
Dion, Daddy Steven dan Mommy Rianti pun ikut turun dari atas pelaminan dan menuju kearah Anggi dan Bu Ayu.
Dion berjalan dengan senyum yang mengembang di wajah nya.
Daddy Steven berjalan dengan tatapan yang sulit untuk di arti kan.
Sedangkan Mommy Rianti berjalan dengan air mata yang sudah mulai menetes membasahi pipi nya.
Mommy Rianti sangat beruntung, anak nya ditemukan dan dirawat oleh wanita hebat seperti Bu Ayu.
Setelah sampai di atas panggung. Daddy Steven pun mengambil alih micropone yang dipegang oleh Bu Ayu.
Sebelum berbicara, ia menatap kearah keempat orang yang ada disamping nya. Ia mencium kening anak nya. Lalu menatap kearah depan. Terlihat semua tamu menatap penuh penasaran kearah mereka.
"Selamat sore semua nya. Izin kan saya untuk memperkenalkan siapa wanita yang sedang dipeluk oleh putri saya sampai putri saya menangis seperti ini. Saya yakin pasti kalian semua begitu penasaran dengan apa yang kalian lihat" ucap Daddy Steven dengan senyum tipis yang tersungging di bibir nya.
"Baiklah saya akan memperkenal kan ulang siapa putri saya yang selama ini hilang. Sini sayang" ucap Daddy Steven meminta Anggi berdiri disamping nya.
Setelah Anggi berdiri diantara Daddy Steven dan Mommy Rianti. Daddy Steven pun mulai berbicara lagi.
"Mungkin sebagian dari para tamu yang hadir sudah mengetahui siapa gadis cantik yang menjadi pengantin wanita hari ini yang berdiri di samping saya. Ya, dia adalah Anggita Maharani Danuarta. Dia adalah sekretaris dari Tuan Dayyan Pratama, CEO Pratama.Corp. Dia adalah putri kecil saya yang diculik ketika ia berusia 3 bulan di taman kompleks mansion saya. Dia adalah Anggi anak pertama saya yang menghilang 26 tahun yang lalu" ucap Daddy Steven dengan mata yang sudah berkaca kaca. Ia teringat bagaimana kehidupan keluarga nya setelah putri yang ia dan istri nya nanti kan diculik oleh orang yang tak lain adalah rekan kerja nya.
"Bu Ayu, silahkan maju" pinta Daddy Steven.
Bu Ayu pun maju. Dengan cepat Momny Rianti langsung menggandeng tangan Bunda Ayu.
"Perkenalkan wanita yang berdiri disamping istri saya, dia adalah Bunda Ayu. Pemilik dari Panti Asuhan Bu Ayu yang ada di pinggiran kota Jakarta. Kalian pasti bertanya tanya, apa hubungan antara Bu Ayu dengan putri saya. Baiklah akan saya jelaskan" jeda Daddy Steven. Ia menarik nafas nya dalam sebelum memulai nya.
__ADS_1
"26 tahun yang lalu, putri kecil saya yang baru berusia 3 bulan di culik oleh rekan kerja saya. Dan putri saya dibuang atau lebih tepat nya di letak kan di depan pintu sebuah panti asuhan. Iya panti asuhan itu adalah Panti Asuhan Bu Ayu. Disana putri kecil saya di jaga, dan dibesarkan oleh beliau. Bu Ayu sangat berjasa selama ini di kehidupan putri saya. Selama 26 tahun, Bu ayu selalu membimbing putri kecil saya untuk hidup yang lebih baik. Bu Ayu adalah sosok yang paling berjasa bagi hidup keluarga saya. Berkat kebaikan hati beliau, putri saya hidup dengan layak diluaran sana. Mungkin kalau bukan berkat kebaikan hati nya yang tulus, saya tidak tau apa jadi nya putri saya. Bisa jadi putri saya sudah menjadi gelandangan. Dan berkat didikan nya putri kecil saya sampai sekolah ke jenjang yang tinggi" jelas Daddy Steven bangga dengan didikan Bu Ayu. Pada hal bukan hanya anak nya saja yang harus ia didik. Namun banyak anak yang kurang beruntung yang harus di didik nya.
"Terima kasih Bu Ayu. Terima kasih telah menjaga permata hidup kami. Terima kasih telah mendidik nya sampai ia menjadi anak yang sangat baik hati. Terima kasih Bu. Saya tau kata terima kasih saja tak cukup untuk membalas semua kebaikan Ibu untuk putri kami. Untuk itu saya akan membalas kebaikan Ibu, dengan cara membiayai sekolah semua anak anak yang ada di panti asuhan milik Ibu. Sampai mereka menentukan kemana arah tujuan mereka setelah mereka besar nanti. Sekali lagi terima kasih Bu Ayu" ucap Daddy Steven sambil membungkuk kan badan nya.
Bu Ayu dan Mommy Rianti sudah menangis sedari tadi. Mereka tak kuasa menahan air mata yang sudah berembun di mata mereka.
Sedangkan Breen sudah menangis didalam dekapan sang suami.
Para tamu semua nya bertepuk tangan bangga kepada keluarga Danuarta.
"Saya berterima kasih kepada keluarga Danuarta yang sudah berbaik hati membiayai pendidikan anak anak asuh saya. Terima kasih sudah menjadi donatur tetap di panti asuhan saya. Saya sudah menganggap Anggi seperti anak saya sendiri" ucap Bu Ayu sambil membungkuk kan kepala nya.
"Terima kasih Bunda sudah merawat Anggi dan membesarkan Anggi sampai Anggi sukses seperti sekarang ini" ucap Anggi tulus sambil memeluk tubuh Bu Ayu.
"Sama sama sayang. Bunda sangat menyayangi mu" balas Bu Ayu.
Setelah acara perkenalan itu, Anggi dan Dion kembali ke pelaminan. Sedangkan Mommy Rianti membawa Bu Ayu ke meja khusus keluarga mereka. Dan memperkenal kan Bu Ayu kepada seluruh keluarga.
Acara terus berlanjut sampai tengah malam. Anggi memaksa Bu Ayu untuk ikut menginap di hotel malam itu juga. Walau pun Bu Ayu sudah berusaha menolak. Namun tetap paksaan dari Anggi tak bisa terkalah kan. Jadi Bu Ayu dan semua penghuni panti asuhan tidur di hotel keluarga Anggi.
...----------------...
Sementara itu di bandara, Breena, Dayyan, Juan dan Selvi sedang menunggu kedatangan Brian, Ani dan Quin. Brian sedang mememani Ani dan Quin ke toilet karena Quin mengelus sakit perut.
Menunggu selama 20 menit, akhir nya Brian pun datang menghampiri mereka semua.
"Oke jet sudah siap. Ayo kita ke parkiran jet sekarang" ajak Juan karena ia mendapat laporan kalau jet milik keluarga Anderson sudah siap untuk terbang.
__ADS_1
Mereka pun berjalan beriringan bersama dengan pasangan nya masing masing. Juan berjalan di barisan depan bersama Selvi. Kali ini Juan sudah berganti pakaian. Ia sudah mengenakan pakaian pilot nya. Sedangkan yang lain nya masih menggunakan pakaian mereka tadi.
Mereka pun memasuki jet pribadi disambut hangat oleh pramugari yang bertugas. Setelah semua sudah selesai akhir nya Juan pun menerbangkan jet pribadi itu menuju ke Lombok terlebih dahulu.
...----------------...
Di dalam kamar hotel yang sudah dihias dengan semewah mungkin, Anggi dan Dion duduk diatas kasur yang sudah di hias dengan kelopak bunga mawar mewah yang berbentuk hati.
"Sayang kamu bersih bersih duluan apa Mas yang duluan?" tanya Dion kikuk.
"Mas duluan aja. Anggi mau bersihkan make up ini dulu" ucap Anggi sambil menundukan kepala nya.
"Iya uda Mas duluan iya" Dion langsung berjalan menuju kamar mandi.
Ia merasa sangat canggung berada didalam kamar berdua dengan Anggi.
Lima belas menit kemudian Dion pun sudah keluar dengan wajah yang sidah sangat segar. Ia hanya menggunakan celana pendek tanpa baju. Dion berjalan menuju kearah Anggi lalu menyerahkan handuk yang ada di tangan nya.
Anggi yang paham maksud dari suami nya pun meminta Dion duduk di kursi hias nya. Anggi berdiri dihadapan nya dan langsung membasuh rambut Dion yang basah dengan handuk yang diberikan Dion tadi.
"Mas bahagia sayang. Mas sangat sangat bahagia hari ini. Terima kasih sudah bersedia menjadi istri Mas" ucap Dion sambil merangkul pinggang Anggi dan membenamkan kepala nya di perut Anggi.
"Anggi juga bahagia Mas. Terima kasih sudah menerima Anggi apa ada nya. Oke uda selesai Anggi mau bersih bersih dulu" ucap Anggi kemudian melangkah ke kamar mandi membawa paper bag yang tadi diberikan oleh Breena.
Di dalam kamar mandi, Anggi memilih berendam sebentar untuk merileks kan tubuh nya. Sekitar 30 menit, ia pun menyelesaikan bersih bersih nya.
Ketika ia akan menggunakan baju yang ada di berikan Breena tadi, ia pun membolakan mata nya. Bagaimana tidak ia melihat baju itu yang tipis dan sexy.
__ADS_1
"Apa Breena serius memberikan baju ini untuk ku. Ini seperti bukan baju"
SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA