justru pergi ke Lombok" jelas Dion dari arah belakang Anggi.
"Kamu jangan sebel sebel sayang. Mereka kesana karena Breena lagi ngidam. Itu permintaan nya baby twins sayang" ucap Mommy Rianti menasehati Anggi.
"Nanti kalau kamu juga lagi ngidam, kamu akan tau gimana rasa nya ketika kita ngidam tidak terpenuhi sayang. Karena hormon setiap orang hamil itu berbeda beda. Kamu tau Daddy Martin dan Papa Doni tadi cerita, Breena sampai menangis di depan rekan rekam kerja Bunda. Ia melupakan ada nya banyak orang yang ada di pesta kalian hanya untuk terpenuhi ngidam nya" ucap Bunda Aisyah menimpali.
"Sampai seperti itu Bun?" tanya Anggi tak percaya.
"Iya sayang. Dia awal nya nangis sama Selvi. Terus berlanjut ketika Daddy Martin dan Papa Doni datang menghampiri mereka. Jadi karena tidak tega maka nya Daddy Martin meminta mereka langsung kesana" ucap Bunda Aisyah.
Anggi pun mulai mengerti apa yang telah dialami oleh Breena.
"Maafin Anggi Bunda Mommy. Maaf kalau Anggi masih kekanak kanakan." ucap Anggi sambil menundukkan kepala nya.
Bunda Aisyah, Mommy Rianti dan Bunda Ayu pun tersenyum melihat tingkah Anggi.
"Tidak apa apa sayang. Kami memaklumi nya" ucap mereka berbarengan.
"Iya uda kamu sama Dion sarapan dulu iya. Kami tadi uda sarapan duluan. Nungguin pengantin baru rasa nya rasa lapar kami tak bisa ditahan kan lagi tadi" ucap Mommy Rianti penuh dengan godaan.
__ADS_1
"Maaf Mom. Kami tadi bangun kesiangan" ucap Anggi malu malu.
Anggi pun kemudian mengambilkan sarapan untuk Dion dan dirinya. Mereka berdua pun sarapan dengan sesekali menjawab pertanyaam dari para Mama.
Setelah sarapan Bunda Ayu pun pamit pulang. Karena di panti asuhan sedang tidak ada pengurus yang berjaga. Orang yang biasa membantu Bunda Ayu lagi sakit dan tidak mungkin ia menjaga para anak anak panti.
"Anggi, Bunda pulang dulu iya. Kasihan adik adik mu disana tidak ada yang menjaga mereka" pamit Bunda Ayu.
"Kok pulang sih Bun. Emang biasa nya Bu Rina kemana Bun?" protes Anggi.
"Bu Rina sakit sayang. Dia tadi chat Bunda. Dan meminta Bunda segera kembali agar ada yang menjaga adik adik mu. Maka nya Bunda nungguin kamu biar bisa pamit sama kamu sayang"
"Apa Bu Rina perlu dibawa ke rumah sakit Bun?" tanya Anggi khawatir.
"Bunda belum tau sayang. Tadi kata nya hanya sakit kepala saja. Nanti kalau tidak memungkinkan, Bunda pasti membawa nya ke rumah sakit" ucap Bunda Ayu menenangkan Anggi.
"Iya uda Bunda di antar iya"
"Nggak usah sayang. Bunda naik taxi aja iya" tolok Bunda Ayu.
"Bener Bunda nggak mau di antar"
"Bener sayang. Bunda uda pesan taxi nya tadi. Mungkin uda nunggu di luar. Iya uda Bunda pamit iya. Sekali lagi selamat buat kamu sayang. Selamat menempuh hidup baru. Berbahagia lah nak. Bunda sangat sayang kepada mu" ucap Bunda Ayu sambil mencium kening Anggi lama.
"Terima kasih Bunda. Anggi juga sangat sayang sama Bunda"
Setelah mengatakan itu, Bunda Ayu pun berpamitan pada kedua orang tua Anggi dan yang lain nya.
Sesampai nya di luar hotel, Bunda Ayu pun sudah melihat mobil yang dipesan nya sudah menunggu. Dengan berjalan cepat Bunda Ayu menghampiri mobil itu. Namun ketika ia hampir sampai di mobil itu, dari arah sebelah kiri ada sebuah mobil yang melaju dengan kencang dan menabrak tubuh Bunda Ayu.
BBBRRRAAKKK
Tubuh Bunda Ayu terpelanting jauh. Darah seketika keluar dari kepala Bunda Ayu.
Suara hantaman tubuh yang tertabrak mobil pun terdengar sampai kedalam hotel. Dua orang pengawal pribadi Daddy Steven yang melihat itu pun langsung menghampiri tempat kecelakaan itu.
Salah satu yang mengenali Bunda Ayu pun langsung memanggil ambulance. Dan satu nya lagi berlari kedalam untuk menyampaikan kepada Tuan mereka.
"Permisi Tuan. Maaf kalau saya mengganggu" ucap pengawal itu sambil mengatur nafas nya.
"Ada apa Nton?" tanya Daddy Steven heran.
"Maaf Tuan. Ibu Ayu kecelakaan. Dia tertabrak mobil ketika hendak menuju ke mobil taxi pesananya" ucap Anton sambil menunduk.
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
Maaf kalau jarang Up. Author nya lagi kurang sehat.