
Setelah dari kampus Breena semua nya berjalan menuju parkiran mobil. Mereka akan pergi ke sebuah restaurant yang sudah di booking oleh Dayyan untuk merayakan kelulusan sang istri.
Sesampai nya di restaurant itu semua nya sudah disiap kan oleh pelayan.
Semua orang menikmati makanan disana. Terutama Brian. Bukan makanan nya yang menjadi fokus nya. Tetapi kedekatan Ani dan Quin putri nya lah yang menjadi fokus nya.
Seulas senyum mengembang diujung bibir nya. Ia bahagia melihat bagaimana Mbak Ani memperlakukan putri nya dengan baik. Bahkan uda seperti anak nya sendiri.
Ditengah kenikmatan mereka menikmati makanan yang disajikan, seorang wanita hadir disana menggunakan pakain formal nya.
Yang menghampiri mereka adalah pemilik restaurant itu.
"Selamat sore Tuan Nyonya. Terima kasih sudah membooking restaurant kami untuk acara keluarga anda. Apa kah ada sesuatu yang kurang dalam menu makanan nya?" tanya wanita itu dengan sopan.
Semua orang yang ada disana langsung menatap kearah wanita itu.
Breena dan Brian terkejut melihat keberadaan sang pemilik restaurant. Begitu pun sebaliknya.
"Breena , Brian" ucap nya lirih namun masih bisa didengar oleh yang lain nya.
Nova baru melihat kesekitar nya, menatap satu persatu tamu di ada di restaurant nya. Dan tatapan nya pun tertuju kearah seorang anak kecil yang sedang disuapi oleh seorang wanita berhijab.
Dari pancaran matanya ia sangat merindukan anak itu. Ada kilatan kerinduaan, sedih dan merasa bersalah. Ia menekan dada nya yang tiba tiba merasa sesak.
"Apakah dia Ibu sambung mu sayang? Kau begitu manja dengan nya. Apa kau tidak merindukan Mommy mu ini Quin?" tanya Nova dalam hati.
Iya pemilik restaurant itu adalah Nova. Sahabat Breena. Dan mantan istri Brian.
Brian hanya diam dan menatap sekilas kearah Nova. Ia pun kemudian mengalihkan pandangannya dan melanjutkan makan nya.
Begitu pun dengan Breena, dia hanya menatap sekilas dan memberikan senyuman nya.
Berbeda dengan Ansel yang menatap penuh kebencian pada wanita yang ada didekat nya itu.
"Makanan nya enak. Kami suka sama semua makanan nya" ucap Mama Ratih ketika ia tau kalau beberapa orang disana tidak menyukai kehadiran sang pemilik restaurant.
"Terima kasih. Silahkan dilanjutkan kembali makan nya. Saya permisi dulu" ucap Nova.
Ketika ia hendak membalikkan badan nya. Ia pun merasa dipanggil oleh suara dari orang yang sangat dirindukan nya.
"Mommy" ucap Quin ragu ragu.
Nova pun kembali melihat kearah anak kecil itu. Seketika air mata nya menetes tanpa dia sadari.
"Quin" ucap nya lirih.
Quin pun langsung turun dari pangkuan Mbak Ani. Ia berlari menghampiri Mommy nya. Kemudian dia memeluk kaki sang Mommy.
Nova pun melepaskan tangan Quin dari kaki nya. Ia juga berjongkok agar tinggi nya dengan Quin sama. Kemudian ia memeluk Quin dengan erat.
__ADS_1
Nova menangis sambil memeluk putrinya. Putri nya yang ditinggalkan nya bersama sang mantan suami demi lelaki lain. Putri yang telah disia sia kan nya. Begitu banyak penyesalan yang ia rasakan setelah jauh dari putri nya itu.
Nova dan Quin pun melepas kerinduan mereka. Tangis Nova semakin kuat ketika ia mendengar kata kata yang tak ia sangka dari sang putri.
"Quin rindu Mommy. Quin pulang Mommy" ucap Quin didalam pelukan Mommy nya.
"Mommy juga rindu dengan Quin. Mommy sangat rindu. Maaf kan Mommy sayang" ucap Nova terbata bata.
Semua orang yang menyaksikan itu pun merasa iba. Mereka tau bagaimana kehidupan dua orang yang berkhianat pada Breena dulu.
Kecuali keluarga Abah Arsya dan Umma Hanum serta Mbak Ani. Mereka tau kalau Breena pernah dikhianati. Namun mereka tidak tau siapa orang yang mengkhianati Breena.
"Dayyan siapa dia?" tanya Umma Hanum yang penasaran.
Dayyan pun menghela nafasnya dalam. Lalu menatap kearah Umma nya.
"Dia Ibu nya Quin Umma. Yang artinya mantan istri Brian. Sahabat nya Breena dari kecil. Yang mengkhianati Breena" jelas Dayyan dengan singkat.
Umma Hanum hanya diam ketika mendengar penjelasan dari anak nya.
Sementara Mbak Ani hanya menunduk. Ia sadar dimana posisi nya. Dia hanya orang yang baru dikenal oleh Quin.
Brian yang melihat Ani menunduk pun tersenyum. Ia yakin Ani pasti ada perasaan yang tak nyaman ketika melihat mantan istri nya itu.
"Duduk Nova" ucap Papa Doni tegas, yang tak bisa di tolak oleh Nova.
Nova pun duduk tepat disebelah Brian. Brian tak mempedulikan keberadaan Nova. Ia sibuk menatap kearah Ani yang terus tertunduk.
"Alhamdulillah sehat. Kamu?"
"Sehat juga" ucap Nova.
Sebenarnya Nova merasa tidak nyaman berada didekat mereka. Namun ia memaksakan nya demi sang putri.
"Sayang, kamu mau pesan lagi?" tanya Dayyan dengan lembut.
"Nggak Mas, ini aja. Breena nggak sanggup kalau harus makan yang lain nya lagi"
"Jadi ini siapa yang ngabisin sayang?" tanya Dayyan yang melihat makanan Breena yang masih ada tersisa di piring nya.
"Hehehehe. Breena makan lagi aja Mas. Tapi suapi iya" pinta Breena manja.
Dayyan mencubit hidung Breena. Ia gemas dengan tingkah istrinya. Dengan telaten Dayyan menyuapi Breena.
Nova yang melihat itu bertanya tanya. Siapa sebenar nya lelaki itu. Mengapa ia begitu memanjakan Breena. Lalu ia menatap kearah mantan suami nya. Tetapi mantan suaminya itu terus menatap kearah wanita berhijab diseberang nya.
"Breena"
"Iya kenapa?"
__ADS_1
"Aku minta maaf atas semua kesalahan ku dulu. Maaf karena rasa iri ku kepada mu sehingga aku merebut apa yang menjadi milik mu. Maaf kan aku Breena. Aku sungguh menyesal" ucap Nova memohon permintaan maaf dengan tulus.
"Aku sudah memaafkan nya Nova. Tak perlu di ungkit lagi. Yang lalu biarlah berlalu. Hidup masih terus berjalan. Jangan terpuruk disatu masalah itu saja. Aku sungguh sudah memaafkan mu" ucap Breena lembut.
"Terima kasih Breena. Aku sungguh sangat menyesal. Dan aku pun sudah mendapatkan karma nya. Sekali lagi terima kasih sudah memaafkan aku" ucap Nova tulus.
Breena hanya menanggapi nya sengan senyuman.
"Ani kenapa tidak dilanjutkan makan nya?" tanya Brian.
"Tidak Mas. Saya sudah kenyang" tolak Ani halus.
Ia semakin merasa tak nyaman ketika mantan istri Brian menatapnya intens.
"Mbak siapa namanya?" tanya Nova yang sudah sangat penasaran.
"Dia Ani calon istri ku"
Bukan Mbak Ani yang menjawab melainkan Brian. Semua orang yang berada disana terdiam. Mereka terkejut mendengar ucapa Brian. Bahkan Mbak Ani sampai menatap kearah Brian tak percaya.
Iya memang akan dijodohkan oleh Breena dengan Brian. Namun pembahasan itu masih sebuah rencana.
Brian tersenyum melihat wajah cantik nya Mbak Ani yang terkejut.
"Calon istri?" tanya Nova
"Iya dia calon istri ku" ucap Brian lagi mempertegas apa yang ia ucap kan tadi.
"Selamat Mas Mbak" ucap Nova dengan wajah sendu nya.
Ia tak menyangka setelah lama tak bertemu ternyata mantan suami nya sudah memiliki calon istri.
"Quin, Mommy kembali bekerja dulu iya" pamit Nova.
"Mommy lama nggak?"
"Lumayan sayang. Ada apa?"
"Nggak papa Mommy. Kapan kapan kita jumpa lagi iya Mom" pinta Quin yang masih ingin bertemu dengan Mommy nya.
"Iya sayang. Tapi izin dulu iya sama Daddy. Iya uda Mommy pergi dulu iya" ucap Nova sambil meletakkan Quin di kursi yang ia duduki tadi.
"Semua nya saya permisi dulu" ucap Nova sambil membungkukkan badan nya.
Setelah kepergian Nova. Semua mata menatap tajam kearah Brian.
"Nak Brian, apa maksud nya yang tadi?" tanya Abah Arsya.
"Maaf Abah. Kalau Brian mengatakan seperti itu. Tapi tadi malam Brian sudah menjalankan saran dari Gus. Dan di mimpi saya, saya sedang bersama dengan Ani dan Quin, serta Dua anak laki laki Bah" jelas Brian.
__ADS_1
"Alhamdulillah. Bagaimana dengan kamu Nduk? Apa kamu sudah melakukan sholat istikhorah juga?" tanya Umma Hanum. Tampak sekali diwajahnya ada semburat raut kebahagiaan yang tak bisa disembunyikannya.